NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lima ratus tahun yang lalu, Lin Chen adalah Kaisar Pedang Ilahi yang berdiri di puncak Alam Dewa. Namun, saat ia mencoba menembus batas tertinggi kultivasi, ia dikhianati oleh tunangannya, Dewi Teratai Salju, dan saudara seperjuangannya, Kaisar Naga Hitam. Tubuhnya hancur, dan jiwanya tercerai-berai.
​Kini, lima ratus tahun kemudian, jiwa Lin Chen terbangun di Benua Langit Biru, di dalam tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama. Pemuda ini dikenal sebagai "Sampah Terbesar" di Kota Daun Musim Gugur karena meridiannya cacat sejak lahir. Namun, mereka tidak tahu bahwa di dalam lautan jiwanya, Lin Chen membawa Sutra Pedang Kehampaan, sebuah teknik kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap energi alam semesta.
​Dimulailah perjalanan Lin Chen untuk merangkai kembali takdirnya, menginjak jenius arogan, menaklukkan naga suci, dan kembali ke Alam Dewa untuk menuntut darah para pengkhianatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Kemarahan Tetua Pertama

​Keheningan mutlak yang menyelimuti alun-alun Keluarga Lin akhirnya pecah, digantikan oleh keributan yang meledak layaknya gunung berapi.

​"Mustahil! Apa mataku mulai rabun?! Lin Tian baru saja dikalahkan dengan satu tamparan?!"

"Ilmu sihir apa yang digunakan si sampah itu? Bukankah meridiannya buntu sejak lahir?!"

​Di atas tribun kehormatan, para Tetua yang sebelumnya duduk dengan tenang kini berdiri dengan wajah pucat pasi. Patriark Lin Zhentian menatap lurus ke arah pemuda berjubah hitam di tengah arena, matanya menyipit, mencoba menembus rahasia di balik tubuh Lin Chen.

​"Binatang kecil! Beraninya kau melumpuhkan cucuku!"

​Sebuah raungan marah yang mengandung tenaga Qi sangat besar menggelegar dari arah tribun. Tetua Pertama, Lin Hai—kakek kandung Lin Tian—melompat ke udara bagai elang pemangsa. Matanya merah menyala penuh niat membunuh.

​Sebagai seorang ahli di Ranah Kondensasi Qi Tingkat 7, tekanan aura Lin Hai membuat udara di sekitar arena terasa berat. Para murid muda yang berdiri di dekat pinggir arena jatuh terduduk, dada mereka sesak kehabisan napas.

​"Mati kau!" Lin Hai mengayunkan telapak tangannya dari udara. Energi spiritual yang ganas berkumpul membentuk jejak telapak tangan raksasa berwarna abu-abu yang meluncur deras untuk menghancurkan kepala Lin Chen.

​Ini adalah Telapak Pemecah Gunung, teknik tingkat menengah yang seratus kali lebih kuat dari Tinju Harimau Api milik Lin Tian. Jika serangan ini mengenai kultivator Tingkat 5 biasa, tubuhnya akan langsung hancur menjadi kabut darah.

​Namun, di bawah tekanan yang mematikan itu, ekspresi Lin Chen tidak berubah sedikit pun. Ia hanya mengangkat wajahnya, menatap telapak tangan raksasa yang turun menimpanya dengan tatapan meremehkan.

​"Kau pikir kau siapa berani menghakimiku?" dengus Lin Chen dingin.

​Sring!

​Pedang besi fana yang sedari tadi bersarang di pinggang Lin Chen akhirnya tercabut. Pada saat yang bersamaan, segel di Dantian-nya terbuka sepenuhnya. Aura kultivasi yang selama ini ia sembunyikan meledak ke luar bagai badai pedang yang mengamuk.

​Ranah Kondensasi Qi Tingkat 5!

​Bukan sembarang Tingkat 5. Karena fondasinya dibangun menggunakan Sutra Pedang Kehampaan, kemurnian dan ketajaman Qi milik Lin Chen setara dengan puncak Tingkat 6!

​"Hancur."

​Lin Chen mengayunkan pedang fana di tangannya ke atas. Sebuah garis cahaya keemasan yang sangat tipis dan menyilaukan melesat membelah udara, langsung bertabrakan dengan Telapak Pemecah Gunung milik Tetua Pertama.

​BOOOM!

​Ledakan energi memekakkan telinga menyapu arena batu, menciptakan kawah selebar tiga meter di titik benturan. Serpihan batu beterbangan ke segala arah.

​Ketika debu perlahan menipis, pemandangan di atas arena membuat seluruh anggota Keluarga Lin menahan napas.

​Lin Chen telah termundur sebanyak tiga langkah. Pedang besi fana di tangannya telah hancur berkeping-keping, tak mampu menahan benturan Qi yang terlalu besar. Namun, pemuda itu berdiri tegak tanpa luka sedikit pun di tubuhnya!

​Di sisi lain, Tetua Pertama Lin Hai mendarat di tanah dengan langkah terhuyung. Ada sebuah garis luka sayatan tipis di telapak tangan kanannya, meneteskan darah segar ke atas batu arena.

​Seorang Tetua Tingkat 7... berhasil dilukai oleh seorang pemuda Tingkat 5!

​"Kau... kultivasimu... Tingkat 5?!" Suara Lin Hai bergetar, perpaduan antara keterkejutan yang luar biasa dan rasa malu karena serangannya dipatahkan oleh seorang junior.

