Leukemia atau kanker darah adalah salah satu penyakit mematikan yang paling di takuti banyak orang di dunia ini. Leukemia juga bukan sekedar penyakit sepele, karena jika seseorang terlambat mengatasinya bisa - bisa akan sulit untuk disembuhkan. Proses pengobatannya pun cukup menguras kantong karena harus rutin melakukan kemoterapi sampai waktu yang telah ditentukan oleh seorang dokter.
Laura Shalsabila adalah seorang siswi cantik dan berprestasi yang harus mengalami nasib malang ini. Laura di vonis mengidap penyakit leukemia ini sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Namun disaat Laura di vonis mengidap penyakit leukemia secara bersamaan masalah besar datang menghampiri Laura, dimana Laura harus menyimpan perasaan sakit hatinya terhadap Chika sahabatnya sendiri berpacaran dengan seseorang yang ia sayangi.
Akankah Laura mampu melawati hari - hari tersulitnya ini?🤔
Author : Febi Ayeni
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febi Ayeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
Tak lama ketika Randy dan Chika sudah menghilang dari pandangannya Laura segera memasuki Cafe tersebut. Laura pun menuju kasir dan mulai bertanya kepada Mbak kasir yang sedang duduk santai di singgahsana nya.
"Mbak disini madih ada lowongan kerjanya?" Tanya Laura.
"Oh masih ada mbak, silahkan antarkan lamarannya ya mbak!" Jawab Mbak Kasir tersebut dengan ramahnya.
"Aduh gimana nih, gue kan belum ada buat surat lamaran!" Ucap Laura pelan sehingga Mbak kasir itu pun tidaak mendengarkan ucapannya.
"Bagaimana mbak?" Tanya Mbak kasir itu yang kebingungan dengan Laura yang tiba - tiba tidak berkutik.
"Kamu mau melamar kerja di sini?" Tanya seorang laki - laki yang tiba - tiba sudah berada dibelakang Laura. Laura pun segera membalekkan badannya menghadap sumber suara itu berada.
"Iya saya mau ngelamar kerja disini pak!" Jawab Laura sambil menundukkan kepalanya.
"Yaudah kalau begitu kamu ikut saya sekarang!" Ucap seorang laki - laki tersebut sambil menggandeng tangan kanan Laura.
Laki - laki itu pun segera membawa Laura keruangan kerjanya. Kemudian laki - laki itu menawarkan Laura untuk duduk di sebuah kursi tepat di depan tempat duduk laki - laki itu.
"Silahkan duduk!" Ucap laki - laki itu dengan ramah.
"Baik terimakasih pak!" Jawab Laura yang kemudian duduk di kursi yang di tunjuk laki - laki itu.
"Sebelumnya perkenalkan nama saya Rizky!" Ucap laki - laki itu sambil menjulurkan tangan kanannya untuk bersalaman.
"Saya Laura Salshabila, pak. Bapak bisa panggil saya Salsha!" Jawab Laura sambil menjulurkan kembali tangan kanannya untuk berjabatan dengan Rizky. Laura sengaja menyebut namanya Salsha agar sewaktu - waktu ketika Randy datang kembali ke sini Randy tidak menalinya.
"Jadi kamu mau ngelamar kerja di sini?" Tanya Rizky dengan meletakkan kedua tangannya di atas meja.
"Iya pak saya sangat butuh biaya untuk... " Ucap Laura terhenti karena ia ingat jika dia katakan yang sejujurnya dia tidak bakalan mendapatkan pekerjaan ini.
"Untuk apa?" Tanya Rizky kembali karena ucapan Laura yang sempat terputus.
"Untuk biaya kuliah saya pak!" Jawab Laura berbohong.
"Baiklah kalau begitu kamu saya terima kerjs disini!" Ucap Rizky tanpa berfikir panjang.
"Mulai besok kamu sudah boleh kerja di sini!" Lanjut Risky.
"Benaran nih pak?" Tanya Laura tak menyangka. Rizky pun hanya menganggukkan kepalanya yang berarti Iya.
"Baik kalau begitu saya permisi pulang dulu ya pak!" Ucap Laura sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Yah silahkan!" Jawab Rizky.
Kini Laura pun berjalan menuju rumahnya yang kebetulan Cafe tersebut tidak begitu jauh dari rumahnya. Laura yang baru sampai tepat di depan pintu rumahnya, mendengar ada keributan yang terjadi di dalam rumahnya. Laura pun segera memasuki rumahnya untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.
"Pa, Mama butuh surat tanah ini untuk pengobatannya Laura, Pa!" Ucap Echa sambil mencoba menarik surat itu dari tangan Suaminya. Ya Papa Laura baru ada di rumah saat ini karena biasanya ia kerja di luar kota sehingga jarang sekali dia pulang ke rumah. Yah kadang - kadang kalau pun pulang hanya bisa membuat keributan di rumah ini.
"Enggak, untuk apa kamu urusin anak penyakitan seperti dia itu, ga guna hanya ngabis - ngabisin uang aja!" Ucap Papa Laura. Laura yang dari tadi menyaksikan mereka berdua sedang merebutkan surat tanah itu pun tak menyangka ia harus mendengarkan ucapan Papa nya yang begitu kejamnya.
Air mata Laura menetes saat ia mendengar ucapan Papa yang membuat ia patah semangat saat ini.
"Ma, Papa benar Laura memang tidak ada gunanya lagi!" Ucap Laura yang menghentikan aksi tarik menarik Mama dan Papa Laura saat ini.
"LAURA!" Ucap Echa namun Laura tak meperdulikan panggilan Mama nya itu. Ia hanya berlari menuju kamarnya. Langsung saja Echa mengejar Laura yang berlari menuju kamarnya. Echa pun sudah melepaskan surat itu dari tangannya karena menurut Echa saat ini Laura hanya butuh semangat.
"Laura, kamu jangan dengarkan kata - kata Papa kamu tadi ya nak!" Ucap Echa menghampiri Laura yang sedang duduk diatas tempat tidurnya sambil menangis.
"Papa kamu hanya lagi emosi saja tadi Ra!" Lanjut Echa yang kini sudah duduk di samping Laura sambil mengelus - elus rambut Laura.
"Tapi kenapa Mama ga bilang dari awal sih kalau Laura sakit Leukemia stadium 2 lagi?" Tanya Laura dengan tangisan yang semakin menjadi - jadi.
"Mama takut kamu putus semangat Ra!" Jawab Echa yang sudah tak lagi sanggup membendung air matanya.
"Tapi kenyataannya apa coba Ma, cepat atau lambat Laura juga bakalan tau juga kan Ma?" Tanya Laura dengan sangat emosi.
"Dan untung aja Laura tau sebelum semuanya terlambat Ma!" Lanjut Laura yang saat ini benar - benar terpukul.
"Maafkan Mama Ra!" Jawab Echa yang merasa sangat bersalah atas keputusan yang ia ambil secara sepihak.
Laura yang tak lagi sanggup berkata apa - apa hanya bisa menangis dan terus menangis. Echa yang melihat Laura seperti ini pun kemudian datang dan memeluk Laura mencoba menenangkan nya.
"Mulai sekarang Mama janji akan kerja keras biar kamu bisa sembuh ya nak!" Ucap Echa sambil mencium kening Laura.
*Kira - kira Laura sanggup nggak ya menjalani keadaannya saat ini? 🤔
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya guys. 😉
Terimakasih buat yang udah dukung, like dan komentnya. 😊*