NovelToon NovelToon
Jangan Bilang Aku Selingkuh

Jangan Bilang Aku Selingkuh

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:319.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rafasya Alfindra

Cinta adalah samudera kehidupan menuju puncak kebahagiaan. Mencintai dan di cintai adalah suatu kebutuhan hakiki setiap manusia begitu pun yang dirasakan oleh Bella dan Brian.

Berawal dari pertemuan tak sengajanya siapa sangka mereka jadi terbiasa bersama dan menjalin bahtera yang bahagia sebagai pasangan suami istri. Tapi siapa sangka suatu ketika kebahagiannya pupus karena suatu keadaan yang menguji Rumah tangganya yang telah terjalin beberapa tahun.

"Bella apa aku bisa untuk setia di saat keadaan memaksaku untuk berpaling, aku butuh perhatian dari seseorang tapi aku masih mencintai dan menyayangi mu maafkan aku sayang" ucap Brian di sela kesedihan melihat istri tercintanya yang lemah tak berdaya.

"Maafkan aku sayang, aku bukan selingkuh tapi hanya butuh" ucap nya lagi.

Bagaimana kelanjutan kisah cinta Brian dan Bella, akan kah mereka bisa bahagia setelah nanti sang istri kembali lagi?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafasya Alfindra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 32

Sudah seminggu Bella di rawat di Rumah sakit dan selama itu lah Bella belum mengetahui sama sekali kabar dari Brian. Bahkan Arka pun belum memberi tahu Bella mengenai kabar dari Brian. Padahal sebelumnya ia sudah berjanji untuk memberi kabar secepatnya kepada Bella.

Entahlah, Bella bahkan juga merasakan bingung dengan sikap yang di tunjukkan Arka maupun Siska sendiri. Mereka begitu kompak tidak bisa di hubungi, bahkan saat Siska ke Rumah sakit menjenguk Bella pun, Siska selalu mencari alasan untuk tidak mau membahas masalah Brian dulu.

Bella berjalan melangkahkan kakinya menuju teras rumahnya, karena ia sedikit bosan berada di dalam kamar semenjak kepulangannya dari Rumah sakit tadi pagi.

Tidak berselang lama, Bella melihat sahabatnya Siska datang ke rumahnya yang tentunya untuk mengunjunginya saat ini, Bella yang melihat kedatangan sahabatnya pun begitu sangat bahagia. Selain ia merindukan sahabatnya, ia juga sangat berharap bahwa Siska datang menjenguknya sekalian membawa kabar bahagia mengenai keadaan Brian saat ini.

"Siska," ucap Bella dengan sangat antusias dan langsung memeluk Siska.

Bella lalu melepaskan pelukannya dan membawa Siska untuk duduk di taman samping rumahnya.

Saat berada di taman, Siska sedikit bingung dengan sikap Bella saat ini. Pasalnya tidak pernah sebelumnya, Bella bersikap demikian kepadanya saat datang mengunjunginya dan apalagi membawanya ke taman yang berada di samping rumahnya.

"Hei .... Ada apa?" tanya Bella kemudian menepuk pundak Siska, sehingga sedikit mengejutkan Siska dari lamunannya. " Ish ... Malah bengong nih anak!" ucap Bella lagi.

"Maaf Bel," ujar Siska. "Kamu bilang apa tadi," tanya Siska untuk memastikan apa yang di ucapkan Bella.

"Makanya jangan melamun terus," ucap Bella tersenyum.

"Siapa juga yang melamun Bel, aku cuma merasa aneh aja, tidak biasanya kamu membawaku kesini," ucap Siska dengan menatap sekelilingnya yang di penuhi dengan bunga bermekaran.

