Melalui surat-surat yang melintasi waktu 94 tahun, cinta tumbuh di antara dua orang yang tidak mungkin bersatu. Alina jatuh cinta pada keberanian Arya, dan Arya jatuh cinta pada harapan yang dibawa Alina.
Namun, sejarah mencatat bahwa Arya dijadwalkan untuk dieksekusi mati dalam waktu tiga bulan. Alina bertekad mengubah takdir itu. Dengan pengetahuan sejarahnya, ia mencoba menuntun Arya menghindari maut. Tetapi, setiap huruf yang ia ketik untuk mengubah masa lalu, mulai mengacaukan realitas masa kini.
Di tengah ancaman marsose Belanda di tahun 1930 dan memudarnya ingatan sejarah di tahun 2024, Alina dan Arya harus memilih: Menyelamatkan nyawa satu sama lain, atau menyelamatkan kemerdekaan bangsa yang mereka cintai?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32: Harta Tersembunyi
20 Juni 2025. Pukul 15.00 WIB.
Kamar Hotel Majapahit.
Alina melihat layar HP-nya. Tidak ada balasan dari Arya.
Dia cemas setengah mati.
Tiba-tiba, aplikasi mesin tiknya berbunyi.
> S u d a h s e l e s a i .
> D i a m a t i .
> S a y a m a s i h h i d u p .
>
Alina menangis lega. Dia jatuh berlutut di lantai kamar hotel.
> Arya... kau terluka?
>
> Hanya goresan di pipi. Dan memar di leher.
> Tapi jiwaku yang luka, Alina.
> Saya membunuh orang.
> Tangan ini... tangan yang biasa menulis puisi... sekarang berlumuran darah.
>
Alina bisa merasakan trauma Arya menembus layar.
> Dengarkan aku, Arya. Kau tidak punya pilihan.
> Itu dia atau kau.
> Kau bukan pembunuh. Kau pejuang yang bertahan hidup.
> Cuci tanganmu. Bersihkan lukamu. Dan pergi dari situ.
>
> Surabaya sudah tidak aman. Polisi akan menyelidiki mayat itu besok.
> Saya harus pergi lagi.
> Menjadi hantu lagi.
>
> Ke mana?
>
> Ke tempat di mana Van Heutz tidak bisa menjangkau saya.
> Ke tempat di mana identitas tidak diperlukan.
>
> Dimana itu?
>
> Saya akan naik kapal haji besok pagi.
> Saya akan pergi ke Mekkah.
> Atau mungkin singgah di Singapura.
> Saya tidak tahu. Yang jelas, keluar dari Hindia Belanda.
>
Alina terkejut. Ke luar negeri?
Jika Arya pergi ke luar negeri, bagaimana dia membawa mesin tik itu? Bea cukai pelabuhan internasional sangat ketat. Mesin tik dianggap barang mewah yang butuh izin.
> Arya, kau tidak bisa bawa mesin tik itu lewat pemeriksaan imigrasi!
> Mereka akan menyitanya!
> Kalau mesin tik itu disita... kita putus hubungan selamanya!
>
Arya terdiam lama.
> Kau benar.
> Saya tidak bisa membawanya.
>
Jantung Alina berhenti.
> Jadi... ini akhir dari kita?
>
> Tidak.
> Saya akan menyembunyikannya di sini. Di Surabaya.
> Alina... kau ada di Surabaya sekarang kan? Di tahun 2025?
>
> Iya. Aku di Hotel Majapahit.
>
> Bagus.
> Kau tahu Hotel Oranje? Itu nama lama Hotel Majapahit.
> Saya sekarang sedang berjalan ke arah sana. Saya akan menyusup ke area belakang hotel.
> Saya akan menitipkan mesin tik ini pada seseorang yang bisa dipercaya, atau menyembunyikannya di suatu tempat di hotel ini.
> Cari mesin tik ini di tahun 2025, Alina. Temukan dia.
> Dan bawa dia pulang ke Jakarta.
>
Alina langsung berdiri. Dia berada di hotel yang sama dengan Arya di tahun 1931!
Dua orang terpisah waktu 94 tahun, berada di koordinat yang sama persis.
> Sembunyikan di mana, Arya? Hotel ini sudah direnovasi berkali-kali!
>
> Ada satu tempat yang tidak pernah berubah.
> Kamar 33. Kamar yang pernah dipakai Charlie Chaplin.
> Saya kenal bellboy pribumi di sini. Namanya Sastro. Dia teman seperjuangan bawah tanah.
> Saya akan minta dia menyimpannya di plafon kamar mandi Kamar 33.
> Temukan kamar itu, Alina.
>
Arya mengakhiri pesannya.
