Seorang wanita cantik memiliki jabatan CEO di Perusahaan Berlian milik Papahnya. Rania Queenzhi yang ceria memiliki ketertarikan dengan asisten juga merangkap sekaligus sekretarisnya, seorang pria tampan.
Boris William, Sekretaris sekaligus Asisten yang mengabdi di Perusahaan, karena membalas budi akan hidupnya. Diam-diam juga memiliki ketertarikan dengan Atasannya di Perusahaan. Tapi, dirinya masih mempertimbangkan segala hal yang membuatnya tidak percaya diri.
"Aku menjodohkan putriku denganmu, Boris. Tapi, aku tidak memaksa dan membuatmu terburu-buru. Santai dan belajarlah semua hal mengenai Perusahaan. Cari tahu sedikit demi sedikit dari Rania. Dia tahu sepenuhnya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anjarthvk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3 : Kencan Buta
...Selamat membaca semua...
...---------...
...---------...
Di depan Hotel mewah, Rania turun dari mobil dengan raut wajah masam, auranya yang memancar sangat kuat. Dress berwarna merah yang dipakainya sebatas lutut, dengan jas hitam menutupi bahu putihnya memberikan kesan feminim yang tertutup dan terlihat elegan.
Tatapan kagum dari Boris yang tidak disadari oleh wanita tersebut, membuat pria itu puas memandangi wajah cantiknya. Berjalan di belakang mengikuti atasannya tersebut, mendampingi Rania menemui keluarga besar dari seorang kolega yang sudah diatur acara kencan buta oleh Frederick.
Sebenarnya, baik Rania ataupun Boris, mereka merasa acara kencan buta seperti ini membuat keduanya tidak baik-baik saja. Tapi mau bagaimana lagi. Semua diatur oleh Frederick, pemimpin teratas tidak lain Papah Rania.
...****************...
Di hadapan Rania sudah ada meja bundar, dia berada di antara salah satu keluarga rekan kerja Perusahaan, dan tepat di sampingnya terdapat pria berdarah Eropa bernama Edgard. Bermata biru, berparas sangat tampan, dan kekayaannya tidak kalah dengan keluarganya.
Di depannya ada kedua orang tua Edgard, serta kedua adeknya yang berumur sekitar dua puluh tahunan. Dua pria beranjak dewasa, yang juga mewarisi mata biru keluarga tersebut.
"So what about our bussiness?" dengan elegan Rania tidak basa-basi, langsung menembak pada inti pembahasan mereka. (Jadi, bagaimana dengan bisnis kita?)
"Take it easy Rania, we didn't meet to discuss the diamond bussiness." Edgard tersenyum tipis lalu mengeluarkan dan menyodorkan satu kotak merah berisi cincin diamond indah berwarna lilac. Dari kejauhan Boris hanya mampu melihat dengan rasa yang sangat berat. (Santai saja Rania, kita bertemu tidak membahas mengenai bisnis berlian.)
Rania langsung berucap dengan tegas, "i refuse this arranged marriage, even my own father didn't tell me." (saya menolak perjodohan ini, bahkan ayah saya sendiri tidak mengatakannya pada saya.) Boris tersenyum tipis, namun tersadar dia langsung membuang muka.
"If you refuse, it would be better to cancel our cooperation." (Jika anda menolak, kerja sama kita lebih baik dibatalkan) Ancam Ayah Edgard.
Mata Boris melihat ada sesuatu yang janggal, tangan Edgard dengan tidak sopannya mengelus dan meraba paha mulus Rania. Boris berjalan mendekat ingin menarik Rania jauh dari pria itu, namun Rania sesaat kemudian memegang tangan Edgard dan mengangkatnya.
"I don't want a husband like your son. He doesn't know me yet, but he already dares to do rude things to me. You better teach your son properly about politeness and respecting woman!" (Saya tidak mau mendapat suami seperti anak anda. Dia belum mengenal saya, tapi sudah berani melakukan hal yang tidak sopan kepada saya. Lebih baik kalian mengajari anak kalian dengan benar, mengenai kesopanan dan menghargai wanita!)
Edgar langsung bangkit ingin menampar Rania, namun ditahan oleh Boris yang sudah sigap di belakangnya. "Don't touch my Boss!" (Jangan sentuh atasanku!)
Tangan Edgar dihempas oleh Boris. Rania sedikit tersenyum tipis karena Boris, dia bangkit dan memberikan tatapan tajam ke arah Edgar. Satu tamparan keras Rania layangkan ke pria tersebut.
"That's what you deserve you Bastard!" (Itu pantas untukmu Bajingan!) "Boris, ayo pergi! Tidak ada untungnya bekerja sama dengan keluarga bajingan seperti mereka."
Akhirnya mereka bergegas pergi meninggalkan keluarga tidak waras itu dan kembali ke dalam mobil. Rania di kursi belakang melampiaskan emosi dengan teriakan yang sangat kencang dan meledak.
...Bersambung......
Terima kasih sudah mampir ke warung kecil aku😚
Jangan lupa like, komen, dan subscribe ya teman-teman😉
Ditunggu jajanan selanjutnya..