Bella sedikit menghela nafasnya sebelum ia bertanya, biarlah temannya beranggapan aneh saat ini bahkan Bella juga tidak masalah kalau ia di anggap sedikit nyinyir, karena bagaimana pun juga ini merupakan pertanyaan yang sudah berulang kali ia tanyakan saat Bella masih berada di Rumah sakit. Namun Siska selalu mengalihkan ucapannya tanpa menjawabnya sama sekali. Tapi hari ini, Bella tidak akan menyerah untuk bertanya lebih lanjut karena walaupun dan bagaimana pun ia harus mengetahui secepatnya.

"Sis," ucap Bella memegang tangan Siska dengan sedikit memohon.

"Ada apa?" tanya Siska dan menatap tangannya yang di pegang Bella.

"Aku tahu kamu pasti menyembunyikan sesuatu dari aku," ucap Bella dan menatap mata Siska untuk mengetahui kebenaran yang akan ia tanyakan. "Ini sudah sepersekian kali, aku bertanya kepadamu. Bahkan ini sudah melampaui batas, untuk kamu menghindarinya. Aku hanya ingin mengetahuinya Sis, tapi kenapa kamu selalu menghindar saat aku menanyakan perihal keadaan Brian kepadamu," ucap Bella panjang lebar.

Siska sedikit terenyuh hatinya saat mendengar penuturan sahabatnya yang terlihat sedih, ia bukan tidak mau mengabari Bella perihal kabar keadaan Brian saat ini. Hanya saja Siska tidak ingin sahabatnya terluka menyaksikan keadaan Brian saat ini. Namun untuk selalu menyembunyikan pun tidak lah mungkin, karena bagaimana pun juga Siska tidak bisa menghindar terlalu lama dari pertanyaan Bella yang selalu mendesaknya.

"Siska, tolong jawab aku," ucap Bella lagi karena Siska yang tidak kunjung menjawab pertanyaan darinya.

Siska bingung untuk menjawabnya, bahkan ia tidak tahu harus memulainya darimana dulu untuk memberitahu Bella. Ini bukan masalah ia harus berkata jujur atau bukan, namun ini juga menyangkut kesehatan Bella saat ini, karena dokter menyarankan Bella untuk tidak boleh stres bahkan tertekan perasaan.

"Bella, kamu coba untuk tenang dulu ya!. Kamu ingat kata dokter kemarenkan, untuk selalu jaga kesehatan," ucap Siska mengingatkan Bella, pesan dari dokter agar Bella tidak menanyakan perihal itu lagi.

"Udah deh Sis, kalau kamu tidak mau memberitahunya. Biar aku sendiri yang mencari tahu," ucap Bella dengan penuh penekanan karena saat ini Bella sudah berada dalam mode jenuh untuk selalu menunggu kabar yang tidak kunjung pasti.

Bella berjalan meninggalkan Siska sendiri disana, ia tidak peduli kalau nanti Siska bakal mendiamkannya.

Siska menatap Bella yang mulai melangkah meninggalkannya, ia tidak tahu harus bagaimana lagi. Di satu sisi, Siska sangat memikirkan kesehatan Bella saat ini dan di satu sisi ia harus melihat wajah kekecewaan dari Bella, sahabat baiknya.

Siska berlari mengejar Bella yang sudah mulai masuk kedalam rumahnya.

"Bel, tunggu," teriak Siska dan langsung menghentikan langkah Bella.

Bella tersenyum saat namanya di panggil oleh Siska, ia sudah menduga sahabatnya tidak akan setega itu. Ternyata pengorbanan Bella tidak sia - sia untuk memperlihatkan kepada Siska kalau Bella dalam mode ngambek, sehingga Siska menyerah dan langsung menghampirinya.

Bella berhenti tanpa menatap Siska saat ini, ia harus benar - benar menunjukkan kepada Siska kalau ia dalam mode jenuh menghadapi temannya. Itu semata - mata ia lakukan demi mengetahui kebenaran yang harus ia ketahui saat ini juga.

"Bel," aku akan kasih tahu kamu dimana Brian saat ini," ucap Siska yang sebenarnya sedikit takut, kalau nantinya keadaan Bella bakal down lagi.

