NovelToon NovelToon
Obsesi Tuan Perdana Menteri

Obsesi Tuan Perdana Menteri

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Wanita perkasa
Popularitas:980
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

“Mereka tidak ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia. Mereka ditakdirkan untuk menguasainya.”

Di depan publik, Kael Arden adalah Perdana Menteri termuda yang sempurna—dingin, klimis, dan jenius politik yang tak tersentuh. Namun, reputasi itu hancur saat Aurelia Vane, CEO Vane Group sekaligus Ratu dunia bawah tanah, mempermalukannya di panggung internasional. Bagi Kael, Aurelia adalah ancaman negara yang harus dihancurkan. Bagi Aurelia, Kael hanyalah pria sombong yang perlu diajari cara berlutut.

Perang ego di depan kamera berubah menjadi obsesi gelap di balik pintu tertutup. Dari ruang kerja yang sunyi hingga pesta pelelangan rahasia, setiap konfrontasi verbal mereka selalu berakhir dengan ketegangan sensual yang menyesakkan napas. Kael yang terbiasa mengendalikan negara justru kehilangan kendali atas dirinya sendiri, sementara Aurelia dengan manipulatif memanfaatkan hasrat pria itu untuk menghancurkan pemerintahannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Cry of Betrayed

Layar-layar raksasa yang terpasang di sepanjang dinding kaca gedung pencakar langit Distrik Pusat tidak lagi menampilkan grafik bursa saham atau iklan kosmetik mewah. Semua frekuensi penyiaran, mulai dari televisi kabel nasional, papan reklame digital di persimpangan jalan, hingga ponsel pintar di tangan ratusan ribu warga mendadak diambil alih oleh satu sinyal enkripsi statis yang sama.

Suara sirene kecemasan meraung di kejauhan, bersahut-sahutan dengan gemuruh teriakan lautan manusia yang memadati Alun-Alun Parlemen. Jelaga hitam dari pembakaran ban mobil dan poster-poster politik membubung tinggi ke langit abu-abu, mengotori kemegahan kota metropolitan yang selama ini dibanggakan sebagai simbol peradaban tertinggi.

"Kael Arden adalah seorang pengkhianat!"

"Pemerintah telah membohongi kita selama dua dekade!"

"Mana transparansi yang kalian janjikan?!"

Rakyat merasa dikhianati secara absolut. Kebocoran data berskala masif yang dilepaskan Kael dari kastil Isla de la Rosa telah menelanjangi borok paling menjijikkan dari struktur pemerintahan. Dokumen-dokumen taktis, manifes pencucian uang, hingga rekaman audio rahasia mengenai tragedi Panti Asuhan Saint Jude dua puluh tahun lalu kini tersebar luas tanpa bisa dibendung oleh kementerian komunikasi. Di tengah pusaran anarki tersebut, Wakil Perdana Menteri Frederick Vance telah menyatakan keadaan darurat militer, mencoba mengkambinghitamkan Kael sebagai penjahat yang telah membelot demi sindikat kriminal global.

Namun, di dalam ruang kendali utama kapal selam The Leviathan yang sedang bergerak mendekati dermaga rahasia di pinggiran ibu kota, Kael Arden berdiri menatap layar transmisi global dengan ekspresi yang sangat tenang. Di sampingnya, Aurelia Vane berdiri anggun, mengenakan setelan blazer satin hitam formal dengan bros mawar emas kecil di kerahnya. Rambutnya disanggul rapi, mengembalikan citra seorang penguasa korporasi yang siap mendikte pasar.

"Semua jaringan penyiaran nasional telah dikunci oleh peretas Vane Group, Kael," suara Aurelia terdengar jernih dan penuh otoritas. "Rakyatmu sedang berada di titik kemarahan tertinggi. Mereka merasa dikhianati oleh sistem, dan mereka mengira kau adalah bagian dari monster yang menghancurkan masa depan mereka. Apakah kau siap memberikan mereka kebenaran yang sesungguhnya?"

Kael menoleh ke arah Aurelia, sepasang mata elangnya tidak lagi memancarkan keliaran predator dunia bawah, melainkan sebuah ketulusan yang mendalam dan dingin yang selama ini ia sembunyikan di balik senyum palsu protokol kenegaraan. Ia meraih tangan kanan Aurelia, meremas jemari wanita itu dengan kehangatan posesif yang protektif.

"Aku menghabiskan separuh hidupku dengan berbohong di depan podium itu, Aurelia," bisik Kael parau. "Malam ini, di depan seluruh rakyat yang mengutuk namaku, aku akan berbicara dengan lidah seorang manusia yang tidak lagi memiliki apa pun untuk disembunyikan. Biarkan mereka melihat siapa pria yang mereka pilih sebagai pemimpin."

Kael melangkah maju menuju podium transmisi darurat di dalam kapal selam. Lampu indikator kamera menyala merah. Transmisi langsung dimulai.

BZZZTTT—

Dalam sekejap, seluruh layar digital di dunia atas berganti visual. Wajah tegas Kael Arden muncul secara serentak di hadapan jutaan mata yang sedang murka. Tidak ada latar belakang bendera negara yang megah atau lambang parlemen emas. Kael muncul dengan kaus taktis hitam, bahu kiri yang diperban, dan guratan luka baru di pelipisnya. Penampilannya yang kasar dan telanjang dari segala atribut kemewahan politik seketika membungkam gemuruh teriakan di Alun-Alun Parlemen.

