Aku adalah seorang gadis yang pantang menyerah sebelum berperang. Bahkan, saat berperang sebelum pun aku tidak akan mundur sebelum aku benar-benar kalah.
Ini kisahku, aku berusaha mengejar cinta seorang rektor muda yang sangat pintar. Jalan yang aku tempun untuk mendapatkan hati pak rektor tidak lah mudah. Penuh tantangan dan penuh jurang yang sulit untuk aku lewati.
Bisakah aku mendapatkan hati rektor tampan yang aku kejar. Apakah aku berhasil menjadi kekasih rektor tampan atau aku malah kalah dalam perjuanganku kali ini. Ayo ikuti kisahku, agar kalian tahu bagaimana jalan yang aku tempuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesan mama
Selesai makan malam, pak Rama dan Salsa bermain ditaman. Mereka menikmati udara malam ditaman samping rumah. Mereka terlihat bahagia, terutama Salsa. Ia tertawa lepas sambil bercanda bersama pak Rama. Tapi, seperti biasanya pak Rama, ia tidak pernah tertawa lepas. Ia hanya tersenyum sedikit saja. Walau sedang bercanda dengan hal yang lucu.
Aku menikmati jadi penonton dijendela kamarku. Ada rasa cemburu menghampiri hatiku, namun tidak bisa aku ungkapkan. Karna aku tidak lebih dari, bukan siapa-siapanya pak Rama. Walaupun tertulis jelas, kalau aku adalah istri sah dari segi agama maupun negara.
"Kamu kenapa tidak ikut ketaman sekalian Nia."
Suara itu membuat aku sangat amat kaget. Aku menoleh kearah asal suara itu, suara itu datangnya dari pintu masuk kamar kami. Aku melihat, didepan pintu kamar, mama berdiri tegak.
"Eh, mama, aku gak mood untuk main ketaman saat malam ma," ucapku berusaha menenagkan hatiku.
Aku berusaha sekuat mungkin untuk bersikap baik-baik saja didepan mama. Agar mama tidak curiga dengan hatiku yang sakit akibat cemburu.
Mama terus berjalan masuk kekamar kami. Ia mendekati aku yang masih berada didepan jendela kamar kami. Mama melihat kearah luar jendela.
"Salsa adalah keponakan papa Rama. Jadinya, Rama dan Salsa adalah saudara dekat. Karna papa Salsa dan papa Rama adalah saudara kandung," kata mama menjelaskan padaku.
"Mama sebenarnya kurang suka sama Salsa. Anak itu terlalu dimanjakan oleh orang tuanya. Sehingga semua keinginannya harus ia dapatkan, karna sudah biasa dituruti sejak kecil oleh orang tuanya."
Mama menjelaskan siapa Salsa padaku. Baru aku tahu, siapa Salsa sebenarnya. Mungkin, kalau bukan saudara, Salsa akan meminta dinikahkan dengan pak Rama.
"Pantas saja, ia terlihat sangat dekat dengan pak Rama," kataku pelan.
"Bukan hanya dekat Nia, Salsa juga pernah minta dinikahkan dengan Rama. Tapi, karna mereka punya hubungan darah. Papa Rama menolak. Tapi kami juga tidak bisa terlalu berkeras sama anak itu. Karna ia punya penyakit, jika ia terlalu ditekan. Maka sakitnya akan kambuh," kata mama menjelaskan panjang lebar padaku.
"Sakit apa ma?"
"Salsa memiliki kelainan diotaknya. Yang bisa dikatakan seperti kanker," kata mama.
Aku terdiam, jadi itu sebabnya pak Rama sangat memperhatikan dia. Karna ia punya penyakit ganas ternyata.
Mama pun meninggalkan kamar kami setelah bercerita sedikit tentang siapa Salsa. Mama juga memperingati aku supaya hati-hati dengan gadis itu. Dan mama meminta aku sebisa mungkin menghindar dari gadis itu.
Aku tidak mengerti sama pesan yang mama sampaikan. Karna, saat aku bertanya, mama tidak memberikan aku penjelasan. Ia hanya memperingati aku, lalu pergi begitu saja.
Tapi apa yang mama katakan itu ada benarnya. Lebih baik aku tidak mencari masalah dengan orang yang belum aku ketahui sifat dan keseluruhan tingkah lakunya.
Aku tidak melanjutkan tontonan yang membuat sakit hati itu. Aku menutup gorden jendela, lalu menghampiri meja belajarku. Aku utak-atik ponselku sambil melihat adakah pesan yang masuk.
Saat aku buka, benar saja, begitu banyak pesan masuk yang dikirim oleh pak Rico. Salah satunya adalah, pak Rico ingin aku belajar bersamanya besok ditaman kampus. Karna tugas yang aku kerjakan dimata pelajarannya pak Rico banyak yang salah.
Aku tahu, ini hanyalah alasn pak Rico saja. Karna aku tahu, apa yang aku kerjakan tidak mungkin salah. Masih banyak anak lain yang dapat nilai rendah dari aku. Tapi pak Rico tidak menawarkan bantuan pelajaran pada mereka.
coba pameran nya orang blasteran belanda indonesia
jd cewek kalem napa,jngn terlalu agresif