NovelToon NovelToon
Stalker Girl Dan Si Kembar Nakal

Stalker Girl Dan Si Kembar Nakal

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:437.8k
Nilai: 5
Nama Author: Reni Juli

Bagaikan seorang Cinderella, Belinda Caleste yang memiliki tubuh gemuk dan penampilan tidak menarik tiba-tiba saja dilamar oleh sang idola yang dia puja selama ini. Semua itu berawal dari aksinya yang mengintip sang idola saat mendengar suara anak-anak. Belinda kepergok dan karena aksi nekatnya, dia justru dilamar oleh sang idola, Evan Barack. Belinda tentu saja menerima meski pernikahan mereka dilakukan dengan sebuah perjanjian sebab Evan mengajaknya menikah hanya untuk memanfaatkan Belinda agar publik tidak mengetahui keberadaan si kembar yang mengaku sebagai putranya. Dia tidak ingin ada scandal yang bisa mempengaruhi kariernya dan menikahi Belinda adalah pilihan tepat apalagi mereka sepakat untuk berpisah setelah dia menemukan ibu Oliver dan Xavier namun semua tidak berjalan sesuai dengan rencana dan ketika saatnya sudah tiba, di mana mereka harus berpisah setelah kebenaran akan Xavier dan Oliver terkuak, akankah Evan menceraikan Belinda seperti kesepakatan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Ciuman Sebagai Ucapan Terima Kasih

Belinda tidak tidur sama sekali karena dia menjaga si kembar dengan sepenuh hati. Tak hentinya Belinda mengganti kompres kedua anak nakal itu. Dia juga membangunkan mereka untuk minum obat agar keadaannya cepat sembuh.

Evan pun terbangun sesekali ketika si kembar mengigau dan ketika Belinda membuatkan makanan karena terkadang kedua anak itu mengeluh lapar dan ingin makan. Meski lelah dan mengantuk tapi Belinda tetap menjaga Oliver dan Xavier sampai dia sendiri tidak sadar jika dia tertidur di sisi ranjang.

Evan tak bisa melakukan banyak hal, yang bisa dilakukan hanya menutupi tubuh Belinda dengan selimut karena dia tidak mungkin menggendong Belinda sebab dia tidak akan kuat. Dia juga tidak tega membangunkan Belinda karena dia tahu Belinda lelah luar biasa.

“Kakak?” Oliver yang terbangun terlebih dahulu memanggil Belinda namun Belinda masih tidur.

“Bagaimana keadaanmu, apa kau baik-baik saja?” tanya Evan yang memang berada di kamar itu sejak tadi.

“Sudah lebih baik, Daddy,” jawab Oliver.

“Dan kau?” Evan berpaling dan melihat ke arah Xavier yang juga sudah terbangun.

“Aku juga sudah baik-baik saja, Daddy. Kakak di mana, apa dia pulang?” jawab Xavier yang mencari keberadaan Belinda.

"Dia sedang tidur, jangan berisik!" Evan menunjuk ke sisi ranjang di mana Belinda berada.

"Cepat gendong kakak ke atas, Daddy!" pinta Oliver.

"Jangan meminta hal yang tak mungkin karena aku tidak akan kuat!"

"Ya...ah, Daddy payah!" teriak mereka berdua. Evan kembali meminta mereka untuk diam namun Belinda sudah terbangun.

“Kalian sudah bangun?”

“Kakak!” Oliver dan Xavier berlari ke arah Belinda lalu memeluknya.

“ Apa kalian sudah baik-baik saja?” Belinda meraba dahi Oliver dan Xavier yang sudah tidak panas lagi. Syukurlah, tidak sia-sia dia menjaga mereka semalaman.

"Tentu saja Kakak, kami sudah sembuh dan bisa bermain dengan kakak lagi. Ayo cepat bangun, kita buat rumah pohon di belakang!” mereka berdua tampak begitu bersemangat tapi tidak untuk Belinda yang kurang istirahat.

“Tidak boleh. Kalian masih butuh istirahat dan kalian tidak boleh bermain terlebih dahulu!” cegah Evan.

“Kami sudah sembuh, Daddy. Kami sudah kuat berlari jadi kami sudah bisa bermain!” ucap Oliver.

“Lain kali saja kita bermain, Aku sangat lelah,” Belinda  hendak berdiri namun dia berpegangan pada ranjang sebab kepalanya tiba-tiba saja pusing.

“Ada apa denganmu, Belinda?” Evan menghampiri Belinda yang hampir jatuh dan memegangi bahunya.

