NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Wush.

Angin dingin berhembus membawa kabut merah yang semakin pekat di bagian dalam Hutan Kabut Berdarah.

Lin Xiao melangkah dengan sangat hati-hati menembus semak belukar berduri yang setinggi dada.

Setiap langkahnya tidak menghasilkan suara sedikit pun berkat kendali fisiknya yang sangat sempurna.

Matanya terus menyapu sekeliling, mencari tanda-tanda keberadaan tanaman obat yang dia butuhkan.

'Kabut di sini cukup tebal untuk menghalangi pandangan.' batin Lin Xiao sambil mengendus udara.

'Tapi bau amis dari monster-monster kuat justru semakin tajam menyengat hidungku.'

Ting.

Suara Kaisar Pedang Haus Darah kembali menggema di dalam kepala Lin Xiao memecah keheningan.

'Kau sudah memasuki zona pertengahan hutan ini, Nak.' ucap sosok kuno itu dengan nada memperingatkan.

'Monster di area ini rata-rata berada di tahap Pembentukan Dasar tingkat keempat atau kelima.'

"Aku tahu." jawab Lin Xiao dengan suara pelan dan waspada.

"Instingku memberitahuku bahwa ada sesuatu yang sangat berbahaya bersarang di arah utara."

'Hahaha, instingmu mulai tajam seperti ujung pedangku.' puji sang kaisar sambil tertawa renyah.

'Teruslah berjalan ke arah utara, aku bisa merasakan fluktuasi energi elemen logam di sana.'

"Elemen logam?" tanya Lin Xiao meminta kepastian.

"Apakah itu Rumput Tulang Besi yang sedang aku cari untuk misiku?"

'Kemungkinan besar iya.' jawab kaisar itu dengan yakin.

'Tanaman itu menyerap esensi logam dari tanah untuk memperkuat serat-serat daunnya dan biasanya dijaga oleh monster buas.'

Lin Xiao mengangguk paham dan segera mempercepat langkahnya menuju arah utara.

Setelah berjalan selama hampir satu jam menghindari beberapa sarang monster, dia akhirnya tiba di sebuah area bebatuan yang curam.

Di dasar tebing berbatu itu, terdapat sebuah mulut gua yang gelap dan sangat lembab.

Air menetes dari stalaktit di langit-langit gua menciptakan suara gema yang beraturan di keheningan hutan.

Tes. Tes.

Lin Xiao bersembunyi di balik sebuah batu besar dan mengintip ke arah mulut gua tersebut.

Matanya langsung tertuju pada segerombolan tanaman berwarna abu-abu mengkilap yang tumbuh di sekitar genangan air berlumpur.

Daun-daun tanaman itu terlihat kaku dan memancarkan cahaya redup seperti permukaan besi yang baru diasah.

"Itu dia Rumput Tulang Besi." gumam Lin Xiao dengan mata berbinar puas.

"Jumlahnya ada lebih dari dua puluh batang, sangat cukup untuk menyelesaikan misiku dan kembali ke klan."

Lin Xiao bersiap untuk melangkah keluar dari tempat persembunyiannya.

Namun tiba-tiba Kaisar Pedang Haus Darah berteriak keras di dalam kepalanya.

'Mundur dari tempatmu sekarang juga!'

Gruk.

Suara geraman yang sangat berat dan menggetarkan dada terdengar dari dalam kegelapan gua.

Tanah di bawah kaki Lin Xiao bergetar pelan seiring dengan suara langkah kaki yang berat dari dalam sana.

Seekor monster bertubuh raksasa melangkah perlahan keluar dari dalam gua, menghalangi jalan menuju Rumput Tulang Besi.

Monster itu adalah seekor beruang setinggi tiga meter yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh sisik tebal berwarna merah darah.

Matanya merah menyala menatap tajam ke depan, sementara mulutnya meneteskan cairan asam yang membuat tanah mendesis.

Sss.

"Beruang Sisik Darah." desis Lin Xiao dengan wajah berubah tegang namun tetap tenang.

"Ini adalah monster tahap Pembentukan Dasar tingkat kelima, ketahanan kulitnya sekeras baja."

'Kulitnya bukan hanya sekeras baja, sisiknya bisa menahan tebasan pedang biasa tanpa tergores sedikit pun.' tambah Kaisar Pedang Haus Darah.

'Jika kau menyerangnya secara langsung dengan kekuatan fisikmu sekarang, kau hanya akan mengantarkan nyawamu secara cuma-cuma kepada binatang buas itu.'

"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Lin Xiao sambil menekan hawa keberadaannya serendah mungkin.

"Aku tidak bisa pulang kembali ke klan tanpa membawa rumput obat itu."

'Kau harus menggunakan otakmu, bukan hanya ototmu.' cibir kaisar itu mengejek.

'Lihat ke sekelilingmu, manfaatkan lingkungan tebing ini untuk menutupi kelemahan kekuatanmu yang belum seberapa itu.'

Lin Xiao mengamati area mulut gua itu dengan sangat teliti dari balik batu.

Ada banyak batu-batu tajam berserakan, dan langit-langit tebing di atas mulut gua terlihat rapuh dipenuhi stalaktit berukuran sangat besar.

"Aku butuh sesuatu untuk menembus celah sisiknya." ucap Lin Xiao menganalisis situasi dengan cepat.

"Kapak dari Ketua Serigala Hitam tadi mungkin bisa berguna, tapi sayang sudah tertinggal di area pertarungan."

'Gunakan pedang besi biasa milikmu itu.' saran sang kaisar dengan nada serius.

'Salurkan seluruh energi Penguasa Darahmu ke ujung pedang, dan incar titik buta monster itu saat dia lengah.'

"Titik buta?" tanya Lin Xiao memastikan.

'Mata dan tenggorokannya.' jawab Kaisar Pedang Haus Darah tanpa ragu.

'Sisiknya mungkin keras dan tidak tertembus, tapi organ lunaknya tetap sangat rentan terhadap serangan fatal yang difokuskan.'

Lin Xiao mengangguk perlahan mengerti rencana berbahaya yang harus dia jalankan.

Dia mengambil sebuah batu seukuran kepalan tangan dari tanah di dekat kakinya.

"Jika aku gagal mengenai titik lemahnya, tubuhku pasti akan hancur oleh satu tamparan beruang raksasa itu." ucap Lin Xiao pada dirinya sendiri.

"Tapi aku sudah berjanji pada ayahku untuk kembali dengan selamat membawa kebanggaan kita."

Wush.

Lin Xiao melemparkan batu di tangannya dengan sangat kuat ke arah semak-semak di sisi kanan gua.

Klotak.

Batu itu menghantam keras dinding tebing dan jatuh menimbulkan suara yang bergema memecah kesunyian.

Roar.

Beruang Sisik Darah itu langsung menoleh ke arah sumber suara dengan marah karena merasa wilayahnya diganggu.

Ia meraung keras dan berlari dengan langkah berat menuju semak-semak tersebut.

Brak. Brak.

1
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Akhirnya update /Drool/
Reed
Lanjutkan Kak /Smile/
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Kok belum up Kak /Whimper/
Jujun Adnin
lanjut
Cecilia
gagal jdi yg pertama
Yui: hentikan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
Kak Seto Kangen Band
Ckckck... gak sabar nunggu adegan insect.
Yui: ini cerita biasa doang sensei/Facepalm/
total 1 replies
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌
Blep
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌 : Its Canon Event
total 4 replies
Reed
Sasuga /Determined//Determined//Determined/
Yui: apa yang kalian lakukan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!