NovelToon NovelToon
HAMIL SEBELUM MENIKAH

HAMIL SEBELUM MENIKAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Panda Sweety

Follow Ig : @panda.sweety10

Kanaya mengetahui dirinya hamil seminggu sebelum acara pernikahannya, dan ayah dari calon anaknya dia pun tidak tau hingga pernikahan dengan kekasihnya harus batal karena kehamilannya.

Apakah Kanaya akan bersama dengan ayah dari anak? Dan siapa pri itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Sweety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Semua orang tengah berbahagia karena hari ini adalah pernikahan Tuan Raka Hanendra dan Evelyn Sanjaya, Devano dan Kavin sudah selesai bersiap-siap, Devano masuk ke dalam mobil bersama Kavin.

Mobil yang membawa Devano dan Kavin ke gedung resepsi orang tua mereka berhenti, Devano terlihat senang dia keluar dari mobil di susul Kavin.

Saat Kavin keluar dari mobil kejadian tersamar muncul di kepalanya dan mmerasakan sakit, Tuan Sanjaya memperhatikan Kavin dan Devano yang masih berada di samping mobil Tuan Sanjaya pun menghampiri mereka.

"Ada apa dengan Riko, Devano." Tanya Tuan Sanjaya.

"Tidak tau Kakek, saat Riko keluar kepalanya langsung sakit." Jawab Devano yang sudah khawatir terjadi sesuatu pada saudaranya.

Tuan Sanjaya mengingat obat yang di berikan pada Evelyn untuk berjaga-jaga ingatan Kavin kembali, "Nak Kakek punya obat, kamu minum ini." Tuan Sanjaya mengambil obat itu di saku jasnya dan memberikan kepada Kavin.

Setelah meminumnya rasa sakit di kepala Kavin mulai mereda, dan itulah awal Kavin mengkomsumsi obat penghilang ingatan saat sakit kepalanya datang.

Acara pernikahan Tuan Raka dan Evelyn lancar sampai selesai, Devano dan Kavin pulang lebih awal bersama Tuan Sanjaya sedangkan Tuan Raka dan Evelyn masih berbincang-bincang dengan para pengusaha ternama yang menjadi tamu di acara mereka.

《Flashback End》

*****

"Kami berencana ingin menggunakan Riko sebagai alat balas dendam dan menghancurkan keluarga Handoko, Tapi anak itu tidak ingin melakukannya." Ucap Tuan Sanjaya.

"Jadi kalian menggunakanku yang bodoh ini?" Devano meninju tembok mendengar cerita Tuan Sanjaya, ternyata selama ini dirinya telah di bohongi selama dua puluh tahun oleh keluarganya sendiri. "Kenapa kalian tega melakukan ini padaku." Mata Devano sudah memerah.

"Sayang biar mom-" Ucapan Evelyn terputus saat Devano menatap tajam ke arahnya.

Devano keluar dari rumah dan masuk kedalam mobilnya lalu meninggalkan kediaman Hanendra.

Mobil Devano berhenti di depan rumah sakit, dia ingin masuk dan melihat keadaan Kavin tapi dia juga malu bertemu dengan Alex karena keluarganya.

Devano melajukan Mobilnya menuju kantornya, "Aku harus bicara dengan Papi." Gumamnya.

Ponsel Devano bergetar, dia meraih benda persegi itu di atas dashboard dia melihat nama Adara di layar ponselnya. Devano menggeser tombol merah di layar ponselnya, dia tidak tau harus berbicara apa dengan Adara dan ya pasti dia sudah tau kalau Riko adalah Kavin kembarannya.

Berulang kali ponsel Devano bergetar tapi tak ia hiraukan, dan malah mematikannya. "Arghh!" Teriak Devano sambil memukul-mukul stir mobilnya.

Devano markirkan mobilnya di basement, dia masuk kedalam lift yang ada di basement perusahaannya dan menekan angka 12 lantai dimana ruangan Tuan Raka Hanendra berada.

Tingg,, pintu lift terbuka, semua karyawan membungkuk saat Devano melewatinya tapi yang di hormati tidak memperdulikan mereka.

