NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:24.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernikahan Shania

Beberapa hari kemudian, malam yang ditunggu-tunggu keluarga Lin akhirnya tiba. Kirana berdiri di depan cermin dengan mengenakan gaun elegan berwarna navy yang sudah dipilihnya, sementara di belakangnya Kendra terlihat sudah siap dengan jas yang warnanya senada dengan gaun sang istri.

Kirana merapikan sedikit bagian gaunnya sebelum menghampiri Kendra. Tanpa banyak bicara, ia memegang bagian belakang kursi roda Kendra dan mulai mendorongnya keluar dari kamar.

"Kau tidak perlu mendorongku," ujar Kendra datar. "Ada Marco."

Kirana hanya menatapnya sekilas, lalu tetap mendorong kursi roda tersebut. Kendra akhirnya tidak mengatakan apa-apa lagi dan membiarkan Kirana melakukan sesukanya.

Mereka berjalan menuju lift, dan beberapa pelayan yang berpapasan langsung menundukkan kepala. Begitu pintu lift terbuka di lantai dasar, Marco sudah menunggu dengan pakaian formal dan sikap siap siaga seperti biasanya.

"Mobil sudah siap, Tuan," lapor Marco.

Kendra mengangguk. "Kalau begitu, kita berangkat."

Kirana kembali mendorong kursi roda Kendra hingga keluar dari kediaman. Mereka bertiga kemudian masuk ke mobil mewah milik Kendra, dengan Marco duduk di bagian depan sebagai pengemudi.

Beberapa saat kemudian, mobil itu melaju meninggalkan kediaman Wu. Lampu-lampu kota terlihat semakin ramai karena malam telah tiba, sementara gedung-gedung tinggi memantulkan cahaya dari berbagai arah.

Tidak lama kemudian, mereka tiba di sebuah hotel mewah tempat pesta pernikahan Shania dan Julian diselenggarakan. Dari luar saja, gedung tersebut sudah terlihat meriah dengan dekorasi pernikahan dan deretan mobil mewah milik para tamu.

Tentu keluarga Lin dan Shu mengeluarkan uang tidak sedikit demi menjaga gengsi mereka sebagai pebisnis.

Marco turun lebih dulu dan membuka pintu. Kirana kemudian keluar, lalu berjalan di sisi Kendra sementara Marco kembali mendorong kursi roda pria itu menuju pintu utama.

Begitu mereka memasuki ballroom, beberapa percakapan langsung terhenti. Para tamu yang sebelumnya sibuk berbicara mendadak menoleh karena sosok Kendra Wu yang selama bertahun-tahun jarang muncul di acara besar kini datang menghadiri pesta.

"Itu Kendra Wu, bukan?"

"Benar. Bukankah sejak kecelakaan dia tidak pernah menghadiri pesta seperti ini?"

"Dan wanita di sampingnya pasti istrinya."

"Ah, aku ingat, dia putri kandung keluarga Lin yang datang dari desa."

Bisikan-bisikan mulai terdengar di berbagai sudut ruangan. Kendra sama sekali tidak peduli dan tetap memasuki ballroom dengan wajah tenang.

Bagi Kendra, tatapan orang lain tidak pernah menjadi sesuatu yang perlu dipikirkan. Selama bertahun-tahun orang telah membicarakan kondisi kakinya, tetapi ia tidak pernah merasa perlu menjelaskan kehidupannya kepada siapa pun.

Kirana sendiri berjalan tenang di sampingnya. Sesekali ia melirik beberapa tamu yang terang-terangan memperhatikan mereka, tetapi kemudian kembali mengarahkan pandangannya ke depan.

Di atas panggung, terlihat Shania berdiri dengan gaun pengantin yang indah bersama Julian. Senyum manis terpancar di wajah Shania, sementara Julian berdiri di sampingnya dengan pakaian pengantin pria yang rapi.

Begitu melihat Kirana, Shania semakin mengangkat dagunya angkuh seolah mengatakan jika dialah pemenangnya. Pernikahannya mewah berbeda dengan Kirana yang hanya sederhana.

Tidak jauh dari mereka, kedua keluarga terlihat begitu bahagia. Meylan bahkan berkali-kali tersenyum kepada para tamu seolah hari itu merupakan hari paling membahagiakan dalam hidupnya.

Kirana memperhatikan pemandangan itu dalam diam. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum miris.

Saat Shania menikah, Ibu terlihat begitu bahagia.

Tatapan Kirana kemudian menjadi sedikit dingin. Tapi ketika aku menikah, bahkan senyum pun tidak ada di wajah Ibu dan Ayah.

Ingatan tentang hari pernikahannya dengan Kendra kembali terlintas. Pernikahan yang seharusnya menjadi hari bahagia justru dipenuhi wajah dingin keluarga Lin dan perlakuan seolah dirinya hanyalah pengganti yang tidak penting.

Kirana segera mengalihkan pandangan. Ia tidak ingin membiarkan kenangan lama merusak suasana malam itu.

Di sisi lain, Arthur dan Sean yang sejak tadi melihat kedatangan Kirana akhirnya memberanikan diri mendekat. Keduanya tampak sedikit canggung, seolah masih mencari cara untuk berbicara dengan adik yang selama ini mereka abaikan.