“Aku hanya kurang tidur saja. Apa kau bisa membuatkan sarapan untuk mereka? Aku ingin pulang tidur. Nanti aku akan kembali untuk menjaga mereka.”

“Baiklah, aku yang akan menjaga mereka. Kau tidak perlu pulang, tidur sana di sini!"

"Benar, kakak. Tidur di kamar kami saja."

"Boleh tapi kalian tidak boleh berteriak. Apa bisa?"

"Tentu saja!" jawab Oliver dan Xavier sambil tersenyum lebar.

"Jika begitu kalian ikut denganku!" ajak Evan.

"Mereka masih butuh istirahat, Evan. Aku akan tidur di sofa karena mereka masih butuh istirahat."

"Kami sudah sembuh, kakak!"

"Kami tidak perlu beristirahat lagi!"

"Jika kalian nakal aku pulang saja!" ucap Belinda.

"Jangan kakak, kami akan beristirahat!" mereka berdua begitu patuh pada Belinda.

"Bagus, sekarang aku mau tidur," ucap Belinda seraya melangkah pergi.

"Tunggu di sana baik-baik, aku akan segera kembali!" Evan mengikuti Belinda yang sudah berada di luar.

"Belinda, tunggu!" pintanya.

"Ada apa? Buatkan saja mereka susu atau sereal. Beri mereka obat lagi agar keadaan mereka semakin membaik."

"Aku tahu, aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku hanya ingin memintamu untuk tidur di kamarku."

"Apa?"

"Tidur di kamarku saja. Aku tidak keberatan tapi ingat, jangan mencuri celana dalamku!"

"Aku tidak akan melakukan hal itu!" wajah Belinda memerah, gara-gara koleksi keramatnya yang ketahuan dia jadi malu.

"Pergilah, tidur di kamarku!"

"Benar tidak apa-apa?" tanya Belinda memastikan.

"Ya, pergilah. Aku akan menjaga mereka."

Mereka mengangguk, ini kesempatan yang tak boleh dia sia-siakan karena dia bisa tidur di kamar Evan. Rasanya ingin membongkar isi lemari Evan tapi dia terlalu lelah dan mengantuk untuk melakukan hal itu.

Evan membuat sarapan untuk si kembar, dia juga membawa obat untuk mereka. Evan pikir Oliver dan Xavier akan langsung tidur karena dia ingin melihat keadaan Belinda tapi kedua anak itu tidak tidur sama sekali.

"Apa kakak sudah tidur, Daddy?" tanya Oliver.

"Entahlah, kalian segeralah tidur!"

"Kami tidak mengantuk, Daddy. Kami sudah terlalu banyak tidur," ucap Xavier.

"Jika begitu bagaimana aku bisa melihat Belinda?"

"Kami juga mau melihat keadaan kakak!"

"Kami berjanji tidak akan berbuat nakal!" ucap mereka berdua.

"Baiklah. Tidak boleh berisik, ingat itu!"

Si kembar mengangguk, mereka bergegas keluar. Sesuai dengan janji, mereka tidak berisik sama sekali bahkan pintu kamar dibuka dengan pelan.

Belinda tampak sudah tidur, oleh sebab itu si kembar berjalan dengan perlahan lalu mereka juga naik ke atas ranjang dengan peralahan. Evan ingin mencegah namun mereka berdua sudah berbaring di sisi Belinda.

“Terima kasih, kakak," ucap Oliver dengan pelan seraya mencium pipi Belinda.

"Kakak sudah seperti Mommy yang selalu menjaga kami,” Xavier mencium pipi yang lainnya.

Evan jadi iri melihat apa yang kedua anak itu lakukan. Dia pun naik ke atas ranjang lalu berbaring di sisi Xavier.

"Kenapa Daddy juga tidur dengan kami?"

"Aku sedang ingin, jangan berisik!"

"Daddy tidak boleh!" ucap si kembar.

"Apa yang kalian lakukan, kenapa kalian ada di sini?" Belinda jadi tidak bisa tidur.

"Kami tidak mengganggu tapi Daddy!"

"Apa? Jangan menuduh!"

"Bagaimana aku bisa tidur jika begini?"

"Kami ingin tidur dengan kakak!" Oliver dan Xavier memeluk Belinda namun mereka melihat ke arah Evan.

"Aku juga mau tidur!" ucap Evan meski dia merasa konyol.

