Clarissa wanita cantik yang sangat ceria, berumur 22 tahun, ia adalah anak perempuan yang kuat dan mandiri.
Ibunya memperlakukannya dengan buruk, ibunya lebih menyayangi anak laki-lakinya. Bahkan ibunya lebih menyayangi menantu perempuannya di banding Clarissa.
Tantangan hidupnya tidak sampai di sana,
Clarissa jatuh cinta pada Zayn Austin, cinta pada pandang pertama.
Namun pria yang Clarissa sukai selalu berwajah datar dan bersikap dingin. Tapi itu semua tidak meredupkan semangat Clarissa untuk mengejar cintanya.
Akankah Clarissa mampu meluluhkan hati Zayn?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22 Ngontrak
Tante Sophia melihat Clarissa yang diam saja, tante Sophia berpikir apa ia terlalu buru-buru, hingga membuat gadis cantik tersebut melamun.
...****************...
Clarissa sudah berpamitan pada Tante Sophia, kini ia berjalan tak tahu harus kemana Clarissa kembali memikirkan nasibnya yang malang, "Aku harus bagai mana? Aku tidak mau pulang... "
Clarissa tidak ingin melukai dirinya lagi, ia takut jika ia tidak akan sanggup untuk menahannya lagi, perkataan bu Mulan sangat menyakitkan bagi Clarissa terlebih dalam status, bu Mulan adalah ibunya.
Di pinggir jalan, Clarissa melihat tulisan kontrakan. Tiba-tiba ia berhenti lalu bergumam, "Apa Aku ngontrak saja..."
Clarissa di sambut oleh pemilik kontrakan, "Mau cari kontrakan ya? " tanya ibu pemilik kontrakan.
Clarissa mengangguk, "Ia, Bu. "
"Mau ngontrak apa ngekos saja? " tanya ibu pemilik kontrakan.
"Apa bedanya ya Bu," ujar Clarissa bingung, ia tidak pernah tahu soal ini.
"Kalo ngontrak privasi terjaga, kalo kost cuma beda kamar saja, sedangkan kamar mandi dan dapur berbarengan, " ujarnya menjelaskan.
Clarissa terdiam sesaat, ia ingin menenangkan diri tak ingin di ganggu, "Aku mau ngontrak saja Bu," ujar Clarissa dengan yakin.
Clarissa di bawa menuju tempat yang masih kosong, ibu pemilik kontrakan membuka pintu dan mengajak Clarissa masuk, dan menunjukkan setiap ruangan.
Sudah tiga pintu yang di periksa, kini Clarissa tinggal memutuskan, yang mana yang akan ia pilih.
"Bagai mana? ... kalo kebanyakan orang-orang kalo hanya sendiri, ya milih yang paling kecil, karena murah bayar sewanya," ujar pemilik kontrakan membantu Clarissa berpikir.
"Aku pilih yang ini saja," ujar Clarissa.
Setelah semuanya selesai dan Clarissa menerima kuncinya, Clarissa keluar lagi dari sana.
Clarissa ingin langsung tidur di sana malam ini. Tapi ia harus membeli perlengkapannya, seperti kasur itu hal yang paling utama, Clarissa memeriksa uangnya dan menghitung-hitung, ia sudah bayar kontrakan untuk satu bulan.
"Kasur ku di rumah sudah di ambil abang, sepertinya Aku harus membeli kasur baru... " Clarissa bicara pada dirinya sendiri.
...****************...
Clarissa baru saja datang ke rumah, seolah tidak terjadi apapun, ia seprti baru pulang bekerja, ia melihat keluarganya sedang makan malam bersama, kecuali Aditya tidak nampak, entah kemana bocah itu.
"Sa, Ayok kita makan bersama," ujar pak Malik saat melihat putrinya baru saja datang.
"Aditya mana Pak? " tanya Clarissa.
"Entah lah, " pak Malik melirik istrinya.
Clarissa melirik tumpukan perabot kotor di wastafel, belum lagi bekas makan malam, Clarissa duduk dan ikut makan malam di sana. bu Mulan melirik tak senang pada Clarissa. Namun Clarissa berpura-pura tak sadar.
Clarissa menatap Pak Malik lalu melanjutkan makan malamnya lagi, Clarissa terlihat baik-baik saja, pak Malik merasa senang melihat putrinya.
Makan malam pun selesai, Clarissa mengambil bekas makan dan minum bapaknya, lalu mencucinya.
Clarissa hanya mencuci dua piring dan dua gelas, bekas pak Malik dan dirinya, seakan perabot kotor lainnya tak nampak.
Bu Mulan melirik tajam Clarissa, namun wanita itu pura-pura tak menyadarinya, Clarissa justru mencari keberadaan bapaknya.
Clarissa duduk di dekat pak Malik, "Pak, Aku mau ngomong," ujar Clarissa dengan serius.
Bu Mulan justru ikut duduk di sana, ia sangat tidak suka jika Clarissa bicara dengan bapaknya.
Pak Malik merasa ada sesuatu, ia pun menatap putrinya, "Katakan ada apa Nak?"
"Pak, Aku mau ngontrak " ujar Clarissa.
Pak Malik langsung duduk dengan tegak, "Apa bapak salah dengar? "
Clarissa menggeleng, "Aku mau ngontrak pak, Aku bahkan sudah membayarnya, maaf aku tidak izin dulu pada Bapak." ujar Clarissa merasa sangat bersalah.
Pak Malik terdiam, nampak jelas kecewa dengan keputusan Clarissa, yang akan pergi dari rumah, ia adalah putri satu-satunya dan masih sangat muda, rasanya pak Malik sulit untuk mengizinkan Clarissa keluar dari rumah.
Clarissa juga merasa sedih harus pergi dari rumah dan meninggalkan bapaknya. Tapi Clarissa harus menjaga mentalnya, takut justru ia jadi gila karena tekanan batin.
Bu Mulan menunduk, ia tak berani menatap suaminya yang sedang kecewa, ia pikir Clarissa akan mengadu lagi, maka dari itu ia ikut duduk di sana agar Clarissa tidak macam-macam.
Clarissa mendekati Pak Malik, lalu bersandar di bahu sang bapak yang kini sudah semakin tua, "Pak, Aku sangat menyayangi Bapak, Aku berjanji akan selalu mengunjungi Bapak," ujar Clarissa meneteskan air mata.
Pak Malik mengusap kepala Clarissa, mata pria tua itu berkaca-kaca, namun pria tua itu berusaha menyembunyikan kesedihannya, ia tidak mau memaksa putrinya untuk tetap tinggal di rumah.
Pak Malik sendiri sangat tahu seperti apa Clarissa di perlakuan oleh ibunya, "Maafkan Bapak yang tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk mu."
"Bapak Izinkan kamu untuk ngontrak. Tapi tolong jaga kepercayaan Bapak ya," pinta pak Malik dengan berat hati.