cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tawaran
Setelah beberapa menit kemudian Bu Nina selaku guru BK akhirnya memberikan izin untuk Arofik mengikuti pelajaran di kelas dan meminta maaf kepada Dimas Anggara untuk segala ucapannya.
" Maaf ya pak Dimas saya tidak tau kalau bapak yang menabrak kakak dari Arofik dan maaf atas ucapan saya yang lancang itu maaf" ucap Bu Nina sambil menundukkan kepalanya
" Iya Bu tidak apa-apa yang penting Arofik bisa kembali belajar di kelas bersama teman-temannya" ucap Dimas Anggara sambil menatap Bu Nina
" Saya permisi dulu Bu masih ada pekerjaan yang menunggu saya," ucap Dimas sambil beranjak dari duduknya
" Iya pak silahkan," ucap Bu Nina yang mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Setelah keluar dari ruangan BK Dimas Anggara mengantarkan Arofik ke kelas tempat Arofik menuntut ilmu.
Tok.... Tok... Tokk...
" Permisi Bu" ucap Dimas sambil tersenyum
" Iya pak silahkan masuk" ucap Bu arofah selaku guru wali kelas 2B
" Saya hanya hanya ingin mengantarkan Arofik Bu" ucap Dimas Anggara
" Oh mari silahkan masuk Arofik, silahkan duduk di bangku mu" ucap Bu arofah sambil tersenyum menatap Arofik
" Tunggu sebentar dek" ucap Dimas sambil memegang tangan Arofik
" Ada apa om??" tanya Arofik sambil menatap Dimas
" Sini kamu tadi kan belum dapat uang saku dari kak Azizah jadi ini om Dimas kasih buat jajan" ucap Dimas sambil mengulurkan uang 50 ribu ke arah Arofik
" Banyak banget om aku biasanya bawa uang cukup 5 ribu saja" ucap Arofik dengan mata melotot melihat uang 50 ribu yang di berikan Dimas
" Sudah gak apa-apa om gak ada uang kecil lagi cuma itu uang terkecil di dampet om" ucap Dimas sambil tersenyum
" Ya sudah nanti kembaliannya aku kasih ke om Dimas lagi ya?" ucap Arofik sambil menatap Dimas
" Iya terserah kamu saja dek, nanti pulang sekolah om Dimas jemput atau gak nanti temen om Dimas yang jemput namanya om Hendra ya" ucap Dimas sambil tersenyum menatap Arofik
" Iya om makasih, aku masuk dulu" ucap Arofik sambil mencium punggung tangan Dimas Anggara
Sedangkan Dimas yang mendapat perlakuan seperti itu hanya diam membisu sebab baru kali ini ada yang berjabat tangan dengannya dengan cara seperti itu.
" Hemm jadi gini rasanya punya adek seru juga" gumam Dimas sambil tersenyum menatap punggung tangannya
" Saya permisi dulu di asalamualaikum " ucap Dimas Anggara sambil tersenyum ke arah Bu arofah
" Silahkan pak" ucap Bu arofah sambil tersenyum
Setelah kepergian Dimas Anggara pelajaran pun di mulai.
...****************...
Di rumah sakit Harapan Bangsa tempat Azizah di rawat kini Azizah tengah belajar berjalan dengan berpegangan tiang infus untuk menopang tubuhnya.
" Aduh kenapa sakit sekali sih buat jalan, kalau gak bisa buat jalan gimana caranya aku jualan lagi?" Gumam Azizah sambil sedikit meringis menahan rasa sakit di bagian lututnya
" Ayo semangat Azizah sedikit lagi sampai sofa jangan manja kamu semangat biar bisa jalan dan segera pulang dari sini" ucap Azizah dengan semangat
Tok.... Tok.... Tok ....
"Duuh siapa sih yang datang, sebentar ya" ucap Azizah sambil memulai belajar berjalan lagi menuju pintu
Ceklek...
Setelah pintu kamar di buka terlihatlah seorang wanita paruh baya yang masih cantik dan berpakaian modis sedang tersenyum ke arahnya.
