NovelToon NovelToon
VALEXA

VALEXA

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas dendam. / Perubahan Hidup / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menyembunyikan Identitas / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Kasus pembullyan yang terjadi disebuah kampus ternama hingga ada salah satu korban bully mengalami koma, membuat Valexa ingin mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya. Valexa, si gadis tangguh adalah mahasiswi baru yang langsung dibully dihari pertama dia masuk universitas bergengsi karena penampilannya dianggap cupu dan kampungan.

Keteguhan Valexa menghadapi para pembully membuat Ravelo, sang pangeran kampus mengincar Valexa untuk dijadikan kekasihnya. Para kaum hawa idola Ravelo, langsung menyalakan api permusuhan pada Valexa karena dianggap merebut idola mereka. Namun, dibalik itu semua, ada sebuah rahasia yang dimiliki seorang Valexa dan hanya Ravelo saja yang mengetahuinya.

Apa rahasia itu? Dan apa tujuan Valexa datang ke kampus elit? Bisakah dia menghadapi para musuh-musuh yang membully dan mengincar nyawa Valexa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 33 Keluarga Valexa

Kisah tragis yang dialami Ronan dan Shakila terbilang sangat kejam dan mengerikan. Yang lebih lucunya lagi, pemicu semua itu ternyata adalah cinta. Cinta membuat hati beberapa orang menjadi buta seperti yang dialami Maria. Obsesi untuk memiliki Ronan membuat gadis dari keluarga Yakuza itu menyingkirkan hati nuraninya sebagai manusia dan melukai orang-orang tak berdosa hanya agar ambisinya tercapai. Tanpa peduli apakah itu baik atau buruk dilakukan.

Definisi cinta yang dimiliki setiap orang memang berbeda-beda. Bagi Ronan, Shakila hanyalah satu-satunya wanita yang dicintainya dan ia rela melakukan apa saja termasuk menantang bahaya agar bisa bersama dengan wanita yang ia cinta. Sedangkan bagi Ravel, hidup Valexa sangat berharga. Meski gadis yang ia cintai tak membalas cintanya, Ravel tetap ingin Valexa terus hidup bahagia, dengan atau tanpa dirinya disisi Valexa.

Sebab itulah, Ravelo mengambil sebuah keputusan besar yang mungkin akan ia sesali seumur hidup demi bisa menjauhkan Valexa dari marabahaya apapun. Ia tak ingin apa yang terjadi pada Shakila, terjadi juga pada Valexa meski gadis itu jauh lebih tangguh dari sahabatnya.

Ravel menatap manik mata Valexa dengan penuh cinta. Berkali-kali pria yang dijuluki sebagai pangeran kampus itu mengisyaratkan rasa cinta pada gadis tangguh ini, tapi sepertinya hati Valexa masih belum terbuka untuknya. Meski demikian, cinta Ravel pada Valexa tidak berubah dan malah semakin bertambah. Rasa bersalah dalam diri Ravel juga timbul karena terpaksa melibatkan Valexa dalam kesulitan bahkan sampai beresiko kehilangan nyawa.

"Valexa, dengarkan aku ...," ujar Ravel memasang wajah sok serius. "Mungkin ... ini permintaan terakhirku. Bawa pergi Shakila dan Ronan kembali ke Inggris secepat mungkin. Aku akan mengalihkan perhatian Maria agar ia hanya fokus padaku sementara kau dan semua pengawalku menyiapkan keberangkatan Ronan tanpa kentara. Lebih baik, kalian pergi dari sini. Temui agen FBI yang kukenal dan berikan rekaman cctv ini pada mereka. Agen FBI itu juga mengenal kakakku. Mereka akan memberikan perlindungan padamu dan juga kakakku, serta sahabatmu. Kita bergerak pagi ini." Ravel menatap mata Valexa tepat dimanik matanya.

"Lalu ... bagaimana denganmu? Jika kakakmu saja bisa dibuat Maria seperti itu, bagaimana kalau kau juga mengalami hal yang sama?" tanya Valexa agak kurang setuju dengan ide Ravel.

"Sejak kapan kau peduli padaku? Apa kau mulai jatuh cinta padaku? Kau takut aku terluka dan mati sia-sia sebelum menikahimu? Kalau begitu ayo kita menikah dan bulan madu sebentar supaya saat aku mati ada anak kita yang menemanimu," gurau Ravel sambil memamerkan senyum mempesonanya. Bisa-bisanya dia bercanda disaat seperti ini.

"Bisakah kau serius sedikit? Apa ini lelucon bagimu?" cetus Valexa mulai kesal, setiap kali Ravel bicara, ujung-ujungnya pasti bikin tensi darahnya naik.

"Aku serius!" wajah Ravel dipasang seserius mungkin. "Lagipula ada kak Charlen siap sedia menikahkan kita. Daripada nanti kau menyesal?" goda Ravel, ia sangat suka kalau Valexa marah. Wajahnya jadi terlihat lebih cantik daripada saat ia tidak marah.

"Ravel, aku sedang tidak ingin bercanda denganmu. Kau jangan salah paham. Berapa kali aku bilang kalau aku masih belum punya niatan menjalin hubungan dengan siapapun. Bagiku yang terpenting adalah Shakila. Mengingat seperti apa Maria, aku yakin ia takan pernah membiarkan Ronan atau Shakila kembali sadar. Oke, aku setuju kita bawa mereka sejauh mungkin dari sini, tapi aku takkan membawa mereka sendiri, kau harus ikut bersamaku ..." Ravel mau bicara tapi langsung dipotong oleh Valexa.

