NovelToon NovelToon
GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Tamat
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: RISMA AYINI SAFITRI

seorang gadis bernama hazia ayini que'en namyesa yang merupakan seorang gadis bar bar, nakal, jahil, dan juga bermulut pedas yang susah di atur oleh orang tua nya sehingga iya dan juga kakak sepupu laki laki nya yang bernama kevin di kirim ke sebuah pondok pesantren yang merupakan milik sahabat keluarga hazian.

apakah ayini si gadis bar bar bisa berbuat baik dan memperbaiki akhlak serta adab nya di pondok pesantren itu?
atau apakah ayini akan berbuat jahil dan mengacaukan pondok itu?
apa yang akan ayini lakukan ketika iya bertemu dengan anak kyai yang bernama Alvaro!
atau kerap di panggil gus alvaro? seorang Gus yang memiliki sifat dingin dengan wajah datar yang ternyata akan menjadi CALON SUAMI nya karena masalah yang iya lakukan sendiri...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISMA AYINI SAFITRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32. JEBAKAN DI DERMAGA TUA.

"Lho! Mau kemana Mas Pahlawan? Hadiahnya belum diterima!" tawa Ayini pecah melihat suaminya kembali kocar-kacir.

Alvaro benar-benar kabur keluar kamar, jantungnya dag-dig-dug tak karuan.

Ia harus ke masjid, lagi-lagi untuk beristighfar dan mendinginkan hatinya yang terasa terbakar oleh tingkah ajaib istrinya.

Namun di balik pelariannya, Alvaro tahu satu hal: ia akan melakukan apa pun untuk menjaga tawa gadis bar-bar itu agar tetap abadi di tanah Barito.

Tanpa mereka sadari, Raffi yang belum menyerah, kini sedang menghubungi seseorang yang jauh lebih berbahaya—seseorang yang memiliki dendam lama dengan Abi Vero dan berniat menggunakan Ayini sebagai umpan terakhir untuk menghancurkan pesantren Al-Hidayah.

Ancaman ternyata belum benar-benar berakhir. Raffi, yang sudah kehilangan akal sehatnya, beraliansi dengan Pak Darmawan, seorang mantan pengusaha kayu yang usahanya bangkrut karena praktik ilegalnya diungkap oleh Abi Vero bertahun-tahun lalu.

Mereka merencanakan sebuah skema licik untuk menculik Ayini saat ia sedang dalam perjalanan pulang dari kegiatan pengabdian masyarakat di desa tetangga.

Sore itu, mobil yang membawa Ayini dicegat oleh dua mobil hitam di sebuah jalanan sepi dekat dermaga tua sungai Barito.

Ayini dipaksa turun dan dibawa ke sebuah gudang tua yang pengap.

"Lepasin gue! Dasar pengecut!" teriak Ayini, meskipun tangannya terikat.

Jiwa bar-bar-nya masih membara meski ia dalam keadaan terdesak.

"Diam kamu, Ayini! Gara-gara kamu dan suamimu yang sok suci itu, hidupku hancur!" bentak Raffi sambil menunjuk wajah Ayini.

Pak Darmawan keluar dari kegelapan.

"Kita lihat seberapa berani Gus muda itu saat tahu istrinya ada di tanganku. Aku tidak hanya ingin uang, aku ingin kehancuran Al-Hidayah."

Gus Alvaro yang mendapatkan kabar hilangnya Ayini dari Kevin langsung bergerak. Ia tidak menunggu polisi, karena ia tahu setiap detik sangat berharga.

Berbekal pelacak yang diam-diam ia pasang di tas Ayini (sebuah tindakan protektif yang sempat Ayini ejek sebagai 'posesif'), Alvaro memacu mobilnya menuju dermaga.

Alvaro tiba di gudang tua itu sendirian. Ia tidak ingin melibatkan santri dalam bahaya fisik ini.

Dengan langkah tenang namun mematikan, ia memasuki gudang. Penjaga yang mencoba menghadangnya jatuh dalam satu gerakan bela diri yang cepat—sebuah sisi dari Alvaro yang jarang diketahui orang: ia adalah pemegang ban hitam pencak silat sejak remaja.

"Lepaskan istri saya," suara Alvaro bergema dingin di dalam gudang yang luas.

Raffi tertawa, ia menodongkan pisau ke arah Ayini. "Maju satu langkah, dan wajah cantik istrimu ini akan kucoret!"

Alvaro berhenti. Matanya menatap Ayini yang wajahnya pucat namun tatapannya tetap kuat.

Ayini mencoba memberikan kode lewat matanya.

"Mas... jangan dengerin mereka! Mas pergi aja!" teriak Ayini.

"Diam!" bentak Raffi.

Tiba-tiba, lampu gudang mati total. Kevin, yang diam-diam mengikuti dari jalur belakang, berhasil memutus aliran listrik.

Dalam kegelapan yang pekat, Alvaro bergerak seperti bayangan. Ia melumpuhkan Raffi dalam hitungan detik sebelum pemuda itu sempat bereaksi.

Pak Darmawan mencoba melarikan diri, namun ia langsung dihadang oleh pihak kepolisian yang akhirnya tiba setelah dihubungi oleh Abi Vero.

Alvaro segera menghampiri Ayini dan memutus tali pengikatnya.

Begitu bebas, Ayini langsung memeluk Alvaro dengan sangat erat, tangisnya pecah.

"Mas... Ayini takut banget..." bisiknya sesenggukan.

Alvaro memeluknya balik, mencium puncak kepalanya berkali-kali. "Maafkan Mas terlambat. Mas janji, ini yang terakhir kali kamu terluka."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!