"Nyebelin! Padahal udah kukerjakan dengan baik. Huh!!!" ~ Rika Sanders.
"Salah! Ulangi! Ini juga ulangi semuanya!" ~ Steven Oscar.
Pria tampan yang kaya namun memiliki sikap sombong dan perfeksionis membuat semua pelayan enggan bekerja dengannya. Lalu bagaimana seorang wanita bernama Rika dapat bertahan dengannya?
NB:
Please Vote if you like it because one of your vote are so precious to me
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cibbyone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Rika terbangun dalam keadaan mata sembab dan bengkak serta hidung merah bagaikan badut. Astaga.. keadaannya kacau sekarang. Dia harus mencuci muka untuk mengurangi kekacauan itu. Dia kembali teringat kejadian semalam yang ternyata mobil di belakang mereka adalah bodyguard pria itu dimana selalu mengikuti pria itu kemanapun dia pergi yang sebenarnya lebih seperti stalker daripada bodyguard. Rika dan Steve semalam pun diantar pulang oleh bodyguard itu karena kaca mobil BMW yang retak seperempat itu tidak dalam keadaan aman untuk dipakai. Sepanjang perjalanan, Rika mengambil tisu atau apapun untuk dapat menutupi luka pada punggung tangan pria itu yang menahan kepala Rika saat kecelakaan kecil namun pria itu hanya menepikan tangan Rika yang sedang memegang tisu untuk menutupi lukanya. "Tidak apa-apa, ini hanya luka kecil." ucap pria itu yang sebenarnya sedikit berkeringatan karena kesakitan. Air mata Rika terus mengalir sehingga membuat pria itu terus menerus mengusap kepala Rika dengan tangan kiri yang bersih dari darah. Sebelum kejadian itu, Rika sempat gemes dengan perilaku pria itu yang manis dimana berubah 360 derajat menjadi manja. Itu awalnya membuat hatinya senang tapi setelah kejadian itu Rika menangis terus hingga tiba di rumah dan ditenangkan oleh Madam Giselle lalu tertidur kelelahan setelah mengganti baju.
*tok*tok
Ketukan pintu itu membuyarkan pemikiran Rika saat sedang duduk di tempat tidur mewah di kamar sebelah pria itu. "Rika." ucap seorang wanita tua dari luar pintu kamar, Rika mengenali suara itu. Itu Madam Giselle. Rika dengan segera membuka pintu dan menemui Madam Giselle. "bagaimana keadaanmu?" tanya Madam Giselle khawatir. "aku tidak apa-apa, bagaimana dengan.. steve?" tanya Rika dengan nada khawatir pula dan sempat ingin menangis. Jangan menangis.. jangan menangis... gumam Rika dalam hati dan mencoba menahan air matanya.
"Son dia baik-baik saja. Tenanglah, anak itu kuat dan baik-baik saja. Orang tuanya belum memanggilnya tenang saja." Ucap Madam Giselle lalu menepuk bahu kiri Rika. "Orang tua?" Tanya Rika bingung. Madam Giselle memang berniat menceritakan itu namun sebelum menceritakan, dia meminta untuk diberikan tempat duduk karena kakinya tidak kuat berdiri lama-lama. "Silahkan masuk, grandma." Ucap Rika sambil mempersilahkan Madam Giselle masuk ke dalam kamarnya dan duduk di sofa depan tempat tidur. "Son belum pernah cerita orang tuanya dan keluarga Edgar?" Tanya Madam Giselle curiga. Sebenarnya Madam Giselle tidak perlu curiga karna cucunya itu memang tertutup tapi Rika adalah kekasihnya, masa sih dia tidak menceritakannya padahal pria itu kelihatan sangat sayang dengan Rika saat di depannya. "Ah.. Aku tidak pernah bertanya.." Ucap Rika ragu lalu ekspresi Madam Giselle berubah sesaat. "Maksudku.. Aku.." Ucapan Rika kali ini terbata-bata parah ketika melihat Madam Giselle menatapnya dengan tajam karena curiga. "Rika sayang.. Aku mau tanya sesuatu tapi kamu bisa jujur kan?" Tanya Madam Giselle yang awalnya curiga lalu kembali normal. "Iya grandma?" Tanya Rika dengan sedikit kaku. "Kamu dan son.. Tidak benar-benar pasangan ya?" Pertanyaan itu sempat membuat Rika membesarkan matanya sedikit dan hanya dengan respon itu tanpa menjawabnya, Madam Giselle sudah tau jawabannya. "Tapi kau menyukainya kan?" Tanya Madam Giselle lalu tersenyum kembali. Senyuman itu adalah senyuman lega dimana wanita tua itu kini tau kebenarannya. "Aku.. Sebenarnya.. Kami.." Ucap Rika terbata-bata lagi. Astaga Rika jadi lupa dengan ajaran pria itu tentang jawaban yang harus diberikan ketika ditanyai. "Maafkan aku steve." Ucap Rika dalam hati karena dia sudah mengacaukan rencana pria itu untuk tidak memberitahukan ini pada siapapun.
