NovelToon NovelToon
Tukang Ojek Itu Jodohku

Tukang Ojek Itu Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa-Percintaan bebas / Cinta beda status / Tamat
Popularitas:205.4k
Nilai: 5
Nama Author: chibichibi@

Assalamu'alaikum...
Selamat datang di karya pertamaku.

Kisah seorang muslimah yang berasal dari keluarga sederhana.
Fatimah,ia rela bekerja keras demi adik kembarnya dapat melanjutkan sekolah.

Mengalami kekerasan dan pelecehan di pabrik,tak menyurutkan tekadnya.
Meskipun memiliki ilmu beladiri ia tak ingin menunjukkannya di hadapan orang lain.

Hingga kehormatannya hampir di jual oleh sepupunya sendiri.

Berawal dari memesan ojek melalui sebuah aplikasi online.
Perkenalannya dengan seorang pemuda rupawan namun tengil dan selengean.

Dialah Rojali pemuda jenaka yang ternyata menyimpan kisah kelam dalam hidupnya.
Sebagai putra yang terbuang,mampukah ia menyadarkan sang ayah?





🐾mohon kritik dan sarannya... 🐾
jangan lupa tinggalkan jejaknya... 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tantangan dari Rojali

💓Cinta itu bagaikan angin kau tidak akan tahu kapan ia akan berhembus.

Menyentuh halus kedalam relung hatimu.

Mengusap perlahan jiwamu.

Hingga tanpa kau sadari, kau telah terbuai dalam ayunannya.

💓

***~~~~***

°°Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuatmu berarti lebih dari siapa pun.(Dikutip dari;**.Habibie) °°

(Siapa sih yang nelpon magrib-magrib begini?)

"Sumi! " pekikku girang, karena aku sangat merindukan salah satu sobat kentalku ini.

Aku pun menggeser tombol hijau di aplikasi yang bergambar gagang telepon itu.

Sumi:"Assalamu alaikum, Kakaaaakk...! "

Aku:"Waalaikum salam,Sumi,kamu kemana aja?!"

"Mentang-mentang udah nikah, ngilang gitu aja! "

"Kapan mau balik ke kosan?

" Kita tuh kangen tauk, "

Sumi:"Ih,dari siang aku telponin gak di angkat?"

"Nur bilang Kakak lagi di rumah,"

"Ni aku mau ngabarin, kalo besok subuh aku berangkatnya dari sini sama mas Ajiku, "

"Aku akan beresin semua nya dalam waktu satu hari itu, "

Aku hanya manggut-manggut saja menanggapinya, sambil memandangi wajah bulatnya yang sudah memenuhi layar hapeku.

Sumi:Mungkin kita bakalan sampe jam satu an, mas Ajiku bawa mobil,"

"Gimana keadaan ayah Kak? "

"Ora popo toh? "

Aku:Alhamdulillah, udah lewat masa mengkhawatirkannya,"

"Untung bisa rawat jalan,"

"Oiya,udah jadi wong sugih nih si mantan jomblo fi sabilillah, "

Sumi:"Mobil kantor kak, hihihii...! "

"Alhamdulillah, kalo ayah baik-baik aja, "

"Jangan lupa kabarin Nur, Kak, dia khawatir lho, "

Aku:"Iya nanti aku bales chatnya, "

"Kamu tuh ya,walaupun dipinjemin mobil kantor,tetep Alhamdulillah Sum, judulnya naik mobil pribadi bukan bus seperti biasanya, "

Sumi:Iya, Kak, Alhamdulillah! "

"Yowis, Kakak mau di bawain oleh-oleh apa nanti? "

Aku:"Gak usah bawa apa-apa lah, cukup siapkan dirimu saja biar bisa kupeluk, ku uyel-uyel, trus ku jitak, "

Sumi:"Dih, kok gitu Kak, emang tega ngejitak aku?

