NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Zaman Dinasti Hanbei

Transmigrasi Ke Zaman Dinasti Hanbei

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Wanita / Reinkarnasi
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Twis G

Hujan turun tanpa jeda malam itu, di kamar kos sempit berbau lembab, Dian terbaring sendirian, tidak ada keluarga yang menemani Dia hidup sebatang karang, hanya terdengar suara tetesan air dari atap bocor, nafasnya semakin berat. Perutnya kosong sejak kemarin Dian belum makan apapun, Dian sudah terbiasa menahan lapar, sejak kecil Dia hidup tanpa orang tua bekerja serabutan berpindah-pindah tempat tinggal. Menahan hinaan, rasa dingin sendirian, seakan dunia tidak pernah memberinya pilihan.

Namun malam ini terasa berbeda, tubuhnya terlalu lemah untuk bangkit, pandangannya mulai kabur, Dia menatap langit-langit atap yang bocor dan tersenyum tipis, "Apa memang hidupku cuma sampai disini..?"

Malam itu hujan turun semakin deras, angin menyusup dari celah jendela membawa hawa dingin yang menusuk tulang.

Nantikan kelanjutan cerita yaa🌹🌹

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twis G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 28

Yin Guo Shan menatap putrinya cukup lama, ada keraguan, tapi juga kepercayaan yang perlahan tumbuh, anak itu sudah berkali-kali membuat hal mustahil menjadi nyata.

Akhirnya Yin Guo Shan menghela napas, "Tapi ayah tetap ikut, kita lakukan dengan hati-hati."

Yin Yin tersenyum tipis, "Baik Ayah."

Yin Yin lalu segera berjongkok, menggambar pola sederhana di tanah dengan ranting.

"Dengarkan baik-baik, kawanan itu ada delapan ekor, kita tidak boleh membuat mereka panik bersamaan." ucap Yin Yin pelan namun tegas.

Yin Chen menatap arahan Yin Yin dengan fokus. "Apa yang harus aku lakukan, Kak?"

"Kamu dan Ayah ambil posisi di sebelah kiri, buat suara kecil lalu lempar batu atau goyangkan semak-semak tapi jangan terlalu dekat." jawab Yin Yin serius.

Lin Meli mengangkat tangannya cepat, seolah ingin mendapatkan tugas juga, meski wajahnya masih tegang.

"Aku juga mau bantu!"

"Kamu dan Xiao Lan tetap di belakang Ayah, jangan bergerak kalau tidak disuruh." kata Yin Yin tanpa bantahan.

"Huh, baiklah," Lin Meli mengerucutkan bibir, tapi tetap mengangguk patuh.

Yin Yin lalu menatap lurus ke arah kawanan bison, "Nanti Aku akan mengambil posisi di sebelah kanan."

Yin Guo Shan langsung mengernyit. "Kamu sendirian?"

Yin Yin tersenyum kecil takut ayahnya khawatir, "Ayah, tenang saja aku akan berhati-hati."

Di dalam hatinya, Yin Yin berbisik pelan.

"Sistem, aktifkan bantuan bidik."

DING!

[Mode jarak jauh diaktifkan]

[Perhitungan lintasan jarak sudah aman]

[Target pertama, bison terluar sebelah sisi kanan]

Pandangan Yin Yin seakan berubah, jarak, arah angin, bahkan pergerakan halus bison semuanya terasa jelas, Dia menggunakan bela diri tingkat master, itu sebabnya pendengaran bahkan gerakan hewan jarak jauh terbaca jelas.

Yin Yin kemudian mengambil busur sederhana yang entah sejak kapan sudah ada di keranjang bawahannya, lalu memasang anak panah siap dibidik ke kawanan bison.

Yin Yin lalu menatap Yin Guo Shan dan ketiga adiknya dan berbisik pelan.

"Nanti saat mereka mulai bergerak, Ayah segera pisahkan yang paling luar, begitu bison keluar dari kawanan itu, saatnya kita bergerak."

Mereka mengangguk tanda mengerti, beberapa saat kemudian dari arah semak-semak Yin Guo Shan mulai bergerak dari sisi kiri, Yin Chen ikut melempar batu kecil.