​Seluruh alun-alun kembali sunyi. Pandangan semua orang terhadap Lin Chen kini berubah total. Tidak ada lagi ejekan, tidak ada lagi tatapan jijik. Yang ada hanyalah ketakutan dan kekaguman. Meridian buntu? Sampah terbesa? Semua itu hanyalah lelucon! Pemuda di depan mereka ini adalah monster yang menyembunyikan taringnya!

​"Cukup, Tetua Pertama!"

​Sebuah suara berwibawa mengakhiri ketegangan. Patriark Lin Zhentian melesat dari tribun dan mendarat di tengah arena, menengahi keduanya. Ia menatap Lin Hai dengan tajam.

​"Arena Evaluasi memiliki aturannya sendiri. Pertarungan antar generasi muda tidak boleh diintervensi oleh generasi tua. Apa kau ingin membuat Keluarga Lin kehilangan muka karena kau melanggar aturanmu sendiri?" tegur Lin Zhentian tegas.

​"Tapi Patriark, binatang kecil ini menggunakan cara keji untuk melumpuhkan Lin Tian! Dia pasti menggunakan sihir iblis! Tolong izinkan saya untuk melumpuhkan meridiannya sebagai hukuman!" bantah Lin Hai dengan wajah memerah.

​Lin Chen membuang gagang pedangnya yang telah hancur. Ia tertawa sinis, tawanya menggema penuh sarkasme.

​"Cara keji? Sihir iblis? Tetua Pertama, matamu itu digunakan untuk melihat atau hanya sekadar pajangan?" Lin Chen menatap tajam ke arah para petinggi keluarga. "Satu bulan yang lalu, cucu kesayanganmu dan antek-anteknya memukuliku hingga nyaris mati, di mana aturan keluarga saat itu? Di mana 'keadilan' yang kau bicarakan sekarang?!"

​Kata-kata Lin Chen menohok tepat di jantung para Tetua. Mereka semua tahu penindasan yang dialami "si sampah" itu, namun memilih menutup mata karena ia dianggap tidak berguna. Kini, situasi telah berbalik.

​Lin Zhentian menghela napas panjang. Di dunia kultivasi, kekuatan adalah keadilan sejati. Ia menatap Lin Chen, tatapannya kini dipenuhi oleh apresiasi yang sulit disembunyikan.

​"Lin Chen, kultivasimu... bagaimana kau bisa memulihkan meridianmu dan mencapai Tingkat 5?" tanya Patriark dengan nada yang jauh lebih lembut.

​"Itu bukan urusanmu," jawab Lin Chen datar, tanpa memberikan sedikit pun wajah kepada sang Patriark. Baginya, ikatan darah dengan keluarga ini hanyalah ilusi. "Aku datang hari ini hanya untuk memberi tahu kalian satu hal. Mulai hari ini, siapa pun yang berani memprovokasiku, tak peduli dia murid biasa atau Tetua sekalipun... akan berakhir seperti Lin Tian."

​Wajah Lin Zhentian sedikit menegang mendengar ketidaksopanan itu, namun ia menahan amarahnya. Potensi yang ditunjukkan Lin Chen terlalu besar untuk dibuang.

​Tepat ketika Patriark hendak berbicara lagi, seorang penjaga gerbang keluarga berlari dengan napas terengah-engah menerobos kerumunan alun-alun.

​"Lapor, Patriark! Gawat!" Penjaga itu berlutut dengan wajah pucat. "Utusan dari Tuan Kota dan Patriark Keluarga Wang telah tiba di gerbang utama! Mereka menerobos masuk dan menuntut untuk bertemu dengan Anda!"

​Alis Lin Zhentian berkerut tajam. "Keluarga Wang? Apa yang mereka inginkan di tengah acara internal kita?"

​Sebuah tawa angkuh terdengar dari arah gerbang masuk.

​"Hahaha! Saudara Lin Zhentian, maafkan kedatanganku yang mendadak. Aku datang ke sini hari ini untuk membawa sebuah kabar baik dan sebuah kesepakatan!"

​Kerumunan terbelah secara paksa. Seorang pria paruh baya berjubah emas, didampingi oleh seorang gadis muda cantik berbaju putih dan beberapa pengawal tingkat tinggi, melangkah masuk ke alun-alun dengan gaya arogan.

​Itu adalah Wang Teng, Patriark Keluarga Wang—saingan terbesar Keluarga Lin di Kota Daun Musim Gugur.

​Dan gadis di sebelahnya... mata Lin Chen sedikit menyipit saat melihatnya. Gadis itu adalah Wang Xue'er, jenius nomor satu di kota ini, sekaligus tunangan dari pemilik tubuh asli Lin Chen, sebuah perjodohan konyol yang diatur oleh kakek mereka di masa lalu.

​Menatap rombongan Keluarga Wang, Lin Chen tersenyum tipis.

1
Eddy S
kecewa cerita tanpa kelanjutan episode nya
Anonim: sabar lah bos ya kali langsung tamat
total 1 replies
Eddy S
pasti cerita ga ada kelanjutan nya 🤣🤣🤣cape deh
Albiner Simaremare
lanjut thor
Zero_two
👍👍👍👍
Zero_two
Dewi teratai udah terpesona sama 'kekuatan' terpendam si naga hitam kayaknya/Doge//Doge//Doge//Blush/
Romansah Langgu
Mantap thor,,, bar bar..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!