> Saya harus lari. Kapal berangkat subuh.
> Jaga diri, Tunanganku.
> Sampai jumpa saat kau menemukan mesin ini lagi.
>
Alina tidak membuang waktu. Dia berlari keluar kamar, menuju resepsionis.
"Mbak, saya mau pindah kamar. Sekarang!" kata Alina ngos-ngosan.
"Maaf, Bu? Pindah ke mana?"
"Kamar 33. Suite Merdeka. Berapa pun harganya saya bayar!"
"Sebentar saya cek... Oh, kebetulan kosong, Bu. Itu kamar heritage kami."
Alina membayar dengan kartu kreditnya yang nyaris limit. Dia mengambil kunci kamar itu dengan tangan gemetar.
Dia berlari menuju Kamar 33. Kamar legendaris.
Dia masuk. Kamarnya mewah, bergaya kolonial.
Alina langsung menuju kamar mandi. Plafonnya tinggi, terbuat dari gipsum. Tapi ada lubang kontrol (manhole) kecil di sudut.
Alina menyeret kursi rias, menumpuknya dengan koper. Dia memanjat.
Dia membuka tutup manhole itu. Gelap. Berdebu.
Dia menyalakan senter HP-nya.
Di sana, di antara pipa-pipa AC modern dan kabel listrik... ada sebuah buntalan karung goni yang sudah sangat lapuk, nyaris hancur menjadi debu.
Tapi bentuk kotaknya masih jelas.
Alina menarik napas panjang.
"Halo lagi, Teman Lama."
Dia menarik buntalan itu. Beratnya masih sama.
Alina menurunkannya ke lantai marmer yang dingin. Dia membuka karung goni yang hancur itu.
Di dalamnya, Mesin Tik Remington NK-40992 duduk dengan tenang. Berkarat, berdebu, pita tintanya sudah kering kerontang.
Tapi dia ada di sini.
Arya berhasil menyimpannya selama 94 tahun, hanya beberapa meter dari tempat tidur Alina malam ini.
Alina memeluk mesin tik itu. Dia merasa hangat.
Arya selamat. Arya pergi ke luar negeri. Dan Arya meninggalkan jejak cintanya di plafon hotel ini agar Alina tidak kesepian.
Sekarang, Alina punya tugas baru: Membawa mesin tik ini pulang, merestorasinya, dan menunggu kabar dari Arya yang kini menjadi pelarian internasional.
Perang di Batavia selesai.
Perang di Surabaya selesai.
Petualangan global baru saja dimulai.
...****************...
...Bersambung... ...
...Terima kasih telah membaca📖 ...
...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...
...****************...
menjalani hidup semestinya, dari berbagai peristiwa yang mendebarkan, heroik ,penuh welas asih kepada musuh bebuyutannya.
Legowo melepas rasa yang tak mungkin untuk bisa bersatu.
semoga takdir bisa mempertemukan ikatan kasih inu meski di keabadian kelak.
terimakasih thor, telah berkenan memberi suguhan novel yang begitu apik, memompa semangat, menderaikan airmata, senyum kelegaan dan keikhlasan , apa lagi yang mau di pinta : melihat yang tersayang hidup bahagia itu sdh cukup.
maturnuwun sanget thor
mengajarkan arti cinta tanpa keegoisan🙏
Datang2 bawa dendam, mari kita pulang dalam kekalahan
semoga keadaan menjadi lebih baik ,setelah van heutz tiada.
semoga ambisi cucu nya juga terkubur bersama kabar sang kakek yang telah tiada.
selanjutnya menata babak baru dalam kehidupan yang semoga saja lebih damai, aman dan tentram.
aamiin
satu untuk mengalahkan dan satu nya harus di kalahkan.
Memelihara rasa benci dan kesumat itu berat tuan heutz, semoga jiwamu nanti tenang disana.
ntah siapa yang akan menghembuskan nafas terakhirnya duluan,semoga dendam juga ikut terkubur bersama jasad masuk liang lahat.
"Legowo"
suasana kacau ,mencekam ,genting begitu nyata terbaca.
sukses selalu dengan karya mu thor.
kali ini adegan demi adegan yang detail memacu adrenalin pembaca, ikut larut dalam suasana yang lebih mendebarkan,betapa mereka ketakutan tapi semangat juang tetap membara dengan satu tujuan.
semoga bung miko ketika sampai Yogyakarta ,bisa selamat dari musuh bebuyutannya.
kegembiraan membuncah dalam dada...
haru biru serasa dalam hangat dekap mu.
airmata bahagia memuncak berderai seperti air terjun.
tangis bahagia ,dibingkai pertemuan.
andai suatu masa bisa bertemu sungguhan