"Son.. Juga menyukaimu tenang saja." Ucapan Madam Giselle kembali membuat Rika mengingat kejadian semalam sebelum kecelakaan kecil itu dan kali ini wajahnya memerah. "Coba ceritakan bagaimana kalian bertemu." Ajak Madam Giselle yang kini tersenyum lebar. Tepatnya senyuman bahagia mungkin... Rika pun menceritakan hal yang ingin diketahui Madam Giselle mulai dari dia menjadi pelayan hingga diajak menjadi pasangan begini begitu. Sebenarnya kisah cintanya dengan Steven Oscar masih tidak panjang.. Hanya sekitar 2 bulan dan mereka sudah sampai ke tahap hampir berhubungan intim. HAMPIR... "Sepertinya son memang tertarik bahkan menyukaimu." Ucap Madam Giselle yakin. "Ya?" Tanya Rika yang mulai malu tersipu-sipu. "Pagi ini saat dia bangun yang dia sebut pertama kali adalah apakah Rika baik-baik saja? Hanya itu sayang." Ucap Madam Giselle tampak tersanjung lalu mengisap satu tegukan gelas berisi air yang disediakan Angeline tiap pagi di meja. "Son belum pernah seperti ini dan terlebih lagi dia tidak pernah berniat menyentuh wanita manapun termasuk flo.
"Kau kenal kan Florensia wanita cantik itu?" Cukup nama Flo atau Florensia saja membuat dada Rika sakit. Entah karena apa tapi wanita itu wanita penggoda yah menurut Rika dia penggoda dan hanya menggoda Steve dimana pria manapun tidak bisa melepaskan tatapan mereka dari wanita yang satu ini. "Flo teman dekat Steven?" Tanya Rika dengan nada yang mencoba datar namun gagal. Dia lebih terdengar seperti sedih karena suaranya mendadak menjadi berat. "Kami keluarga Oscar dan keluarga Edgar memiliki satu aliran pekerjaan. Maksudnya pekerjaan kami selalu sejalan seperti apabila tidak ada kami maka distributor di dalam negri tidak akan berjalan dan apabila tidak ada Edgar maka distributor luar negri juga tidak berjalan."
"Keluarga Oscar mengenal keluarga Edgar sebagai saudara sendiri walaupun belum ada hubungan darah apapun dan 5 tahun lalu orang tua kandung Son dan orang tua Andy dan Flo berlibur bersama di Arab Saudi karena katanya ada pengenalan barang baru yang booming. Memang banyak yang menghadiri peluncuran produk baru itu tapi siapa sangka maut selalu ada di sekeliling kita? Mereka berempat ditambah supir jatuh ke jurang karena mobil mendadak rusak rem." Ucap Madam Giselle dengan nada agak kecil dan sedikit terdengar sedih. Madam mengeluarkan serbetnya dan menepuknya di area matanya. "Itu hanya rumor, sebenarnya ada pelaku di balik ini." Sambung Madam Giselle lalu kembali mengisap satu tegukan air putih lagi. "Jadi pelakunya sudah ditemukan?" Tanya Rika sempat merasa terkejut. "Sudah, sudah mati dihajar son begitu dia tiba di sana dan yah.. kau tau anak itu memiliki emosi yang buruk. Dia juga hampir membunuh Jhony kemarin." Ucap Madam Giselle yang kembali tersenyum kecil saat membicarakan pria itu. "Setidaknya.. son masih punya orang tua tiri di Manchester." sambung Madam Giselle, kini wajahnya kembali tersenyum. "orang tua tiri?" tanya Rika sedikit bingung. "Orang yang mengurusi son saat orang tua kandungnya sibuk." jelas Madam Giselle singkat. "oh." gumam Rika singkat lalu kembali teringat Jhony. "Hampir membunuh Jhony? Bukannya ada bodyguard yang mengikutinya?" Tanya Rika bingung. Dimana bodyguard pria itu disaat genting itu?