Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.
Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.
Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.
**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 — Kotak Ketiga
Kotak itu ditemukan pada pagi hari ketiga.
Bukan di ruang penyimpanan lama yang tercantum dalam indeks, melainkan di sebuah ruang sekunder di bawah administrasi pusat, bersama dokumen yang menunggu penetapan kategori permanen.
Lokasinya tidak tersembunyi. Pintu ruang tersebut memiliki nomor, daftar akses, dan catatan pemeriksaan rutin. Kotak itu hanya terselip di antara dua kelompok dokumen yang berasal dari periode berbeda.
Justru karena itulah, tidak seorang pun merasa perlu mencarinya lebih jauh.
Ketika laporan penemuan sampai kepada Gu Chenxiao, ia tidak langsung pergi ke ruang penyimpanan.
Ia terlebih dahulu membaca seluruh catatan yang menyertai penemuan tersebut.
Nomor kotak cocok dengan daftar penyerahan dokumen administrasi yang belum memiliki kategori tetap. Label luar menyebut wilayah barat. Kondisi segel penyimpanan masih utuh, tetapi segel tersebut berasal dari periode pemindahan terakhir, bukan dari saat kotak pertama kali diterima.
Dengan kata lain, mereka dapat membuktikan bahwa kotak itu pernah disimpan di bawah administrasi pusat.
Mereka belum dapat memastikan bahwa isinya tidak berubah sejak pertama kali dipindahkan.
Gu Chenxiao meletakkan laporan di meja.
“Siapa yang menemukan kotak ini?”
“Petugas inventaris bernama Sun Ke,” jawab Paman Fu. “Ia sedang mencocokkan nomor rak dengan daftar pemindahan.”
“Apakah ia membuka kotaknya?”
“Tidak. Ia melaporkan ketidaksesuaian label dan menunggu instruksi.”
“Bagus. Catat waktu penemuan dan kondisi segelnya. Minta dua petugas menyaksikan pemeriksaan, lalu buka sesuai prosedur.”
Paman Fu segera mengirim instruksi.
Gu Chenxiao sendiri baru berangkat setelah seluruh dokumen pendukung disiapkan.
Ia tidak menyukai kebiasaan orang-orang yang berlari menuju sebuah temuan seolah-olah kecepatan dapat menggantikan ketelitian. Jika isi kotak itu benar-benar penting, kesalahan kecil dalam penanganannya dapat membuat bukti yang berguna menjadi sulit dipertanggungjawabkan.
Dan jika isinya tidak relevan, tidak ada alasan untuk memperlakukannya sebagai harta karun.
***
Ruang penyimpanan sekunder memiliki dinding batu kelabu dan rak kayu yang telah diperkuat dengan penyangga logam. Udara di dalamnya berbau kertas tua, minyak pelindung, dan debu.
Sun Ke berdiri di dekat meja pemeriksaan bersama seorang petugas arsip senior.
Kotak yang ditemukan berukuran sedang. Tidak ada lambang keluarga pada permukaannya. Hanya ada label lama yang sebagian tintanya memudar.
**Administrasi aset wilayah barat.**
Di bawahnya terdapat tulisan yang lebih kecil:
**Menunggu keputusan bagian pemilik.**
Gu Chenxiao memeriksa label itu dari jarak dekat.
“Apakah tulisan ini merupakan bagian dari label asli?”
Petugas senior menjawab, “Kami belum bisa memastikan. Kertas label dan tinta tampaknya berasal dari periode yang sama, tetapi pemeriksaan bahan belum dilakukan.”
“Jangan menghapus atau memperbaiki tulisan apa pun sebelum pemeriksaan selesai.”
Petugas itu membungkuk.
Mereka kemudian mencatat kondisi kotak, nomor segel, serta posisi penyimpanannya. Setelah seluruh saksi menandatangani catatan pembukaan, segel dipotong sesuai prosedur.
Di dalamnya terdapat empat kelompok dokumen.
Kelompok pertama terdiri atas formulir pemindahan aset.
Kelompok kedua berisi daftar pemeriksaan perlengkapan bangunan dan alat pengangkutan.
Kelompok ketiga merupakan surat-menyurat administratif.
Kelompok keempat terdiri atas sejumlah lembar yang tidak memiliki sampul.
Gu Chenxiao tidak langsung membuka kelompok terakhir.
Ia meminta petugas memeriksa daftar isi yang masih tersimpan di bagian atas kotak.
Daftar tersebut hanya mencantumkan tiga kelompok pertama.
