NovelToon NovelToon
Love Scandal

Love Scandal

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Kehidupan Tentara
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Trauma sang Letnan akan masa lalunya bersama seorang wanita untuk kesekian kalinya, membuatnya tidak ingin lagi berurusan dengan makhluk berjenis wanita.

Rasa sakit di hatinya membuatnya betah 'melajang', bahkan sampai rekan letting dan juniornya banyak yang memiliki momongan.

Namun, cara Tuhan mempertemukan manusia dengan jodohnya memang sangatlah adil. Ia sangat tidak menyukai gadis ini tapi.............

KONFLIK TINGKAT TINGGI. SKIP bagi yang tidak bisa membaca alur cerita berkonflik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Kenyataan pahit ( 1 ).

Bang Ronald duduk di kursi samping ranjang pasien. Ia paham betul arti dari apa yang baru saja ia dengar dari Serda Hafiz. Jika kesuburan Rinto terganggu, bahkan kemungkinan besar sulit memiliki keturunan. lalu bagaimana jika dari scandal dadakan mereka menyebabkan kehamilan Anye.

Logika mulai berputar kencang di kepalanya meskipun cukup tenang. Jika saja saat ini Anye sedang hamil, dan jika secara medis Rinto sulit menghamili, maka ayah dari janin tersebut sudah pasti, Ali.

Refleks Bang Ronald mengusap dadanya. Setidaknya yang ia takutkan tidak terjadi, Anye hanya lelah. Tapi itu bukan masalah. Masalah terbesarnya adalah... Bang Rinto tidak tau kondisinya sendiri.

'Kalau saja tadi dokter mengumumkan kehamilan Anye, kamu pasti sepenuhnya yakin bahwa anak yang dikandung Anye adalah darah dagingmu. Kamu akan berjuang mati-matian, bahkan mungkin akan melanggar aturan demi merebut kembali istri dan anakmu. Tapi, jika suatu saat kebenaran itu terungkap dan sadar bahwa kamu bukan ayah dari anak itu, kamu akan hancur lebur, lebih sakit daripada saat kamu dinyatakan gugur di medan perang.'

Tatap mata itu melihat Rinto terbaring lemah. Infus terpasang di tangannya, wajahnya masih pucat pasi. Energi dan emosinya terkuras habis saat melihat Anye pingsan dan dibawa pergi oleh Ali.

Bang Rico kemudian masuk dan duduk di sisi lain tempat tidur, wajahnya penuh kekhawatiran. "Istirahatlah, Rin. Jangan dipikirkan dulu segalanya. Biarkan waktu yang berjalan."

Bang Rinto yang baru sadar menggeleng pelan, matanya menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong sarat akan kecemasan. "Rasanya saya tidak sanggup, Bang. Saya takut Ali akan mengambil Anye dari saya. Saya sungguh berharap Anye, bisa hamil anak saya."

Bang Rico terdiam sejenak. Ia tidak tau soal hasil medis Rinto, ia hanya menghela napas. "Ngawur kamu, Rin. Tidak semua masalah bisa selesai dengan kamu menghamilinya. Situasi yang kamu hadapi tidak seringan pikiranmu."

Kini Bang Ronald terbawa stress sebab semakin lama perasaannya semakin tak karuan.

'Maaf ya, Rin. Aku belum berani bilang ke kamu. Aku takut kamu tidak kuat menerimanya.'

//

Suasana terasa sangat berbeda. Tenang, namun penuh dengan penjagaan yang ketat dari Bang Ali. Sejak sampai rumah tadi, Bang Ali langsung mengunci seluruh pintu dan jendela. Ia membaringkannya dengan hati-hati dan menarik baby Al agar ranjang mereka tidak berjarak.

Sejak pulang tadi, Anye masih tertidur karena efek obat penenang agar istri Letnan Ali tidak terlampau stress.