"Kami menyayangi kakak," ucap Olvier dan Xavier.

yang juga mengucapkan kata  terima kasih pada Belinda.an jadi iri

“Aku juga menyayangi kalian berdua,” Belinda tersenyum saat Oliver dan Xavier mencium pipinya lagi.

Rasa bahagia memenuhi hati. Dia sudah seperti ibu mereka berdua saja. Belinda meminta mereka untuk tidur dan kali ini, mereka tertidur karena pengaruh obat tapi yang tak bisa tidur justru Belinda.

"Apa mereka sudah sarapan dan minum obat?" tanya Belinda pada Evan.

"Tentu saja, sudah aku katakan tidak perlu khawatir."

"Terima kasih, Evan. Kau ayah yang bertanggung jawab."

"Apa yang kau katakan? Aku yang seharunya berterima kasih padamu!" Evan mendekati Belinda lalu memberikan sebuah kecupan di dahinya.

"Itu sebagai ucapan terima kasihku."

Belinda tersenyum dengan wajah tersipu. Evan kembali berbaring, mendadak suasana menjadi canggung dan mereka berdua diam saja. Hanya suara detak jantung Belinda yang terdengar. Belinda memejamkan mata, berusaha untuk tidur sedangkan Evan justru bertanya pada dirinya sendiri. Ada apa dengannya beberapa hari belakangan?

Meski dia mendekati Belinda untuk mengasah kemampuan aktingnya tapi apa yang dia lakukan sudah melewati batas dan dia sangat menikmatinya.

1
Sylvia Violetta
sukaaaa ...
Sylvia Violetta
makanya buruan diet dan olganya bel
Sylvia Violetta
dengan masalah yg seabreg-abreg seperti itu ... belinda teteup ngga kurus-kurus ... klo aku udah pasti susah makan 🤔
Sylvia Violetta
lagian si belinda ngga fitnes2 buat nurunin berat badannya dari awal cuma wacana doang
Sylvia Violetta
belinda buruan atuch turunin berat badanmu
Sylvia Violetta
evan once klo nurutin keinginan sarah ...
Sylvia Violetta
ada perempuan murahan seperti sarah ini ... ngga punya harga diri ... 🤔
Nona_Bell
Cerita Othor Reni selalu menarik dan selalu aku tunggu, tapi aku kalau baca nunggu end karena aku tidak bisa sabar menunggu
Nona_Bell
Mudah²an Jimmy jatuh cinta sama cewek yang segede gorila
Sylvia Violetta: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nona_Bell
Nah loh 🤣
Nona_Bell
Nanti pasti ketemu kalau Belinda sudah kurus dan cantik, pasti Evan juga belum ngurus surat cerai nya
Nona_Bell
Apa mungkin ibunya kembar penggemar berat Evan, dan sudah meninggal. Terus kembar di asuh paman bibinya. Ibunya Pernah foto bareng Evan terus dikira kembar itu ayah nya..
Nona_Bell
Dari cerita yang lain, cerita ini yang paling lucu tapi aku tetap penggemar berat cerita keluarga Smiths 🥰
sinh
/Smile/
Aidul Putra
KOQ BODOH... SITU ARTIS NY KNP HRS TAKUT DGN MANAGER DOANK....!!??? HANCURKAN TUH MANAGER....!!??
Aidul Putra
KLO ANJING Y BGTU BISA NY GONGGONG DOANK... GAK PNY OTAK.... JIKA ORG PINTAR HRS NY MIKIR ANAK SEKECIL ITU KNP BISA LARI DR RUMAH..!!?? KARAKTER BODOH JANGAN D BUAT THOR..... INGAT ILMU PSIKOLOGIS ANAK..... DMN STIAP ANAK 2 ITU PASTI AKAN MENUNJUKAN EXPRESI NY YG SEBENAR NYA APA PUN ITU.. SO PLEASE JGN D BUAT BODOH....
Mboke Oco
gigiku sampe garing tor 😆😆
Aidul Putra
tcih KOQ BODOH ANDA BUAT THOR.... EMANK GAK DA CCTV Y DRMH YG BISA MEREKAM KEJADIAN ITU, ATAU DIA TDK PNY HP UNTUK MEREKAM PEMBICARA AN ITU..!!??? PASTI PNY DONK.... JIKA DIA MEMBEBERKAN TINGGAL SEBARKAN SAJA APA MAU WANITA ITU, LIAT SIAPA YG HANCUR..... GTU AJA KOQ BODOH....
Maimunah Anjarang
kasiiiaann bnget si evan /Grin//Grin//Grin//Grin/
im3ld4
ad rt🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!