NovelToon NovelToon
Dari Benci Jadi Rindu

Dari Benci Jadi Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah
Popularitas:827
Nilai: 5
Nama Author: Aulia Cemmzz

Arka cowok paling populer di sekolah tapi punya sifat yang dingin dan keras kepala. Laras gadis pendiam yang selalu berusaha tampil biasa saja, tapi entah kenapa selalu berakhir berdebat sama Arka. Awalnya mereka saling tidak suka, selalu berselisih paham di mana pun mereka bertemu. Namun seiring waktu berlalu dan berbagai kejadian menyatukan mereka, rasa benci itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam rindu yang tak terucap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Cemmzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berjalan Dengan Hati Yang Baru

Minggu demi minggu berlalu dan kehadiran Sandi di sisi Laras semakin terasa seperti kebiasaan yang menenangkan. Tidak ada yang dipaksakan, tidak ada yang terburu buru. Mereka hanya tumbuh bersama secara alami, seperti pohon yang perlahan membesar di bawah sinar matahari.

Laras menyadari bahwa setiap kali dia bersama Sandi, senyumnya terasa lebih lepas dan hatinya terasa lebih ringan. Dia tidak lagi selalu menoleh ke belakang mencari bayangan masa lalu. Dia mulai berani menatap ke depan, melihat masa depan yang cerah di sana.

Suatu sore mereka duduk di bangku taman kampus yang selalu menjadi tempat favorit mereka. Angin berhembus lembut membelai dedaunan di sekitar mereka.

Laras menatap wajah Sandi yang tersenyum menatap cakrawala, lalu dia menarik napas dalam-dalam dan memberanikan diri untuk berbicara.

"Sandi, boleh gue tanya sesuatu?" ucap Laras pelan.

Sandi menoleh dan menatapnya lembut. "Tentu saja. Selama lu mau cerita, gue akan selalu siap mendengarkan."

"Gue takut... Gue takut kalau gue mulai membuka hati gue untuk lu, itu berarti gue melupakan Arka. Gue takut kalau gue bahagia sekarang, gue jadi orang yang tidak setia pada kenangan," ungkap Laras dengan suara yang bergetar.

Sandi tersenyum lembut, lalu menyentuh punggung tangan Laras dengan sangat hati hati. "Lu tidak perlu melupakan seseorang untuk bisa mencintai orang lain dengan tulus. Arka adalah bagian dari cerita hidup lu yang indah, dan bagian itu tidak perlu dihapus. Tapi cerita hidup lu itu masih panjang Laras. Ada banyak bab yang masih belum ditulis. Membuka hati bukan berarti mengkhianati masa lalu. Itu artinya lu cukup kuat untuk percaya lagi bahwa kebahagiaan bisa datang dua kali, dalam dua bentuk yang berbeda."

Kata kata itu seperti kunci yang melepaskan beban berat dari pundak Laras. Dia menatap mata Sandi dan di sana dia melihat ketulusan yang begitu dalam.

Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama, dia tidak membandingkan Sandi dengan Arka. Dia melihat Sandi sebagai dirinya sendiri seperti seseorang yang hadir untuk menemani, bukan untuk menggantikan.

"Makasih ya, Sandi. Lu selalu tahu cara buat gue merasa cukup dan berharga," ucap Laras sambil tersenyum tulus.

"Itu karena lu memang berharga, Laras. Lu tidak perlu berusaha keras untuk menjadi layak dicintai. Lu sudah layak sejak lu menjadi diri lu sendiri," jawab Sandi lembut.

Malam itu Laras pulang dengan perasaan yang jauh lebih tenang. Dia membuka laci tempat kotak kenang kenangan Arka tersimpan. Dia tidak membuang apa pun di dalamnya. Dia hanya menutupnya perlahan, menyimpannya kembali di tempat yang aman di sudut hatinya.

Kenangan itu tetap berharga, tapi dia tidak lagi membiarkan kenangan itu menjadi tembok yang menghalanginya melangkah maju. Dia belajar bahwa melupakan bukanlah cara untuk berdamai dengan masa lalu. Menerima dan melepaskan adalah cara yang jauh lebih baik.

Hari hari berikutnya terasa lebih cerah. Laras tidak lagi menahan tawa atau menyembunyikan senyumnya saat bersama Sandi. Mereka tertawa lebih leluasa, berbagi impian lebih terbuka, dan saling mendukung dalam setiap langkah yang mereka ambil menuju masa depan.

Sandi mengajarkannya bahwa mencintai lagi itu tidak menakutkan selama kita tahu siapa diri kita dan apa yang kita butuhkan. Laras menyadari bahwa hatinya tidak terbagi dua. Hatinya justru semakin utuh, karena dia akhirnya belajar mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum memberikan sebagian hatinya kepada orang lain.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!