NovelToon NovelToon
Rindu Terlarang Pada Bosku (Bos Adalah Mantan Guruku)

Rindu Terlarang Pada Bosku (Bos Adalah Mantan Guruku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: winda siregar

Aleena Keisha(24), desainer interior KALA JIVA Singapura. Kemenangan lomba desain hotel Bandung membawanya promosi ke Jakarta, kota yang menyimpan luka masa lalunya.

Hari pertama kerja, ia menabrak pintu kaca lobi. CEO KALA JIVA, Keanu Zayn Malik(30) terpaku. Gadis itu adalah Aleena, murid olimpiade matematika yang 7 tahun lalu pernah ia bimbing dan hilang kontak.

Gosip guru-murid dulu telah menghancurkan beasiswa Aleena. Zayn memberontak orang tuanya dan membangun KALA JIVA dari nol. Kini takdir mempertemukan mereka sebagai Bos dan Bawahan. Aleena tak mengenalinya sama sekali, malah mengira Zayn sudah beristri dan punya anak. Mampukah Zayn meluruskan semuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RTPB - 3

"IBU! Bu jangan tinggalin Aleena!"

Aleena berlari sambil menangis dengan seragam sekolah yang hampir saja basah kena hujan menuju kamar ibunya di ujung lorong kelas tiga.

Ibu Aleena terbaring lemas di dalam kamar. Napasnya sesak tapi kesadarannya masih ada. Selang oksigen sudah terpasang.

"Bu..." Aleena berlutut, menggenggam tangan ibunya yang kasar karena adonan kue.

"Ale... Ibu bikin susah kamu lagi..." bisik Ibunya lirih.

"Jangan ngomong gitu, Bu. Aleena gak apa-apa," Aleena menahan isak.

Di luar ruangan Zayn berdiri terpaku. Botol minum Neneknya masih di tangannya.

Perawat datang menghampiri Aleena dan Ibunya.

"Keluarga Ibu Rina?" Panggil perawat sambil membawa obat - obatan.

"Saya anaknya Sus" jawab Aleena sambil berdiri.

"Ibu butuh nebu dan beberapa obat tambahan yang gak di cover. Biayanya sekitar delapan ratus ribu. Besok pagi baru dokter visit kembali" ucap perawat itu.

Delapan ratus ribu.

"Kami kan pasien BPJS Sus?" protes Aleena.

"Obat yang ini tidak di cover" jawab Perawat.

Ya Tuhaaan... teriak Aleena dalam hati.

Tabungan Aleena hanya tinggal dua juta seratus ribu, kalau bayar obat Ibu sekarang hanya bisa bertahan dua hari saja.

Aleena menggigit bibir sambil terus berfikir.

"Saya akan bayar Sus. Tolong jangan tunda obatnya ya"

Perawat itu mengangguk, tatapannya Iba. Melihat keadaan Aleena dan Ibunya wanita itu tau kemampuan mereka. Perawar menyuntikkan obat ke selang infus Ibu Aleena.

Aleena keluar dari kamar Ibunya. Dia tidak ingin Ibunya sedih melihatnya menangis. Dia bersandar di dinding menutup wajahnya. Sangat lelah sekali rasanya saat ini.

Air matanya perlahan jatuh dan semakin deras.

"Kenapa kamu menangis?"

Suara berat yang familiar membuat Aleena tersentak.

Zayn memegang tumbler berisi minum Neneknya. Wajahnya tidak dingin seperti di sekolah.

"Bapak ngapain di sini?" tanya Aleena sambil mengusap air matanya dengan cepat.

Aleena sangar malu dilihat gurunya seperti ini.

"Nenek saya dirawat di sini. Saya lihat kamu dari tadi" jawab Zayn pelan.

Tepat saat itu, kursi roda Nenek Zayn datang didorong seorang perawat. Zayn langsung menghampiri Neneknya.

"Nenek... Maaf aku datang terlambat. Nenek gak kehujanan kan?" tanya Zayn khawatir tapi lega karena pakaian Neneknya tidak basah.

"Loh ini Nenek ini Neneknya Pak Keanu?" Tanya Aleena terkejut.

"Zayn. Dia tadi yang nolongin Nenek di taman. Kalau bukan karena pertolongannya Nenek sekarang pasti sudah basah kuyup" ucap Nenek.

Nenek menatap name tag Aleena.

"Aleena Keisha... dari SMA Harapan Bangsa? Kamu murid di sekolah cucu saya?"

Aleena menatap Zayn dan Neneknya bergantian.

"Iya Nek" jawab Aleena sopan.

"Terima kasih ya Nak. Kalau tidak ada kamu, Nenek pasti sudah basah kena hujan" Nenek menggenggam tangan Aleena yang dingin.

Nenek lalu melirik ke kamar Ibu Aleena, dia mengerti sesuatu yang sedang terjadi pada Aleena.

