para readers tolong bijak ya dalam pemilih bacaan
wanita mana yang tidak merasa sedih ketika ditinggalkan suaminya, apalagi di hari pernikahan mereka setelah ijab kabul dan sumpah - sumpah pernikahan itu telah terucap
"Jika bagimu ini adalah candaan
Jelaskan padaku di mana letak rasa lucu itu...?? Biar aku bisa membantumu menertawai hidupku"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andee Rosalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
teman - temanku yang biasanya jadi penggalihan masalahku kini juga memiliki masalah yang sama besarnya denganku. Masalah ini timbul lalu terbongkar saat tika dan suaminya mendapati tio dan lisa masuk ke salah satu kamar hotel.
Tika dan suami yang curiga dengan pergerakan lisa dan tio segera menghubunggi Narend, sayangnya Tika bukannya menghubungi Narend, naasnya saat itu narend sedang makan siang bersama aku juga andre.
Dengan perasaan tidak jelas, akhirnya kami mendatangi lokasi tika dan benar adanya jika tika sedang di hotel bersama suaminya. Kami semua menuju kamar hotel yang di sewa lisa dan tio. Saat pintu kamar terbuka, sungguh tio menunjukkan wajah layaknya seseorang yang tertangkap basah berbuat zina.
Dengan sekali gerakan Narend mendorong tio memasuki kamar, di dalam kamar itu benar ada lisa yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan kondisi tubuh hanya di liliti handuk.
Kamar kecil semakin sempit saja karena di penuhi kami semua, melihat penampilan lisa seperti itu, tanpa sepata kata akhirnya narend memukuli tio.
Lisa menjerit-jerit minta narend menghentikan pukulannya pada tio tapi narend tidak kunjung menghentikannya hingga andre dan suami tika menghalau narend tetap melayangkan tinjunya di wajah tio.
“jelaskan pada kami secara rinci” tutur narend dengan penekanan di kalimatnya.
“hiks hiks” tio dan lisa tidak menjawab.
Tio tidak menjawab adalah sesuatu yang wajah karena dia masih menggumpulkan tenaganya setelah di amuki narend, sedangkan lisa yang baik-baik saja memilih menunduk dalam dan semakin terisak tidak jelas.
“diam dan jelaskan” bentak narend dengan suara yang sukses menggema di ruangan ini.
“aku .. aku, maaf bang aku..” kata lisa terbata-bata.
“ini semua salah gue rend” kata tio.
“jelas salah lo ban*sat,” teriak narend dan siap memukuli tio lagi jika lisa tidak memeluk dan melindungi tubuh tio yang babak belur.
“bang maafkan kami hiks lisa hikh lisa minta ampun bang” kata lisa mulai merangkak dan berniat untuk bersujut di kaki narend tapi narend lebih sigab menghindar.
“jelaskan pada kami lisa jadi narend bisa mikir kalo apa yang kalian lakukan salah apa tidak”
“hiks hiks bang” panggil lisa pada narend
“….” Narend tidak menjawab malah memilih menghindari bersitatap dengan lisa maupun melihat tio.
“gue hukkk gue. Memang salah narend tapi gua berani tanggung jawab kok”
“a*jing, lo baru mau tanggung jawab saat lo udah ke tahuan sama kami?”
“apa yang lo liat sekarang ngak seperti itu” jelas tio lagi.
“ya kalo ngak gitu, gimana? Jelasin yang jelas jangan mutar-mutar bisa ngak sih?” kata tika angkat bicara kali ini.
“kami.. saat itu aku dan lisa mabok”
“sejak kapan kau bisa minum alcohol” bentak narend pada lisa. Sungguh narend yang ku lihat sekarang ini sangat berbeda dengan narend yang sehari-harinya calem dan lembut.
“kami, aku ngajak tio ke pertunangan temanku” kata lisa hati-hati.
“terus?” kata andre sewot.
“mmm itu pesta lajang ternyata” kata lisa semakin menggecilkan suaranya.
“saat itu mmm minumannya alcohol semua” kata lisa layaknya cicitan tikus kejepit.
“lalu hubungannya kalian mau ngwee di sini?”
“aku dan lisa sudah nikah siri” kata Tio dengan tegas.
“…” Tanpa kata dan ****-bibu lagi, narend berhasil menendang tio hingga tio memuntahkan darah di hadapan kami semua.
Aku hanya bisa terpengarah meilhat narend melampiaskan kekecewaannya pada tio. Sekali lagi lisa menjerit-jerit meminta narend menghentikan aksinya tapi narend masih saja tidak bisa terkontrol. Suasana sudah sangat riuh tapi seketika hening kala lisa berteriak dan berkata
“bang, Lisa hamil anak tio. Abang mau lihat keponakan abang jadi yatim?” kata lisa dengan suara yang sektika layaknya petir yang menyambar tubuh dari.
