Cantika yang bekerja sebagai kurir harus menerima pernikahan dengan yoga Pradipta hanya karena ia mengirim barang pesanan ke alamat yang salah .
Apakah pernikahan dadakan Cantika akan bahagia ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan gila keluarga Pradipta
Cantika nampak terkejut karena tiba tiba ia di tarik masuk kedalam rumah ,padahal niatnya dia ingin mengantarkan pesanan pelanggannya dan ia ingin langsung pulang kekontrakannya,ia capek ingin segera beristirahat ,tapi yanh lebih membuat ia terkejut permintaan ibu ibu yang tadi sudah menariknya .
Ibu itu tampak sedang bingung dan nampak jelas wajah keputus asaan yang tergambar di wajah cantiknya,walupun ibu itu sudah hampir setengah umur ,namun kecantikan masih menghiasi wajahnya ,mungkin karena perawatan mahalnya sehingga wajahnya nampak bersih ,tanpa ada jerawat pun di mukanya .
“Nak, mau ya menikah dengang pura ibu ,ibu akan memberikan kamu bayaran , Berapa pun yang kau mau. Asal kamu mau menikah dengan anak saya hari ini juga.,mau ya ?"”
“A—APA??? Bu! Saya bahkan nggak kenal anak ibu,Bagaimana aku harus menikah ?!” teriak Cantika hampir copot jantung,ia merasa ada petir disiang bolong ,yang menggelegar ,namun tidak ada hujan .
Yoga memijit hidungnya. “Mama, hentikan. Ini konyol.”
Namun si bapak tiba-tiba bangkit setengah duduk dan menunjuk Cantika.
“KAU! KAU SAJA! DARIPADA AKU MATI MALU!!”
Cantika: “……….”
Yoga: “Papa, jangan sembarang nunjuk orang,aku juga tidak kenal dengannya !”
Ruang keluarga jadi sunyi beberapa detik, seolah semua orang menahan napas.
Lalu…
“BUSETTTTTTTTT,” gumam Cantika sendiri, lemas.
Si Ibu kembali memegang tangan Cantika, suaranya kini lebih lembut, lebih memohon.
“Nak… tolong keluarga kami. Hanya hari ini. Hanya untuk menyelamatkan nama baik keluarga. Kau bisa pergi setelah acara. Aku mohon.”
"Maaf Bu ,saya nggak bisa ,saya disini hanya ingin mengantarkan pesanan atas nama Burhan ."
"Disini ,tidak ada namanya Burhan ,nak ."
"Tapi jelas ini alamatnya disini D17 ." Ujar Cantika dengan menunjukkan alamat pemesanan kepada ibu itu .
"Disini D 7 bukan D 17 ."
"Apa ?? Jadi saya salah alamat ?"
"Iya ,disini D 7 bukan D17 ,dan nama orang yang tertera tidak ada dirumah ini ."
"Kalau begitu ,saya permisi dulu ,maaf saya salah alamat ,saya harus mengirimkan pesanan pelanggan saya ." Cantika berusaha menghindar ,dia ingin lekas pergi dari tempat itu,dia juga tidak menghiraukan permintaan pemilik rumah itu yang ia nilai gila ,apalagi dia tidak pernah mengenalnya ,namun sebelum dia melangkah pergi ,kembali ibu itu menghalangi langkahnya ."
"Tidak ! Kamu tidak boleh keluar dari rumah ini,sebelum menikah dengan putra saya !" Suara keras menggelegar dari mulut ibu itu
Cantika nampak terkejut ,dia hanya diam dan mulutnya menganga.
Nikah? Hari ini? Dengan orang asing? Cuma karena salah alamat?
Ini beneran puncak kesalahan navigasi sepanjang sejarah umat manusia.
Tapi belum sempat Cantika kembali menolak, si bapak kembali memegangi dadanya.
“Ohh… sesak… sesak… kalau pernikahan ini batal… aku… mati saja…”
“TIDAK-TIDAK-TIDAK JANGAN MATI, PAK!” Cantika panik total.
Yoga menatap Cantika. Pandangannya tajam, kritis, tapi juga lelah. “Jadi? Kamu mau ikut drama absurd keluarga ini atau pergi dan pura-pura tidak pernah melihat semua ini?”
Cantika ingin bilang: pergi.
Tapi semua orang menatapnya seperti dia superhero yang ditunggu sejak zaman Orde Baru.
Dan dia… sebenarnya punya hati lembut.
“Kalau saya bilang ‘tidak’, bapak itu beneran bisa kena serangan beneran nggak sih?” tanyanya pelan.
Si Ibu mengangguk dramatis.
Si bapak mengiakan sambil mengelus dada.
