NovelToon NovelToon
Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Assassin Cantik dan CEO Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: cacasakura

“Lepasin gueee...!” ujar Luna dengan sangat geram menatap nanar ke arah Leon. Pria itu telah terpengaruh obat afrodisiak dosis tinggi yang sengaja di berikan oleh Hana tunangannya.

“Aku.... juga tidak mau melakukan hal ini. Tapi ini sangat menyakitkan, aku... mohon... bantuanmu... kamu tentunya sudah biasa melakukan ini. Aku akan bayar...uuugh... berapa pun nanti” Leon kembali membungkam bibir pink natural Luna dengan menciumnya dengan penuh hasrat.

Luna memberikan perlawanan, namun kedua tangannya di pegangi kuat dan tubuh Leon menekan kakinya membuat Luna tidak bisa bergerak banyak. Pistol di tangannya sudah di buang jauh dari jangkauan Luna oleh Leon, dia benar-benar kewalahan mendapat serangan mendadak dari Leon.

Kembali Luna melakukan perlawanan dengan melakukan upaya terakhirnya.

Apakah Luna akan berhasil mempertahankan kehormatannya? Akankah Leon berakhir di tangan Luna yang ternyata adalah seorang pembunuh bayaran? Ikuti terus kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cacasakura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 33

Hana diam-diam tersenyum senang menatap Leon yang mulai terpengaruh dengan bau parfum yang di kenakannya.

Kediaman Miller sebelum berangkat ke pesta...

Hana tampak sibuk dengan peralatan make upnya di atas meja rias, dengan berbagai eye shadow, foundation dan sebagainya. Dia memoles diri dengan sangat cantik dan seperfect mungkin.

Mata Hana tampak melihat ke sana kemari mencari sosok Silvia, sedari tadi dia tidak menemukan Silvia di kamarnya. Dia lalu menatap Abby yang sibuk mengikat tali baju seksi milik Hana yang di pinjamnya.

“Abby, Silvia mana?” tanya Hana heran sambil mengenakan Highlighter di wajahnya, Abby hanya menggidikkan bahunya memberi kode pada Hana jika dia tidak tahu. Di saat bersamaan Cintia datang masuk ke kamar putrinya.

“sayang... kamu cantik sekali, mama yakin Leon tidak akan bisa berpaling saat melihat tampilanmu sekarang” ujar Cintia memuji kecantikan Hana yang tentunya semakin membuat tingkat rasa percaya dirinya berada di level tinggi.

“Iya dong mi.... Siapa pun prianya termasuk Leon akan bertekuk lutut di kaki ku, mami duduk tenang dengan manis.... sebentar lagi putri mami ini akan menjadi nyonya besar keluarga Willson” Hana tampak sangat percaya diri.

Secara diam-diam Simon keluar dari kamar Tamu di mana Silvia berganti pakaian, setelah mendapatkan apa yang sangat di inginkannya Simon tersenyum puasa segera turun dari lantai dua menuju kamar utama miliknya. Silvia merasakan kakinya terasa sangat lemas dan gemetaran, dia menatap jam di ponselnya.

Tua bangka sial*n... dia udah bikin gue lemas banget. Males banget gue ngikutin maunya si hidung belang, tapi permainannya bikin tubuh gue ketagihan. Lebih baik gue secepatnya bersiap sebelum si anak manja bertanya macam-macam gumam Silvia segera memakai pakaiannya, dengan cepat dia mengaplikasikan make up ke wajahnya agar terlihat segar. Walau kakinya masih terasa bergetar dia tetap bersiap dan membantu rencana memuluskan keinginan Hana dan rencana Simon.

dia segera keluar dari kamar tamu, tidak lupa parfum dan botol kecil yang sengaja di pesan Silvia simpan di dalam tas kecilnya. Silvia segera membuka pintu kamar Hana, Cintia dan Abby menatap ke arahnya.

“lu dari mana?” tanya Hana menatap ke arah Silvia penuh selidik.

“ Gue ganti baju di kamar sebelah, sekalian...” Silvia mengode menatap ke arah dompet miliknya, Dia tersenyum pada Hana yang langsung di mengerti oleh kedua sahabatnya. Cintia menatap bingung ke arah putri dan kedua sahabatnya, Abby mengode ke arah Hana untuk tidak menceritakan apa pun pada Cintia.

“kalian....” belum sempat Cintia bertanya, Hana segera berdiri dan memeluk seraya melangkah ke pintu kamarnya.

“mami, Hana mau siap-siap dulu lalu berangkat ke hotel, Leon akan kesal kalo aku telat datangnya. Mami tunggu kabar baiknya saja oke” Ujar Hana membuka pintu kamarnya lalu mempersilahkan Cintia untuk keluar dari kamarnya.

“tapi sayang...” Cintia belum selesai berbicara, pintu kamar itu sudah di tutup oleh Hana.

Silvia mengeluarkan parfum itu dari tas kecil miliknya, lalu memberikan pada Hana yang sudah berdiri di sampingnya. Dia segera membuka penutup botol parfum itu, tapi langsung di cegah oleh Silvia.

“jangan... lu jangan pake sekarang. Apa lu mau melayani kemauan supir ato bodyguard saat mencium bau parfum ini?” Silvia memperingati Hana.

“ bener kata Silvi Han, lebih baik lu makenya kalo kita udah sapai di hotel. Tepatnya sebelum kita turun dari mobil, gue jamin saat Leon udah nyium bau harum parfum lu. Dia bakalan kagak bisa nolak lu” ujar Abby tersenyum penuh kelicikan. Mereka bertiga tersenyum senang, lalu melangkah keluar dari kamar.

Di saat sekarang....

