Dilamar seorang perjaka, namun ternyata dinikahi seorang duda, bagaimana rasanya?? temukan jawabannya di Novel terbaru uni.
Semoga terhibur 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kalah Cantik
Keduanya malah terjatuh ke lantai bersama dengan dinda yang kini berada diatas tubuh dika. Keduanya membuka mata kaget saat bibir keduanya saling menempel.
Buru-buru Dinda mengangkat tubuhnya dan kini malah duduk di perut Dika. Dika sempat terkejut namun sesaat kemudian ia pun menikmati pemandangan cantik diatasnya.
"Abang!! ngeselin banget sih?!" sungut Dinda merasa malu dengan penampilannya sendiri yang pasti berantakan dan dia juga tidak pede karena belum membersihkan dirinya.
"Kenapa sih, pagi-pagi sudah marah?" jawab Dika dengan santai sambil menatap Dinda yang masih berada di atas perutnya, batin Dika, mungkin Dinda gak sadar. Wajah Dinda terlihat begitu cantik meski rambutnya tidak serapi biasanya menurut Dika.
"Dari semalam abang tidur dengan memeluk dinda kan?! kata abang mau pindah setelah lampu hidup! abang bohong sama dinda! dasar Modus!" ucap Dinda protes
"Abang ketiduran semalem, lagian ranjang Fatih itu terlalu kecil untuk kita bertiga, makanya abang peluk kamu biar gak jatuh. Terbuktikan sekarang kita malah jatuh di lantai" jawab dika mengeluarkan seribu satu alasan yang masuk akal
Dinda tidak bisa marah lagi, semuanya cukup jelas. Namun sesaat Dinda tersadar dia sedang duduk dimana. Cepat-cepat dinda turun begitu sadar jika saat ini dia sedang duduk di perut Dika.
"Maaf bang" ucap dinda malu
"Gak papa, abang masih kuat kok" jawab dika yang kemudian duduk.
Sangking malunya, begitu dika duduk dinda langsung berdiri dan berlari ke kamar mandi. Dia tidak ingin dika melihatnya yang saat ini sedang benar-benar malu. Lalu Dika tersenyum kecil kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke kamar untuk bersiap ke musholah.
Setelah selesai melakukan kewajibannya, Dinda ke dapur mengambil sapu dan membersihkan rumah sebentar. Rumah itu tidak terlalu besar, jadi cepat saja dinda membersihkannya. Begitu selesai dinda kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan.
"Assalamualaikum" ucap dika yang baru masuk
"Wa'alaikumsalam bang,, sudah pulang?"
"Iya,, " Dika duduk dan Dinda menyodorkan segelas teh hangat untuk dika
"Ini tehnya bang" ucap dinda
"Terima kasih, Fatih belum bangun?" tanya dika
"Belum bang. Hari ini abang ke warung ya?" tanya dinda sambil memasak nasi goreng
"Iya,,, kenapa din?" tanya Dika
"Dinda boleh ikut gak sama fatih?" tanya dinda
"Boleh,, Setelah sarapan kita siap-siap ya" ucap dika
"Baik bang" jawab dinda
"Ayahhh,,,"
Fatih datang dengan wajah khas bangun tidurnya
"Sayang,,, baru bangun ya? ayo mandi, ayah mandikan,, setelah itu kita ke warung sama bunda. Mau gak?" tanya Dika
"Au yah,,, unda, atih au awa ocic ya" ucap Fatih pada dinda
"Oke, nanti bunda siapkan sosisnya, sekarang fatih mandi dulu ya" ucap Dinda dan diangguki Fatih
Lalu Dika mengajak Fatih ke kamarnya untuk mandi. Setelah fatih sudah terlihat segar dan wangi mereka pun sarapan bersama. Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka pun selesai sarapan dan bersiap untuk ke warung.
"Udah gak ada yang ketinggalan ?" tanya dika
"Gak ada bang, ini bekal fatih juga sudah siap" jawab dinda
"Ayo berangkat" ucap dika, lalu ketiganya keluar dari rumah.
"Mas Dika"
Deg!
Langkah ketiganya berhenti saat melihat sierra yang sudah berada di depan rumah sepagi itu
"Sierra? Ada apa kamu kemari sepagi ini?!" tanya dika langsung tidak ingin bertele-tele terhadap mantan istrinya
"Siapa sih dia mas? kenapa dia ada dirumah mas dika?" tanya sierra terlihat tidak suka dengan Dinda
"Dia bundanya fatih,, katakan ada apa kamu kemari?" tanya dika lagi
"Aku mau jemput fatih. Oma dan opanya kangen mau ketemu" jawab Sierra
"Tanya saja dengan fatih, apa dia mau ikut" jawab Dika
"Fatih,,, ayo ikut, Opa dan Oma kangen sama fatih. dan hari ini mereka mau ajakin fatih jalan-jalan" ucap Sierra
Terlihat fatih sedang berfikir, lalu dia menoleh kearah dika dan dinda bergantian.
