NovelToon NovelToon
Sepuluh Ribu Kematian Abadi

Sepuluh Ribu Kematian Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: ViNZ idk

Di Sekte Lembah Giok Hitam, menjadi "Murid Teladan" bukanlah kehormatan, melainkan vonis mati sebagai tumbal perpanjangan umur sang tetua.

Di malam sebelum darahnya dikuras habis di atas altar, Gu Yuan, seorang murid luar tanpa latar belakang, tak sengaja membangkitkan artefak peninggalan ayahnya: Kaca Kematian Awal (Yuan Sha Jing).

Setiap kali niat membunuh mengarah padanya, cermin kuno itu membekukan waktu dan memaksanya mati dalam ribuan cabang simulasi. Ia merasakan lehernya ditebas, meridiannya meledak, dan racun membakar jantungnya berulang kali, semua demi satu hal yakni menemukan satu-satunya jalan keluar hidup-hidup.

"Jika takdir menyuruhku mati sepuluh ribu kali, maka aku akan bangkit sepuluh ribu satu kali untuk memenggal takdir itu sendiri."

Bagi Gu Yuan, kematian bukan akhir, melainkan peta menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ViNZ idk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 031 - Demam Rendaman Obat Tulang

Malam merayap turun dengan keheningan yang dingin dan mencekam di seluruh kompleks Sekte Lembah Giok Hitam. Dari balik celah dinding papan kayu dapur yang lapuk dan dipenuhi sarang laba-laba, hembusan angin malam meniup kabut belerang masuk ke halaman belakang, menurunkan suhu udara hingga mendekati titik beku air.

Namun di dalam bak kayu air limbah cucian obat, tubuh Gu Yuan justru membara seperti tungku peleburan logam pandai besi yang mendidih liar.

Pil Penempa Raga kelas fana yang ia telan tadi mulai melepaskan seluruh sari pati obatnya secara penuh di dalam rongga lambungnya. Pada saat yang sama, air limbah di sekelilingnya yang kaya akan endapan belerang tambang, sari daun pahit beracun, dan sisa perasan akar tanaman penguat darah meresap masuk menembus jutaan pori-pori kulitnya yang terbuka lebar oleh sengatan hawa panas pil.

Kombinasi antara energi herbal murni di dalam tubuh dan rangsangan mineral keras dari luar memicu benturan tenaga spiritual yang sangat dahsyat di dalam struktur tulang Gu Yuan.

Demam panas yang luar biasa tinggi seketika membakar seluruh persendian tubuhnya. Keningnya terasa panas membara seperti disentuh lempengan tembaga mendidih, darahnya mengalir deras di dalam pembuluh nadi dengan kecepatan dua kali lipat dari biasanya, dan rongga kepalanya berdenyut-denyut nyeri seolah hendak meledak oleh tekanan darah.

Namun rasa sakit yang paling mengerikan dan menguji ketahanan jiwanya terjadi di dalam struktur tulangnya sendiri.

Kepadatan tulang manusia pada Ranah Pemurnian Raga lapis ketiga baru mencapai tahap Tulang Kayu Keras—cukup kuat untuk menahan benturan pukulan fana biasa, namun masih sangat rapuh jika berhadapan dengan senjata tajam, ayunan pedang berbobot berat, atau tekanan tenaga Qi spiritual kultivator. Untuk menembus lapis kelima: Tulang Besi Sejati, sumsum tulang harus memuntahkan seluruh kotoran fana dan memadatkan kembali jaringan kalsiumnya hingga sepadat batuan bijih besi hitam tambang.

Rasa sakit dari proses pemadatan tulang itu terasa seperti ribuan jarum tembaga membara yang ditusukkan serentak ke dalam sumsum tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang paha Gu Yuan.

Tulang-tulang iganya yang sempat retak akibat benturan simulasi cermin pagi tadi berderak halus di bawah kulit dadanya. Jaringan tulang yang retak itu mengalami proses peleburan mikro sebelum menyatu kembali dalam kerapatan kristal tulang yang jauh lebih padat, liat, dan kokoh. Kotoran fana berwarna kehitaman mulai dipaksa keluar dari dalam pori-pori tulangnya, merembes menembus lapisan daging dan kulit seperti cairan lumpur berbau anyir. Setiap kali detak jantungnya berdenyut, gelombang nyeri yang menyengat merambat ke seluruh urat syarafnya, memicu kejang otot tak terkendali di kedua lengannya.

Gu Yuan menyambar sepotong balok kayu arang basah dari celah kayu di samping kepalanya, lalu menggigit kayu hitam itu kuat-kuat di antara geraham atas dan bawahnya.