Aku:"Tega lah, siapa suruh nikah gak bilang-bilang, "

Sumi:"Nanti ada suami aku loh Kak, emangnya berani? "

Aku:"Siapa takut?! "

"Malah mau aku jitak juga tuh si mas Ajimu, yang tiba-tiba aja nikahin kamu tanpa izin dari member jomblo fishabilillah, "

Sumi:"Yo jangan to Kak, "

"Wong nanti akhir taun, mas Aji mau ngasi tiket buat kalian berdua liburan kesini to, "

Aku:"Hemm, bae-bae'in nih ceritanya? "

Sumi:"Hehehee...piss dong ah ! "

"Beneran nih Kakak gak mau di bawain oleh-oleh? "

Aku:"Iya,bawel ih, "

Sumi:"Yowis, padahal aku udah nyiapin opak telo, lanting rasa barbeque dan keju, terus ibuk katanya mau bikin nasi bakar isi ayam rica-rica. "

Aku:"Eh, eeh,ya kalo udah di niatin mah kudu di laksanain, gak usah pake nanya-nanya, "

Sumi:"Hahaahaa,siap Akaaakk!! "

"Udah dulu ya itu mas Aji wis mulih dari musholla,"

"Kalo aku emang lagi libur, sama kan kayak Akak? "

Aku:"Hohoho, emang tamu ku selalu nyusul kamu jadwalnya, "

"Yaudah, semoga lancar perjalanannya kesini besok, "

"Salam buat ibuk-bapakmu, sama mas Ajimu juga "

Sumi:"Aamiin Kak,"

"Iya nanti aku sampaikan,"

"Salam juga buat ayah sama ummi yo, "

"Assalamu alaikum! "

Setelah ku jawab salam dari Sumi, langsung ku tekan tombol merah di layar hapeku.

Seketika panggilan pun berakhir, namun ada panggilan lain berasal dari luar kamarku.

"Kak, " panggil ummi sambil mengetuk pelan pintu kamarku.

"Iya Mi, ada Apa? " tanyaku, setelah ku buka pintuku sedikit.

"Itu si Rojali mau pamit pulang, " kata ummi.

"Ia Mi, sebentar, " jawabku, buru-buru kukenakan kerudung instanku.

Kami berdua pun kedepan, kulihat Rojali sedang mengenakan sepatunya, dan yang membuat janggal adalah...,

Aku seketika menutup mulutku dengan satu tangan, berharap suara kekehan itu tak keluar dari mulutku.

Disaat ku menoleh kesamping, ternyata ummi pun sedang berusaha menahan dirinya untuk tidak tertawa.

" Bu,dan Mbak,saya pamit pulang dulu, "

"Terima kasih banyak saya udah boleh neduh dan istirahat disini, dapet makan gratisan juga, " ucapnya sambil mengusap-usap tengkuknya.

"Mudah-mudahan ayahnya sehat kembali ya, " ucapnya disertai doa.

"Em, itu gapapa, pulangnya begitu? " tanyaku dengan senyum yang tertahan.

Seketika Rojali pun menyisir penampilannya dari tengah sampai bawah.

"Emang kenapa dengan penampilan saya, Mbak? " tanyanya dengan mengerutkan keningnya.

Aku pun menghela nafas sebelum menjawab pertanyaannya.

Entah sebenarnya dia sadar atau tidak dengan penampilannya sekarang.

"Ya gak apa-apa kok Bang Rojali, jadi kayak santri pulang dari Tabligh Akbar, " jawab ummi sambil mesem.

Rojali kembali mengusap-usap tengkuknya, entah apa yang di rasakan oleh pemuda itu.

Ia pun menelisik sekali lagi penampilannya.

"Abis mau pegimana lagi, Bu, "

"Saya gak bawa pakaian ganti, "

jawabnya dengan malu yang terlihat jelas dari mimik wajahnya.

Sepertinya dia sudah sadar apa yang lain dari penampilannya.

"Pfftt..., em,maaf, kelepasan. "Aku seketika membekap mulutku.

(Otakku plis jangan travelling kemana-mana kau)

" Oh, iya Bang, ini ongkos yang tadi, mohon diterima ya, "ucapku sambil menyodorkan selembar uang berwarna biru.

" Bukannya saya nolak rezeky, tapi tadi saya gak ngerasa ngojekkin Mbak, "ucapnya tidak menanggapi sodoran uang dariku.

" Diterima aja Bang,saya jadi gak enak hati kalo ditolak gitu, "ucap ummi membuatnya salah tingkah.

