NovelToon NovelToon
Aku Lelah, Mas!

Aku Lelah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amie.H

Kehidupan yang tidak mudah harus aku jalani. Aku Nisya. wanita usia 29 tahun, seorang Ibu dari 3 orang anak. Awal pernikahan hidup kami baik-baik saja dengan ekonomi yang cukup. namun, setelah tiga tahun menikah dan gaji suami ku jauh lebih besar di banding sebelumnya, ia mulai berubah. Mabuk, judi hingga perselingkuhan mewarnai rumah tangga kami. Bahkan uang bulanan yang biasanya lebih dari cukup itu kini berubah menjadi serpihan kenangan. Ya.. Suamiku, Gani. Kini memberikan nafkah kepada kami dengan asal-asalan, bahkan tak jarang ia justru memberikan makian disaat aku meminta hak kami.
"Kerja kalau mau uang tuh, kerjaannya minta terus. Kamu gak tau kan kalau kerja itu capek, kamu taunya hanya minta saja!" selalu kata itu yang terucap.
Mulai dari situ, hidupku aku rubah. Aku tak ingin lagi berleha-leha. aku ingin merubah hidupku bagaimana pun caranya.
Mari ikuti kisah perjalanan aku mengubah hidupku kali ini😊

Fb : Adivahalwahasanah
Ig : @Adivahasanah
Tt : A.H Hasanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amie.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

"Sabar gimana Pak, bapak denger sendiri kan kalau lelaki itu seolah menyalahkan anak kita pak. Padahal anak kita itu korban, rumah tangga macam apa sebetulnya yang kalian jalani ini. Kamu juga, lelaki macam apa yang masih berlindung di ketiak ibumu! untuk apa kamu menikah kalau hanya untuk menyakiti anak orang lain!" kata Mama.

"Mama... Kita selesaikan semuanya baik-baik Ma, nggak baik bicara seperti itu. Jangan sampai rumah tangga anak kita berantakan karna perkataan Mama!" kata Bapak.

"Pak... Rumah tangga anak kita memang tidak baik-baik saja, bahkan cenderung berantakan karna salah memilih suami. Untuk apa dia menikah kalau hanya untuk disakiti!" kata Mama dengan mata berkaca-kaca.

"Ma.. Gani..."

"Diam! Saya nggak butuh pembelaan kamu! Kami memberikan kamu amanah sebagai suami Nisya bukan untuk kamu sakiti, tapi untuk kamu jaga dan kamu sayangi. Tapi apa? Kamu bahkan nggak bisa membela istri kamu di hadapan keluargamu sendiri, bahkan kamu rela melihat istri kamu menjadi pembantu dihadapan mereka. Kamu membuat anak perempuan saya direndahkan oleh keluarga kamu, Gani! Kamu pikir saya terima? Tidak! Saya mungkin memang miskin dimata kamu, tapi saya bukan orang yang bisa kamu injak-injak. Kamu sudah sekaya emang sampai memperlakukan anak saya seperti itu, bahkan sebelum menikah dengan kamu anak saya dicintai beberapa lelaki yang jauh di atas kamu!" kata Mama yang semakin tak terkendali.

"Ma... Kendalikan diri kamu, Ma!" kata bapak.

"Ada apa ini, Pak?" tanya Syahrul.

"Nggak ada apa-apa, kamu tolong jaga keponakan kamu dulu ya. Mama sama bapak masih ada yang harus dibicarakan sama Mas dan juga Mbakmu" kata bapak yang langsung di angguki oleh Syahrul.

"Ma.. Tolong tenangkan diri kamu, kita nggak bisa membicarakan ini dengan keadaan emosi. Semuanya harus jelas dengan kepala dingin" kata bapak menenangkan Mama setelah kepergian Syahrul.

"Ma... Gani... Gani minta Maaf" kata Mas Gani setelah Mama berhasil ditenangkan oleh bapak, Mama tidak menanggapi. Ia justru menatap Mas Gani terkesan sinis, tak ada wajah keramahan seperti biasanya.

"Gani... Jujur saja, saya kecewa dengan apa yang saya dengar. Sebagai seorang ayah saya kecewa, sebagai seorang lelaki saya juga malu atas apa yang kamu lakukan. Gani... saya tau, mungkin kamu melakukan itu karna dalil 'surga dibawah telapak kaki ibu' benar. Dalil itu tidak salah, surga memang di telapak kaki ibu. Tapi ketika kamu sudah menikah maka kunci surgamu adalah istrimu. Bagaimana pun pedulinya kamu, berbaktinya kamu pada ibumu tapi kalau cara kamu salah dan justru menyakiti hati istrimu. Surga pun Haram hukumnya untukmu, bahkan doa ibumu pun tak lagi berpengaruh padamu jika istrimu sudah bersimpuh dihadapan Allah SWT atas apa yang kamu lakukan. Satu tetes air mata istrimu, sama dengan laknat Allah SWT." kata Bapak membuat Mas Gani menundukkan kepala.

"Tapi kata ibu... Walaupun aku sudah menikah surgaku tetap ibu, apapun yang ibu katakan adalah perintah walaupun itu meminta aku menceraikan Nisya. Aku nggak mau pak kalau sampai ibu mengeluarkan kalimat itu, aku sangat mencintai istriku" kata Gani.