Kelompok keempat tidak disebutkan.
Namun, di sisi kanan daftar isi terdapat catatan tambahan:
**Lampiran sementara, menunggu penentuan kategori.**
Tidak ada nomor lampiran.
Tidak ada tanggal.
Tidak ada tanda tangan.
Paman Fu menatap catatan itu.
“Apakah ini daftar tugas yang belum selesai?”
“Belum tentu.”
Gu Chenxiao menunjuk frasa tersebut.
“Ini hanya membuktikan bahwa seseorang pernah menganggap ada lampiran sementara. Kita belum mengetahui apakah lampiran itu merupakan daftar tugas, laporan pemeriksaan, atau dokumen lain.”
Ia meminta petugas memisahkan setiap kelompok sesuai urutan saat ditemukan.
Kelompok keempat diletakkan pada meja tersendiri, masih dalam keadaan terikat tali kain.
Sebelum membukanya, Gu Chenxiao memeriksa simpul dan ujung tali.
Tidak ada segel resmi.
Tali itu hanya berfungsi sebagai pengikat.
Ia memberi isyarat kepada petugas.
Tali dibuka.
Di dalamnya terdapat sebelas lembar kertas.
Tiga lembar merupakan formulir administrasi umum. Empat lembar berisi daftar tugas. Dua lembar memuat catatan pengembalian dokumen. Dua lembar terakhir tampak seperti salinan instruksi kerja.
Gu Chenxiao mulai membaca daftar tugas.
Nama-nama petugas tercantum dalam kolom penerima.
Beberapa tugas telah diberi tanda selesai.
Beberapa lainnya memiliki catatan pengembalian.
Satu baris di tengah halaman membuatnya berhenti.
**Penyusunan keputusan penilaian aset wilayah barat.**
Nomor tugasnya cocok dengan nomor yang tercantum dalam register kelompok penyusunan keputusan.
Di kolom penerima tertulis nama Xu Ren.
Di kolom status tertulis:
**Diterima untuk penyusunan.**
Tidak ada tanda selesai.
Tidak ada tanggal pengembalian.
Tidak ada keputusan pembatalan.
Paman Fu menahan napas.
“Jadi, Xu Ren memang menerima tugas itu.”
Gu Chenxiao membaca baris tersebut sekali lagi.
“Ya. Dokumen ini menunjukkan bahwa ia menerima tugas penyusunan keputusan.”
“Berarti ia bertanggung jawab atas dokumen yang hilang?”
“Belum.”
Gu Chenxiao mengangkat pandangan.
“Kita baru menemukan bukti bahwa ia menerima tugas. Kita belum tahu apakah ia menyelesaikannya, apakah tugas itu dialihkan kepada orang lain, atau apakah keputusan akhirnya dibuat oleh pejabat lain.”
Ia menunjuk kolom status.
“Yang paling penting justru ini. Tugas tersebut tercatat diterima, tetapi tidak ada catatan penyelesaian.”
Paman Fu mengangguk pelan.
Mereka akhirnya menemukan hubungan langsung antara catatan penilaian wilayah barat dan kelompok penyusunan keputusan.
Namun, hubungan itu belum menyelesaikan misteri.
Ia hanya memindahkan titik ketidakpastian dari satu tempat ke tempat lain.
Sebelumnya, mereka tidak tahu apakah tugas tersebut pernah diberikan.
Sekarang, mereka tahu bahwa tugas itu diterima oleh Xu Ren.
Pertanyaan berikutnya adalah apa yang terjadi setelahnya.
***
Gu Chenxiao meminta seluruh sebelas lembar diperiksa sebelum mereka menarik kesimpulan lebih jauh.
Pada lembar kedelapan, terdapat catatan pengembalian dokumen.
Catatan itu menyebut bahwa beberapa lampiran tidak tersedia saat sebuah tugas dikirim kembali kepada bagian pemilik.
Nomor tugas pada catatan tersebut berbeda dari nomor tugas Xu Ren.
Tanggalnya juga berbeda.
Karena itu, Gu Chenxiao tidak menghubungkannya dengan penyusunan keputusan wilayah barat.
Namun, catatan itu menunjukkan bahwa sistem administrasi memang memiliki prosedur untuk mengembalikan tugas yang tidak lengkap.
Jika tugas Xu Ren mengalami masalah serupa, seharusnya ada jejak yang dapat dibandingkan.
Pada lembar kesembilan, mereka menemukan instruksi umum mengenai pekerjaan yang tertunda.
