NovelToon NovelToon
Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32_ family time?

begitu tiba di mall, alendra sangat bersemangat mencoba berbagai macam mainan. Dia bermain mandi bola, sorotan, tembakan dan mesin capit. Tentunya Kevin yang membantu bocah itu bermain.

" iih! Daddy nggak pintar nembak" keluh alendra karena tembakan alendra terus meleset.

Kevin menggaruk tengkuknya yang tak gatal. dia memang tak pandai membidik. Ayolah, dia bukan polisi, apa lagi tentara. jelas saja dia tidak pandai dalam bidang tersebut.

Tapi kalo soal bela diri, dia bisa ko. dia malah sangat jago bela diri. Dulu saad smp dia pernah mengikuti berbagai macam latihan beladiri. sampai dia kuliah dia masih suka ikut latihan.

" sorry boy, Daddy emang kurang pintar menembak" ujar Kevin mengakui kelemahan nya.

" kalian tidak lapar?" tanya gizel yang sedari tadi hanya diam saja.

gizel juga sangat menikmati weekend kali ini. Dia sangat senang saat melihat alendra tersenyum bahagia. Alendra terlihat ceria dan sangat bahagia. Baru kali ini dia melihat alendra sebahagia ini.

" lapar mom" jawab alendra.

Mereka sudah menghabiskan waktu selama 2 jam di sini. Dan selama 2 jam itu mereka tidak jajan apapun. hanya sibuk bermain mainan.

" ayo kita makan sekarang" ujar Kevin lalu menggendong alendra.

Mereka menaiki eskalator yang bergerak turun ke bawah. Kevin mengendong alendra yang sedang memegang boneka kelinci hasil dari mesin capit. Sedangkan gizel berdiri di samping Kevin. Mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.

tiba di restoran mall, Kevin mendudukkan alendra di kursi lalu dia ikut duduk dan memanggil pelayan.

" kamu mau makan apa boy?" tanya Kevin .

" aku mau makan kue aja dad, brownies rasa strawberry " ujar alendra

" kalau kamu mau makan apa ran? Mau kue seperti alendra juga? Kamu kan juga suka strawberry" ujar Kevin yang masih mengingat jelas jika Rania sangat menyukai strawberry.

" itu kesukaan Rania, bukan kesukaan ku" jawab gizel " aku ingin makan spaghetti bolognese saja"

Kevin mengangguk pelan " untuk minumnya?" tanya nya lagi " mau jus buah naga?" tanyanya lagi.

jus buah naga adalah jus kesukaan Rania dulu. Meskipun Kevin terlihat mengabaikan Rania dulu, tapi sejujurnya dia memerhatikan semuanya tentang wanita itu.

" aku mau jus buah naga dad" ujar alendra.

" jus apel saja" ujar gizel.

Kevin menghela nafas pelan. Dia kembali memanggil pelayan lalu mulai memesan pesanan mereka.

Kevin menatap gizel yang sedang fokus pada ponselnya. Sepertinya bukan hanya wajah Rania saja yang berubah. tapi sikap nya juga.

Kevin rindu, dia sangat merindukan rania nya. Wanita lemah lembut dan penurut. Wanita yang menyukai strawberry dan jus naga. wanita yang suka tersenyum manis, bukan wanita yang terus bersikap ketus dan dingin padanya. tapi sepertinya Rania nya benar benar sudah mati. Apa dia bisa menghidupkan Rania kembali?

" Daddy, kenapa Daddy bengong? " tanya alendra.

" haa? tidak papa boy" jawab Kevin yang tersadar dari lamunannya.

tidak lama makanan mereka pun tiba. Mereka bertiga makan dengan lahap. apa lagi alendra, dia memakan brownies nya sambil bercanda dengan Kevin. Sedangkan Gizel? Dia hanya diam menyaksikan pemandangan hangat itu.

" dia memang ayah yang baik, tapi bukan suami yang baik" bagi gizel.

~`

Hari ini hari Minggu, Haruna menikmati hari Minggu nya sendirian di apartemen. Tiba tiba dia merindukan Alaska. sudah sangat lama mereka tidak berkabar. apa lagi akhir akhir ini Alaska terlihat sangat sibuk.

" apa aku hubungi kak Alaska aja ya? tapi apa alasan nya? Masa cuma bilang kangen " gumam Haruna bingung.

Dia ingin menghubungi Alaska. Ingi mendengar suara Alaska. Dia benar benar merindukan pria itu. tapi dia ragu untuk melakukan nya.