"Ini lah kendalanya Gan.. Sebagai orangtua seharusnya tidak berkata hal yang tidak baik untuk anak-anaknya, dan sebagai anak kita pun harus bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk yang harus kita ikuti. Menurut kamu kalau sampai ibumu berkata seperti itu apakah itu baik? Kamu bisa menilai Gan.. Kamu harus bisa bersikap bijak, tidak semua perkataan orangtua itu benar dah wajib diikuti. Masalah surga atau neraka itu urusan Allah, tugas kita adalah menjadi suami dan anak yang baik bagi keduanya" kata bapak membuat Mas Gani terdiam.

"Dengarkan Gan! Apa selama hidup kamu nggak pernah mendapatkan pendidikan agama? Kenapa kamu berani menikah dan memimpin rumah tangga jika tidak tau dasar hukumnya?" kata Mama.

"Maaf Ma, Pak. Gani benar-benar nggak tau soal itu, Gani memang mengaji tapi itu dulu saat Gani masih kecil makanya Gani ngga begitu faham dengan hal-hal semacam itu" Kata Mas Gani membuat Mama memutar bola mata malas.

"Mulai sekarang bapak minta kamu untuk lebih mengenal lagi hukum-hukum pernikahan, bapak bukan mau menggurui kamu tapi bapak ingin rumah tangga kalian sakinah, mawadah dan warahmah. Kamu nggak mau kan apa yang sudah kamu bangun jadi sia-sia karna hal sepele?" kata bapak yang langsung mendapat gelengan kepala dari Mas Gani.

"Nggak mau Pak" jawabnya.

"Kalau begitu, mulai sekarang belajarlah. Belajar untuk tidak menelan mentah-mentah apa yang dikatakan oleh orang lain selain istrimu. Belajar untuk memuliakan istri, bukan untuk orang lain tapi untuk dirimu sendiri!" kata bapak dengan bijak. Mas Gani menganggukkan kepala sebagai jawaban.

"jangan angguk-angguk doang, lakuin apa yang bapak bilang! Jangan jadi pengecut, kalau nggak Mama pastikan kamu kehilangan anak dan istri kamu!" kata Mama.

"Astagfirullah Ma... Barusan bapak bilangin Gani, kenapa sekarang Mama yang ngomong kaya gitu. Sudah cukup, kita anggap masalah ini selesai. Kalian bisa bicarakan lagi berdua, semoga selesai secara baik-baik!" kata bapak yang pada akhirnya meninggalkan kami berdua.

"Nis... Kamu mau kan maafin aku?" tanya Mas Gani. Aku membuang wajah.

"Maaf? Berapa kali aku sudah memaafkan kamu Mas? Kesalahan mana yang nggak aku maafkan? Sekarang kamu kembali mengucap maaf? Apa kamu fikir segampang itu memaafkan?" kataku membuat Mas Gani terdiam.

"Aku emang salah Nis, tapi aku janji akan memperbaiki diri seperti apa yang bapak bilang.. Aku..."

"Alaahh nanti saat kamu melihat ibumu menangis air mata buaya juga kamu luluh seperti biasanya, aku nggak akan tertipu lagi sama kamu Mas. Kalau kamu memang serius mau berubah, tunjukkan saja. Aku nggak akan meminta lebih, aku hanya minta jangan pernah memasukkan keluarga kamu lagi kedalam rumah kita!" kata ku yang lalu meninggalkan Mas Gani masuk kedalam kamar.

Aku termenung, rumah tangga ini sama sekali tidak berjalan dengan baik seolah-olah semua keburukannya di perlihatkan oleh Allah Swt.

"Bun... Bundaa... Ini kakak, kakak boleh masuk?" pintu terketuk, Adila membuka pintu dan hanya memperlihatkan wajahnya.

"Kenapa kak?" tanyaku.

"Bunda kata Om nanti sore kakak di ajak keluar, apa boleh?" tanya Adila.

"Mau kemana emang?" tanyaku.

"Katanya mau ke supermarket yang besar banget, ada playgroundnya. Sama Ante juga sama Om Sigra juga" kata Adila.

"Oh yaudah kalau begitu, boleh kok. Tapi Adila nggak boleh nakal ya, nurut sama Om nya dan nggak boleh minta macem-macem. Oke?" kataku yang langsung di angguki oleh Adila.

"Iya bunda... Kakak nggak akan minta macem-macem kok, kata Ante nanti kita juga akan makan malem diluar. Jadi, nanti kakak nggak makan dirumah sama bunda" kata Adila.

"Iya... Udah nggak apa-apa kok, yang penting Adila jangan nakal." kataku membuat senyum Adila mengembang sempurna.

Bersambungg..

****

Gimana episode kali ini? Kalau ada yang kurang boleh kritik ya? Kasih saran juga episode selanjutnya harus kaya gimana boar author juga nggak kehabisan ide😇

1
Jetva
perasaan lia baru masuk SMA..koq udah kuliah..??
AH. HASANAH
Kuat ya kak💪🙏
Jetva
papaq hanya 3 bln melihat cucunya ...beliau meninggalkan dunia ini saat anakq berusia 3 bln....klo mamaq lebih lama..hingga anakq lulus SMA...
AH. HASANAH
Kalau langsung, tamat dong ceritanya kak hehehe😄
falea sezi
cerai sat sset 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!