Gigi gerahamnya menancap dalam ke serat kayu arang, mengeluarkan bunyi derak pelan saat ia menahan erangan sakit agar tidak meledak menjadi jeritan di tengah kesunyian malam yang dijaga ketat. Keringat panas yang bercampur kotoran hitam dari dalam pori-pori kulitnya mengalir keluar membasahi wajahnya, lalu larut ke dalam air limbah yang dingin membeku.

Tap! Tap! Tap!

Suara derap langkah kaki bersepatu bot berat mendadak terdengar mendekat dari jalan setapak tanah liat di samping dapur.

Cahaya obor minyak yang dibawa oleh dua prajurit penegak hukum memantul di permukaan air limbah bak kayu, menyapu tumpukan balok kayu bakar basah yang menutupi tempat persembunyian Gu Yuan. Suara dengus napas dan gonggongan anjing pelacak bertanduk merah terdengar mengendus-endus tanah liat di dekat cerobong asap dapur, hanya berjarak lima langkah dari tepi bak.

Di tengah siksaan demam panas yang membakar seluruh persendian dan sumsumnya, Gu Yuan tidak ragu satu detik pun.

Ia membenamkan seluruh kepalanya ke bawah permukaan air limbah yang hitam kehijauan dan berbau belerang busuk tersebut.

Air dingin yang berbau cuka basi dan getah pahit seketika menelan penglihatan dan pendengarannya. Cairan keruh itu membakar kelopak matanya yang terpejam rapat dan menyusup ke sela-sela kain penutup hidungnya. Gu Yuan mengunci saluran pernapasan dan tenggorokannya menggunakan teknik penahanan napas dasar tambang, menolak untuk menelan setetes pun air limbah ke dalam paru-parunya.

Di atas permukaan air, suara langkah sepatu bot para pengawal berhenti tepat di depan bak kayu.

“Bau busuk apa ini?” gerutu salah satu pengawal dengan suara kasar yang teredam oleh lapisan air di telinga Gu Yuan. “Anjing pemburu ini malah berputar-putar di dekat bak cucian obat koki. Ayo pergi ke barak barat, tidak mungkin ada orang waras yang sanggup bersembunyi di dalam comberan belerang busuk ini.”

Suara rantai anjing ditarik menjauh, disusul derak langkah sepatu bot yang melangkah pergi menyusuri jalan setapak tanah liat menuju deretan barak luar.

Gu Yuan menahan kepalanya tetap terbenam di bawah air selama dua puluh hitungan napas penuh setelah suara langkah benar-benar menghilang. Saat paru-parunya mulai terasa terbakar oleh kekurangan udara dan demam di tulangnya mencapai puncak didih, ia perlahan mengangkat wajahnya kembali ke permukaan udara.

Ia memuntahkan potongan kayu arang yang telah remuk oleh gigitannya ke dalam air limbah, lalu menghirup udara malam yang dingin dengan tarikan napas panjang yang gemetar dan berat.

Di bawah kulit lengannya yang basah oleh air belerang, terpancar pendaran cahaya abu-abu keperakan yang samar di bawah sinar bulan temaram. Rasa sakit yang merobek sumsum tulangnya perlahan berganti menjadi sensasi dingin yang kokoh, liat, dan mantap. Tulang-tulang iganya terasa sekeras pelat baja tempaan, dan kekuatan fisiknya telah menembus ambang batas baru: Pemurnian Raga lapis kelima telah tercapai dengan sempurna di dalam comberan maut.

1
Shiro Hoshinova
jir jadi kiko
Shiro Hoshinova
Apalagi ini woy
Helios
Hahaha lolos gara-gara botol arak
Ryo Hamada
Misah jalan sendirian mungkin pilihan paling cerdas buat hindarin kejaran sekte
Ryo Hamada
Mo Cheng kuat bgt ya berarti, udh turun ranah tapi masih bisa ancurin lantai
Ryo Hamada
Gas mumpung ada kesempatan
Ryo Hamada
Beneran dingin banget sikap MC kalau udh masalah keselamatannya. Realistis & gak naif, suka aku model MC yg kaya gini
Ryo Hamada
Xiao Wu mungkin ceroboh micu bel alarm, tapi kekacauan sekte justru nutupin langkah Gu Yuan menuju gua air terjun. Momentum pas jir
Ryo Hamada
Mungkin langsung masuk ke aula Mo Cheng itu langkah bunuh diri, tapi jalan mundur udah ketutup total. Harus main peran sampe tuntas.
Helios
Woy tahanan di bilik jangan teriak napa
Shiro Hoshinova: Fix inimah
total 1 replies
Shiro Hoshinova
Hawanya horor kerasa banget, keren thor!
Helios
Hoki seumur hidup kepake tuh pas kuncinya jatuh deket sepatu wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!