Helena berjuang untuk mendapat hati Edgar, tetangganya. Mencuri perhatian saat pria itu menjadi dosen tamu di kampus, bertingkah lucu saat weekend, atau mencoba melakukan segala cara agar bisa berbicara dengan pria itu.
Apakah Edgar akan luluh?,
Tapi, kenyataan pahit harus diterima Helena. Saat mengetahui bahwa Edgar adalah mantan ibunya.
Bagaimanakah Helena menata Hati saat merelakan Edgar menikahi ibunya.
Helena memilih kuliah di luar negeri, sampai suatu saat kembali...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet and dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
Helena dan Dila mulai disibukkan dengan pencarian perusahaan untuk mereka magang .
Sekarang Helena berada di dapur memanaskan makan malam yang telah dibuat oleh Bi Titin . Mamanya belum juga datang akhirnya dia memutuskan untuk makan sendiri sepertinya makanan yang baru saja dia Panaskan kembali mendingin saat ia memakannya
Dia mengirim pesan pada ibunya
"Mama jam berapa pulangnya? " ketik Helena lalu menekan tombol kirim, tidak kunjung mendapat balasan dari mamanya.
Mamanya memang sedikit sibuk akhir-akhir ini ya memang selalu begitu sibuk setiap harinya. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 p. m malam itu. Lalu beberapa waktu kemudian bel berbunyi dan menampilkan seorang pria yang menggendong mamanya yang terlihat mabuk, tak biasanya dia seperti itu.
"Saya teman ibu kamu, Alex. saya tidak sengaja ketemu ibu kamu, di Saya rasa dia sudah banyak pikiran"
"Terima kasih Uncle Alex" ucap Helena
Helena lalu mengarahkan pada Alex untuk mengantar mamanya Sandra ke kamar yang berada di lantai satu.
Helena menyelimuti mamanya dan melepaskan sepatu high heels nya .
Sesaat kemudian Alex pamit. Helena pun mengantar Alex sebagai bentuk terima kasih karena telah mengantar mamanya. Kalau tidak ada Alex dia tidak tahu bagaimana nasib mamanya.
"Saya pikir mama kamu sedang butuh waktu untuk menenangkan diri atau teman bercerita" jelas Alex Helena menatapnya
"Kamu benar-benar mirip mama kamu sangat muda dulu" lanjut Alex
"Terima kasih banyak angka Alex sekali lagi Iya dan ya memang banyak teman Mama yang bilang begitu" jawab Helena
Setelahnya Helena Melambaikan tangan pada Alex mobil Alex lahan menjauh .
Sementara Alex di mobil Tak habis pikir dengan sebegitu miripnya Helena dengan Diandra perempuan yang pernah ia sukai Saat SMA benar-benar gila .Tapi kalau dilihat lebih jelas lagi tubuh Helena jauh lebih menggoda .senyuman jahat dari bibir Alex menyungging
Rasanya kali ini dia tidak akan ada saingan seperti edgar lagi .dulunya dia hanya membiarkan perasaan itu jadi merelakan Untuk sahabatnya Edgar ,rasanya kali ini adalah kesempatan yang tepat untuk untuk menebus masa lalu. Alex memang benar-benar gila gila karena Sandra ,sekarang mungkin dia gila karena Helena .
Kenyataan jauh lebih sakit bahkan di kesempatan kedua ini Helena sudah lebih dulu menyukai Edgar Apakah Alex akan kalah lagi.
Sementara di gedung tempat perusahaan Edgar berdiri Dia sedang memeriksa beberapa CV yang mengirimkan lamaran kerja atau lebih tepatnya lamaran magang dari beberapa mahasiswa yang berasal dari perusahaan yang dari kampus yang berbeda sudah hampir 10 menit dia memeriksa karena memang begitu banyaknya yang berminat di perusahaannya
Jelas dia mengenal beberapa yang lamaran yaitu Helena dan Dila betapa sampai dunia ini sebetulnya dia ingin menjauh saja dari gadis itu karena tak ingin dua kali ditambah lagi Gadis itu sepertinya menyukai dirinya
Kadang ada bisikan jahat lagi
"Sudahlah balas dendam saja melalui anaknya ,buat dia jatuh cinta dan lukai dia Bukankah seorang ibu akan lebih sakit jika anaknya yang sakit". Begitulah bisikan yang sering terbesit di hati dan pikiran Edgar
Tetap saja dia segera menepis pikiran sesatnya itu . Tapi perkataan Alex cukup gila untuk mengencani anak Sandra .