Bella sangat bahagia mendengar ucapan dari Siska, Bella langsung membalikkan badannya dan langsung memeluk Siska yang berada di belakangnya.

"Terimakasih Sis, kamu memang teman baikku yang sangat pengertian," ucap Bella dengan sangat bahagia.

"Ish .... Ada maunya baru bilang teman baik," ucap Siska dengan mencubit pinggang Bella. "Ya sudah, kamu sekarang ganti baju dulu biar kita langsung menjenguk Brian," ucap Siska lagi dan langsung duduk di kursi teras rumah Bella sambil menunggu Bella.

****

Bella telah selesai mengganti bajunya dan akan bersiap - siap untuk pergi menjenguk Brian, ia juga sudah mengabari sang Mama untuk keluar sebentar dengan alasan pergi bersama Siska karena bosan di rumah terus. Mama pun mengizinkan Bella untuk pergi karena Siska adalah teman baik Bella dan tentunya Siska juga bakal menjaga Bella saat mereka berpergian nanti.

Bella dan Siska sudah memasuki lobi Rumah sakit dimana sebelumnya Bella juga pernah di rawat disana. Mereka melangkahkan kakinya menuju ruang rawat Brian, Siska mempersilahkan Bella masuk menemui Brian.

"Aku tunggu diluar ya Bel, kalau ada apa - apa kasih tahu aku," ucap Siska membiarkan Bella masuk sendiri kedalam.

"Iya, terimakasih sekali lagi ya Sis," ucap Bella dan langsung membuka knop pintu masuk ruang rawat Brian.

Bella masuk menemui Brian dan melangkahkan kakinya mendekati brankar Brian, Bella menatap wajah Brian yang saat ini sedang tertidur pulas.

Bella duduk di kursi sambil memegang tangan Brian yang saat ini berada di depannya. Bella sangat bahagia bisa menatap Brian lagi, apalagi melihat Brian yang sudah sedikit menunjukkan perubahan dan tidak seperti waktu Bella menjenguk Brian beberapa waktu yang lalu.

Brian pun terbangun dari tidurnya saat merasakan tangannya di genggam hangat oleh seseorang. Brian membuka matanya dan menatap tangannya yang di genggam oleh seseorang. Brian membiarkan tangannya di genggam tanpa melepaskannya sama sekali.

Brian menatap wajah seseorang yang sepertinya ia kenal sebelumnya, dia seakan merasakan kenyamanan saat tangannya di genggam oleh wanita yang ada di depannya saat ini. Namun didalam pikirannya sama sekali tidak mengenali orang yang ada di depannya, entahlah ia pun sama sekali tidak bisa mengingatnya.

............

Jangan lupa like dan komennya all🙏

1
Safa Almira
gantung
Safa Almira
bagussss
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like dan like
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like
Nurtinah
ad yh ibu ky gt yg ga ingin anknya sendri dsr cwe mtre lebih mntingin hrta, bkin menyesal thor s andin jgn smpe blik lg ke ank n suaminya
Mee_La🦈
ini gak ada lanjutannya lagi ya
Nurtinah
💪💪💪lnjut thor kynya seru
Mee_La🦈
gak nyangka malah dijodohkan
Mee_La🦈
terima aja udah
Mee_La🦈
akhirnya
Mee_La🦈
hwkwhwkk
Mee_La🦈
siapa tuh
Mee_La🦈
lah
Mee_La🦈
cinta dlm diam 😌
𝕸y💞Terlupakan ŔẰ᭄👏
like Fin
💜Madhuri dixit⁴💜
good
𝐁𝐨𝐦𝐞𝐥𝐭𝐚 𝐀𝐧𝐠𝐤𝐚𝐬𝐚
👀
Beast Writer
🌹
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
eling Weh.. nyosor aja kaya bebek 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kasih racun bucin gitu Thor . makin seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!