Hai, ceritanya aku revisi lagi ya! ada beberapa kalimat yang di tambah dan di hilangin!
Laura Hendrik wanita cantik yang berusia 21 tahun, terpaksa menikah dengan pria asing karena kesalah pahaman dari warga yang mengira mereka tengah kumpul kebo.
Namun bagaimana jika orang asing itu adalah Arvin Indorto, musuh bebuyutan nya sejak kecil? apakah akan tumbuh benih cinta di antara mereka? atau pernikahan mereka akan kandas begitu saja?
Tidak ketinggalan sosok pria tampan yang selalu membuat hati Laura menghangat, kisah cinta segitiga antara mereka akan di mulai!
Yuk ikutin kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina yuwita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Tahu
"Kak Al cukup!" kedua pria yang tengah bersitegang itu serempak menoleh kearah sumber suara, dimana Cherry sedang berlari kecil menuruni anak tangga.
"Jangan pukul kak Fiza lagi" Cherry memeluk erat tubuh sang kakak.
"Dia pantas dapetin itu, karena udah berani nampar kamu" ucapnya dengan tatapan membunuh ke arah Fiza.
"Please" pinta Cherry mendongak, terlihat jelas pipinya yang lebam akibat tamparan Fiza. hati kakak mana yang tidak sakit melihat adik satu-satunya di aniaya oleh orang lain? Meski kondisi kejiwaannya terganggu, tidak sekalipun dia bersikap kasar.
"Apa masih sakit?" Aldi mengusap lembut pipi adiknya.
Cherry menggeleng "kak ini semua salah ku, kalau aja aku minum obat pasti masalah ini nggak akan terjadi. Aku mohon jangan salahin kak Fiza ya"
"Ya udah, sekarang kamu ke kamar istirahat. Kakak masih ada urusan sama dia"
"Enggak! Aku nggak mau masuk kalau kakak nggak ikut!"
"Ya udah ayo" dengan terpaksa Aldi mengikuti kemauan Cherry.
"Dan Lo, urusan kita belum selesai!" tegas Aldi tanpa suara sambil merangkul bahu Cherry. Sebelum kaki menginjak anak tangga pertama, Cherry berbalik menatap Fiza sebentar kemudian kembali melanjutkan langkahnya menuju lantai ke tiga. Sedangkan Fiza memilih pergi dari tempat tersebut
****
"CK, lama-lama mata Lo gue colok tau nggak!" ketus Laura mengacungkan pulpen ke wajah Mila yang sejak tadi menatapnya sambil terus tersenyum.
"Jangan lah, nanti mata gue nggak bisa lagi liat adegan live kayak tadi" ledek Mila mengerlingkan mata yang mana langsung mendapatkan lemparan bantal cukup keras dari Laura. namun bukannya berhenti, sahabat laknat nya itu justru tertawa terbahak-bahak.
Kesal bercampur malu, itulah yang di rasakan Laura saat ini. bagaimana tidak, tadi saat Arvin melepaskan tautan bibirnya, mereka di kejutkan dengan kehadiran Mila di samping mereka yang entah sudah sejak kapan. ketika di tanya, Mila menjawab kalau dirinya baru saja masuk dan tidak melihat apapun. padahal sudah jelas-jelas dia melihat semuanya. merasa wajahnya semakin memerah, Laura segera beranjak keluar dari kamar.
"Dia kemana?" gumam Laura mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, tapi tidak mendapati keberadaan orang yang telah menciumnya beberapa menit yang lalu "CK ngapain gue mikirin dia, nggak penting".
Laura menuangkan air ke dalam gelas, sayup-sayup mendengar suara yang dia yakin adalah Arvin suaminya sedang berbicara dengan seseorang di handphone.
"Ogah, kenapa jadi nyuruh gue" 📲
"Ya karena cuma Lo yang bisa bantuin gue. Lo tau sendiri sekarang gue nggak punya apa-apa untuk cari tahu tentang Cherry" ucap Arvin sambil memijit pangkal hidungnya yang tiba-tiba berdenyut ketika mengingat kondisi Cherry yang terlihat kurang waras, di tambah dengan kehadiran Fiza yang kemungkinan besar adalah kakak kandung nya.
Ya, selama pacaran Cherry pernah bercerita tentang kakaknya, namun tidak pernah sekalipun menunjukkan foto kepadanya. itulah mengapa Arvin penasaran hingga meminta Syafi untuk menyelidikinya. jika benar mereka Kakak beradik berarti Fiza mendekati Laura ada maksud tertentu dan dia tidak akan membiarkan hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Oke gue ngerti, tapi hubungan kalian itu udah berakhir Vin dan Lo juga udah berumah tangga. Jadi terserah dia lah nggak usah di pikirin, palingan dia belum move sama Lo" 📲
"Gu....
"Jangan bilang Lo juga belum move on dari dia? kalo Lo lupa, istri Lo kemana-mana jauh lebih cantik dari Cherry dan gue yakin waktu malam pertama dia masih ori kan?"📲
Arvin mendesah kasar, berbicara dengan Syafi membuatnya emosi. terkadang dia terdengar bijaksana saat bicara tapi terkadang mulutnya seperti wanita.
"Fi, Lo bisa nggak sih positif thinking sedikit, heran gue"
"Nggak! nggak ada positif thinking buat Lo! Gue juga heran kenapa bisa punya temen bajingan..." 📲
Tuth
Arvin langsung mematikan panggilan sepihak dari pada mendengar ocehan Syafi yang akan membuatnya semakin kesal. Lebih baik dia mengirimkan pesan saja apa yang harus di lakukan.
Sedangkan Laura sudah sejak tadi masuk kedalam kamar karena entah mengapa hatinya merasa sedikit sakit saat mendengar bahwa Arvin meminta sahabatnya untuk mencari tahu keadaan wanita yang menyerangnya pagi tadi. itu berarti, ada hubungan spesial antara mereka bukan? ah iya, dia hampir lupa dengan seseorang. Segera setelah mengirim sebuah pesan, Laura bergegas berganti pakaian.
"Lo mau kemana si?" tanya Mila penasaran, karena sejak masuk kedalam kamar wajah Laura terlihat cemberut.
"Mau ketemu Fiza" jawab Laura melirik sekilas lewat cermin. "Gue mau tanya soal Cherry, cewek tadi pagi yang nyerang gue"
"Gue ikut ya?"
"Nggak! takutnya Fiza nggak mau jujur kalo ada orang lain" tolak Laura yang kini sudah siap dengan setelan kerja. karena hari mulai sore jadi sekalian saja, pikir Laura.
"Iya juga sih" Mila mengangguk setuju "ya udah Lo hati-hati, gue juga mau cabut nih. Kalau ada apa-apa jangan lupa hubungin gue"
"oke"
(***)
ceklek
Laura sedikit gugup melihat Arvin yang sedang duduk bersila di kursi sambil menatapnya. entah karena takut ketahuan menguping atau memang dasar jantung nya yang ingin berdetak kencang, setenang mungkin Laura berjalan menghampiri Arvin.
"Bos tadi ngabarin dan minta gue untuk dateng kerja lebih awal, tapi Lo berangkatnya kayak biasa" ucap Laura yang di jawab anggukan kepala. "kalo gitu, gue berangkat dulu ya"
"Tunggu!"
*
*
*
Bersambung....
Yuk dukung karya ku dengan cara😍
🤍Like
🤍 Komen
🤍 Fav/Subscribe
🤍 Hadiah/Vote sebanyak-banyaknya 😻