Bang Ali kemudian duduk di sisi ranjang, tangannya kembali mengusap perut Anye yang masih rata. Gerakannya lembut, seolah sungguh menjaga sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya selain kehadiran Anye di sampingnya.

"Papa sayang kamu." bisiknya tepat di atas perut Anye. "Kamu adalah bukti bahwa hati Papa hanya untuk Mama seorang, juga tanda bahwa Papa yang menginginkan kamu ada sekarang meskipun di saat yang salah. Kamu adalah alasan Papa berani melawan senior sendiri, yang mungkin sangat mencintai Mamamu."

Ia mengangkat wajahnya, beralih mengusap wajah Anye dengan punggung jarinya.

"Kalau saja tadi Om Rinto tau, dia pasti akan sangat marah besar. Dia akan mengira kamu mengandung anaknya. Tapi biarlah... Biarlah Papa yang menanggung dosa dan salah paham ini. Asalkan kamu dan Mama aman, asalkan kamu bisa lahir dengan selamat........ Papa rela dianggap jahat, rela dianggap manusia paling hina di dunia."

Air mata Bang Ali kembali berderai, ada rasa bahagia namun juga takut kehilangan.

Ia lalu menyelimuti tubuh Anye lalu duduk bersandar di kepala ranjang, ia mengusap puncak kepala Anye dan menjaga istrinya sepanjang malam, Bang Ali bahkan tidak terfikir untuk tidur karena ia paham balada besar sedang menanti. Demi sang istri, ia akan menghadapi dan menyambut amarah sang Black Mamba dengan lapang dada.

***

Mata Anye perlahan terbuka. Kepalanya terasa berat dan tubuh masih terasa begitu lemas seolah baru saja menempuh perjalanan jauh. Ia berusaha menggerakkan tangannya, namun masih terasa berat.

"Abaang..." panggilnya pelan, suaranya pun serak.

Bang Ali yang sejak tadi duduk menatap langit-langit kamar di tepi ranjang seketika terkejut. Wajahnya yang awalnya terus cemas dan gelisah kini tak lagi sekasar tadi. Ia segera menggenggam tangan Anye dan membawanya ke dadanya.

"Kamu sudah sadar, dek???" Nada bicaranya kini halus namun matanya menatap nanar ke wajah Anye. "Bagaimana rasanya? Apa masih pusing atau mual?"

Anye mengangguk lemah, ia yang sebenarnya takut menjadi sedikit melunak. Tangannya lalu mengusap perutnya yang terasa tidak nyaman. "Badan Anye rasanya aneh, Bang. Pegal semua, terus kadang mual. Apa Anye sakit???"

Senyum tipis nampak dari wajah Bang Ali. "Nggak." Bang Ali menjawab pelan, suaranya seperti menahan haru. "Kita mau punya anak lagi. Di perutmu ada anak kita, dek."

deg..

Jantung Anye seakan berhenti berdetak sejenak, nafasnya bagai tercekat, matanya membulat besar, ia meremas perutnya lalu kembali menatap wajah Bang Ali.

"Ha_mil?? Anye benar hamil, Bang??" Anye terisak-isak, air mata berderai menganak sungai. Rasa campur aduk menekan perasaan, bahagia tapi sekaligus takut memikirkan situasi yang semakin mencekam.

"Insya Allah benaran donk, sayang. Usianya masih sangat muda, sekitar empat minggu. Makanya badanmu masih berusaha beradaptasi dan kamu sampai pingsan karena stress." Bang Ali mengecup kening Anye cukup lama. "Dokter bilang kamu harus istirahat total. Tidak boleh ada beban pikiran sedikitpun. Abang akan jaga kamu dan anak kita."

"Bang.. Nggak.. Anyeee..." Tangis Anye pun pecah, perasaannya semakin merasa bersalah.

-_-_-_-_-

Hari masih terlalu pagi saat Bang Rinto mencoba melepas paksa infus di punggung tangannya. Sikapnya yang keras masih berusaha untuk mempertahankan Anye. Kepalanya masih terasa pening tapi ia nekat untuk keluar dari kamar rawat.

