Georgia Savanah Almeera menerima konsekuensi di usir dari rumah oleh papa nya karna telah menolak untuk di jodohkan.
Tanpa gentar sava memilih untuk meningalkan rumah yang sudah delapan belas tahun dia tinggali.
Pada akhirnya di usia 19 tahun Sava menerima pinangan seorang pemuda sederhana bernama Emieer Sadiq.
Belum lama menjalani pernikahan dengan pria yang di cintai nya. Savanah harus menerima kenyataan pahit. Saat suami yang baru menikah dengan nya satu tahun, tewas dalam sebuah kecelakaan saat ia sedang berjuang melahirkan buah cinta mereka.
Bagaimna selanjutnya kisah tetang Savanah. Bagaimna ia bisa bertahan hidup tanpa pria yang di cintainya. Dan apa Sava bisa menemukan pria lain, penganti belahan jiwa nya yang kini telah tiada.
ikuti kisahnya ya gaess ini cerita pertama ku, maklum jika masih banyak Typo 🤗😍🙏💐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Never gonna leave your side (Tidak akan pernah meninggalkan mu )
flashback on
Akibat berbincangan sampe jelang subuh hari semalam,Sava akhirnya tak bisa benar-benar tidur. Walau Emieer sudah terlelap dengan dengkuran halus dan begitu pulas nya,Sava tetap terjaga sampe pagi.
Perut yang makin besar,dan berat tubuh yang juga makin bertambah membuat Sava kini sudah tidak lagi bisa menikmati tidur dengan nyaman. Dan hal itu memang wajar,karna kini kandungannya sudah memasuki bulan ke tujuh.
Sava kembali teringat dengan kata kata Emieer yang sempat membuatnya kesal.
"Kau masih hidup masa menyuruh ku untuk membuka hati pada orang lain" gerutu Sava dalam hati. Sava yang kini sedang duduk sambil bersandar di dinding tembok menoleh ke arah sang suami yang masih terlelap itu.
Sava membelai dengan lembut rambut Emieer. Betapa Sava sangat mencintai lelaki itu.
Demi bersama lelaki yang menurutnya sangat sempurna itu,Sava rela kehilangan apapun. Dan semua itu terbayar dengan dia merasakan hidup yang sangat bahagia dan juga penuh cinta,walau hidup dengan kesederhanaan.
Sava memandang tak berkedip sosok pria tampan yang kini sedang bersemangat membanting tulang bekerja giat untuk nya. Bertekad menyelesaikan kuliah dan mencari pekerjaan yang lebih baik. Pria itu kini nampak terlihat sedikit berjambang lebat di seputaran dagunya. Sava menurunkan belaian tangan nya dari kepala Emieer beralih ke arah jambang halus Emieer yang mulai tumbuh.
"Bahkan kau sampe lupa bercukur sayang." ucap Sava dalam hati. Kemudian ia mengecup dahi Emieer. Setelah puas bergulat mengamati sang suami,Sava yang tak bisa lagi untuk memejamkan mata akhirnya bergerak dari rajang. Ia kemudian berjalan ke arah lemari pendingin. Mencari sesuatu yang bisa ia siapkan untuk sarapan suami dan diri nya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Saat Sava sedang asik di depan pemangang roti dan bersemangat menyiapkan sarapan.Tiba tiba sebuah tangan melingkar tepat di perut buncitnya. Dekapan yang hangat.
Jika awal nya Sava terkaget dengan dekapan tiba tiba itu,kini Sava merasa senang di perlakukan seperti itu oleh Emieer.
"Pagi cinta,pagi buah hati papa." ucap Emieer setelah mencium pipi Sava dari samping, Emieer kemudian menunduk untuk mengecup perut buncit Sava.
"Pagi sayang,pagi calon papa yang hebat." timpal Sava,dengan masih sibuk menyiapkan sarapan untuk sang suami dan juga diri nya.
"Bukan kah itu tugas ku,kenapa kau ambil alih." ucap Emieer yang masih memeluk Sava dari belakang.
"Kau membuat aku lupa dengan status ku,kau mengacaukan peran ku jadi istri." ledek Sava. Emieer kemudian terkekeh pelan.
"Aku tidak merebut tugas mu sayang. Aku hanya membantu tugas mu." jawab Emieer.
"Iya,dan kau terlalu mengambil alih tugas ku." tukas Sava tak mau kalah.
Karna gemas Emieer kemudian membalikkan tubuh Sava agar bisa menghadap ke arah nya.
"Kau nakal ya_" ucap Emieer yang kemudian membuka salah satu selai strawberry dari tempat nya,dan mencolek sedikit selai itu dengan ujung jari nya, kemudian mengoleskan selai tersebut ke pipi kanan Sava. Sava yang di kerjain sang suami menjadi kesal.
