NovelToon NovelToon
Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Papaku Tabib Dari Gunung Merapi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Mahardika yang harus menanggung penyakit kusta selama 3 tahun, setelah berobat di berbagai macam caranya, dari obat alternatif, hingga rumah sakit besar, tapi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Hingga akhirnya, uang tabungan habis untuk berobat dan hanya tinggal sebidang tanah dan sebuah rumah yang tersisa. Dan itu tidak mungkin ia jual karena hanya itu satu-satunya peninggalan untuk anak dan istrinya.

Hingga akhirnya ia bermimpi ada seorang kakek datang dan memintanya untuk datang ke gunung Merapi jika ia mau sembuh.

Mahardika pun meminta izin dengan istrinya, dan berharap bisa sembuh jika ia berobat dengan kakek tersebut.

Hari berganti bulan, hingga akhirnya dia tahun berlalu. Kini Mahardika sudah sembuh total dan sehat kembali dan mendapatkan wasiat menjadi tabib.

Tapi saat ia pulang, alangkah terkejutnya dia. Karena rumah dan tanah itu sudah terjual, dan lebih sakitnya, anaknya ternyata di titipkan ke panti, sementara istrinya sudah menikah lagi.

Akhirnya ia membangun keh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Di Desa Sukamaju

Ribuan warga terbaring lemah di atas tikar seadanya.

Bau pembusukan daging yang menyengat bercampur dengan hawa panas serta demam.

Suara tangisan anak-anak kecil yang menahan rasa sakit.

Di tengah desa, tiga mobil bak terbuka tiba di halaman balai desa.

Mahardika melangkah turun lebih dulu, diikuti oleh Pak RT dan beberapa pemuda desa yang membawa puluhan karung berisi daun-daun Ginseng Salju dan Bunga Akar Emas yang baru dipetik dari pekarangannya.

"D-Dik Dika... Apa tanaman-tanaman ini benar-benar bisa menolong ribuan orang di sini?" tanya Pak RT ragu melihat banyak warga yang terbaring sekarat.

"Bisa, Pak RT. Bunga Akar Emas berfungsi mengikat molekul racun logam berat dalam darah, sedangkan Ginseng Salju merangsang regenerasi sel daging yang membusuk. Tolong siapkan lima kuali besi raksasa dan kayu bakar di tengah lapangan sekarang juga!" Pinta Mahardika.

"Siap, Mas Dika! Kami kerjakan sekarang!" seru para pemuda desa penuh semangat.

Dalam hitungan menit, lima kuali besi berukuran raksasa sudah terpasang di atas tungku batu.

Air bersih dari sumber mata pegunungan dituangkan hingga penuh.

Mahardika melangkah mendekati kuali-kuali tersebut. Ia memasukkan racikan herbalnya ke dalam air yang mulai mendidih.

Saat asap tipis mengepul, Mahardika menempelkan kedua telapak tangannya pada pinggiran kuali besi.

Ia memejamkan mata sejenak, mengalirkan energi emas dari dalam dantiannya ke dalam rebusan air herbal tersebut.

Sreww...

Cahaya energi keemasan masuk ke dalam air rebusan, merubah warnanya dari kehijauan menjadi jernih.

Aroma semerbak yang sangat harum dan segar mendadak membasmi bau busuk di seluruh balai desa.

Warga yang tadinya mengerang kesakitan perlahan-lahan mulai menegakkan kepala, menghirup aroma segar yang menenangkan jiwa tersebut.

"Bagikan ramuan ini ke semua warga! Prioritaskan anak-anak dan lansia yang kondisinya paling kritis lebih dulu!" perintah Mahardika lantang.

Seorang ibu dengan histeris memangku anaknya yang berusia lima tahun.

Tubuh anak kecil itu sudah kaku dan lengannya menghitam. "Mas Tabib! Tolong anak saya, Mas! Napasnya sudah satu-satu!"

Mahardika berjongkok, mengambil semangkuk ramuan hangat dan menyuapkannya pelan-pelan ke mulut anak itu.

"Minumlah, Sayang. Jangan takut," ucap Mahardika lembut.

Hanya dalam waktu tiga belas detik setelah ramuan itu tertelan, keajaiban terjadi di depan mata ratusan orang.

Cairan hitam kental mendadak keluar dari muntahan ringan anak tersebut, menandakan racun dalam darahnya terbuang.

Suhu tubuhnya juga menjadi stabil. Lebih takjub lagi, kerak hitam di lengan anak itu mengelupas dengan sendirinya, hingga kembali semula.

"Mama... gatalnya hilang... Azel sudah tidak sakit lagi..." bisik anak kecil itu seraya membuka matanya yang jernih.

"Gusti Tuhan! Anakku sembuh! Anakku hidup lagi! Terima kasih, Mas Tabib! Terima kasih banyak!" jerit sang ibu sambil menangis histeris dan bersujud di depan Mahardika.

Melihat kejadian ajaib itu, warga yang semula ragu langsung berbondong-bondong mengantre di depan kuali raksasa.

Dalam kurun waktu beberapa jam, ribuan warga yang meminum ramuan racikan Mahardika pulih total secara bersamaan.

Vroooom!

Mendadak saja rombongan mobil mewah dan bus bertuliskan Rekan Media Kota mendadak masuk ke area balai desa.

Dokter Broto melangkah keluar dari mobil Rolls-Royce milik Asosiasi Kedokteran.

Di belakangnya, puluhan wartawan dengan kamera memancar menyertai langkahnya.

Broto sengaja membawa stasiun televisi nasional untuk meliput "penangkapan dukun liar" dan mempermalukan Mahardika di depan publik.

