NovelToon NovelToon
KAISAR HANTU

KAISAR HANTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Ye terbatuk memuntahkan darah hitam dan terbangun di tanah pemakaman Sekte Pedang Surgawi.

Dantiannya telah hancur lebur, menjadikannya tumpukan sampah yang selalu dihina oleh para kultivator lain.

Angin malam yang dingin berhembus membawa aroma dupa busuk dan aura kematian yang sangat pekat di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kumpulnya Para Petinggi

Cahaya ungu yang melesat menembus langit malam bagaikan bintang jatuh terbalik itu seketika mengubah suasana Puncak Awan Emas menjadi medan perang.

Lonceng raksasa di Istana Awan Emas berdentang dengan frekuensi yang sangat memekakkan telinga, menandakan status bahaya tingkat tertinggi yang belum pernah dibunyikan selama tiga ratus tahun.

Di dalam aula pertemuan utama, Pemimpin Sekte Jian Wuji menatap cahaya ungu itu dengan wajah yang mengeras bagaikan pahatan batu giok.

Jimat Pemanggil Penjaga Sekte itu adalah peninggalan leluhur pendiri sekte yang hanya boleh digunakan ketika fondasi sekte benar-benar terancam kehancuran.

Kenyataan bahwa Tetua Agung Chu Zhen dipaksa menggunakan jimat itu membuktikan bahwa musuh yang berada di kawah rahasia bukanlah sekadar iblis biasa.

"Semua tetua pelataran dalam, hunus senjata kalian dan ikuti aku menuju pegunungan belakang sekarang juga!" teriak Jian Wuji dengan suara yang diresapi energi spiritual.

"Aktifkan Formasi Pedang Pembantai Surgawi! Kita akan mengubur penyusup iblis itu di dalam kawah bersama dengan kesombongannya!"

Puluhan sosok bercahaya melesat ke udara secara serentak, menciptakan pemandangan layaknya hujan bintang yang meluncur mendaki lereng gunung.

Setiap sosok memancarkan fluktuasi aura dari Alam Pembentukan Inti, kekuatan tempur tertinggi yang dimiliki oleh Sekte Pedang Surgawi.

Energi Yang yang sangat murni dan tajam dari puluhan tetua itu bergabung menjadi satu, menekan awan-awan kelabu di langit hingga membubarkan diri.

Sementara itu, di mulut gua raksasa pegunungan belakang, Tetua Agung Chu Zhen akhirnya berhasil melesat keluar dengan napas yang sangat tersengal-sengal.

Jubah putihnya yang tadinya melambangkan keagungan kini telah robek dan hangus di berbagai tempat, dipenuhi oleh noda darah hitam yang berbau busuk.

Luka goresan di dadanya akibat tebasan pedang gergaji Jenderal Darah Kutukan terus memancarkan kabut racun yang mencoba menggerogoti organ dalamnya.

Ia harus terus membakar energi spiritual emasnya hanya untuk menahan agar racun kematian itu tidak mencapai jantungnya.

Chu Zhen mendarat dengan kasar di atas tanah berbatu, menggunakan Pedang Penghukum Matahari miliknya sebagai tongkat penopang agar ia tidak jatuh berlutut.

Wajah keriputnya dipenuhi oleh keringat dingin dan urat-urat yang menonjol, sementara matanya memancarkan ketakutan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Tepat pada saat itu, puluhan berkas cahaya mendarat di sekelilingnya, bermanifestasi menjadi Jian Wuji dan para tetua pelataran dalam.

Jian Wuji membelalakkan matanya saat melihat kondisi Tetua Agung yang sangat mengenaskan, seseorang yang kultivasinya hanya terpaut satu garis tipis dari dirinya sendiri.

"Kakak Seperguruan Chu! Apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana?!" seru Jian Wuji sambil melangkah maju untuk memberikan pil penawar racun tingkat tinggi.

Chu Zhen menepis tangan Jian Wuji dengan kasar, matanya terus menatap ngeri ke arah mulut gua yang gelap gulita di hadapan mereka.

"Jangan pedulikan lukaku! Bersiaplah untuk bertarung demi nyawa kalian!" geram Chu Zhen dengan suara yang bergetar.

"Iblis yang ada di dalam sana... dia bukanlah manusia! Dia adalah manifestasi dari kematian itu sendiri yang menguasai seni iblis purba!"

Para tetua pelataran dalam saling berpandangan dengan wajah tegang, beberapa dari mereka mulai merasakan hawa dingin yang menusuk tulang keluar dari dalam gua tersebut.

Hawa dingin itu bukan berasal dari suhu udara, melainkan tekanan aura kematian yang secara alami menekan energi spiritual lurus di dalam tubuh mereka.

Dari dalam kegelapan lorong gua, terdengar suara langkah kaki yang bergema sangat pelan namun berirama, seolah sedang menghitung mundur sisa umur mereka.

Tak lama kemudian, sesosok pemuda berjubah hitam perlahan melangkah keluar dari dalam mulut gua, ditemani oleh dua bayangan raksasa yang sangat mengerikan di belakangnya.

Lin Ye berjalan dengan postur yang sangat anggun dan santai, jubah naga tulangnya berkibar pelan seolah menyambut angin malam yang menyapanya.

Di sisi kanannya, Jenderal Wu An dalam wujud kabut berzirah perunggu memegang tombak raksasa, memancarkan kezaliman dan dominasi seorang panglima perang kuno.