Langkahnya masih berat tapi ia terus berjalan, hingga ia melihat dokter yang merawat Anye semalam.

"Suami pasien atas nama Anye, mungkin akan kembali lagi untuk mengambil obat tambahan, kondisi janinnya masih sangat sensitif karena faktor usia kehamilan yang masih muda dan beliaunya stress berat. Harus diawasi ketat, ya.. Ini kehamilan yang kedua, kehamilan yang tidak di sengaja." Kata dokter tersebut.

Mendengar perkataan dokter, Bang Rinto pun merasa sangat bahagia. Wajahnya yang pucat seketika merona, tenaganya seperti kembali. Ia bersandar pada dinding, tangannya mengusap dadanya yang berdetak tak menentu.

"Apakah Tuhan mendengar do'aku???" bisiknya penuh syukur, hingga air mata menetes. "Benarkah Allah meridhoi Anye dan anak ku kembali ke pelukanku??"

Bang Rinto segera melangkah cepat untuk keluar dari rumah sakit. Namun, langkahnya kembali terhenti. Suara lain terdengar tidak jauh dari sana. Suara Bang Ronald yang sedang berbicara serius dengan Serda Hafiz di ruang obat.

"Hafiz, tolong carikan obat atau apapun penunjang kesembuhan terbaik untuk pemulihan total Letnan Rinto, khususnya untuk perbaikan sel-sel tubuhnya yang failed akibat kecelakaan itu." suara Bang Ronald terdengar cemas dan penuh dengan permohonan.

.

.

.

.

1
Bunda Idza
maaf othor, sedikit meragukan asal usul Al Huda karena kehadirannya yang sesingkat-singkatnya itu...
Bojone_Batman: Hehehe.. Iya kak. Masih ada bab selanjutnya 🥰
total 1 replies
Maysuri
🤦🤦🤦
Maysuri
loh "".....bang ali ternyata pencuri jg....🤔🤔
Alika Subono
seru bgt
Maysuri
aduh thor .....aq yg deg" kan....
Bunda Idza
seperti flashback "untuk kamu"


memang rumit, percayakan kisah sesuai alur yang diinginkan othornya


semangat Thor.....sukses selalu
Maysuri
thor aq yg pusing ini,emang boleh y sebelum melahirkan menikah ....
Bojone_Batman: Situasinya.

Pernikahan Rinto dan Anye masih abu-abu. Saksi kunci adalah Pak Herliz ( dan Pak Harra ). Menikahi wanita hamil boleh saja. Asal tidak 'bersama' sampai anak itu lahir.

Ada beberapa keterangan mengenai hal ini. Silakan di baca hukumnya dan Nara juga mempelajarinya sebelum mengunggahnya menjadi cerita. Sebelum dan sesudahnya, Terima kasih banyak kakak🥰🙏
total 1 replies
Maysuri
pa adek dah lahir....
Maysuri
kok jd penasaran am mauriya dan bang ali y,🤔🤔🤔 mungkin ad apa" nya y mereka ber 2....
natali.suryani.julian
curiga nih bang Ali ada apa apa nya. penasaran bgt.
Ika Sunarti
cepat kasih titik terang nya kak
Maysuri
semangkin membingungkan....🤦🤦
dyah EkaPratiwi
semoga bang Ali nggak menyembunyikan bang rinto
Maysuri
loh.,..loohhhhh apa" an ini...🤔🤔
Maysuri
🤔🤔
dyah EkaPratiwi
mending minum racun ya bang
Bunda Idza
😂😂😂....kan black mamba to Nye...
Maysuri
🤦🤦🤦 pusing aq nyek,km mau am blek mama tp kok engk mau am bang rinio,iki piye toh.....😁😁
Maysuri
anye salut aq dngan keberanianmu....
💪💪
Bunda Idza
semangat kak othor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!