" bagaimana kalau kak Alaska sibuk?"

" tapi ini kan jadi Minggu"

Haruna menatap layar ponselnya yang menampilkan kontak Alaska. Apa dia harus menghubungi pria itu? Ah! dia takut.

" hubungi aja kali ya"

Haruna menarik nafas dalam-dalam mengumpulkan keberanian nya. Dengan ragu, tangan Haruna bergerak menekan tombol telepon.

Dreet!

Nada tunggu berbunyi. Jantung Haruna berdetak tak karuan nya, tangan nya bergetar. Dia takut. dia harus mengatakan apa.

dreet

Nada tunggu terus terdengar dalam waktu cukup lama. Namun panggilan itu tidak kunjung terjawab. Hingga panggilan itu berakhir tanpa jawaban.

huft!

Haruna menghela nafas kecewa. Wajah nya berubah lesu. Dia meletakkan ponselnya di atas meja. padahal ini yang dia mau, tapi kenapa dia sedang yang merasa tersiksa?

" kak Alaska, aku minta maaf sudah membuat mu kecewa. Semoga saat Ku sudah siap nanti aku masih punya kesempatan. Aku mencintaimu kak" gumam Haruna tulus.

gizel tiba di rumah nya pada pukul 4 sore. Kenapa sore? Padahal cuma ke mall? jawaban ya karena mereka bukan hanya ke mall. habis dari mall awalnya mereka sudah bersiap untuk pulang. Namun tiba tiba ibunya Kevin menelpon mengajaknya untuk makan siang di rumah.

Gizel sudah menolaknya, tapi mantan ibu mertua nya itu terus memaksa nya. Dan ibunya itu sama seperti Kevin, menggunakan alendra sebagai senjata.

selesai makan siang apa dia langsung pulang? Tidak! Ibunya kevin mengajak nya berbicara lalu dia juga sempat memandikan putranya.

" huft! Sungguh melelahkan " gumam gizel lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

gizel tidak membawa alendra pulang karena alendra tidak mau ikut dengan nya. Dia juga tidak lagi memaksa karena melihat alendra lebih bahagia dengan Kevin. Mungkin alendra lebih senang di sana karena ada ibunya Kevin. karena itu dia tidak ingin memaksa alendra.

gizel bergegas untuk mandi, selesai mandi dia memakai bajunya lalu bersantai sambil bermain hp di balkon kamarnya.

*Ting*

sebuah pesan muncul di layar ponsel gizel. gizel yang sedari tadi sibuk menonton langsung teralihkan pada pesan tersebut.

*Hy\_ kai*

gizel terkejut melihat pesan masuk dari kai. Meskipun mereka sudah pernah bertemu kemaren malam tapi mereka tidak pergi chatingan dalam waktu lama ini.

*Iyaa kai?\_ gizel*

*lagi apa?\_ kai*

*Santai aja, habis dari luar \_ gizel*

kai tidak tahu apa tujuan dia mengirimkan gizel pesan. Tadinya dia sedang bersantai di ruang santai yang ada di rumah nya sambil melihat sosial media.

Tiba tiba postingan terbaru gizel lewat. Foto anak kecil berusia 3 tahun sedang menaiki mobil mobilan di mall.

Karena postingan itu dan entah kenapa dia malah ingin mengirimkan gizel pesan. Dan tanpa sadar dia benar benar melakukan hal itu.

" sekarang gw harus balas apa? Lagian ngapain chat chat dia bego!" kesal kai.

Kai bingung harus membalas apa. Masa balas oh. Kan yang ada malah terlihat aneh.

masih di indo?_ gizel

Gizel kembali mengirimkan pesan. Mungkin karena kai tidak kunjung membalas pesan nya.

Aku sudah kembali ke Jepang tadi pagi. dan baru sampai tadi siang_ kai.

Ohh, ada apa ngechat? _ gizel.

Tu kan, malah di tanya. Kai kan bingung harus jawab apa. Masa bilang cuma iseng? aneh sial!

tidak papa, hanya ingin saja _ kai.

Akhirnya dia mengatakan nya. CK! Memalukan sekali. Sama seperti saat kai memberikan gizel perhiasan waktu itu. dia tidak punya alasan yang jelas. dia hanya tidak sengaja melihat perhiasan tersebut lewat di sosial media nya. dan dia malah teringat gizel saat melihat perhiasan tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!