Dulu sekali sebelum Alex menjadi Casanova Alex mengatakan bahwa ia juga mempunyai seseorang yang dia sukai agar tidak tahu siapa .ya itu memang sang pemain Si Alex ,tapi dia masih penasaran Siapa perempuan yang membuat Alex menjadi Casanova seperti sekarang ini .tak pernah benar-benar terbuka tentang isi hatinya melainkan sering mengajak untuk bersenang-senang di di klub malam atau menawarkan untuk bermalam dengan wanita sebagai penghiburan
"Hoam" Alex mengantuk ya ini mendekati waktu jam makan siang disertai mengantuk.
Alex meninggalkan mejanya untuk menuju ke restoran di samping perusahaannya. Di saat dia baru datang di restoran itu beberapa karyawan perempuan khususnya memperhatikan dirinya Bagaimana tidak dia begitu sempurna untuk dilewatkan lewat begitu saja pun kalau tidak memilikinya setidaknya bisa menikmati ketampanannya
CEO baru yang Green Flag, tampan, dan sukses. wanita mana yang tidak mau bahkan ada beberapa yang mencuri pandang atau dengan sengaja mengenakan pakaian yang terlihat sedikit terbuka. Ya lagi-lagi harus menegaskan aturan tentang berpakaian katanya untuk kesehatan mata Pria beristri .Kan tidak lucu kalau perusahaan disurvei kedapatan banyaknya pria bercerai karena godaan rekan kerja wanita
Edgar lalu mengambil posisi duduk yang cukup nyaman teringat dengan pertemuannya dengan Anastasia sebulan yang lalu.
Flashback on
"Hai gimana kabarmu katanya" Anastasia tersenyum
"Saya baik" ucap Edgar
"Bagaimana kabarmu" lanjut Edgar sopan
"Saya baik" jawab Anastasia
"Bagaimana tentang hubungan kita katanya Anastasia" tanya Anastasia lagi belum sempat Edgar mengajukan pertanyaan tentang maksud mengajak pertemuan malam itu
"Seperti yang kukatakan sebelumnya aku setuju kalau kita bertunangan" jawab Edgar
Anastasia sedikit terkejut dengan keputusan Edgar yang didengar secara langsung seperti ini
"Saya pikir itu saat itu ditelepon kamu hanya kata seperti itu untuk menenangkan Grandma aja" terang Anastasia
"Saya tidak bercanda" jawab Edgar
"Apa kamu tidak ingin hidup sesuai keinginanmu" lanjut Edgar
"Yah aku ingin" jawab Anastasia pelan seperti tidak yakin
"Aku tahu kamu melakukan ini karena mereka" jelas Edgar menebak dengan benar isi hati Anastasia
"Setidaknya dengan kita bertunangan dulu ,kamu masih punya kesempatan untuk mempertimbangkan Apakah kata tidak" jawab Edgar.
"Terima kasih" kata Anastasia menitikkan air mata.
Edgar segera memberikan tissue di dekatnya kepada Anastasia
"Kamu wanita yang baik dan saya tidak cukup baik untuk kamu" jelaskan Edgar
"Tapi bagaimana aku menolak permintaan mereka mengecewakan mereka" jelas Anastasia segera mengelap air matanya
"Aku tidak Memaksamu , jujurlah dengan hatimu sendiri dan dengarkan dia ucap Edgar lagi
"Bagaimana rencanamu tentang pertunangan kita" tanya Anastasia
"Walau kita memang tidak ingin ,tapi setidaknya kita mempersiapkan acara yang serius" lanjut Anastasia
"Aku hanya mengikuti saja ,terserah kamu" jawab Edgar
"Kalau begitu kamu ingin diadakan di kota ini atau di Belanda" tanya Anastasia ragu
"Kupikir Belanda lebih bagus" jawab Edgar tanpa ragu
Jelas Edgar tak mau mengadakan acara pertunangan di kota ini. Satu kata yang menjadi alasan repot mengurus ini dan itu lebih baik biasa aja yang ke sana dan Anastasia menemui kedua orang tua juga Grandpa dan grandma.
Edgar ingin melaksanakan acara. pertunangan secara sederhana dan intimate, cukup privasi untuk seorang pengusaha yang secara internasional.
Profesi Anastasia sebagai public figure akan mempermudah berita beredar ke sana sini belum lagi opini opini yang akan muncul . Hal ini akan mempengaruhi perusahaannya dia tak mau mengambil resiko itu.
Dia bukanlah orang yang sembarangan bertindak, perusahaannya memiliki musuh Bukankah Anastasia akan menjadi kelemahannya nanti kalau publik sampai tahu dan menjadi senjata bagi perusahaan yang ingin menjatuhkan perusahaannya.
🤭
Bintang lima untuk mu. Semangat