Berawal dari petaka sebuah konser band terkenal, seorang gadis harus membuatnya menerima reward besar karena baru putus cinta. Gadis itu tidak tau bahwa dirinya sedang di kerjai teman kuliahnya hingga membuat seorang Letnan terkena imbasnya.
Disisi lain, akibat petaka tak sengaja, sang Letnan terpaksa harus menanggung akibatnya. Bukan hal mudah menaklukan hati pria yang ternyata adalah Abang dari gadis tersebut, namun pada kenyataannya, lebih sulit menaklukan gadis yang tiba-tiba masuk dalam hidupnya tanpa permisi, apalagi jejak kehidupannya kini di mulai pada wilayah dengan resiko yang cukup tinggi, wilayah yang bisa di katakan rawan, KARANG HITAM.
KONFLIK.. Harap SKIP bagi yang tidak bisa ber KONFLIK.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1. Konser petaka.
Gema suara dentuman dari alat musik band ternama ibukota begitu memekakan telinga. Seorang Letnan Satu muda sedang mengawasi setiap pergerakan para penonton dengan sudut mata tajamnya.
"Kalian awasi bagian sisi tepi kanan panggung, tepat di dekat pagar pembatas. Ada beberapa orang perempuan terhimpit banyak laki-laki..!!"
"Jalak, Monitor."
Letnan Satu killer itu baru berjalan satu langkah, tapi mendadak terjadi keributan. Tak jauh dari tempat gadis itu berdiri sudah terjadi baku hantam. Konser pun ricuh. Pria tersebut menekan HT nya.
"Jangan hanya fokus tangani keributan, ada perempuan disana. Amankan duluuuu...!!!!" perintahnya geram. Tapi sambil memantau, tak ada pergerakan untuk melindungi sekumpulan gadis itu. Ia pun bergegas turun tangan sendiri. "B*****t, pada kemana telinganya..!!" Gerutunya.
:
"Siapa ketua team penanggung jawab keamanan regu dua??" tanya Komandan Markas saat kericuhan terjadi dalam konser.
"Siap, Ijin.. Letnan Riegan Roan Martumoga." Jawab Prada Fahmi.
"Ya ampun, apa Dantim mu tidak memberi arahan apapun???"
"Siap, sudah. Tapi ada perempuan yang membuat pergerakan kami terhambat." Kata Prada Fahmi.
"Lhoo.. bukannya ada tempat wanita, pria, khusus pasangan dan VIP. Kenapa masih ada yang campur??" Selidik DanMarkas.
"Siap.. hal tersebut yang menjadi perdebatan."
//
"Bawa yang lain ke tenda saya, kalau perlu seret..!!!!! Semua perempuan ini mabuk parah." Perintah Letnan Riegan sambil membawa seorang gadis yang paling parah mabuknya. Sekalian tolong carikan susu murni atau paling tidak kelapa hijau..!!"
"Siap..!!" Prada Dareno, ajudan Bang Riegan yang lain segera mencari apa yang di minta Dantonnya di Batalyon.
Prada Dareno hanya melirik kelakuan gadis yang sedang di tangani Dantonnya.
"Kamu b******k, laki-laki b*****t..!!!" peliknya sambil memukuli dada bidan Bang Riegan. "Sejak kapan kamu pacaran sama dia???? Aku atau dia yang jadi selingkuhanmu????? Kamu marah karena aku tidak mau tidur sama kamu. Kamu kok jahat sekali sih, Maaass..!!!!!!"
"Renoo..!!!! Tutup tendanya..!!!!" perintah Bang Riegan.
"Siaaappp..!!!"
:
"Dimana gadis-gadis itu??" tanya Pak Reigar, pria yang saat ini menjabat pangkat Kolonel dan sebentar lagi akan segera naik pangkat.
"Ijin.. sedang berada di tenda tiga. Tapi salah satunya sedang bersama Letnan Riegan di tenda satu." jawab Prada Fahmi.
"Siapa yang sedang di tangani si Black. Bisa bonyok babak belur tuh lawannya. Awas saja kalau dia buat masalah. Besok pagi dia sudah pindah jadi kawal saya..!!" ucapnya setengah bergumam.
Pak Reigar berjalan menuju tenda satu, salah satu tenda para petugas bagian keamanan. Tapi, dadanya bagai di sambar petir saat melihat siapa yang sedang berada di dalam tenda tersebut. Secepatnya ia langsung menutup tirai tenda tanpa ada seorang pun yang boleh masuk terkecuali dirinya.
"Phiiiiiiaaaaaaaaa..... Astaghfirullah hal adzim.....!!!!!!!"
Pak Reigar menarik tubuh Bang Riegan lalu menamparnya dengan keras. "B******n..!!!!!"
