SINOPSIS
Mati di tangan Antagonis yang kejam? Itu urusan belakangan. Tapi hidup miskin dan banyak utang? Itu penistaan bagi jiwa kapitalis Aura!
Bertransmigrasi ke dalam tubuh Elara—seorang figuran pelayan istana lusuh yang ditakdirkan mati di Bab 10—Aura menolak menyerah pada takdir novel klise. Berbekal insting bisnis tingkat dewa dan satu koin emas pusaka curian, ia nekat menerobos masuk ke ruang kerja Pangeran Caden, sang Antagonis utama yang dingin, sadis, dan luar biasa kaya. Bukannya mengemis nyawa, Elara justru memeras sang pangeran dan menawarinya proposal investasi saham!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32: Wedding Organizer Jalur Kapitalis dan Gaun Sponsor
Ruang VIP Keuangan Sayap Utara kini telah berubah fungsi 180 derajat. Layar bursa saham hologram raksasa di tengah ruangan kini menampilkan denah meja bundar, daftar tamu undangan, dan logo-logo perusahaan sponsor.
Aura berdiri di atas kursi, memegang tongkat penunjuk, persis seperti jenderal yang sedang memimpin perang.
"Mia! Laporan dari divisi Ticketing! Berapa kursi meja VVIP yang udah Sold Out (terjual habis)?!" teriak Aura.
Mia, yang kini memakai headset komunikasi magis, mengetik dengan kecepatan kilat. "Lapor, Bu Bos! Meja VVIP harga lima ribu emas per kursi sudah ludes terjual ke para bos tambang batu bara Fraksi Utara! Meja VIP harga tiga ribu emas sisa lima kursi! Dan untuk kelas reguler harga seribu emas... kita masih ada sisa sekitar lima puluh kursi kosong!"
"Diskon yang kelas reguler jadi delapan ratus emas! Bikin promo Flash Sale lewat broadcast bola kristal sekarang juga! Pakai tagline: 'Saksikan Sejarah Penyatuan Aset Terbesar Abad Ini, Beli Tiketnya Sekarang Sebelum Kehabisan'!" perintah Aura berapi-api.
"Siap, laksanakan, Bu Bos!"
Lucas masuk ke ruangan membawa setumpuk gulungan perkamen yang tingginya hampir menutupi wajahnya. Ia meletakkannya di meja dengan napas tersengal.
"Nona Elara, ini adalah daftar katering pernikahan. Vendor daging sapi langka dari wilayah Barat meminta pembayaran di muka sebesar seratus ribu koin emas."
"Seratus ribu?!" Aura melotot. "Suruh vendornya ke sini! Kasih tahu dia, kalau dia mau daging sapinya dimakan sama Baginda Raja dan diliput sama stasiun bola kristal nasional, dia harusnya bayar Placement Fee (biaya penempatan produk) ke kita! Bukan kita yang bayar! Bilang aja, 'Daging Anda masuk liputan VIP', diskon tujuh puluh persen atau kita ganti katering ayam geprek!"
"A-ayam geprek untuk Royal Wedding, Nona?" Lucas memijat pelipisnya yang berdenyut.
"Protein sama aja, Pak Kacamata! Yang penting margin laba katering kita nggak bocor!"
Tiba-tiba, pintu ruangan didorong pelan. Madame Roselia, desainer nomor satu kekaisaran, masuk dengan wajah tertekuk diikuti dua asistennya yang membawa sebuah manekin tertutup kain hitam.
"Elara, Sayangku," sapa Madame Roselia dengan nada sedikit kesal. "Aku sudah membawa desain gaun pengantinmu. Tapi aku masih tidak terima dengan perjanjian kerja sama kita!"
Aura langsung melompat turun dari kursinya, menyambut Madame Roselia dengan senyum semanis gula.
"Aduh, Tante Roselia! Kenapa masih ditekuk gitu mukanya? Kan kita udah sepakat kemarin!"
"Sepakat apanya?!" Madame Roselia berkacak pinggang. "Gaun ini terbuat dari sutra awan langka, ditenun dengan sihir cahaya, dan bertabur seribu kristal swarovski magis! Harga aslinya setengah juta emas! Tapi kau memintaku menggratiskannya demi sebuah... apa itu istilahmu? Endorsement?!"