"Kirana," panggil Arthur.

Kirana menghentikan langkah dan menoleh.

Arthur tersenyum kecil. "Apa kabarmu? Bagaimana kehidupanmu di keluarga Wu? Apakah mereka memperlakukanmu dengan baik?"

Sean ikut menambahkan, "Kalau ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman, kau bisa memberi tahu kami. Kami tetap kakakmu."

Kirana menatap keduanya beberapa saat. Ia kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengetik beberapa kata sebelum menunjukkan layarnya kepada mereka.

"Aku baik-baik saja."

Arthur membaca tulisan tersebut dan mengangguk. "Syukurlah kalau begitu."

Meskipun jawabannya sopan, wajah Kirana tetap datar. Tidak ada kehangatan seperti seorang adik yang sedang berbicara dengan kakaknya.

Arthur dan Sean tentu menyadarinya. Mereka tahu jarak di antara mereka tidak mungkin hilang hanya karena beberapa kali meminta maaf.

"Kalau begitu, ayo ikut kami," ujar Arthur kemudian. "Meja keluarga Lin ada di bagian depan. Kau bisa duduk bersama kami."

Kirana belum sempat menjawab. Ia justru menoleh kepada Kendra yang sejak tadi diam memperhatikan percakapan mereka.

Kendra memahami tatapan itu. Ia kemudian berkata dengan suara datar, "Tidak perlu."

Arthur menoleh kepadanya.

"Kami sudah memiliki meja sendiri," lanjut Kendra. "Kirana akan duduk bersamaku."

Nada bicaranya tidak kasar, tetapi cukup tegas untuk membuat Arthur tidak bisa membantah. Kirana hanya diam di samping Kendra, lalu kembali memegang bagian belakang kursi roda pria itu.

Arthur akhirnya mengangguk dengan berat hati. "Baiklah ... kalau begitu."

Sean menepuk bahu kakaknya pelan, seolah memintanya untuk tidak memaksakan keadaan. Keduanya kemudian mundur dan kembali ke meja keluarga Lin.

Arthur sempat menoleh sekali lagi kepada Kirana. Dari tatapan adiknya yang masih begitu tenang dan menjaga jarak, ia sadar bahwa luka selama dua puluh tahun tidak mungkin sembuh hanya dalam beberapa hari.

Kirana mendorong kursi roda Kendra menuju meja mereka. Kendra meliriknya sekilas dan berkata pelan, "Kau tidak perlu memaksakan diri hanya karena mereka keluargamu."

Kirana menatap Kendra sebentar, kemudian menggeleng. Ia mengambil ponselnya dan mengetik singkat.

"Aku baik-baik saja."

Kendra membaca tulisan itu lalu mengangguk. "Kalau begitu, duduklah. Kita lihat saja bagaimana pesta ini berlangsung."

Kirana menarik kursi di samping Kendra dan duduk dengan tenang. .

1
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aq suka aku Suak gaya lor deh Kirana
sat set tnpa drama
keren pojok nya
wuih jous gandos
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
apa iya mama nya s diri yg membuatnya
aaahhh mboh lah mumet AQ sweeter
otornya lho bikin penasaran Mulu 🤣🤣🤣
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 💪😄😄
Patrish
waahh...sadis juga ya Kirana
Patrish
aku sudah menebak...jarum perak beraksi
Patrish
lhaaahhhh...dasar serigala busuk
Tiara Bella
aku suka cerita nya bangus bngt.....
Tiara Bella
wow thor 6 bab sehari ini aku pdmu pkknya..../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Maria Lina
mksihhh bnyķk"thor ud up double"🙏🙏🙏😘😘
syh 03
seperti biasa selalu bagus novel authornya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kak bantu Komen yang plagiat Guo Mei. Judul plagiat itu "Balas dendam sang Putri"
total 1 replies
Hary Nengsih
wah kirana 👍👍👍ternyata
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, merindingnya nih pembalasan dari Kirana🤭, tapi tapi, kalian cocok banget, semoga nanti gak ada kata cerai di antara mereka /Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Nah kan, fix ini, si Meylan bukan ibu kandungnya kan? eh atau... Meylan ini ibu kandungnya, namun sepertinya dia tidak menyukai keberadaan Kirana karena ia merasa akan menjadi penghalang bagi Shania🤔
mama_im
iblis wanita mulai beraksi 😈😈😈🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra dan Kirana cocok karna mereka sama" kuat dan tegas jngn lupa cerdas 😏☺️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok saya curiga kl yg ngasih racun itu Meylan ibu nya Kirana sendiri 😏😏
teh tubruk
nah kan bener ternyata sudah tidak bisa di pakai lagi,sudah impoten kau julian😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
si minyak goreng emang stres dia sendiri yg cari masalah tp malah nyalahin Kirana ampun dah 🤦😏😡
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ahh bilang saja mau mangku kirana kan wekkk gitu aja repot Kendra
🤭🤭🤭🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
malukan kan kalian gara" si minyak goreng 😏😏 jd jngn trus nyalahin Kirana dan bilang pembawa sial karna faktanya si minyak goreng itu yg pembawa sial 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!