"Maaf Tuan Muda, Tuan Besar tidak ada di ruangannya." Hadi menahan Devano masuk kedalam ruangan Tuan Raka.

"Paman, aku tidak ingin ada keributan di perusahaan, jadi jangan halangi aku ketemu dengan Papi." Devano menatap tajam ke arah Hadi orang kepercayaan Papinya.

Hadi tetap menahan putra majikannya tapi Devano mencengkram kerah leher kemeja pria parubaya yang ada di hadapannya.

"Selagi aku masih waras jangan menghalangiku." Devano melepaskan cengkramannya dan masuk ke dalam ruangan Papinya.

Devano menutup pintu dengan keras membuat Tuan Raka menoleh ke arahnya, "Apa yang kau lakukan Devano?" Tanya Tuan Raka dengan wajah datarnya.

"Apa aku harus memanggilmu papi?" Devano memilih duduk di sofa yang menghadap ke luar jendela.

"Apa yang membuatmu marah?" Tuan Raka kembali bertanya dan menghampiri putranya di sofa.

"Apa aku benar keturunan kandungmu Tuan Raka Hanendra?" Devano bertanya balik pada papinya.

"Papi tidak mengerti maksudmu." Jawab Tuan Raka.

"Aku sudah tau semuanya termasuk menjadikanku alat untuk balas dendam dan menghancurkan keluarga gadis yang sudah menjadi kekasihku" Devano melirik tajam.

"Papi sudah bilang jangan ada hubungan apapun antara Keluarga Hanendra dan Keluarga Handoko, segera akhiri hubunganmu dengan putri Alex." Tuan Raka mempertegas ucapannya.

"Ingat Devano jika bukan kamu yang menghancurkan Keluarga mereka maka Keluargamu yang akan hancur." Ucap Tuan Raka lagi.

Devano menggertakkan giginya menahan amarah yang sudah akan meledak, "Papi yakin kau tidak akan mengecewakanku kedepannya." Tuan Raka menepuk pundak Devano.

"Papi tidak takut aku menghianati kepercayaan papi?" Tanya Devano dengan tatapan dinginnya.

"Tidak."

"Kenapa?"

"Karena kau putra kamdungku, kau adalah penerus Keluarga Hanendra dan aku sangat percaya padamu putraku." Tuan Raka menepuk-nepung punggung Devano.

"Sungguh naif." Devano menyeringai.

*****

Dirumah sakit Mutiara Keluarga Handoko sudah berkumpul, Kanaya tidak henti-hentinya menangis menatap putra sulungnya yang masih belum membuka matanya.

Adara terlihat kesal karena panggilannya selalu di tolak oleh Devano, padahal dia ingin penjelasan dari sang kekasih. Adara menghampiri Kanaya yang masih duduk di kursi samping tempat tidur Kavin, dia mengusap punggung wanita yang telah melahirkannya dua puluh tahun silam.

"Bunda jangan menangis, kata dokter kakak baik-baik saja." Ucap Adara.

"Bunda akan bertemu dengan wanita itu." Kanaya berdiri dan mengajak putra bungsunya untuk mengantar dirinya ke kediaman Hanendra.

"Bunda, jangan pergi. Biar Ayah yang mengurus wanita itu." Adara mencoba menahan Bundanya untuk pergi.

Adara mengode Kenan untuk membantunya menahan Bunda mereka, Kenan ingin membujuk Kanaya tapi Kanaya lebih dulu menatapnya dengan tajam, "Mau mengantar Bunda atau tidak?" Kenan langsung mengangguk patuh tanpa mengeluarkan suara.

"Adik tidak berguna." Gerutu Adara.

Kanaya keluar dari kamar VIP bersama Kenan menuju basement rumah sakit untuk pergi ke rumah Keluarga Hanendra.

"Aku harus menghubungi Ayah." Adara mengambil ponselnya dan menghubungi Alex.

Tut, tut, tut

Tut, tut, tut

"Ayah, Bunda dan Kenan pergi ke kediaman Keluarga Hanendra."

"......."

"Baik Ayah."

Adara menyimpan kembali ponselnya di saku celana jeansnya dan duduk di samping kakaknya.