Instruksi tersebut menyatakan bahwa tugas yang belum selesai ketika petugas dipindahkan harus diserahkan kepada pengganti atau dikembalikan kepada bagian pemilik untuk ditentukan kelanjutannya.
Tidak ada ketentuan bahwa tugas otomatis dianggap selesai setelah petugas dipindahkan.
Gu Chenxiao memeriksa tanggal instruksi itu.
Instruksi diterbitkan sebelum tanggal pemindahan Xu Ren.
Dengan demikian, aturan tersebut kemungkinan berlaku ketika ia meninggalkan kelompok penyusunan keputusan.
Namun, aturan itu tidak membuktikan bahwa Xu Ren melanggarnya.
Mungkin tugas tersebut telah diserahkan kepada pengganti, tetapi catatan penyerahannya tersimpan di tempat lain.
Mungkin keputusan telah disiapkan dan menunggu tanda tangan pejabat yang berwenang.
Mungkin bagian pemilik membatalkan tugas itu.
Atau mungkin tidak seorang pun menyadari bahwa pekerjaan tersebut belum selesai.
Gu Chenxiao meminta salinan instruksi dan daftar tugas dibuat secara resmi.
Ia juga meminta agar kotak dikembalikan ke tempat penyimpanan dengan catatan bahwa kelompok keempat sebelumnya tidak tercantum dalam daftar isi.
Setelah seluruh prosedur selesai, ia membawa salinan dokumen ke ruang kerja.
Di sana, ia menyusun empat tanggal yang kini dapat dipastikan.
Tanggal catatan penilaian dibuat.
Tanggal tugas penyusunan diterima oleh Xu Ren.
Tanggal daftar penghapusan disahkan.
Tanggal Xu Ren dipindahkan dari kelompok penyusunan keputusan.
Urutannya menunjukkan bahwa Xu Ren menerima tugas setelah penilaian dilakukan dan sebelum daftar penghapusan disahkan.
Namun, mereka belum mengetahui kapan daftar penghapusan disusun atau siapa yang mengubah status pekerjaan tersebut menjadi dasar administratif bagi penghapusan.
“Paman Fu, cari catatan pemindahan tugas Xu Ren.”
“Baik.”
“Dan cari siapa yang menyusun daftar penghapusan. Jangan menganggap penyusun dan pengesahnya orang yang sama.”
Paman Fu menerima instruksi tersebut.
Gu Chenxiao menatap empat tanggal di hadapannya.
Penyelidikan akhirnya memiliki satu nama yang terkait langsung dengan pekerjaan yang belum selesai.
Tetapi ia tidak merasakan kepuasan yang biasanya diharapkan orang ketika menemukan nama seseorang dalam sebuah dokumen penting.
Nama itu hanya berarti bahwa ia memiliki pertanyaan yang lebih baik untuk diajukan.
Dan pertanyaan yang tepat jauh lebih berharga daripada sebuah tuduhan yang terlalu dini.
***
Dua hari kemudian, mereka menemukan catatan pemindahan tugas Xu Ren.
Dokumen itu tersimpan di bagian kepegawaian, bukan di bagian arsip.
Tanggal pemindahannya cocok dengan catatan yang telah mereka miliki. Namun, catatan tersebut hanya menyatakan bahwa Xu Ren dipindahkan ke administrasi pusat untuk membantu penataan dokumen.
Tidak ada daftar tugas yang dilampirkan.
Pada kolom penyerahan pekerjaan terdapat tanda tangan Xu Ren dan tanda tangan seorang supervisor kelompok penyusunan keputusan.
Nama supervisor itu adalah Fang De.
Gu Chenxiao memeriksa catatan kepegawaian Fang De.
Pada periode yang sama, Fang De menangani sejumlah keputusan administratif dari wilayah lain.
Tidak ada bukti bahwa ia mengambil alih tugas Xu Ren secara khusus.
Namun, tanda tangannya menunjukkan bahwa ia terlibat dalam proses penyerahan pekerjaan saat Xu Ren dipindahkan.
“Apakah catatan penyerahan ini menyebut jumlah tugas yang dialihkan?” tanya Gu Chenxiao.
Paman Fu membaca bagian bawah formulir.
“Tidak. Hanya menyebut bahwa penyerahan pekerjaan telah dilakukan sesuai prosedur.”
“Apakah ada lampiran?”
“Kolom lampiran kosong.”
Gu Chenxiao menghela napas pelan.