" Saya niatnya nolongin Bu, bukan apa-apa, "Ucap Rojali lembut menolak permintaan ummi.

" Ya sudah, kalo memang begitu,semoga berkah buat Bang Rojali, "

"Ummi ke dapur dulu, mau liat bubur. "Ummi pun berlalu masuk kedalam rumah.

" Aku tetap akan bayar, karena aku gak mau hutang budi sama orang asing, "kataku, seketika membuat netranya terpusat padaku.

Aku berusaha tidak memperdulikan ekspresinya.

Kemudian aku berjalan ke halaman,melewati pengemudi ojek online yang secara kebetulan terdampar di rumah kecilku.

Aku menghampiri roda dua tunggangannya, kemudian meletakkan uang itu di atas jok motornya.

"Sekali lagi aku mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya, "

"Terimalah, buat jambul beli minum,pasti dia haus, "kataku sambil mengetuk pelan motor yang sudah berumur itu, macam pengemudinya.

Aku pun terkikik geli dengan pemikiranku sendiri.

Kemudian dia menghampiri motornya.

"Okelah, demi jambul, " ucapnya, kemudian menyambar uang itu, dan meletakkannya di kantung jaket.

Lalu ia menyugar rambut gondrongnya kebelakang sebelum mengenakan helm hijaunya.

(Ck, pake tebar pesona segala)

Rojali mulai memposisikan dirinya untuk menyela motornya dan, "Brrrmmm... brrmm!! "

(Alhamdulillah, kuy kite balik mbul.)

"Semoga Allah mempertemukan kita lagi, dan kalo sampe itu kejadian,berarti kita berjodoh,"

ucapnya dengan senyum yang, entahlah.

Apa karena lampunya agak temaram jadi dia terkesan lebih...(cakeepp)

(Eh,)

"Assalamu alaikum. "

Kemudian pemuda itu melajukan kendaraan roda dua nya dan berlalu dari hadapanku.

Sampai deru nya menghilang di belokan gang baru aku tersadar, apa yang dikatakannya barusan.

(Waalaikum salam)

Penasaran gak,

Semoga bisa up dua bab malam ini.

Ini ngetik dari siang, banyak banget iklannya, jadi gak kelar-kelar...

Mangapin dah yak, eh maapin😁

Banyakin likenya donk, komen sama kembang🤗

1
Rahmaniar
puas banget bacanya.alur nya bagus gak berbelit,pokok nya karya yang luar biasa👍👍
Mak Aul: masyaallah, Alhamdulillah. maksih ya kak.
total 1 replies
Hr sasuwe
👍👍
Dyah Oktina
aamiin
Dyah Oktina
😢😢😢😢😢😢😢😢
Dyah Oktina
MasyaAllah....😭😭😭
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂😂 kacau ya rojali.. d kerjain.. kirain dah sah.. ternyata masih latihan ijab.. 🤭
Dyah Oktina
sehat terus ya thor... 💪🏻💪🏻❤️
Dyah Oktina
Aamiin YaaRob
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
emang ada hubungan apa fatimah sama kakeknya rojak ...thor.. maaf kok rada bingung.. 🤭
Dyah Oktina
aamiin..... hehhehe.. semua tergantung padamu thor..
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
nadia atU diana sih namanya thor..
Dyah Oktina
jadi d gantung nih thor.... krn jarinya keram... 🤭💪🏻😅
Dyah Oktina
betapa sulitnya.. pemaaf selalu d kianati.. kembali memaafkan.. berbesar hati.. 😔
Mak Aul: benar sekali 😪 rasanya seperti di tikam berkali-kali
total 1 replies
Dyah Oktina
💪🏻💪🏻💪🏻
Dyah Oktina
MasyaAllah... keren...anak 3 masih bisa nyempetin berkarya... 👍🏻😍❤️
Mak Aul: makasih kak udah baca karya pertamaku yang acak kadut ini 🤭
total 1 replies
Dyah Oktina
iya bener banget thor... 😁... semangat 💪🏻💪🏻😍
Resti Amalia
keren euy....🤗🤭
Resti Amalia
uwuwuwu
Mak Aul: makasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!