" Hai zizah" ucap mama Casandra sambil tersenyum menatap Azizah
" Hai Tante silahkan masuk" ucap Azizah sambil menggeser posisinya
" Loh kamu kok berjalan pakai tiang infus?" tanya mama Casandra dengan mengerutkan keningnya
" Heheh iya Tante aku bosen duduk dan tiduran terus mangkanya aku coba belajar jalan, berhubung di sini hanya ada tiang infus ini yang bisa saya buat tongkat yang bisa jadi pegangan ya sudah saya pakai ini Tante" ucap Azizah sambil tersenyum malu-malu
" Oh gitu ya sudah nanti Dimas kalau kesini biar di bawakan Kruk saja buat kamu belajar jalan" ucap mama Casandra
" Eh gak usah Tante nanti malah ngrepotin" ucap Azizah
" Tidak ngrepotin sama sekali, oh ya Tante kesini ada perlu sama kamu" ucap mama Casandra dengan serius
" Ada apa ya Tante, kalau soal uang rawat saya... Saya janji nanti akan zizah ganti Tante tapi nyicil dulu ya Tante " ucap Azizah dengan tersenyum kikuk
" Bukan Azizah, saya mau ngajakin kamu kerja sama" ucap mama Casandra sambil menatap wajah Azizah
" Kerja sama apa Tante, saya hanya lulusan SMP Tante pengalaman kerja saya hanya jualan cilok saja" ucap Azizah
" Haiiisss kamu ini saya belum selesai ngomong sudah kamu sambar dulu" ucap mama Casandra sambil mencubit pipi Azizah
" Hehe maaf Tante" ucap Azizah sambil nyengir kuda
" Gini saya mau kamu jadi istri kontrak Dimas anak Tante" ucap mama Casandra
" Apa Tante? Tante gak salah ngomong kan?" tanya Azizah dengan mata melotot
" Gak kok Azizah Tante serius" ucap mama Casandra sambil menatap wajah Azizah
" Tante gak kesambet setan penunggu rumah sakit ini kan tan?" ucap Azizah sambil menyentuh kening mama Casandra
" Hiiss Tante serius Azizah Tante takut Dimas jadi bujang lapuk"ucap mama Casandra
" Hahahhaha aaa" Azizah yang mendengar ucapan mama Casandra tak kuasa menahan tawa
" Kamu gak apa-apa kan zizah?" Tanya mama Casandra karena tiba-tiba saja Azizah tertawa lepas kayak gitu
" Maaf Tante ahahaha tapi Tante lucu hahaa" ucap Azizah di sela-sela tertawa
" Lucu gimana?? Tante ini bukan badut, Tante juga tidak sedang melawak kenapa kamu tertawa Sampek kayak gini" ucap mama Casandra dengan mengerutkan keningnya
" Gini loh Tante Casandra yang cantik anak Tante mas Dimas itu kan ganteng ya kerjaannya juga sudah mapan masa gak ada cewek 1 pun yang suka sama mas Dimas" ucap Azizah sambil menatap mama Casandra
" Hiiiisss bukan gitu cewek yang naksir Dimas banyak tapi Dimas nya saja yang gak mau, dia selalu menghindar dari cewek-cewek cantik yang saya kenalin ke dia saya takut Dimas jadi bujang lapuk kalau gak segera nikah" ucap mama Casandra sambil memegang tangan Azizah
" Terus kalau sama cewek lain yang cantik dan modis saja mas Dimas gak mau apalagi sama cewek dekil kayak saya Tante, sudah dekil, miskin, yatim piatu, penjual cilok lagi aku sih yakin mas Dimas gak akan mau sama saya nengok saja gak akan Tante saya jamin" ucap Azizah
" Itukan menurut kamu tapi Tante lihat Dimas tertarik sama kamu, buktinya dia care banget sama kamu sampai bela-belain nungguin kamu di rumah sakit ini biasanya Dimas kalau ada pertemuan sama cewek lain Hendra lah yang di tunjuk sebagai penggantinya" ucap mama Casandra
" Mungkin karena mas Dimas merasa bersalah saja sama saya Tante dan itu semua hanya bentuk tanggung jawab dia karena nabrak saya itu saja Tante" ucap Azizah sambil menatap wajah cantik mama Casandra
" Pokoknya Tante tetap mau kamu jadi istri Dimas kalau kamu keberatan setidaknya kamu nikah kontrak dulu sama Dimas nanti kalau kalian ternyata saling cinta ya sudah kontraknya di buang saja" ucap mama Casandra dengan mengulurkan map berisi kontrak nikah antara Dimas Anggara dan Azizah.
**** Hai kakak-kakak semoga selalu sehat ya makasih udah mau baca ceritaku jangan lupa tanda kasihnya dan rangkaian bunganya makasih***