NovelToon NovelToon
The Gods World

The Gods World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Raja Tentara/Dewa Perang / Kultivasi
Popularitas:509
Nilai: 5
Nama Author: Dyo Erdika

Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.

Shen Hao Feng.

Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.

Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.

Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Ilusi adalah kenyataan di Pikiran Manusia

"Siapa aku?." ia tersenyum tipis. "Panggil saja aku Yun Zuhe. Aku seorang Dewa Ilusi." ia tersenyum puas melihat Shen Hao Feng tercengang sampai diam beberapa menit.

"K-kau Dewa? Ah mana mungkin... Dewa kan tidak bisa jatuh ke alam Fana kau berbohong padaku." Shen Hao Feng tertawa kaku. "Hei... Apa ranahmu? Jangan main-main denganku."

Yun Zuhe menggeleng serta tersenyum. "Tenang saja... Aku memang Dewa. Karena sebuah alasan Kaisar Dewa mengutusku ke sini." wajahnya mengeras menahan emosi. "Siapa namamu?."

Shen Hao Feng terkesiap dan segera berlutut di depannya. "M-maaf jika anda benar seorang Dewa maka saya harus menghormati anda. Nama saya Shen Hao Feng."

"Hm..." diam-diam mata Yun Zuhe menilai diri dalam Shen Hao Feng terdapat energi emas yang tertahan di pusat energinya terutama ranahnya yang masih di Master merupakan faktor utama Shen Hao Feng lemah. "Kau mau jadi muridku?."

"Eh?." kepala Shen Hao Feng terangkat terkejut. "Menjadi murid anda seorang Dewa?."

"Iya benar." Yun Zuhe memberikan ilusi yang tak berbahaya dimana mereka berada di alam semesta indah penuh bintang dan planet bercincin. "Kau akan mewarisi Ilmu Ilusi terkuat sepanjang masa dan aku akan memberimu hadiah jika kamu mau jadi muridku." tersenyum.

Shen Hao Feng meneguk ludahnya bisa menahan diri lagi. "Ya saya mau, tolong izinkan saya menjadi muridmu!." kepalanya berada di tanah seperti bersujud.

Yun Zuhe mengembalikan mereka ke tempat semula. "Oke mulai sekarang kau adalah muridku. Ayo ikuti aku ke tempat tinggalku." Yun Zuhe berjalan lebih dulu ke suatu tempat.

"Baik!." Shen Hao Feng tanpa ragu ikut Yun Zuhe.

....

"Guru!." Chang Jia memanggil Shen Hao Feng hingga bayangan Shen Hao Feng buyar. "Guru sedang apa anda disini? Sekarang sudah pagi dan semua Pasukan sedang menunggu perintahmu."

Kepala Shen Hao Feng ke langit biru dengan sedih. "Hanya teringat kenangan lama yang sudah lama sekali..."

"Kenangan lama? Tapi guru sekarang bukan waktunya untuk itu. Aku mendapatkan kabar dari Fei Xuen dan beberapa pasukan untuk memata-matai Kota Yanhu. Pasukan Sekte Utara di Kota Yanhu sudah sedikit. Kita bisa merebut Kota itu kapan saja." tegas Chang Jia. "Hanya satu perintah dari mu maka 400.000 pasukan akan berangkat."

Shen Hao Feng mengangguk mengerti. "Permasalahan sekarang adalah Kota Yanhu. Chang Jia ayo rebut Kota itu bersamaku setelah itu kita temui Kaisar iblis bersama Xin Lia."

"Baik!."

Shen Hao Feng lekas pergi disusul Chang Jia di belakangnya. Dan saat Shen Hao Feng sampai ia segera mengeluarkan perintah untuk bergerak ke Kota Yanhu.

Hari Yang Sama Saat Malam...

"Hoaaa!!..."

Sorak kemenangan terdengar begitu keras dengan pemandangan Kota Yanhu yang terbakar begitu dahsyat. Di atas langit Kota berdiri satu pria di kelilingi 2 Naga besar. Naga Shen dan Naga Kegelapan.

Keesokan paginya Kaisar dari Kekaisaran Iblis mengirim titah dekrit kepada Xin Lia untuk membawa Shen Hao Feng kepadanya guna membahas perjanjian atau semacamnya.

"Begitu ya... Sudah waktunya bertemu dengan Kaisar Iblis." Shen Hao Feng memandang surat di meja yang baru dia baca. "Xin Lia bagaimana menurutmu apa kau tidak takut ini jebakan Kaisarmu saja?."

Xin Lia menghembuskan nafas rendah. "Sejujurnya saya tidak percaya kalau Kaisar Iblis akan melakukan itu karena sebenarnya Kekaisaran sendiri juga kekurangan Pasukan, Informasi, dan Persenjataan."

Shen Hao Feng mengangguk meski ia merasa lucu sebab ini mengingatkannya pada sesuatu. "Bukankah situasi Kekaisaran Iblis sama dengan Kekaisaran Shen 10 tahun lalu?."

"Jadi apa jawabanmu Guru?." tanya Jing Yun. "Kita belum mengurus masalah gadis itu." menunjuk Jing Li. "Kalau tiba-tiba Guru pergi menemui Kaisar Iblis bukannya kita sama saja mengulur waktu?."

Shen Hao Feng merasa kalimat nya ada benar juga. "Begini saja." Shen Hao Feng pergi ke sisi Jing Li yang sedang berdiri sendiri di bawah pohon. "Jing Li aku ingin berbicara denganmu tentang menyelamatkan ras Peri iblis bisa beri aku waktu? Tenang saja aku berjanji akan menyelematkan mereka semua."