Yoga menghela napas panjang. “Ya Tuhan.”
Cantika menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"Aduh ..dadaku sakit,aku mau mati saja ! Kalau sampai pernikahan ini tidak terjadi ,lebih baik aku mati dari pada menanggung malu seumur hidup !" Kembali bapak itu meringis kesakitan dengan memegang dadanya ,melihat itu semua orang yang ada di tempat itu menjadi panik ,termasuk Cantika
"Kita bawa kerumah sakit !" Teriak Cantika panik .
"Tidak ! Aku tidak mau dibawa kerumah sakit ,sebelum kamu mau menikah dengan Yoga ." Ucap bapak itu dengan terengah - engah ,melihat itu Cantika semakin bingung ,panik dan takut menjadi satu .
“Baiklah,” katanya lirih.
Seluruh ruangan mendadak senyap.
“B-Baiklah saya mau bantu… tapi bukan sebagai istri beneran ya! Saya cuma… pengganti sementara! Nanti boleh batalin!”
Keluarga langsung bersorak.
Si Ibu menangis lega sambil memeluk Cantika.
Si bapak langsung bangun berdiri.
—iya, berdiri. Sehat sekali.
Cantika melongo. “Loh??? Kok—”
“Ah! Sudah mendingan!” seru bapak itu, semangat kembali 100%.
Cantika menatap Yoga dengan wajah pucat.
Yoga menatap balas.
“Kamu… beneran nggak tahu kamu masuk ke sarang keluarga gila, kan?” katanya lirih.
Cantika menelan ludah. “Saya pikir cuma salah alamat… ternyata salah takdir.”
Dan begitulah…
Hari itu, karena salah baca angka tujuh dan tujuh belas, Cantika resmi terseret ke dalam badai besar keluarga Pradipta,dan entah bagaimana, menuju pernikahan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya .
Cantika masih belum bisa memproses apa yang terjadi. Satu menit lalu ia hanya kurir makanan yang lelah ingin pulang, dan kini,ia berdiri di ruang tamu mewah dengan sehelai kain batik dilemparkan ke tubuhnya oleh Ibu Pradipta sambil berseru, "Ini gaun pengantin darurat!"
Yoga, sang calon "suami", hanya menatap dari ambang pintu dengan ekspresi campur aduk: geli, jengkel, dan sedikit kasihan. “Keluargaku memang begini,” katanya datar. “Kalau bukan skenario gila, mereka merasa hidup nggak berwarna.”
“Tapi… pernikahan ini nggak sah, kan?” tanya Cantika, berharap ada celah hukum yang bisa menyelamatkannya.
“Dalam hati mereka, sah,” jawab Yoga sambil mengangkat bahu. “Dan kalau tidak dilakukan sekarang, Papa akan benar-benar kolaps,entah karena sakit atau karena malu. Keluargaku sangat menjaga muka.”
"Maaf ,tapi bolehkan aku tarik omonganku tadi ." tanya Cantika dengan ragu ,didalam hatinya dia juga merasa menyesal karena begitu mudah dia mengiyakan keputusan sebesar ini .
"TIDAK BISA!! sahut bapak dan ibu itu berbarengan.
"kalian tidak mengenalku ,kenapa buru buru kalian meminta aku jadi menantu kalian ?"
"Nanti kami juga akan mengenalmu ,setelah kamu menikah dengan yoga ,yang penting sekarang kalian menikah dahulu,masalah yang lain ,nanti kita bisa bicarakan lagi ."
"Bu sebaiknya keputusan Kalian ,lebih baik kalian pikir ulang ,apa kalian tidak takut kalau aku ini orang jahat ,dan akan berbuat jahat pada kalian ?" Cantika berusaha menghindari pernikahan itu ,walaupun tadi dia sudah mengiyakan ,tapi melihat bapak tadi yang terlihat sehat ,tidak seperti sebelumnya membuat dia ragu,dia mencari alasan untuk bisa menggagalkan kesepakatan yang tadi dengan spontan disetujuinya .
"kami tidak peduli ,dan kami yakin kamu tidak akan berbuat seperti itu ,aku melihat kamu orang baik ,jadi jangan cari alasan lagi ,untuk menghindar dari kesepakatan yang sudah kamu setujui tadi ,jadi kamu akan menikah dengan yoga hari ini ." sahut bapak tadi dengan tedas ,walupun masih memegang dadanya .Cantika tidak bisa mengelak lagi ,selain ia pasrah dan menyetujuinya .
"Terimakasih nak ,kamu sudah mau menolong kami ." sahut itu itu ,
Sebelum Cantika sempat mengeluh lebih jauh, Ibu Pradipta sudah menyeretnya ke kamar mandi untuk "bersiap"