"Jangan salah paham lagi." Valexa mengingatkan. "Aku mengatakan itu bukan karena aku mulai jatuh cinta padamu meski kau mengaku sebagai pacarku. Aku hanya berpikir begitu Ronan kembali pulih seperti sedia kala, kau ada bersamanya. Cuma itu," jelas Valexa agar Ravel tak mengatakan hal yang tidak ia dengar.

"Kalau kita bersama, Maria akan mengejar kita. Dimanapun kita berada pasti ia akan menemukan kita. Jalan satu-satunya agar ia tak lagi mengejarmu, kita harus berpsiah sekarang. Dengan begitu, Maria tidak akan menjadikanmu target lagi. Mulai sekarang, kita sudah bukan sepasang kekasih lagi, kau adalah mantanku. Maria takkan menggaggu atau mengusik dirimu sampai hari H pemindahan Shakila dan Ronan siap." Ravel membeberkan rencananya sehingga membuat Valexa tak bisa berkata-kata lagi. Sebab Ravel benar.

Yang dikatakan Ravel memang masuk akal, jika mereka terus bersama akan mudah bagi Maria menemukan keberadaan mereka. Bahkan jika Valexa dan Ravel melarikan diri sampai ke ujung dunia sekalipun, putri dari seorang Yakuza itu bisa dengan mudah menemukan posisi mereka. Namun, dibalik itu semua, yang membuat Valexa bingung hingga suasana hatinya jadi sangat buruk adalah Ravel memutuskan untuk tak lagi mengakui Valexa sebagai kekasih.

Entah mengapa Valexa jadi merasa aneh, cenderung jadi sedih seolah ia patah hati. Padahal ia sama sekali tak punya perasaan apa-apa pada pria narsis itu. Tapi, rasa kecewa tiba-tiba menyerangnya sehingga membuat Valexa jadi bingung sendiri.

Terlepas dari perasaa aneh yang timbul dalam hati Valexa, ia mencoba mengesampingkan semua hal yang bersifat pribadi. Valexa tak boleh terbawa perasaan hanya karena ia sudah terbiasa bersama dengan Ravel. Ia kembali mengingatkan dirinya tentang tujuannya datang kemari. Prioritas utama adalah keselamatan Shakila dan Ronan serta penyerahan barang bukti kejahatan yang dilakukan Maria dan keluarganya pada agen FBI seperti yang diminta Ravel.

Ronan, Charlen dan Ravel akhirnya membuat sebuah rencana untuk menjebak para penjahat itu setelah rencana pelarian Ronan dan Shakila berhasil dilakukan. Untuk sementara, Valexa tidak datang dulu ke kampus dan memilih menjaga Shakila yang masih terbaring koma di rumah sakit diikuti oleh pengawal Shakila yang sudah keluar dari tempat persembunyiannya.

Sedangkan Ravel, ia tetap datang ke kampus seperti biasanya seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Ia bahkan melakukan rutinitasnya sebagai ketua BEM kampus agar Maria dan yang lainnya tak curiga kalau ia sebenarnya sudah tahu rahasia besar keluarga Maria serta kebrobrokan beberapa oknum yang ada di kampus ini.

"Nona muda, Tuan dan Nyonya besar menanyakan anda ... berkali-kali mereka ingin bertemu dengan anda secepatnya, Nona. Sebentar lagi, andar diminta hadir di pesta pernikahan kakak sepupu anda, Pangeran D. Putra kedua dari paman dan bibi anda, apa yang harus kami jawab?" tanya salah satu pengawal Valexa. Saat ini, tuan putrinya itu sedang berdiri di luar jendela ruang ICU sahabatnya yang terbaring lemah di atas ranjang.

"Katakan aku akan segera pulang," jawab Valexa tanpa menoleh. "Apaaa ... ayah dan ibu mengatakan sesuatu soal paman dan bibi? Aku yakin pasangan raja dan ratu dedemit itu tahu apa yang sedang aku alami sekarang. Aku tak ingin seluruh keluargaku tahu juga. Aku bisa dihukum."

"Saya yakin mereka tahu, Nona. Tapi mereka mengerti apa yang anda pikirkan. Nona jangan khawatir, Raja dan Ratu akan melindungi anda dalam bahaya apapun sama seperti saat mereka menghilangkan para preman kampus suruhan Nadin saat hendak melenyapkan anda." pengawal Valexa mencoba menenangkan kegalauan yang dirasakan nona mudanya.

BERSAMBUNG

***

1
Martha Amelia Susanti
Luar biasa
Oka Mur
Kecewa
Oka Mur
Buruk
Ummaza
keren
Lea_Rouzza
yooowoooo br hari k2,,,nadin lenyap kau dr bumiiii wkwk #modePembasmiKbenarn
Annisa Djafar
Buruk
Annisa Djafar
Kecewa
Rini Susanti
mmg Iki kampus gk ada cctv??
Shinta Dewiana
bahagia...
Shinta Dewiana
kelepek2 deh klu punya suami kayak gitu...hanya ada di dunia halu....cakeeppp
Shinta Dewiana
ho...ho...ho....rupanya si paman si raja dedemit yg beri tau...
mampuslah lo caittin
Shinta Dewiana
kereeennnn...deh
Shinta Dewiana
tepat waktu...suaminya datang...
Shinta Dewiana
wk...wk...wk....
Shinta Dewiana
omo omo omo penuh dg kejutan..
Shinta Dewiana
kejutan ya
Shinta Dewiana
haayyuuu eksekusi..
Shinta Dewiana
lebai
Shinta Dewiana
huh ravel sialan malah beneran nyekik istrinya apaan....hiss...kan enggak harus sekeras itu juga..
Shinta Dewiana
kasihan banget sebagian udah terjun ke jurang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!