Jing Li tersenyum sedih. "Jangan membujukku tuan Shen Hao Feng aku sendiri juga tahu kalau kamu akan menemui Kaisar iblis." mendesah pelan. "Pergilah temui dia. Karena sosok penting seperti Kaisar tidak boleh di acuhkan."

Shen Hao Feng tersentak namun mengangguk mengerti. "Tetap saja... Aku pasti akan menyelamatkan bangsamu." Tegas Shen Hao Feng lalu kembali.

Jing Li menoleh melihat punggung lebar Shen Hao Feng sebelum berbisik pelan. "Terimakasih Shen Hao Feng kau manusia yang baik."

-Malamnya.

"Semua Pasukan pergi ke Ibu Kota Kekaisaran Iblis, Gangzhou!." teriak Jenderal di tanah luas Kota Jiangzhou.

"Masuk! Masuk cepat ke dalam kapal udara!." para Kapten sibuk berteriak kepada timnya untuk segera masuk.

Siyushh... Puluhan kapal udara terbang per detiknya mengikuti jalur para Murid Sekte 8 pedang Naga bersama Naga Jade di udara yang meraung.

Beberapa kapal udara turun ke bawah menjemput pasukan yang tidak ada tunggangan. Shen Hao Feng tetap berdiri di atas benteng bersama Xin Lia untuk melihat pemandangan kesiapan keberangkatan.

"Tuan Shen Hao Feng aku tidak pernah menyangka bahwa Manusia bisa membangun kekuatan seperti ini." Xin Lia jujur merasa terpukau melihat pemandanggan itu semua terasa terlalu mewah.

"Hem aku sendiri juga tidak." ia tersenyum lembut. "Setahuku itu pasti karena tekad Kaisar yang ke-81 sehingga Kekaisaran Shen ku bisa menjadi Kekaisaran terkuat saat ini dan membangun persenjataan yang tak pernah kulihat."

Xin Lia menoleh ke Shen Hao Feng dan tersenyum juga yang membuat Shen Hao Feng merasa tenang. "Itu artinya Kaisar yang baru bisa di andalkan dari pada yang awalnya kita harapkan."

"Hhaha kurasa kamu ada benarnya... Xin Lia." tangannya mengusap kepala Xin Lia sebentar dan teriakan Jenderal di bawah menghentikan gerakan tangannya.

"Semua pasukan sudah berangkat! Sisanya berangkat melalui jalur darat di pimpin Murid Chen Ming dan Ning Mei!."

"Oke..." tangan Shen Hao Feng menarik diri. "Sudah waktunya aku juga pergi." Shen Hao Feng membelakangi Xin Lia.

Xin Lia hendak mengatakan sesuatu tapi tertahan dan hanya bisa melambaikan tangan pelan.

Shen Hao Feng melompat ke langit dan tubuhnya lagi-lagi berubah menjadi Naga Emas dan terbang cepat membuat langit terbelah karena kecepatannya.

Namun di sela-sela gang Kota, Jing Li memakai pakaian serba hitam dan membawa pedangnya melihat kepergian pasukan manusia. "Aku akan menyelamatkan rasku sendiri. Terimakasih Shen Hao Feng, selanjutnya aku akan menggunakan kekuatanku sendiri." Jing Li segera berlari diam-diam agar tak ketahuan oleh penjaga karena dia keluar Kota Jiangzhou.

----

"Bangun, hei bangun murid durhaka!."

"Hah!." Shen Hao Feng membuka matanya karena terkejut dan melihat wajah gurunya yang marah. "A-ada apa guru?."

"Ada apa kamu bilang?." kerutan urat di dahinya menonjol. "Cepat bawakan air dari sungai dan memasak setelah itu kita belajar teknik ilusi!." teriaknya hingga Shen Hao Feng melompat dari ranjang dan berlari membawa dua ember ke sungai.

"Benar... Ini adalah 3 minggu semenjak aku menjadi murid Dewa Ilusi Yun Zuhe. Selama 3 Minggu ini aku sama sekali tidak mengerti dan tidak mendapatkan ilmu apapun selain diminta membawa air dan memasak untuknya."

Beberapa jam setelah Shen Hao Feng memasak bahkan mencuci pakaian dan merawat ternak milik Yun Zuhe. Akhirnya saat siang Yun Zuhe membawa Shen Hao Feng ke bukit tempat biasanya berlatih.

Yun Zuhe tersenyum puas melihat betapa indahnya pemandangan saat berdiri di ujung tebing. "Shen Hao Feng dengarkan nasehatku. Selama 3 Minggu kamu belum bisa menggunakan ilusi Dewa adalah karena..." berbalik menatap Shen Hao Feng di belakangnya. "Karena semua ini butuh kontrol pikiran dan imajinasi."

Shen Hao Feng terbelalak saat Yun Zuhe memasukannya ke dunia lain. Dunia dimana dalam sedetik terdapat momen perang Dewa Sejati dan Dewa iblis yang begitu sengit sampai sebuah Kaisar menjatuhkan totem di tengah pertempuran dan tempat itu terbakar habis oleh api surgawi.

"Hah! Ha! Hah!." Shen Hao Feng jatuh bertekuk lutut dan muntah karena merasa mual. "G-guru ini-

Nadanya terputus saat Yun Zuhe menatap dingin alam yang di kagumi Yun Zuhe sebelumnya terbakar habis seperti yang terjadi di ilusi sebelummya. " Inilah sebenarnya kekuatan imajinasi yang tertahan di pikiran manusia."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!