"Betul! Endorsement VVIP!" Aura menarik lengan desainer tua itu menuju layar hologram. "Tante lihat ini. Pernikahan saya akan disiarkan langsung ke seluruh benua. Ditonton oleh puluhan juta pasang mata bangsawan kaya! Saat saya jalan ke altar, MC akan menyebutkan: 'Gaun spektakuler ini dipersembahkan secara eksklusif oleh Butik Madame Roselia!' Besok paginya, butik Tante bakal antre sampai jalan raya! Valuasi brand Tante bakal naik ribuan persen! Setengah juta emas itu hitungannya investasi pemasaran yang super murah, Tante!"
Madame Roselia terdiam. Otak senimannya yang biasanya tidak peduli pada uang, mendadak berhitung.
"B-benar juga. Para nyonya menteri pasti akan berebut memesan gaun tiruannya..." gumam Madame Roselia mulai goyah.
"Nah, makanya! Sini buka kainnya, gue mau lihat gaun gratisan—eh, gaun masterpiece (mahakarya) gue!"
Madame Roselia menarik kain hitam itu.
Aura, Mia, dan Lucas seketika menahan napas. Gaun pengantin berwarna putih bersih itu benar-benar mahakarya. Potongan off-shoulder yang memperlihatkan tulang selangka, korset ketat yang membalut pinggang dengan sempurna, dan rok mengembang panjang yang berkilau layaknya debu bintang saat terkena cahaya. Sangat megah, sangat mahal, dan sangat elegan.
"Gila..." bisik Aura, tanpa sadar menyentuh sutra gaun itu. "Ini beneran bakal jadi hak milik gue, kan? Nggak disuruh balikin habis acara kelar?"
"Tentu saja untukmu, Elara! Aku mendesainnya khusus untuk memeluk tubuhmu," Madame Roselia akhirnya tersenyum bangga melihat reaksi Aura.
"Kurang satu hal."
Suara bariton berat itu mengalihkan perhatian semua orang. Pangeran Caden masuk ke ruangan. Ia baru saja kembali dari memantau eksekusi penyitaan harta pemberontak, namun penampilannya tetap rapi tanpa celah. Matanya langsung tertuju pada gaun pengantin di tengah ruangan.
"Bos! Gimana gaun sponsor kita? Keren, kan? Hemat setengah juta emas nih di buku kas!" pamer Aura dengan bangga.
Caden berjalan mendekat. Ia menatap gaun itu, lalu menatap Aura. "Gaunnya sudah cukup bagus. Tapi ada yang kurang."
Caden merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kotak kristal pipih. Ia membukanya, memperlihatkan sebuah kalung berlian raksasa berwarna pink langka, yang di tengahnya bertengger sebongkah berlian seukuran telur burung puyuh.
"Astaga Naga..." Madame Roselia memekik, nyaris pingsan. "I-itu The Pink Star?! Berlian legendaris dari Harta Karun Benua Selatan?! Yang Mulia Caden... Anda membelinya?!"
Aura melotot, matanya langsung berubah menjadi logo uang. "Bos! Itu harganya berapa?! Valuasinya?! Asuransinya udah dibayar belum?!"
Caden tidak menjawab harga. Ia hanya mengeluarkan kalung itu dan memakaikannya langsung ke leher Aura di depan semua orang.
"Pakai ini saat hari pernikahan kita, Elara," bisik Caden di telinga Aura, tangannya menelusuri bahu terbuka gadis itu dengan posesif. "Kau boleh menjadikan seluruh pernikahan kita sebagai lahan bisnis komersialmu. Tapi saat kau berjalan menuju altar nanti, kau harus memakai hartaku. Aku ingin semua orang tahu bahwa investasi terbesarku adalah dirimu."
Wajah Aura langsung merah padam hingga ke telinga. Ia menyentuh berlian raksasa di dadanya yang terasa berat, namun jauh lebih berat lagi adalah debar jantungnya.
"B-Bos... kalau kalung ini hilang pas acara gimana? Gue bisa jantungan!" cicit Aura.
"Jika hilang, aku akan membelikanmu tambangnya. Jangan merusak suasana romantis, Asisten," kekeh Caden pelan, mengecup pipi Aura sekilas.
Mia di sudut ruangan sudah menangis terharu sambil menggigit ujung dokumen katering. "Cinta Bos Caden benar-benar cinta paling kapitalis dan romantis yang pernah ada..."
boleh gak bahasa si Elera ini di ganti jadi "Aku" Jangan "Gue" biar kita baca nya enak dikit gitu thor😄kasian di pangeran di gue guein