“…” narend mendengar itu seketika tumbang begitu saja dari posisinya.
Narend sebentar lari mendaratkan bokongnya dengan kasar jika suami tio tidak sigab menahan lalu menariknya agar terduduk di tempat tidur.
Narend masih dalam ke terkeutannya, Yang semakin membuat kami tercengang adalah ternyata lisa dan tio telah melakukan nikah siri yang hanya di saksikan penghulu dan beberapa saksi namun tidak seorang pun dari keluarga keduanya mengetahui hal ini narend lagi - lagi menjadi seseorang yang sangat terpukul karena hal ini.
Yang membuat narend terpukul bahkan menitihkan air mata yang cukup deras karena selama ini, lisa yang selalu dijaganya dengan ketat, narend bahkan rela mengikuti lisa bekerja di perusahaan brawijaya hanya untuk bisa menggawasi lisa.
Pada kenyataanya, lisa yang selalu di utamakan olehn narend, di kawal kemana pun lisa mau, menggikuti keinginan lisa walau kadang aneh dan membuat narend jengah namun kini narend di kalah telak oleh tio yang notabennya di anggap sahabat.
Narend merasa kecolongan karena kedekatan tio dan lisa dianggapnya sesuatu hal yang wajar, sesama teman kantor dan teman dekat namun ternyata kedekatan mereka jauh dari batas dekat yang kami pikirkan.
"Wahh hebat yah kamu tio kamu waw LUAR BIASA" Ucap narend dengan tawa sumbangnya
"Bang maafin lisa bang" Ujar lisa memelas pada Narend
"Saat itu kami mabuk dan terbawa suasana. Ketika baru sadar, lisa tidak berhenti menanggis yang terpikirkan saat itu cuman menikahi lisa dan bertanggung jawab. Kami baru berencana meresmikan pernikahan kami tapi orangtuamu menerima lamaran hendrik kuncoro."
"kapan, kapan kalian menikah? " ujar narend tenang
" Seminggu setelah pernikahan tika" jawab tio dengan tegas
"Ap- apa maksudmu berarti, berarti udah hampir 5 bulan dong" Ucap tika
"Hiks hiks iy- iya tik, bang bang tolong lisa ya bantu lisa bicara sama bapak lisa hiks lisa ngak mau nikah lagi"
"Wow kalian wah ahaha kupikir drama hidupku yang paling... tapi kalian wow poliandri hehe hebat lis hebat" Ujarku memanas-manasi keadaan.
"Dewi seriuslah sedikit" tergur narend padaku dan pada akhirnya aku hanya diam menunggu keputusan antara lisa dan tio.
"Aku bersedia menikahi lisa sekali lagi Rend kamu hanya perlu menjelaskan pada keluargamu untuk menerimaku."
“…” seketika ruangan menjadi hening sesaat, Sudahlah semua udah kejadian kan mau bilang apa juga gak bakal merubah masa lalu, nah sekarang semua pulang gih. lisa ma narend urus keluarga kalian dulu dan lo yo, minta orang tua lo melamar dan siapin pernikahan lo dengan lisa gih, diterima atau tidak lo wajib nikah secara hukum juga soal konsekonsinya hadapi aja. mau tidak mau orangtua narend harus terima lamaran lo karena lisa hamil” ucap andre bijak.
“…” kami masih diam.
“tolongin lisa yan bang, lisa hiks lisa” kata lisa semakin hanyut dalam pelukan Tika.
“….” Narend masih diam tapi tubuhnya bergerak meninggalkan tempatnya lalu keluar dari ruangan itu begitu saja.
Melihat apa yang di lakukan narend, aku memilih menggikuti langkah narend keluar dari kamar hotel hingga menuju parkiran mobilnya. Tanpa suara, Narend menggemudikan mobilnya menembus jalanan.
“….” Narend menggemudi dalam keheninggan tapi amarah bahkan kekalutan sangat jelas Nampak di wajahnya. Mobil terus melaju dan membelah jalanan, mobil sudah melaju cukup auh untuk menuju salah satu pusat pariwisata.
Mobil narend kini terparkir di atas pasir pantai. Tanpa aba-aba narend keluar dari mobil lalu berlari menuju bibir pantai. Ku pikir dia akan berenang tapi nyatanya dia hanya berada di bibir pantai sambil berteriak-teriak tidak jelas untuk meluapkan amarahnya.
Mataku masih menggawasi narend hingga warna senja menghiasi langit. Dengan pelan namun pasti matahari turun lalu seolah mencoba bersembunyi di ujung pantai. kini narend yang masih di kuasai amarah terlihat menjadi silut yang sangat indah dengan latar langit.
ko aku sedikit bingung ya, sebenarnya yg ngomong ini siapa sih?? dewi yg menceritakan kisah nya apa orang lain yg menceritakan kisah dewi
hmmmm 🤔🤔??