"Arahkan semua kamera ke sana! Lihat pembodohan masyarakat ini! Seorang dukun tak berlisensi menyajikan air rebusan rumput beracun kepada warga yang terinfeksi virus mematikan!" teriak Dokter Broto seraya menunjuk ke arah Mahardika yang sedang memegang gayung kayu.

"Mahardika! Kamu telah melanggar hukum medis! Kamu memberi obat palsu yang bisa membunuh warga di sini! Para wartawan, abadikan wajah penjahat ini!" teriak Dokter Broto melangkah maju dengan mikrofon di tangan dengan senyum mengejek.

Tapi... tidak ada yang terjadi, para warga yang sudah mulai sembuh itu hanya menatap datar Broto.

Tapi para wartawan justru terbelalak kaget saat melihat Ribuan warga yang sebelumnya dilaporkan sekarat dan membusuk kini berdiri tegap.

"L-Lho?! Kenapa orang-orang ini tampak sehat semua?!" gumam seorang wartawan kebingungan seraya mengarahkan kameranya ke lengan warga yang melambai-lambai.

"Dokter Broto... Kata Anda warga di sini membusuk dan terinfeksi virus baru? Tapi mereka semua segar bugar!" celetuk wartawan lain.

Wajah Dokter Broto mendadak berubah menjadi merah padam. "A-apa-apaan ini?! Ini pasti manipulasi! Ini penipuan publik!"

"Penipuan publik gundulmu?! Dasar dokter tidak punya hati! Saat kami membusuk di rumah sakit, kalian mengusir kami dan mau mengurung kami seperti binatang! Sekarang Mas Dika menyembuhkan kami semua dalam beberapa jam, kamu malah menuduhnya penjahat?!" teriak Pak RT maju membusungkan dada, menunjuk muka Dokter Broto dengan penuh emosi.

"Benar! Dokter Broto penipu!" teriak salah satu warga.

"Asosiasi Kedokteran cuma mau uang kami!" sahut yang lain.

"Mas Dika adalah Tabib Penyelamat kami!"

Suara kemarahan warga sling sahut menyahut.

Tiba-tiba, seorang kakek tua yang tadi hampir tewas melangkah maju dan berlutut di hadapan Mahardika, diikuti oleh ribuan warga lainnya dengan rasa hormat yang teramat dalam.

"Hidup Tabib Penyelamat! Terima kasih, Mas Dika! Terima kasih!" seru ribuan warga membahana.

Dokter Broto berdiri mematung di tengah lapangan. Wajahnya pucat.

"Dokter Broto! Apakah benar RS Utama menolak warga karena sengaja ingin memeras mereka?!" tanya salah satu wartawan tersebut.

"Dokter Broto, bagaimana tanggapan Anda mengenai obat herbal yang menyembuhkan warga dalam hitungan jam ini?!"

Mahardika meletakkan gayung kayunya, lalu melangkah pelan mendekati Dokter Broto yang sedang gemetar ketakutan.

"Dokter Broto. Gelar doktermu tinggi, tapi hatimu lebih rendah dari busuknya racun di sungai itu. Hari ini masyarakat telah melihat siapa yang sebenarnya menyembuhkan, dan siapa yang sebenarnya menjadi penyakit di kota ini," kata Mahardika dengan suara rendah.

Dokter Broto terpaku tanpa sanggup mengeluarkan sepatah kata pun.

1
Wega Luna
asyik kak less punya novel baru 😍
Wega Luna
kok bisa kecolongan sih ,
Wega Luna
malu GK tuh malu dong🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
yang bener namanya Lena,Rina atau Ningsih Thor?
less22: Ningsih🤣🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ga pp miskin penyakit yg penting kan sehat masih hidup 🤪🤪
less22: kwkwk betul tuh🤣
total 1 replies
Wega Luna
bales gini dik"setidaknya tidak seperti mantan istriku yg rela membuang darah dagingnya sendiri demi menjadi simpanan pria pebinor seperti mu",,bales ka bales jgn lupa sindir tentang tanah ,atau perlu sindir"jangan jangan penyakit ku ini ulahmu yh Ningsih"
less22: nah iya🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
tak sabar nunggu dika tlp baakoro
less22: kwkwkw iya tuh🤣
total 1 replies
Icha Arlita
ayo semangat Thor lagi seru ini 👍
less22: hahah, besok lagi🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bagus thorr rupa x baskoro orang baik berati ada yg jahat pake nama x untung curang jg ttg tanah panti t4 amel dulu
Wega Luna
Baskoro itu suami kedua nya si Ningsih?
less22: bukan, tapi pemilik perusahaan besar. tapi Siska bekerja sama dengan baskoro, Ningsih dan suami barunya
total 1 replies
Wega Luna
jangan jangan yg membuat dia sakit dan meracuni panti yh Siska dan Ningsih serta keluarga barunya
less22: aamiin, ada buku baru lagi nih, mampir ya kak🥰
total 9 replies
Sarah
makin seru ceritanya
less22: wah Terima kasih, 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 love you sekenlbon karet e orang
total 3 replies
Icha Arlita
ayo Mahardika di tolong biar tetangga kmu pada tau gimana hebat ny kamu sekarang👍
less22: asekkkk
total 1 replies
less22
okehh
Icha Arlita
ayo lanjut Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
TUAN AMIR
sambung lagi thor
Icha Arlita
seru pokok nya
less22: wahhh Terima kasih
total 1 replies
Icha Arlita
ayo sat set 🤭
Icha Arlita
lagi Thor 👍
less22: okehh
total 1 replies
Icha Arlita
zahen vino letisya itu sapa Thor kok jadi bingung sih 🤦
less22: aduuu, salah pula tadi🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!