Melihat ada seseorang yang datang tiba-tiba, Bang Riegan pun melebarkan senyum liciknya. "Kalian berdua berani muncul di hadapanku??? Khilaf apa yang kalian maksud????"
Secepatnya Pak Reigar menghempas tubuh Bang Riegan lalu melepas seragam luarnya dan menutupi tubuh Phia.
"Edaaaannn.. ngomong apa dia????" gumam Pak Reigar, ekor matanya tetap mengawasi Bang Riegan. Tangan itu bergerak cepat memasukan sesuatu ke dalam saku celananya. Saat Bang Riegan mulai beranjak, ia pun menginjak dadanya dengan kuat. "Fahmi, Reno.... Ini Dantonmu kenapa????? Baru nge-lem?????"
Prada Fahmi dan Prada Reno datang dan melihat keadaan Dantonnya yang tidak seperti beberapa saat sebelumnya.
"Bawa ke gedung belakang..!!!!!!!!" perintah Pak Reigar. "Biarkan Phia disini sampai sadar sendiri dan jangan ada yang masuk kesini. Tenda ini di 'isolasi' ketat..!!"
...
baagghh.. bugghhh.. baagghh.. buughhh.. bbyyyrr..
"B*****t..!!" umpat Bang Riegan.
"Kau yang b*****t..!!! Kau apakan dia????" bentak Bang Reigar.
Bang Riegan hendak menyerang, beberapa orang anggota hendak menahannya tapi Pak Reigar melarang dan memintanya menjauh.
"Kau tak perlu pura-pura..!! Enak???? Apa rasanya meniduri calon istri orang?? Kau puas???" ucapnya dengan mata merah penuh amarah.
"Apa yang kamu telan sampai seperti ini, Riegan????? Bisa-bisanya kamu mabuk saat bertugas." Omel Pak Reigar, tangannya mencekik leher juniornya itu dengan kuat.
"Ijin, Komandan. Perempuan yang sedang bersama Letnan Riegan tadi sudah sadar." laporan salah seorang anggota.
"Sadarkan Dantonmu dulu..!!" pinta Pak Reigar kemudian menghampiri gadis itu.
Melihat pria setengah baya itu, Phia menunduk dengan wajah takut.
"Kenapa kamu bisa bertemu dia???? Di apakan saja kamu sama dia?????" tanya Bang Reigar menahan emosi sekuatnya.
"Nggak tauuu."
"Nggak tau gimana???? Cardiganmu berserakan. Kancing pakaian si Riegan lepas semua, kalian..............." Pak Reigar meremas dadanya seakan tak sanggup membayangkan apa yang tadi sempat di lihatnya di dalam tenda. "Apa yang kalian lakukan?????"
"Phia nggak tau, Bang. Jangan tanya lagi, Phia pusing." kata Phia. Ia seperti mencari-cari sesuatu.
"Kalau kamu nggak jawab yang benar, tidak hanya kau yang pusing, Abangmu ini ikut pusing. Jangan main-main, Phi."
"Tapi Phia beneran nggak ingat. Phiaa........"
"Ini yang kamu cari??" Dengan mata berkaca-kaca, pria yang sebenarnya adalah kakak kandung Phia mengambil sesuatu dari saku celananya kemudian mengangkat tinggi benda tersebut lalu melemparnya dengan kasar di pangkuan Phia. "Apa Abang mengajarimu seperti itu???? Bertingkah seperti binatang dan asal mendatangi laki-laki???? Kebebasan seperti ini yang kamu mau??????"
Pak Reigar menarik ikat pinggangnya lalu mencambuk tubuh Phia dengan keras. "Beraninya kamu serahkan dirimu pada laki-laki yang tidak berhak."
"Ampuuuun.." pekik Phia.
Tak lama ada seorang pria dengan langkah terhuyung, wajahnya pucat. Ia masuk dengan tubuh yang masih basah. Ia menubruk memeluk Phia hingga cambukan itu mendarat keras di punggungnya. "Tolong jangan pukul, semua salah saya..!!"
"Belaga jadi pahlawan, beraninya kau ikut campur cara saya mendidik Phia. Apa kau tau kertas yang sudah di remas tidak akan bisa kembali seperti semula?????" bentak Pak Reigar.
"Siap.. saya tau, Dan. Apapun yang terjadi di hari ini, saya siap mempertanggung jawabkan seluruhnya..!!"
'Bang Reigar' menarik Phia dari dekapan juniornya. "Pergi dari hadapan saya..!!"
.
.
.
.
lanjut mba Nara👍👍
Bang Jan...udah beri bang Hernad pencerahan tp knp jadinya kyk gini😄😄🤭
kocak ini ...lanjut mba Nara👍
lanjut mba nara🤭
semangat jg buat mba Nara👍