"Kepada seluruh rakyat yang kuhormati," suara Kael menggelegar melalui pelantang suara kota, berat, parau, namun membawa resonansi kejujuran yang langsung menusuk dada siapa pun yang mendengarnya. "Aku tahu apa yang sedang kalian teriakkan di jalanan saat ini. Aku tahu kalian menyebut namaku sebagai pengkhianat, seorang birokrat yang menjual rahasia negara kepada organisasi kriminal Vane Group. Dan malam ini, aku berdiri di sini tidak untuk membantah tuduhan itu... melainkan untuk membenarkannya."

Massa di alun-alun kota terkesiap. Keheningan yang mencekam mendadak merayap di antara ratusan ribu demonstran.

"Dua puluh tahun yang lalu, aku adalah seorang anak yatim piatu yang berdiri di jalanan dingin ini, menyaksikan bagaimana hukum yang ditulis oleh para elite di gedung parlemen hanya berpihak pada mereka yang memegang kantong uang," lanjut Kael, matanya menatap lurus ke arah lensa kamera dengan ketulusan yang teramat pekat. "Aku melihat bagaimana tragedi Panti Asuhan Saint Jude dibakar dan dihapus dari sejarah demi menyelamatkan karier politik Frederick Vance dan kroni-kroninya. Malam itu, aku membuat keputusan terbesar dalam hidupku, aku akan merangkak naik ke puncak kekuasaan dengan cara memakai jubah kemunafikan mereka."

Kael jeda sejenak, napasnya terlihat beraturan di layar.

"Aku memalsukan identitasku, aku tersenyum di hadapan kamera kalian, aku menjabat tangan para koruptor kotor itu, dan aku berpura-pura menjadi pelayan publik yang suci. Semua kebohongan itu kulakukan hanya untuk satu tujuan, memegang pena tertinggi yang mampu merobek-robek sistem busuk ini dari dalam. Aku harus menjadi monster di antara mereka agar memiliki kekuatan untuk menghancurkan mereka."

Di dalam ruang rapat darurat parlemen, Frederick Vance yang sedang menyaksikan siaran tersebut mendadak pucat pasi, tubuhnya gemetar hebat saat menyadari arah pembicaraan Kael.

"Data yang bocor ke ponsel kalian beberapa jam lalu bukanlah bentuk pengkhianatan kepada rakyat," suara Kael naik satu oktaf, memancarkan aura dominasi yang mutlak. "Itu adalah bentuk pembersihan. Aku sengaja menghancurkan reputasiku sendiri, aku sengaja memicu anarki ini, agar kalian semua bisa melihat dengan mata kepala sendiri siapa saja ular yang selama ini mengisap darah kalian di balik dinding parlemen yang megah."

Kael menggeser tubuhnya sedikit, dan kamera perlahan melebar, menampilkan sosok Aurelia Vane yang melangkah masuk ke dalam bingkai visual, berdiri tepat di samping Kael dengan keanggunan yang mengintimidasi.

"Di sampingku adalah Aurelia Vane, pemimpin tertinggi Vane Group, seorang anak perempuan yang selamat dari kobaran api Saint Jude dua puluh tahun lalu," Kael meraih tangan Aurelia di depan kamera, mendeklarasikan aliansi mereka secara terbuka kepada seluruh dunia. "Selama ini, pemerintah menakuti kalian dengan narasi bahwa dunia bawah adalah musuh peradaban. Namun kenyatannya, para pejabat kalianlah yang menggunakan jasa dunia bawah untuk melakukan eksekusi kotor mereka."

Kael menatap kamera untuk terakhir kalinya dengan pandangan yang siap mengeksekusi sisa-sisa rezim lama. "Malam ini, aku menyatakan bahwa pemerintahan lama telah runtuh. Aku, Kael Arden, bersama Vane Group, akan kembali ke ibu kota. Kami datang bukan untuk menjajah kalian, melainkan untuk menegakkan hukum baru, sebuah reformasi tangan besi yang akan membersihkan setiap pejabat korup tanpa ada lagi rahasia di antara kita. Jika kalian menginginkan kejujuran yang sesungguhnya... bersiaplah menyambut era yang baru."

BZZZZTT—

Transmisi terputus, meninggalkan layar kembali ke dalam warna hitam statis.

Di Alun-Alun Parlemen, keheningan total berubah menjadi ledakan histeria yang berbalik arah. Rakyat yang semula mengutuk nama Kael kini mulai menyadari ketulusan luar biasa dan pengorbanan gila yang dilakukan oleh sang Perdana Menteri. Mereka melihat seorang pemimpin yang rela mengotori tangannya sendiri dan menghancurkan reputasinya demi menelanjangi para penguasa korup.

"Arden! Arden! Arden!"

Teriakan nama Kael kini menggema seperti paduan suara revolusi di seluruh sudut kota. Gelombang dukungan publik berbalik seratus delapan puluh derajat dalam hitungan menit. Di dalam kapal selam yang mulai merapat ke dermaga bawah tanah ibu kota, Aurelia menatap Kael dengan senyuman sensual yang dipenuhi rasa bangga yang mendalam.

"Pidato yang luar biasa, Perdana Menteriku," bisik Aurelia, melingkarkan lengannya di leher Kael dengan sentuhan female dominancenya yang pekat. "Kau baru saja membalikkan seluruh dunia atas dengan kejujuranmu."

Kael menarik pinggang Aurelia, merapatkan tubuh mereka di bawah pendar lampu ruang kendali yang temaram. "Ini bukan lagi duniaku atau duniamu, Aurelia. Ini adalah dunia kita... dan sekarang, mari kita bersihkan sisa-sisa sampah di atas sana."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!