"Zayn, apa yang sakit itu Ibu dari anak yang menolong Nenek tadi?" Nenek berbisik kepada Zayn dan disambut dengan anggukan.

Nenek membuka tas kecilnya, mengeluarkan beberapa lembar uang lima puluh ribuan yang diikat. Uang pensiunan yang selalu dia bawa.

"Ini Na, pakai buat beli obat dan kebutuhan Ibu kamu. Anggap saja hadiah karena sudah menyelamatkan Nenek. Nenek ikhlas" ucap Nenek sambil menyelipkan ke tangan Aleena.

"Nek jangan! Saya tidak bisa terima..." Aleena menolak panik.

"Anak cantik terimalah. Nenek benar-benar ingin memberi kamu hadiah" bujuk Nenek.

Zayn menatap Aleena.

"Terima Keisha. Ini bukan dari saya tapi dari Nenek saya. Kamu tidak berutang pada saya"

Akhirnya dengan air mata, Aleena menerima uang itu. Satu ikat uang lima puluh ribu, berarti lima juta. Uangnya sudah lebih dari cukup.

"Nek, ini banyak sekali" Aleena berusaha menolak kembali.

"Tidak apa, kamu bisa pergunakan selama Ibu kamu dirawat di sini" sahut Nenek.

"Terima kasih Nek... Terima kasih Pak..." isak Aleena.

Malam itu Aleena langsung menebus obat Ibunya. Dan napas Ibunya mulai membaik.

Aleena duduk di kursi tunggu depan kamar kelas tiga masih dengan seragam sekolahnya. Di sebelahnya, Zayn duduk diam menemani membelikan teh hangat.

"Kenapa Bapak belum pulang?" tanya Aleena pelan.

"Nenek saya sudah tidur. Ada perawat yang jaga. Saya di sini karena kamu saya masih di sini" jawab Zayn datar.

"Ini pakai jaket saya, kamu pasti kedinginan" Zayn memberikan jaketnya kepada Aleena.

"Te... terima kasih Pak."

Aleena memakai jaket Zayn, rasanya hangat sekali.

"Pak... apakah Bapak akan tetap memanggil saya Keisha terus?" tanya Aleena pelan.

Zayn menoleh, menatap mata Aleena yang sembab.

"Iya tetap Keisha," jawabnya singkat.

"Karena nama Keisha itu cantik kalau kamu yang pakai" lanjutnya.

Jantung Aleena berdegup kencang.

Hujan di luar masih turun, perut Aleena tiba-tiba berbunyi keras.

Krucuuk...

Aleena langsung menunduk malu sambil memegang perutnya sendiri. Sejak pagi dia memang belum makan. Aleena memang sedang menghemat ditambah tadi dia panik dengan keadaan Ibunya jadi lupa makan.

Zayn mendengar dan menghela napas, lalu berdiri.

"Tunggu di sini. Jangan kemana-mana" perintahnya.

Lima belas menit kemudian, Zayn kembali dengan dua bungkus nasi. Aroma rendang dan gulai ayam langsung menyebar dan menusuk penciuman Aleena dan perutnya semakin terasa lapar.

"Nasi bungkus Rumah Makan Padang di depan rumah sakit. Makan lah" ucap Zayn sambil menyodorkan bungkusan ke Aleena.

"Pa... Pak" Aleena merasa sungkan menerimanya. Dia melirik bungkusan yang Zayn berikan. Ada dua bungkus nasi padang.

"Banyak sekali, Pak" ucap Aleena.

"Kamu bisa makan bersama Ibu kamu," jawab Zayn.

Mata Aleena bersinar karena membayangkan Ibunya pasti senang makan nasi bungkus ini. Ibu dan Aleena paling suka nasi padang.

"Kamu lapar kan, Bapak yakin kamu belum makan dari siang tadi. Sudah, balik ke ruangan Ibu kamu dan makan" perintah Zayn.

"Baik Pak, sekali lagi terima kasih" ucap Aleena tulus.

Aleena bergegas menuju kamar rawat inap Ibunya dengan membawa dua bungkus nasi padang. Napas Ibunya sudah normal kembali.

"Kamu bawa apa, Al? Wangi sekali?" tanya Ibu Aleena.

"Nasi padang Bu, kesukaan Ibu" jawab Aleena sambil tersenyum.

"Kamu jangan terlalu boros Al, nanti tabungan kamu habis" Ibunya terlihat khawatir dan merasa bersalah.

"Ibu jangan khawatir, ini dibelikan guruku. Kebetulan sekali Nenek beliau juga sakit dan sedang dirawat di Rumah Sakit ini. Jadi Bapak itu tadi yang membelikan kita nasi bungkus ini. Ayo kita makan Bu" ajak Aleena.

"Kongsi aja Al, satu bungkus lagi buat sarapan besok. Lumayan kitabbisa menghemat" ucap Ibu Aleena.