Di sisi kirinya, Jenderal Darah Kutukan berdiri menjulang dengan zirah karatnya yang berdenyut, pedang gergajinya masih berputar pelan dan meneteskan darah berbisa.

Kedua jenderal bayangan itu memiliki aura pertengahan hingga puncak Alam Pembentukan Inti, membuat wajah para tetua sekte seketika memucat pasi.

Namun yang paling membuat mereka gentar adalah aura yang dipancarkan oleh Lin Ye sendiri.

Pemuda itu memiliki Inti Yin Sempurna yang tidak memancarkan cahaya, melainkan menelan seluruh cahaya dan energi di sekitarnya bagaikan lubang hitam.

Tekanan dari kultivasinya berada di tingkat yang sulit untuk diukur oleh akal sehat mereka, sebuah entitas yang melanggar hukum alam itu sendiri.

"T-tunggu dulu... bukankah wajah pemuda itu sangat mirip dengan murid sampah dari pelataran luar yang bernama Lin Ye?" bisik salah satu tetua yang memiliki ingatan tajam.

"Tidak mungkin! Lin Ye adalah sampah tanpa dantian, sedangkan iblis di hadapan kita ini memiliki kekuatan yang bisa meratakan gunung!" bantah tetua lainnya dengan panik.

Pemimpin Sekte Jian Wuji melangkah maju, memancarkan aura puncak Alam Inti Emas miliknya untuk melindungi para tetuanya dari tekanan aura kematian Lin Ye.

"Siapa pun kau sebenarnya, beraninya kau menyusup ke wilayah suci Sekte Pedang Surgawi dan melukai Tetua Agung kami?!" bentak Jian Wuji dengan suara yang dipenuhi oleh keagungan palsu.

"Menyerahlah sekarang juga, hancurkan kultivasi iblismu sendiri, dan aku mungkin akan mempertimbangkan untuk membiarkan jiwamu bereinkarnasi!"

Lin Ye menghentikan langkahnya dan menatap Jian Wuji dengan pandangan yang seolah sedang melihat seekor semut yang sedang berteriak kepada seekor naga.

Ujung bibirnya melengkung membentuk senyuman sinis yang membuat udara di sekeliling mereka seketika turun hingga di bawah titik beku.

"Wilayah suci? Keagungan sekte?" ulang Lin Ye dengan nada yang sangat merendahkan, tawanya menggema memecah keheningan malam.

"Kalian benar-benar sekumpulan badut yang sangat pandai memainkan peran sebagai dewa keadilan di depan dunia luar."

Lin Ye mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke arah kawah gelap di belakangnya, tempat di mana Kolam Darah Spiritual Purba dulunya berada.

"Apakah kalian masih berani menyebut diri kalian suci setelah membantai ribuan murid jenius kalian sendiri di dasar kawah ini demi memperpanjang umur pria tua bangka itu?"

Kata-kata Lin Ye bagaikan sebuah petir yang menyambar di siang bolong, menghantam telinga puluhan tetua pelataran dalam yang mendengarnya.

Mayoritas dari para tetua itu sama sekali tidak mengetahui keberadaan kolam darah tersebut, karena itu adalah rahasia mutlak antara Pemimpin Sekte dan Tetua Agung.

Mata para tetua itu langsung membelalak lebar, dan beberapa dari mereka menoleh ke arah Jian Wuji dan Chu Zhen dengan pandangan bertanya-tanya dan ragu.

"P-Pemimpin Sekte... apa maksud iblis itu? Membantai murid jenius kita sendiri?" tanya seorang tetua penegak hukum dengan suara gemetar.

Wajah Jian Wuji seketika berubah menjadi sangat gelap dan niat membunuh yang luar biasa pekat meledak dari matanya ke arah Lin Ye.

Ia tahu bahwa jika rahasia ini terbongkar, fondasi kepercayaan Sekte Pedang Surgawi akan runtuh sepenuhnya dari dalam.

"Jangan dengarkan tipu daya murahan dari iblis ini! Dia sedang mencoba untuk memecah belah persatuan kita dengan fitnah yang keji!" teriak Jian Wuji dengan lantang.

"Tutup mulutnya untuk selamanya! Aktifkan Formasi Pedang Pembantai Surgawi sekarang juga!"

Mendengar perintah mutlak dari Pemimpin Sekte, para tetua itu langsung membuang keraguan mereka dan serentak menghunuskan pedang panjang mereka.

Mereka percaya bahwa melawan iblis adalah prioritas utama, dan kebenaran akan diurus nanti setelah ancaman ini dihilangkan.

1
Raffi Aulia
ayo sang jendral
Raffi Aulia
sikatttt....
Raffi Aulia
luar biasa
Raffi Aulia
gassss pol
Yudi Klj
alur pertarungannya seru
kae sang
sangat menarik ceritanya...mantab
Ysya Jeje
ok
Ysya Jeje
penulis sangat pandai mwmbangun suasana
jiko Plo
salah satu novel terbaik yang pernah saya baca
jiko Plo
lanhut
Raikuu 1
lanjut
Raikuu 1
👍
Raikuu 1
bikin penasaran
Raikuu 1
makin seru
Raikuu 1
/Scowl//Scowl//Scowl/
Raikuu 1
ayo
Raikuu 1
seru
Raikuu 1
bagus
Raikuu 1
👍
Raikuu 1
💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!