"KRESEK.... KRESEK"

"TAK... TOK"

Kawanan bison langsung terpencar berlari berhamburan ke arah hutan, geram mereka terdengar berat dan menggetarkan tanah di sekitar.

"GRRHHH..."

Dan seperti yang diprediksi oleh Yin Yin satu bison di sisi kanan mulai menjauh sedikit dari kelompoknya.

Mata Yin Yin langsung menajam, Dia menghela napas dalam lalu menarik busur dengan kekuatan penuh, angin berhenti seketika seolah ikut menunggu.

"Sistem, kunci target."

DING!

[Target telah dikunci]

Anak panah meleset cepat, membela udara menembus arah leher bison.

"SWIIING!"

"GRRAAAAHH!!"

Bison itu meraung keras saat anak panah mengenai bagian lehernya, bison mengamuk berlari liar, tapi justru itu semakin menjauh dari kawanan.

"Sekarang, Ayah!" teriak Yin Yin.

Yin Guo Shan langsung bergerak maju, memanfaatkan momen, Ia mengambil tombak sederhana dan bersiap.

Yin Yin juga tidak tinggal diam, Dia kembali melepaskan anak panah kedua, kali ini mengenai kaki bison bagian depan, bison itu tersandung, langkahnya goyah, tubuh besarnya akhirnya jatuh menghantam tanah dengan suara keras membuat tanah di sekitar mereka bergetar.

"ROAAARR!!"

"BUM... BUM..."

Bison besar itu tergeletak, tak lagi bergerak. Yin Chen berbinar takjub, "Kita b-berhasil?"

Lin Meli langsung meloncat kecil, kegirangan.

"Yey! Berhasil!!"

Xiao Lan ikut bersorak, meski masih sedikit gemetar. "Ayah, Kakak, hebat!"

Yin Guo Shan berdiri diam, menatap hasil buruan mereka di depan matanya dengan ekspresi tak percaya. Ia lalu menoleh ke arah Yin Yin, anaknya itu berdiri tenang, masih memegang busur, napasnya stabil, matanya tajam seperti pemburu yang sudah berpengalaman.

"Yin Yin," gumamnya pelan, ada rasa bangga yang tidak bisa Yin Guo Shan sembunyikan, Ia melangkah mendekat, tangannya menyentuh tubuh bison yang masih hangat, lalu berkata dengan suara tegas.

"Kita tidak bisa mengangkut ini sendiri." Yin Guo Shan lalu menoleh pada Li Meli dan Xiao Lan. "Kalian berdua, cepat kembali ke desa panggil paman Luo dan warga desa katakan kita butuh bantuan."

Lin Meli langsung mengangguk cepat, "Baik Ayah!" Xiao Lan ikut mengangguk, meski napasnya masih sedikit tersengal.

Tanpa menunggu lama, keduanya segera berlari kembali ke desa, tak lama kemudian, suara langkah kaki yang ramai terdengar dari kejauhan, Paman Luo datang bersama beberapa warga, disusul warga lain yang membawa tali dan berbagai alat bantu.

"Astaga, bison sebesar ini!" seru salah satu warga dengan wajah terkejut.

"Mereka benar-benar beruntung!" timpal warga lainnya.

Paman Luo tertawa kecil sambil menepuk bahu Yin Guo Shan.

"Kau benar-benar hebat, bisa mendapatkan hasil sebesar ini."

Yin Guo Shan tersenyum puas.

"Iya... mungkin memang rezeki hari ini bisa dapat bison sebesar itu."

Dengan kerja sama, mereka mengikat kaki bison dan mengangkatnya bersama-sama. Meski beratnya hampir lima ratus kilogram, semangat gotong royong membuat pekerjaan itu terasa lebih ringan. Perjalanan kembali ke rumah keluarga Yin pun dipenuhi suara napas berat dan tawa kecil.

Saat sampai di halaman rumah, Yin Guo Shan sempat tertegun, di sana, sudah tersusun rapi batu bata, genteng, dan kayu-kayu bangunan.