Mereka kembali menemukan sebuah pernyataan bahwa proses telah dilakukan sesuai prosedur, tanpa rincian yang cukup untuk membuktikan apa saja yang sebenarnya diserahkan.
Namun, kali ini mereka memiliki dua nama dalam satu proses.
Xu Ren menerima tugas penyusunan keputusan.
Fang De mengesahkan penyerahan pekerjaannya ketika Xu Ren dipindahkan.
Belum ada bukti bahwa Fang De mengambil alih tugas tersebut.
Belum ada bukti bahwa Xu Ren sengaja membiarkannya tidak selesai.
Tetapi keduanya kini memiliki hubungan administratif yang dapat diperiksa.
“Paman Fu, cari catatan tugas Fang De pada minggu ketika Xu Ren dipindahkan. Periksa apakah ada tambahan pekerjaan, perubahan status, atau keputusan yang diterbitkan tanpa nomor tugas yang jelas.”
“Apakah kita akan memanggil keduanya?”
“Belum.”
Gu Chenxiao menutup formulir penyerahan.
“Jika kita ingin mengetahui siapa yang mengambil alih tugas itu, kita harus mencari bukti pengambilalihannya terlebih dahulu.”
Ia berhenti sejenak.
“Dan jika tidak ada bukti pengambilalihan, kita perlu mengetahui apakah aturan saat itu mewajibkan catatan terpisah atau mengizinkan supervisor menerima tanggung jawab tanpa daftar individual.”
Paman Fu mengangguk.
Gu Chenxiao kemudian meminta agar salinan formulir penyerahan dibandingkan dengan formulir serupa dari petugas lain yang dipindahkan pada periode tersebut.
Jika semua formulir menggunakan bahasa umum yang sama dan tidak menyertakan daftar tugas individual, itu akan menunjukkan kelemahan sistem yang lebih luas.
Jika formulir Xu Ren berbeda dari kebiasaan yang berlaku, perbedaan itu perlu dijelaskan.
Ia tidak ingin membangun teori hanya dari satu dokumen.
Ia ingin mengetahui apakah dokumen tersebut merupakan pengecualian atau contoh dari kebiasaan yang umum.
***
Sementara itu, Gu Hengyuan kembali mengirim undangan minum teh.
Kali ini, Gu Chenxiao menerima undangan tersebut.
Mereka bertemu di paviliun kecil di sisi timur kediaman tetua. Tidak ada pelayan yang tinggal di dalam ruangan, hanya seorang penjaga yang menunggu di luar.
Gu Hengyuan menuangkan teh untuk tamunya.
“Kudengar kau menemukan beberapa dokumen lama.”
“Beberapa.”
“Apakah penyelidikanmu sudah menghasilkan kesimpulan?”
“Belum.”
Gu Hengyuan tersenyum samar.
“Setidaknya kau tidak terburu-buru.”
Gu Chenxiao menerima cangkirnya.
“Kesimpulan yang dibuat terlalu cepat sering kali lebih sulit diperbaiki daripada kesalahan yang ditemukan terlambat.”
“Dan jika kesalahan itu sudah terlalu lama?”
“Usianya tidak mengubah apa yang dapat dibuktikan.”
Gu Hengyuan memandangnya beberapa saat.
“Kau mulai terdengar seperti seorang administrator.”
“Apakah itu pujian?”
“Belum tentu.”
Keduanya tertawa kecil, tetapi suasana segera kembali tenang.
Gu Chenxiao tidak menunjukkan salinan dokumen yang ditemukan. Ia juga tidak menyebut nama Xu Ren atau Fang De.
Sebaliknya, ia mengajukan pertanyaan umum tentang penyerahan tugas administratif pada masa perubahan sistem arsip.
“Jika seorang petugas dipindahkan ketika pekerjaannya belum selesai, apakah tanggung jawabnya selalu dialihkan kepada supervisor?”
Gu Hengyuan berpikir sejenak.
“Tidak selalu. Ada tugas yang dapat diselesaikan oleh petugas pengganti. Ada pula tugas yang harus dikembalikan kepada bagian pemilik untuk mendapatkan keputusan baru.”
“Siapa yang menentukan perbedaannya?”
“Bergantung pada jenis tugas dan aturan yang berlaku. Untuk pekerjaan yang memerlukan keputusan pejabat tertentu, supervisor tidak dapat menggantikan kewenangan pejabat tersebut. Ia hanya dapat memastikan bahwa pekerjaan tidak hilang dari daftar.”
