Freya Stephany Limabrata, adalah sosok wanita cantik serta periang yang banyak memiliki harapan hidup dan impian.
Namun suatu malam di kediamanya, terjadi sebuah pembantaian yang menewaskan Orang tua serta kakak laki-lakinya. Dan hanya menyisahkan dia seorang diri di dunia.
Bertemankan dengan sepi dan penderitaan menjalani kerasnya hidup, membuat Freya bertekad akan membalaskan dendamnya kepada sosok pembunuh itu.
Dan siapa sangka, di saat dia ingin membalaskan dendamnya kepada sosok Aiden Giovano penguasa Dunia Gelap dan terang, dan juga mempunyai kedufukan sebagai Ketua Mafia serta Gengster yang paling di takuti, hingga dia mendapatkan Julukan sebagai Dewa kematian ini, malah justru menjeratnya dengan sebuah rantai cinta keposesifan yang sangat menakutkan.
Membuat Freya ingin sekali pergi namun kakinya selalu di rantai bagaikan hewan tak berperasaan.
“Aku tidak akan pernah menerima pernikahaan dengan seorang pembunuh orang Tuaku seperti mu, cuiihhh,” bentak Freya meludahi wajah Aiden yang terlihat hina di depanya.
“Kamu istriku, bukan musuhku! Sampai kamu matipun aku tidak akan pernah melepaskan mu ingat itu!”balas Aiden tegas.
Follow Instagram Author @Andrieta_rendra🙏🏻❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 31
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Freya yang terbangun dari tidurnya kini mencoba melihat ke sekelilingnya, dan mencari sosok Aiden, namun tidak menemukanya.
Lalu dia teringat akan satu hal yang dia sembunyikan di bawah tempat tidur, dia takut jika Aiden akan lebih dulu menemukanya.
"Ahhh dapat," gumamnya ketika racun itu sudah ada di tanganya.
Freya kembali melirik ke arah pintu, takut jika tiba-tiba Aiden membuka pintunya.
Setelah di rasa keadaan sudah aman, barulah dia mengambil bingkisan yang kecil di dalam kotak racun itu, lalu membuang sisanya di closet.
Dia bahkan gak perduli jika nanti kloset itu akan stuck, yang terpenting dia aman terlebih dahulu.
Selepasnya membuang racun sisa itu, dia kembali naik ke atas tempat tidur, berpura-pura sedang berbaring lagi, hingga tak lama kemudian, terdengar suara pintu yang terbuka menandakan pemiliknya yang sudah datang.
"Sayang, apa kamu sudah bangun?" Tanya Aiden, sambil naik ke tempat tidur untuk memastikanya sendiri.
Aiden menyikap sedikit rambut yang menghalangi wajah istrinya, lalu menciumnya agar Freya membuka matanya.
"Dear," lirih Freya, merasa terganggu dengan ciuman bertubi-tubi dari suaminya.
"Bangun ya sayang, aku sudah masak makanan spesial untuk kamu, bangun yuk." Ajaknya namun itu membuat Freya menatapnya dengan bingung.
"Eihh, ini Aiden yang katanya suamiku kan? Tadi siang dia marah seperti orang kesurupan, dan sekrang baik bagaikan suami idaman," batin Freya merasa aneh dengan sikap Aiden yang seperti ini.
Aiden yang merasa tatapan aneh dari istrinya itu mencoba tersenyum agar Freya tidak merasakan canggung yang berlebihan. "Kamu kenapa lihatin aku seperti itu sayang?" tanyanya lagi.
"Enggak," jawab Freya memilih diam.
Karna bagi Freya, yang seperti ini jangan di tegur, karna nanti dia berubah lagi.
Aiden menganggukan kepalanya pelan, lalu ikut berbaring di sebelah Freya dengan terus membelai lembut pipi dan rambut istrinya, membuat Freya sebenarnya risih dengan sikap Aiden yang terlalu manis penuh kepalsuan ini.
"Sayang besok pagi kita akan pergi ke suatu tempat, aku harap kamu bersiap-siap ya," ucapnya mengungkapkan niatnya tadi.
Mendengar itu Freya langsung bangkit dan duduk menatap Aiden yang sedang berbaring, "Kemana?" Tanya Freya.
Aiden tersenyum kembali, lalu menarik tangan Freya agar tubuhnya terjatuh di dada bidangnya yang sangat berisi. "Honey moon darlimg, this just have fun, aku hanya ingin memiliki waktu lebih banyak bersamamu," balas Aiden.
"Kamu gak pernah membicarakna hal ini sama aku, kenapa tiba-tiba ingin honey moon?" tanya Freya lagi.
"Ada, tadi aku bicarakan hal ini sama kamu," jawabnya menolak pertanyaan Freya.
"Kapan?"
"Tadi pas kamu tidur," jawabnya lagi polos, membuat Freya rasanya ingin menghantam otak cerdas suaminya itu.
"My Dear, kamu tau kan kalo misalnya dua orang yang berbicara itu harus sama-sama sadar," lirihnya pelan, agar Aiden mengerti.
Cuupp,, "udah ya sayang gak usah di bahas lagi, mending kita sekarang keluar makan, ini udah jam 7 malam soalnya." Serunya lagi, lalu kini mulai bangkit dengan membawa istrinya ke meja makan.
Freya hanya menurut saja kali ini, karna dirinya memang sudah lapar, seharian menghadapi masalah yang sangat melelahkan.
Ketika sudah sampai di meja makan, Freya melihat Santi yang sedang menyiapkan makan malam mereka.
Namum tiba-tiba saja Aiden mendapatkan sebuah panggilan , dan kini beranjak pergi menerima panggilan itu, membuatnya merasa memiliki kesempatan untuk meletakan racun itu di dalam makanan Aiden.
Dia melirik ke arah Santi yang masih sibuk di dalam dapur, serta Aiden yang berada di ruang kerjanya.
Namun naas. Ketika Freya meletakan racun itu, Aiden bisa melihatnya di dalam layar monitor yang menampilkan CCTV tersembunyi di sana.
"Hufft ternyata sulit bagimu untuk menerimaku," gumam Aiden menutup panggilan itu dan melangkahkan kakinya keluar.
"Sayang,"panggilnya pada Freya yang telah menikmati makananya.
"Iya, ada apa?" sahut Freya melirik sedikit ke arah Aiden yang begitu dingin.
"Aku tadi ada panggilan telpon, dan mengajak untuk makan bersama di luar, jadi bersiaplah karna kita akan keluar sekarang," seru Aiden mengambil langkah aman.
"Tapi makanan ini udah kamu masak loh, sayang banget kalo gak di makan," balas Freya yang tidak mau usahanya sia-sia.
Aiden tersenyum lalu menggendong tubuh Freya masuk ke dalam kamar.
"Saaaannttti," teriaknya memanggil pembantunya.
"Iya Tuan," jawabnya dengan sedikit berlari menghampiru Majikanya.
"Bereskan semua makanan ini dan buang, karna sayang tidak ada yang memakanya," perintah Aiden yang semakin membuat Freya semakin kesal.
Dan tanpa menunggu jawaban dari Santi, Aiden sudah lebih dulu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, untuk besiap-siap pergi makan di luar.
To be continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
mending mati aja klo gitu mah
aku suka😇😇😇