"Ah benar juga ya Bu. Ya udah aku simpan yang satunya buat sarapan kita besok pagi"

Aleena langsung meletakkan nasi bungkus yang satu lagi di atas nakas di samping tempat tidur Ibunya.

Tanpa mereka sadari ternyata Zayn menyaksikan semua itu dari luar kamar. Hatinya sangat teriris melihat kejadian itu.

Bagaimana bisa mereka berbagi nasi bungkus dan menyimpan nasi bungkus yang satu lagi buat sarapan besok pagi. Apakah tidak basi?

Ingin sekali rasanya Zayn masuk ke dalam dan melarang mereka agar jangan menyimpan nasi bungkus yang satunya. Lebih baik nasi bungkus itu dimakan malam ini juga.

Tapi Zayn sadar, dia terlalu jauh ikut campur dalam hidup siswinya. Lagi pula harga diri Aleena pasti tersentil. Zayn khawatir Aleena akan tersinggung karena Zayn mengetahui keadaan keluarganya.

Zayn mengepalkan tangannya karena geram melihat kesulitan hidup yang Aleena jalani. Seandainya dia bisa membantu lebih banyak pasti akan dia lakukan.

.

.

BERSAMBUNG

1
Eva Karmita
kalau memang cinta dan sayang harusnya kamu perjuangkan Zayn bukan hanya menambah luka untuk Ale 💔🥺 , kalau memang kamu sudah berkeluarga jauhi Ale jgn kamu suka berbohong Zayn... kasihan Ale selalu diingatkan dgn masa lalu nya 💔 , ayo Ale move on dari Zayn kalau kamu sadar kamu bagai langit dan bumi Ale 🥺 jauhi pak Zayn
Deswita
terimakasih up nya Thor 🙏
🥺🥺🥺🥺 sesulit itu untuk mereka meraih bahagia 💪💪💪💪
Nabila hasir
KK author tak sabar flashback crita Zayn bisa nikah waktu Aleena berangkat ke singapore
Nabila hasir
ahhhh🥺🥺🥺 sedih .
Nabila hasir
masih penasaran dan kepo ma Zayn dng pernikahannya.
kenapa masih mencuri lihat ke Keisha aleena
Nabila hasir
jalan di bandung semoga Aleena kenalan ma cowok ya Kaka author
Nabila hasir
Aleena gak inget ma wajahnya pak keanu yaa.
sdah pangling Aleena ma Zayn Keanu.
Eva Karmita
otor kasih pendatang baru dong cowok yang cool berani ngejar Ale..., mau tau seperti apa reaksi Zayn melihat Ale dekat sama cowok yang ngejar alee
Deswita
terimakasih up nya Thor
ikutan sedih dengan kisah kalian,semoga cepat bersama Pak KEANU dan KEISHA 💪
Deswita
terimakasih up nya Thor 🥰
akhirnya pak Keanu memanggil KEISHA Nama panggilan sayang terucap juga💃💃💃💃
Nabila hasir
ahhh masih penasaran kenapa Zayn bisa menikah Sampek punya anak.sedangkan hati masih mikirin Aleena.
kasihan ma Aleena hatinya tertahan 6 THN yg lalu ma Zayn keanu
Nabila hasir
zyandra anaknya Zayn.
tapi penasaran ma hidup Zayn 6 THN yg lalu kenapa Sampek bisa dan menikah .mana manggil sayang lagi pas di bandara.tapi sekarang hatinya katanya masih memikirkan Aleena.
tambah kepo ma penasaran baca lanjutannya
Nabila hasir
masih penasaran ma pak zayn
Nabila hasir
kenapa kamu nyari Alena Zayn?
bukannya kamu sdah nikah yaaa
Wanda
semangat kak, aku tunggu tiap saat pokoknya, 🌹🌹
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🏻🥰
Eva Karmita
Andai kamu tau Ale orang yang selama ini kamu kagumi adalah mantan guru yg kamu cintai apa yg bakal kamu lakukan Ale ... berhenti atau terus lanjut bekerja di perusahaan itu .. semangat ya Ale jgn terkurung di masa lalu tapi teruslah melangkah maju demi masa depan...buka lembaran baru move on dari masa kelam melangkah untuk kehidupan yang lebih baik, buka hatimu jgn memikirkan mantan guru yang sudah bahagia dgn wanita pilihan keluarga nya laki" seperti itu tidak pantas kamu cintai ibarat kata dia langit kamu bumi tidak akan pernah bisa bersatu apalagi pak guru tidak ada pendirian yg masih bernaung di ketiak orang tua nya
yumi chan
thor bt ale bisa mut on dr zaey thor..dn bt zaey tdk bisa mlpkn ale lg..
Deswita
terimakasih up nya Thor 🙏
💃💃💃 liburan diBandung Allena 💪
Eva Karmita
otor please jgn buat Al seperti kecintaan sama Zayn... Ale jgn baper ya , ingat Ale perjuangan mu sampai di titik ini ngk usah ingat mantan guru mu fokus ke masa depan aja Ale
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!