"Emieer,apa yang kau lakukan. Akan ku balas yaa_" ucap Sava yang kemudian membuka juga salah satu selai blueberry. Dengan mengunakan ujung jarinya Sava mengoles kan selai itu tepat di bibir Emieer.
"Rasakan," ucap Sava puas.
Dan,jadilah pagi itu mereka berperang oles mengoles selai ke wajah mereka berdua.
"Hemmm,manis." Emieer berkata sambil menjilat selai blueberry dengan menjulurkan lidah nya. Kemudian pandangan Emieer terarah tajam ke Sava. Lirikan yang nakal Emieer layangkan pada sang istri.
"Kamu harus tagung jawaban ya." Emieer berucap,kemudian langsung mendekap kembali Sava ke arah nya. Dengan gerakan cepat tanpa aba aba Emieer menempelkan bibir nya ke bibir sang istri. Sava yang awal nya menolak kini ikut terbuai dengan gerakan bibir Emieer yang terasa manis karna olesan selai blueberry yang ia bubukan. Karna merasa harus bertanggung jawab membersihkan selai itu, Sava pun tanpa ada rasa malu malu mengikuti pergerakan bibir Emieer yang sudah membuat nya melayang ke angkasa raya. 🤭😬😅
Usai perang selai di pagi hari yang berujung kissing. Sava menyuruh Emieer untuk mandi agar tidak terlambat pergi bekerja. Sambil menunggu Emieer mandi dan bersiap,Sava sesegera mungkin menyelesaikan membuat sarapan buatannya untuk segera bisa di sajikan. Pagi itu Sava membuat menu sarapan roti sandwich lengkap dengan kentang goreng nya.
Dengan rasa penuh antusias,Sava menata dua piring yang berisi kan sandwich serta kentang goreng ke meja makan mungil mereka. Sambil menunggu sang suami bersiap,Sava menyibukkan diri dengan membaca buku parenting yang Emieer belikan.
"Wow, ini kelihatannya special." ucap Emieer sambil menarik kursi,dan kemudian duduk dengan rasa yang sudah tak sabaran menikmati sarapan pagi yang di siapkan Sava.
"Selamat menikmati." Sava berucap sambil tersenyum lalu menyodorkan piring sandwich ke arah Emieer.
"Ini enak sekali," ucap Emieer melahap sandwich itu dengan aura wajah yang begitu menikmati yang sengaja ia tampakkan pada sang istri.
"Biasa saja expresi nya Emieer," kilah Sava. Kemudian dengan seksama ia memperhatikan wajah sang suami yang sedang makan itu. Rasa takut kehilangan yang semalam melandanya kembali menyeruak. Entah atas dasar apa perasaan itu tiba tiba muncul kembali. Sampai sampai dada nya sesak. Pikiran aneh yang tidak seharusnya ia perlu pikirkan. Tapi beberapa hari ini perasaan aneh itu sangat mengganggunya.
"I never gonna leave your side,Emieer. Aku tak akan pernah meninggalkan mu." Sava berucap dengan tatapan sendu. Emieer yang melihat ada perubahan expresi pada sang istri, tertegun. Kemudian ia berhenti sejenak menikmati sandwich nya.
"Jangan takut sayang. Aku akan selalu bersama mu." ucap Emieer menengkan. Kemudian Emieer meraih tangan Sava yang ada di atas meja dan menggenggamnya.
Usai selesai acara sarapan, Emieer bergegas bersiap untuk bekerja. Sava yang tak seperti biasanya meladeni sang suami,jadi sangat perhatian pada Emieer. Dia mengambilkan sepatu Emieer untuk di kenakan, kemudian Sava pun mengambilkan jaket kulit warna cokelat yang biasa di gunakan Emieer pergi bekerja.
Setelah semua siap,Sava mengantar Emieer sampe ke pintu.
"Aku bekerja dulu ya,kalau ada apa apa dan kau merasa terjadi sesuatu dengan perut mu langsung hubungi aku." pesan Emieer, Sava pun mengangguk.
"Jaga mama ya sayang,jika papa tidak ada." lanjut Emieer berbicara pada janin nya sambil mendekatkan wajahnya ke perut Sava. Satu kecupan dalam si labuhan kan pada perut bucit Sava.
Sava merasa bahagia melihat interaksi Emieer dan bayi nya yang masih ada di kandungan nya.
"Cepat pulang ya papa." Sava menimpali.
Setelah itu Emieer berpamitan pada Sava untuk bekerja. Dan Sava seperti biasa kembali menutup pintu kamar kost dan melanjutkan dengan membereskan sisa sisa bekas mereka sarapan.
💐💐💐💐💐
cinta tulus harus dipisahkan karena maut 😭
baru baca novel pertama nya seru dan menarik 🥰