"Atih au cama unda dan ayah" jawab Fatih menolak
"Fatihhh,,, oma kangen banget loh sama fatih. Apa fatih gak kasihan sana oma? Oma bisa sakit nanti kalau rindunya gak terobati" ucap sierra mencoba untuk membujuk putranya
"Unda,,, atih itut mama cebental ya, cetelah oma dak lindu lagi cama atih, atih ulang" ucap Fatih kepada Dinda
"Iya,,, nanti bunda jemput ya. Bunda pasti kesepian gak ada fatih" ucap Dinda mengusap kepala Fatih
"Iya" jawab Fatih
"Wanita itu sebenarnya siapa?! kenapa anakku begitu penurut padanya?! dan dia,, tinggal disini bersama mas dika?! apa dia baby sisternya Fatih?!" batin Sierra
"Oh iya,, ini bekal sosis fatih,,," ucap dinda memberikan kota makanan kepada fatih
"Udah gak usah, dirumah juga banyak makanan. Fatih bisa makan makanan yang lebih sehat dan puas nanti" ucap Sierra meraih tangan fatih
"Atih au itu ma!" fatih menarik tangannya dari genggaman sierra dan mengambil kota makanan dari tangan dinda
"Acih unda" ucap Fatih menatap dinda
"Iya" jawab dinda
Lalu fatih berjalan menuju ke mobil Sierra, dan sierra pun menyusul fatih dan memasukkan fatih kedalam mobilnya. Dinda terlihat kaku saja melihat sierra pergi membawa fatih bersamanya.
"Jangan tersinggung dengan ucapannya, dia memang begitu" ucap Dika menghampiri Dinda. Dika sudah malas meladeni Sierra, jadi dia pun terlihat biasa saja. Dinda baru sadar dan baru jelas dari ucapan dika semalam.
"Ayo kita berangkat ke warung" ajak dika
"Iya bang" jawab dinda yang kemudian naik ke atas vespa dika.
Seperginya Dika dan Dinda, Dimas yang sudah hampir dekat di gerbang komplek dika pun melihat kepergian keduanya. Tidak ingin menyerah, Dimas pun mengikuti kemana keduanya pergi.
"Abang dan dinda pergi kemana? kenapa mereka sekarang terlihat semakin dekat?! gak mungkin kan abang ataupun dinda cinta?! gak! itu gak boleh terjadi. Dinda itu hanya cinta sama aku! aku harus segera meminta abang untuk menceraikan dinda. Dengan begitu, aku bisa kembali bersamanya" batin Dimas saat terus mengikuti Dika dan Dinda.
Sampainya di warung, keduanya segera turun, sementara dimas cukup mengawasi mereka dari jauh. Setelah tau mereka ke warung mie ayam abangnya, dimas melanjutkan perjalanannya menuju ke kantor.
"Selamat pagi pak Dika" sapa Daru
"Pagi,,, santo belum pulang?" tanya Dika
"Sudah pak, tapi lagi kebelakang. Mules katanya" jawab Daru
"Selamat pagi pak Dika" Sapa Susi dengan ramah
"Pagi, Oh iya Susi, kenalkan ini ibu dinda, dan Bunda, ini susi pegawai baru disini dibagian rekap orderan online" ucap Dika
"Pagi Bu Dinda, salam kenal" ucap susi menyapa ramah.
"Iya salam kenal" jawab Dinda
"Jadi udah mulai jalan semua bang?" tanya Dinda
"Iya sudah, kita kedalam saja, ada yang ingin abang bahas" ucap Dika mengajak dinda pergi meninggalkan susi
"Heh! kamu lihatin apa?!" ucap Daru menyadarkan keponakannya
"Gak Om,,, cuma lihat pak boss dan buk boss" jawab susi jujur
"Kamu jangan macem-macem ya! cari kerjaan itu susah! masih mending kamu dapet kerjaan disini. Itu ibu dinda istrinya pak Dika. Awas kamu kalau macem-macem" ancam Daru
"Istri?! tapi kayak seumuran dengan susi ya om?" tanya susi
"Iya, istri kedua pak dika memang lebih muda, kayaknya seumuran dengan kamu" jawab Daru
"Hem,,, aku mah gak berani deket om, kalah cantik sama bu dinda. Cukup ngaca aja! cuma susi sempat kagum sama pak boss, kelihatannya baik, suami idaman wanita banget!" ucap susi cengar cengir
"Udah udah! jangan ngomongin suami orang! kerja yang bener kamu!" sungut Daru
"Hehehe,,, iya iya,,,, " jawab Susi yang kemudian kembali pada kerjaan barunya.
.
.
.
.
Fix yahh,,, susi bukan pelakor gaess, cuma kagum doang🤣
Eh double up nih,,, bonusin uni dong😘