Leon mencium bau yang familiar dari tubuh Hana, dia sudah sangat sering mencium bau itu dari sekretaris juga gadis-gadis yang sering di bawa klien untuk memuluskan kerja sama mereka. Kilatan mata tajam itu menatap ke arah Hana dengan raut wajah penuh kebencian. Sebelah tangannya memegang tangan Hana lalu menyeretnya masuk ke dalam hotel. Adam, Hugo, Silvia dan Abby segera menyusul pasangan itu, mereka melangkah cepat mengikuti dari belakang. Para body guard senantiasa melindungi mereka dan menghalau jauh para awak media agar tidak bisa mengambil gambar tua muda mereka.

Hana yang percaya diri mengira jika Leon sudah terpengaruh dengan bau obat yang melekat pada tubuhnya. Dia dengan senang hati mengikuti langkah cepat Leon yang menariknya ke sebuah tempat yang jauh dari keramaian.

Sementara itu, Luna sedang merakit senjata sniper miliknya dengan sesekali matanya menatap ke arah seberang gedung yang letaknya jauh. Hanya hitungan detik sniper canggih miliknya sudah terakit sempurna. Peluru sudah di masukkan ke tubuh senjata, bersiap untuk melakukan tugasnya.

“tuan muda mau ke mana tuh?” terdengar ucapan Kiandra yang penasaran dengan Leon yang menjauh pergi dari jangkauan CCTV.

Luna memutar bolanya malas saat mendengar ucapan sahabatnya, sebelah tangannya meraih teropong canggih yang sudah di atur untuk mode malam. Kedua mata cantik itu melihat ke teropong memperhatikan sekitar hotel dan memperhatikan satu persatu lantai gedung di seberang hotel KL.

“Leon?!” ujar Luna masih meneropong mencari-cari targetnya.

“ya iyalah... emang tuan muda yang mana lagi coba” Kiandra berusaha untuk mencari cara agar bisa melihat pria yang di kagumi.

“aku mengira kamu sedang mengawasi tuan muda kita yang sedang menjalankan tugasnya” Ujar Luna mengarahkan teropongnya pada satu titik di mana dia sudah menemukan targetnya.

“saya tidak apa-apa nona, semuanya masih terkendali dengan baik” terdengar suara Jason yang tengah berdiri menikmati minuman di samping meja bundar. Dia secara diam-diam berbicara melalui alat earpiece yang sering di gunakan Luna untuk bekerja.

“ Oooppssss... aku lupa.... kamu nggak apa-apa kan Jason? Apa udah ada yang kurang?” ujar Kiandra mengingat kondisi Jason yang sudah di kerubungi beberapa pria setengah baya termasuk sang penyelenggara pesta tuan Mike. Para pria itu tampak sangat penasaran dengan pemilik asli perusahaan Nandra corp.

Luna tertawa mendengar celetukan Kiandra, suara tawa itu dapat terdengar oleh Jason yang masih berbicara dengan para pria yang memiliki jabatan tinggi di perusahaan mereka masing-masing.

“semuanya masih bisa di kendalikan dengan baik” ujar Jason santai, para pengusaha itu menatap ke arah Jason dengan pandangan bingung dan tidak mengerti.

Leon mencengkeram tangan Hana dengan kuat dan sedikit mendorongnya, berdiri di sebuah lorong yang langsung di jaga ketat oleh body guard dan ke dua sahabatnya.

Abby dan Silvia berdiri sedikit agak menjauh, mereka tidak berani mendekati dan membiarkan Hana berdua dengan Leon.

**********

dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....

Tetap Terus dukung karya Author dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻

jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️

jangan lupa setelah membaca tekan icon tombol ibu jarinya untuk terus mendukung karya Author... plisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

( Π_Π )

makasih..... tetap semangat 💪🏻💪🏻💪🏻

❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

1
Yuli Yulianti
thorrr kenapa dah lama ga up lagi dah kangen sama luna
Reka Cantika
ya kenapa ceritanya Arinda dulu GK selesai ya padahal Lo bagus suka aku
Komang Restu
ya mana visualnha
Komang Restu: mana visualnya yang cakep dan cantik ya
total 1 replies
Komang Restu
keren karyamu. sampai smpai tdka mau ketinggalan . lanjut
Nuri Maulidia
mngkn nnt kmbli mrk
Nuri Maulidia
tingglkn jngn bodh leon cri yg mau sma km
Ida Siti Farida
kangen sabrina, tuan nocholas ,s ganten baby yusuf, dan raka
Ida Siti Farida
aku kangen tuan danil dn arinda,,,sudah 4 x baca di hp yg dulu hilang, mau baca lagi 🤭🤭
Ida Siti Farida
tetap semangat
tetap sehat
dan terus berkarya tor
lanjut up lagiiii....🙏♥️
Ida Siti Farida
semakin menarik cerita nya semangat terus up nya thor
Ida Siti Farida
ngenes banget leon di kira mau di peluk anak2 nya nyata nya di abai kn, sakit nya tuh disini
Eva Kusrini
lanjut thor tumben lama
Reka Cantika
aneh ap Thor
Eva Kusrini
lanjut thor
Reka Cantika
lanjut
Erni Nofiyanti
sebenernya Luna dan Leon pasangan yg cocok.
tangguh
Reka Cantika
lanjut
Yuli Yulianti
cerita nya menarik banget...lanjut thorrr
Eva Kusrini
lanjut thor
Nurchasanah Al Amir
move on Leon biarkan Luna bahagia km juga berhak bahagia seperti versimu, Thor jgn bikin Mathew mati nanti kashan lah aq dia orng baik
Reka Cantika: lagi Thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!