NovelToon NovelToon
Ternyata CEO

Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: My finger

Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

 Sedangkan Marni yang berada di dalam mobil terus menyapu pandangan nya ke seluruh sisi mobil. Aroma yang begitu wangi, kursi yang empuk dan perjalanan yang mulus membuat hati nya tak berhenti kagum

Bibir nya terus berzikir, bersyukur di ujung usia nya ia di berikan kesempatan merasakan naik mobil mewah, Tuhan maha baik.

 "Jadi, ibu bawa Tania ke rumah sakit hari ini.?" tanya Radit sambil melirik sekilas ke arah Marni

 wanita itu tepat berada di samping nya yang sedang menyetir

"ii,,iya nak, tadi ketemu Dokter. Tapi ibu gak ngerti apa kata dokter, mungkin Dahlia yang ngerti" jawab Marni agak gugup

Bahkan untuk menatap Raditya saja ia sangat sungkan. Dia hanya wanita miskin, bagimana bisa berada di dalam mobil tepat di samping nya? Ia merasa lebih cocok jadi tukang cuci Raditya. Menjadi mertua nya? Marni seperti berada dalam negeri dongeng

 "Sakit apa yang kayak seperti itu, dek?"

 Dahlia yang berada di seat belakang begitu mendengar kata "Dek" langsung tersedak saliva nya sendiri. Ia sampai berdehem berkali kali berusaha menetralisir kondisi tenggorokan nya.

"mabuk?" Radit mengira Dahlia mau muntah

 Dahlia menggeleng cepat. Meskipun dia hampir jarang naik mobil kecuali mobil angkot, dia tidak pernah mabuk darat. Mungkin dia mulai mabuk pesona pria arogan di depan nya itu, Dahlia menepis pikiran nya sendiri.

 "Tania sakit Hidrosefalus, itu karena ada nya ketidak seimbangan Antara produksi dan penyerapan cairan di dalam otak. Akibat nya cairan di dalam otak terlalu banyak dan membuat tekanan di dalam kepala meningkat"

Radit mengangguk angguk, fokus mendengar kan.

"itu kira kira kenapa ya,? Kasihan banget, masih bayi gitu" Radit melirik Tania sekilas yang berada dalam gendongan.

 "karena kondisi nya sejak baru di lahirkan, besar kemungkinan karena ada nya infeksi saat hamil," jawab Dahlia mengingat ingat ucapan Dokter

Tangan Radit mengetuk ngetuk stir berfikir. Lagi dia menoleh pada Tania. Ia menatap bayi itu beberapa detik lalu kembali fokus menyetir.

"Terus langkah pengobatan nya gimana?" tanya Radit

"Hanya ada satu jalan, yaitu dengan operasi, agar cairan di otak nya seimbang"

Raditya terdiam sejenak, ada rasa iba dalam diri nya pada Tania yang sedang berjuang hidup.

"Terus, Dokter bilang apa lagi?"

"Operasi apa, mungkin nama nya. Pokok nya nanti ada selang khusus yang di pasang di dalam kepala gitu. Biar membantu cairan itu di serap oleh bagian tubuh lain, seperti perut. aku kurang tahu jelas nya, tapi tadi Tania di ambil sampel darah nya, terus cek jantung, dan semua nya normal"

Radit hanya mengangguk

Setelah beberapa saat, tak ada satu pun yang bersuara. Radit pun kembali membuka mulut nya

"nanti setelah kita menikah, kita urus operasi Tania. Sekarang kalian bersih kan diri di sini biar fresh dulu, ya" Radit berhenti di klinik kecantikan langganan nya

"Ya Tuhan, kenapa jantungku berdebar terus sih dari tadi? jangan sampai aku baper" batin Dahlia ,

Sambil Radit berbicara dengan Risti, Marni meraih tangan anak gadis nya itu

"Nak, rasa nya ibu lagi gak di bumi" bisik Marni

"Santai aja bu, kita akan di buat bersih di sini. Aku sudah pernah di bawa ke sini" bisik Dahlia juga

Radit dan Risti mendekati kedua nya dengan membawa enam orang pelayan

"Mari,Bu,, mbak Dahlia. kita akan membersihkan luka dan lebam di tubuh kalian. Kami punya tenaga ahli, jadi kalian bisa relaksasi di sini dengan mandi uap"

Dahlia dan Marni hanya menurut saja saat di bawa ke ruang perawatan. Daren sudah menunggu di ruang tunggu VIP sambil menikmati secangkir Cappuccino, Radit menghampiri adik nya itu.

"Dia calon istri ku" ucap Radit tanpa basa basi.

Glekk,,!

Tegukan capucino di kerongkongan daren terasa seperti batu yang turun ke perut nya

"Se,, serius kak ?!"

Radit mengangguk

"Kakak jatuh cinta sama perempuan itu, apa gak salah kak?"

"Iya, gak salah, kakak jatuh cinta sama dia" jawab Radit yakin

"terus kenapa bisa jadi Calon istri? Kalau sampai papa dan mama tahu calon istri mu itu,,," Daren memilih untuk tidak melanjutkan ucapan nya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!