"Bahan bangunan sudah sampai?" kata Yin Guo Shan pelan.

Yin Yin tersenyum tipis, "Iya Ayah, tadi orang-orang dari Paviliun Anggrek mengantarnya."

Paman Luo mengangguk kagum, "Sepertinya rumahmu sudah bisa di bangun, besok kita bisa mulai bekerja."

Yin Guo Shan menatap putrinya lagi, rasa lega tercampur bangga kembali memenuhi hatinya.

Bison itu kemudian diletakkan di samping rumah, tanpa membuang waktu para pria desa mulai membantu memotong daging.

"Tarik lebih kuat!"

"Hei! Kau menginjak kaki ku!"

"Sudah jangan bertengkar, kita pisahkan bagian ini!"

Suasana menjadi ramai dan sibuk, Yin Guo Shan ikut bekerja, tangannya cekatan membagi bagian daging sesuai kesepakatan, setiap warga yang membantu mendapat satu kilogram daging.

"Pisahkan juga satu kilogram daging untuk kepala desa," ujar Yin Guo Shan.

"Baik!" jawab salah satu warga desa.

Tak lama, Kepala desa, Shen Baichuan yang sejak tadi membantu ikut menerima bagiannya, Ia tersenyum puas.

"Hari ini panen besar untuk desa kita."

Di sisi lain, Lin Mei Hua sibuk menyiapkan air panas, uap mengepul dari panci besar, aroma daging mulai tercium samar.

"Tambahkan kayunya!" serunya.

Yin Chen dan Xiao Lan bolak balik membantu, wajah mereka dipenuhi semangat. Lin Meli bahkan tak berhenti bercerita pada warga lain tentang bagaimana Yin Guo Shan dan Yin Yin menjatuhkan bison itu.

"Kak Yin Yin cuma sekali dua kali panah! Langsung jatuh! Ayah bergegas melempar tombaknya hingga membunuh bison itu." katanya dengan mata berbinar.

Beberapa warga tertawa kagum, sebagai mengangguk tak percaya.

Di tengah keramaian itu, Yin Yin berdiri sedikit menjauh, Dia menatap langit yang mulai berubah warna jingga menandakan waktu sore.

DING!

[Hadiah misi tersembunyi, berburu bison berhasil]

[Poin pengalaman bertambah]

[Skiil baru terbuka, mendapatkan kemampuan bisa melihat bahaya dari jarak jauh, level tingkat dasar]

"Aku mendapatkan hadiah misi?"

[Benar Yin Yin, apa mau di berikan sekarang atau nanti?]

"Berikan sekarang, Aku tidak tahu bahaya apa yang akan terjadi kedepannya, jadi ini sebagai langkah berjaga-jaga untuk melindungi keluargaku."

[Silahkan pejamkan mata, sistem akan transfer kekuatan ini]

Yin Yin kemudian memejamkan mata, kekuatan yang ditransfer sistem perlahan menyatu dengan tubuhnya, walaupun ada sedikit rasa sakit, Yin Yin masih bisa menahannya.

Angin sore berhembus lembut, membawa aroma daging dan suara tawa warga yang hangat.

Bersambung....

1
@Mita🥰
lagi thor
@Mita🥰
lanjut thor 😍😍😍
Yaya
semangat nulisnya thor😄👍
Ai
semangat yin yin
@Mita🥰
lanjut seru banget 😍😍
Ai
crazy Up donk thor
@Mita🥰
bagus ceritanya thor 🥰🥰
Ai
aku suka cerita spt ini ada kehangatan dlm keluarga wlaupun tdk hidup bergelimang harta tp ttp bahagia😍
Twis G
siap, sebentar 2 bab yaa
Dewiendahsetiowati
panen besar
Dewiendahsetiowati
hadir thor,ini MC nya gak ada jari emas kah
DISTYA ANGGRA MELANI
🆙 Doble dnk kak
Ani Ashari
bagus bngt,fiks lanjut Thor jangan berhenti di tengah jalan
yani nys nys
njut thoor.. kereeen...👏👏💪💪
Twis G: siap ditunggu ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!