Intan adalah gadis yang lugu dan baik hati, dia selalu membantu ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah mewah. Intan bersama ibunya hanya orang biasa yang tidak memiliki keluarga dan beruntung mereka bertemu dengan bu Ratna yang membawa mereka kerumah nya dan bekerja di sana.
Ratna yang berusia 18 tahun itu nampak cekatan membantu ibunya. Sikap sopan dan paruhnya membantu Ratna dan suami Agung begitu menyukai Intan, 5 tahun sudah berlalu kini intan sudah beranjak menjadi gadis dewasa.
Di mana kisah yang tidak pernah dia bayangkan akan terjadi, kisah pencinta dan tanpa restu akan terlibat dalam kehidupan nya.
Saat pertemuan nya dengan anak tunggal keluarga Wicana yang sudah menampung nya dan ibunya selamat bertahun-tahun lama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lembayung Senjaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sesak Di Dada
" Kamu kemana sih, dari tadi di telfon gak di angkat sebel deh. " Gumam gadis cantik dengan pakaian minim di tambah hill tinggi di kaki jejangan nya.
Gadis itu nampak beberapa kali menghentakkan kaki nya kesal.
" Astaga Mahen, kamu bener bener deh. " Ucap nya kesal menarik kopernya dengan kasar.
Bruk
" Maaf maaf, maaf gak sengaja.. " Ucap seorang pria menatap gadis itu yang tersungkur dengan keras ke lantai bandara. Beberapa mata menatap mereka dengan aneh.
" Aduuuhhh mata di pakek dong, masa jalan mata nya di simpen.. " Pekiknya kesal.
" Buta dong kalau jalan gak pakek mata, lo juga aneh jalan pakek ngedumel gak jelas. " Pria itu mengulur kan tangannya berusaha membantu gadis itu berdiri.
" Gak usah gue berdiri sendiri. " Ucap nya ketus.
" Astaga sabar sabar, kalau bukan pak Mahendra yang nyuruh gue ke bandar gue gak akan ketemu cewek sinting ini. "
" What.. "
" Ya ampun mbk gak usah teriak teriak kenapa sih, kayak di apain aja deh heran. " Pria itu menutup telinga nya pelan.
" Lo bilang Mahendra yang nyuruh lo ke sini, pasti jemput gue kan?. "
" Emang mbk Liliana Albert? " Pria itu nampak sedikit panik saat gadis itu mengenal Mahendra bos nya di kantor.
" Iyaaa, saya lilly pasar nya Mahendra. Lo siapa dah dateng telat ngajak ribut lagi?. " Ucap gadis bernama Lilly itu dengan kesal.
" Mati gue, ternyata galak amat cewek pak Mahendra. Kenapa pak Mahendra doyan.. " Batin nya.
" Maaf buk, perkenalkan nama saya Bayu Anggara saya pegawai pak Mahendra yang di suruh menjemput anda di bandara karena beliau belum selesai meeting dan pak Mahendra berpesan untuk membawa anda ke apartemen nya. " Ucap pria bernama Bayu itu dengan sedikit sopan.
" Bawa koper gue, gue ni udah badmood ketambahan elo juga ya ampun gila gue lama lama di sini. Kalau bukan karena kerja dan Mahendra gue bales banget ke Indonesia panassaaaa.. " Umpat Lilly tanpa henti.
" Emang di kira Indonesia menerima dia apa, dasar cerewet. "
" Lo ngomong apaaa?. "
" Enggak ada. " Bayu menggeleng keras saat Lilly berbalik menatap nya tajam.
" Busyet galak banget sih, kok pak Mahendra doyan coba. " Batin Bayu bergidik ngerti.
***
Meeting dadakan itu sudah selesai dan membuat Mahendra bisa bernafas lega. Dengan cepat dia menghidupkan ponselnya melihat begitu banyak panggilan dan chat dari Lilly yang mengerutuk kesal.
" Astaga kamu benar-benar tidak berubah. " Batin Mahendra.
Dia juga melihat notifikasi jika Bayu sudah membawa Lilly ke apartemen yang di beli khsusus untuk gadis itu, Mahendra segera membereskan laptop dan beberapa berkas untuk dia baca kembali nanti.