Adara menatap nanar melihat kakaknya masih belum sadar. "Kak, aku sudah bilang kan waktu pertama kita bertemu kalau kamu adalah kakakku, mata kakak yang selalu penuh kasih sayang tidak bisa hilang dari ingatanku." Adara tersenyum tipis dan air matanya mengalir perlahan di pipi mulusnya.

"Kakak, apa kakak juga merindukanku seperti aku, Bunda, Ayah dan yang lainnya? Hehe, kakak tidak mungkin merindukan kami karena ingatan kakak sudah di hilangkan."

"Hiks. hiks." Adara terisak-isak.

Mobil Kenan berhenti di depan pagar rumah Keluarga Hanendra, satpam menghampiri mobil yang di kendarai Kenan setelah berbincang-bincang satpam itu membuka pagar rumah yang sangat besar itu.

Evelyn yang sedang duduk di taman depan sambil menikmati teh di kejutkan dengan kedatangan Kanaya yang sudah menatap tajam kearahnya.

"Kau." Teriak Kanaya.

"Ada urusan ap-" Belum sempat Evelyn menyelesaikan ucapannya Kanaya sudah menampar wajah Evelyn.

PLAKKK...

"Kau." Ucap Evelyn.

Wajah Kanaya sudah merah padam, tidak puas dengan tamparannya tadi, Kanaya pun langsung menarik rambut panjang Evelyn sampai dia berteriak, "Ah! Sakit."

"Kau masih bisa bilang sakit setelah kau mengambil putraku selama dua puluh tahun." Kanaya menarik keras rambut Evelyn.

Para pelayan yang melihat adegan itu langsung melapor ke Tuan Sanjaya, "Tuan, Nyonya sedang di bertengkar sama wanita di taman depan."

Tuan Sanjaya kaget mendengar ucapan pelayan itu dan menyusul Evelyn ke taman depan, "Lepaskan putriku, dasar wanita hina." Teriak Tuan Sanjaya.

Kanaya tidak menghiraukan ucapan Tuan Sanjaya dan masih menarik kuat rambut Evelyn dengan sangat keras.

Bersambung....

Jangan lupa Like, Komen dan Votenya kakak...

1
Linee Alice
Loh
Linee Alice
Sudah 2025
Linee Alice
Next thor sdh 2024🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
Yani Anwar11
Luar biasa
Sri Ujji
Aduh...
dah bertahun2 ....
dad Al..kenapa lom ktmu jg..
nella juli
next thorrr
Nadia Binti Umar
knp g ada lanjutan nya lagi thor
Dia Jeng
digantung lagi 🙄🙄🙄
Mariani Mohamad
menarik bangat...
Windy Lyana
udah sampai bab 64 tp konflik nya mengalir n bermunculan musuh baru.
Windy Lyana
hmmm alur cerita nya udah di hancur kan sampai demikian seolah" kluarga Alex gak bs mengatasi n seolah melupakan harga diri dgn minta bantuan Devano buat klarifikasi.
Windy Lyana
mgkin kl sejak kejadian Kanaya blg kl di perkosa omongan calon mantan mertua bs di antisipasi setidak nya blg sebelum hamil .udah hamil nikah kurang bbrp hari br blg pasti nyinyiran tetangga lbh parah.
Eli Winarti
allur nya lompat2 gx jelas
Dedek Afrida
next
Dedek Afrida
up
mongky buruk rupa
aq abnrx lbh ska anDra ma doktr syrif...cz kslhanx devano ma ortune udh fatal...jka ma syrif kan bsa buat devano mnyesal dan kdpan bsa mnghrgai sesuatu...tp authorx maux andara ma devano trus aq bsa apa donk
Eny
lanjutkan
Wiwik Daniati
kog kek nya pernah baca cerita kek gini juga ya...bahkan sama persis ceritanya cuma bedanya di status si cewek aja.klo ini housekeeping hotel klo yg satu lagi judulnya bosku ayah dari anak ank ku judulnya.sam bgt ceritanya
💫✰✭𝓜𝓾𝓻𝓽𝓲𓅓 𓆊 𝕽𝖈⃞⃟〠
update'a terlalu lama
Fitri Kurnia Sari
lanjuttt thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!