Gu Chenxiao mengangkat cangkirnya.
“Jika sebuah tugas tidak lagi muncul dalam daftar, apakah itu berarti tugas tersebut telah selesai?”
“Tidak.”
Jawaban Gu Hengyuan datang tanpa jeda.
“Daftar dapat salah. Dokumen dapat berpindah. Petugas dapat lupa mencatat. Itulah sebabnya tugas penting seharusnya memiliki catatan penyelesaian yang terpisah.”
Gu Chenxiao memandangnya.
“Apakah Anda pernah melihat kasus ketika sebuah daftar penghapusan disahkan sementara tugas penyusunan keputusannya belum tercatat selesai?”
Gu Hengyuan tidak segera menjawab.
Untuk sesaat, pandangannya berpindah dari cangkir teh ke halaman paviliun.
“Saya tidak dapat mengingat kasus tertentu. Namun, jika itu terjadi, saya akan meminta catatan pendukungnya diperiksa sebelum menentukan siapa yang bertanggung jawab.”
Jawaban itu masuk akal.
Juga tidak memberi Gu Chenxiao sesuatu yang dapat digunakan untuk membuktikan keterlibatan Gu Hengyuan.
“Pendekatan yang wajar,” kata Gu Chenxiao.
Gu Hengyuan menatapnya kembali.
“Kau tidak datang untuk meminta penjelasan tentang dokumen tertentu, bukan?”
“Belum.”
“Belum?”
Gu Chenxiao tersenyum tipis.
“Saya masih mencari tahu pertanyaan apa yang perlu diajukan.”
Gu Hengyuan tertawa pelan.
“Kalau begitu, carilah sampai kau menemukannya. Tetapi ingat, dokumen lama sering kali tidak memberikan jawaban yang memuaskan.”
“Saya tidak membutuhkan jawaban yang memuaskan.”
“Lalu apa yang kau butuhkan?”
“Jawaban yang dapat bertahan ketika diperiksa orang lain.”
Untuk pertama kalinya selama pertemuan itu, senyum Gu Hengyuan memudar sedikit.
Ia segera kembali tersenyum, tetapi Gu Chenxiao telah melihat reaksinya.
Bukan bukti rasa bersalah.
Bukan pula tanda bahwa ia mengetahui sesuatu.
Hanya sebuah perubahan kecil ketika percakapan bergeser dari kesimpulan pribadi menuju pembuktian yang dapat diperiksa secara independen.
Gu Chenxiao menyimpan pengamatan itu tanpa memberi makna berlebihan.
Setelah teh selesai, ia berpamitan dengan sopan.
Ia tidak meninggalkan ancaman.
Ia tidak menyebut bahwa nama Gu Hengyuan muncul pada catatan penilaian.
Dan ia tidak berpura-pura telah mempercayai semua perkataannya.
Untuk saat ini, Gu Hengyuan tetap seorang pejabat yang pernah memiliki kewenangan administratif atas aset wilayah barat.
Jika kelak bukti menunjukkan bahwa ia mengetahui sesuatu yang penting, Gu Chenxiao akan mengajukan pertanyaan yang sesuai.
Jika bukti menunjukkan bahwa ia tidak mengetahui apa pun, Gu Chenxiao tidak akan menciptakan kesalahan hanya untuk membenarkan kecurigaannya.
Keduanya sama-sama berguna untuk penyelidikan.
***
Malam itu, Paman Fu membawa laporan terakhir.
Daftar tugas Fang De telah ditemukan.
Pada minggu ketika Xu Ren dipindahkan, Fang De menerima tiga tugas tambahan. Dua di antaranya berkaitan dengan keputusan aset wilayah timur dan selatan.
Tugas ketiga berjudul:
**Peninjauan administrasi aset wilayah barat.**
Namun, nomor tugasnya berbeda dari nomor tugas Xu Ren.
Catatan tersebut tidak menyebut bahwa tugas itu merupakan kelanjutan dari pekerjaan Xu Ren.
Pada kolom hasil, hanya tertulis:
**Dikembalikan untuk melengkapi dasar administrasi.**
Tidak ada tanggal pengembalian.
Tidak ada nama penerima.
Tidak ada catatan penyelesaian.
Gu Chenxiao membaca laporan itu sampai selesai.
“Apakah ada bukti bahwa tugas Fang De dan tugas Xu Ren merupakan tugas yang sama?”
“Belum,” jawab Paman Fu. “Judulnya serupa, tetapi nomor tugas berbeda. Kita perlu memeriksa apakah nomor baru digunakan ketika pekerjaan dikembalikan atau dialihkan.”
“Cari aturan penomoran tugas pada periode itu.”
Paman Fu mengangguk.
“Jika nomor baru digunakan untuk tugas yang sama, kedua catatan mungkin berhubungan.”
“Benar.”
“Dan jika nomor baru berarti tugas berbeda?”
“Kita harus mencari hubungan lain sebelum menyatukannya.”
Gu Chenxiao menutup laporan tersebut.
Kini ada dua tugas yang berkaitan dengan administrasi aset wilayah barat.
Satu diterima Xu Ren untuk penyusunan keputusan.
Satu diterima Fang De untuk peninjauan administrasi, lalu dikembalikan karena dasar administrasinya belum lengkap.
Keduanya muncul dalam periode yang berdekatan.
Keduanya tidak memiliki catatan penyelesaian yang dapat ditemukan.
Namun, belum ada bukti bahwa keduanya merupakan satu rangkaian pekerjaan.
Dan justru di situlah penyelidikan menjadi menarik.
Jika kedua tugas itu berkaitan, mungkin pekerjaan yang belum selesai dipindahkan dari satu petugas ke petugas lain, lalu kembali ke bagian pemilik tanpa pernah menghasilkan keputusan akhir yang tercatat.
Jika keduanya tidak berkaitan, mereka sedang melihat dua masalah administrasi berbeda yang kebetulan memiliki judul serupa.
Gu Chenxiao tidak akan menyatukannya hanya karena hasil akhirnya cocok dengan kecurigaannya.
Ia mengambil pena dan menuliskan satu pertanyaan baru.
**Apakah nomor tugas yang berubah menandakan pekerjaan baru, atau pekerjaan lama yang dimulai ulang?**
Setelah itu, ia menambahkan nama Xu Ren dan Fang De pada dua baris terpisah.
Tidak ada garis yang menghubungkan keduanya.
Belum.
Di bawah nama mereka, ia menulis nama Gu Hengyuan.
Bukan karena ia telah membuktikan keterlibatannya, melainkan karena kewenangan administrasi wilayah barat yang pernah dipegang tetua itu membuatnya relevan ketika hubungan antar-tugas akhirnya dapat ditentukan.
Gu Chenxiao menutup buku catatan.
Penyelidikan kini telah bergerak melewati pertanyaan tentang siapa yang memindahkan rak, siapa yang menandatangani daftar, dan siapa yang menerima kotak.
Mereka mulai menemukan pekerjaan yang pernah diperintahkan, diterima, dikembalikan, dan dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas.
Namun, pekerjaan yang tidak selesai belum tentu merupakan pekerjaan yang sengaja dihentikan.
Untuk membuktikan adanya manipulasi, mereka masih membutuhkan sesuatu yang lebih kuat: bukti bahwa seseorang mengetahui status pekerjaan tersebut, tetapi kemudian menggunakan kewenangan atau catatan administrasi untuk membuatnya tampak selesai.
Dan Gu Chenxiao mulai menyadari bahwa jawaban itu mungkin tidak berada pada orang yang paling sering menandatangani dokumen.
Mungkin jawabannya berada pada orang yang menentukan nomor apa yang diberikan kepada sebuah tugas.
Sebab siapa pun yang mengendalikan penomoran dapat memengaruhi apakah sebuah pekerjaan terlihat sebagai kelanjutan, pengulangan, atau sesuatu yang sama sekali baru.
Jika dua tugas sebenarnya berkaitan tetapi diberi nomor berbeda, hubungan mereka dapat menghilang dari indeks tanpa menghapus satu lembar pun.
Dan jika seseorang mengetahui cara kerja sistem itu dengan cukup baik, ia tidak perlu membakar arsip untuk membuat sebuah pekerjaan lenyap.
Ia hanya perlu memastikan bahwa tidak ada lagi yang tahu di mana pekerjaan itu seharusnya berakhir.
Gu Chenxiao memadamkan lampu.
Besok, ia akan memeriksa aturan penomoran.
Untuk pertama kalinya, ia tidak hanya mencari dokumen yang hilang.
Ia mencari mekanisme yang mungkin membuat sebuah dokumen kehilangan hubungan dengan asalnya.
Dan mekanisme semacam itu, jika memang pernah disalahgunakan, dapat menjelaskan lebih banyak daripada satu tanda tangan atau satu nama.