" Baik meeting hari ini saya akhiri Terima kasih semua untuk kerja sama kalian. " Mahendra meninggal kan ruang meeting itu segera.
Jam sudah menujukan pukul 17.40 sore.
( Kak Mahen, aku di rumah loh kamu gak kangen sama aku. Aku dapet temen baru di sini. Kamu gak pernah kasih tahu kalau ada gadis yang tinggal di rumah mu?.)
" Silla ada dirumah?. "
( Kenapa cuman di read saja, udah lupa sama aku ni. Ya udah sih besok aku langsung pulang aja ke Jogja biar sibuk terus gak bisa ketemu kamu.)
Mahendra tersenyum membaca chat gadis cantik itu.
( Kak Mahen masih di kantor Silla, iya nama nya Intan kakak juga baru kenal kok. Kamu kan tahu kakak lama di luar negeri jadi mana tahu kalau bunda punya anak perempuan di rumah itu, jangan ngambek kakak pulang agak larut deh kayanya ada kerjaan yang harus kakak selesai dulu. )
Mahendra memang sengaja tidak memberitahu Silla atau siapun tentang hubungan nya dengan seorang model cantik dan terkenal, Lilly. Dia belum siap harus memperkenalkan gadis itu pada Ratna dan keluarganya.
( Besok aja selesain kerjaan, Silla mau makan sama kakak loh.)
Mahendra menghela nafas pelan.
" Silla atau Lilly?. "
( Sayang kamu di mana, aku udah di apartemen yang kamu beli buat aku. Makasih yah, buruan ke sini aku kangen banget sama kamu..)
Ting
Bunyi lift membuat Mahendra lansung keluar masuk kedalam ruangan nya meletakkan laptop dan berkas berkas nya di atas meja.
( Maaf Silla, besok kakak akan full di rumah sama kamu nanti kita jalan jalan ok. Untuk hari ini kakak harus selesai kerjaan kakak dulu ok I'm so so sorry sweetie).
Mahendra langsung memasukan ponsel ke dalam saku celana nya dan bergegas pergi untuk menemui Lilly kekasih nya itu.
Di rumah Cendana
" Lihat tante dia nolak Silla dan milih untuk sibuk sama berkas nya?. " Silla menyodorkan ponselnya pada Ratna membuat wanita itu tertawa geli.
" Kakak mu itu emang lagi sibuk Silla jadi kamu harus memaklumi toh, lagian kan dia janji besok full hari nya buat kamu. " Dengan lembut Ratna mengusap kepala Silla dengan kasih sayang yang penuh. Tingkah manja nya selalu menjadi hal biasa di keluarga itu.
" Nanti kalau Mahen tahu kamu mau nikah udah bisa di pastikan dia orang pertama yang akan nangis dan gak ikhlas gadis kecil nya menikah. "
Silla mengerucutkan bibirnya
" Om Agung ini, Silla udah bukan gadis kecil lagi. Silla udah jadi wanita dewasa 26 tahun dan sebentar lagi Silla akan menikah dan kalian bersiaplah di panggil oma dan opaaaa.. " Gelak tawa sekeluarga membuat seseorang di balik tembok rumah menahan isakan tangis nya.
Dia juga ingin merasakan kehangatan keluarga seperti itu, tapi dia tidak akan pernah mendapatkan nya kembali.
" Gak papa, kita susun lagi pelan pelan yah nanti juga ujung pazzel nya menyatuh kembali kok. " Gumam Intan pelan menahan isakan tangis nya.
***
Apartemen Mahendra
" Sayang... " Lilly dengan Linggerin merah yang menujukan lekukan tubuh indah nya membuat Mahendra tak berkedip.
" Hey, kenapa kau jelek ya?. " Gumam gadis itu yang mengoda Mahendra.
" Kenapa harus pakai ini hemz, jadi kamu mau godain aku dengan pakaian ini?. " Mahendra dengan gemas menggelitik perut rata Lilly membuat gadis itu tidak bisa diam dengan gelak tawa memenuhi ruangan itu.
" Kemari lah.. " Mahendra menarik pinggang lili mendekat dan menempel sempurna dengan tubuh nya yang sudah menengang.
Tumbuh tinggi Lilly bahkan hampir seimbang dengan tinggi badan Mahendra.
" Aku kangen sama kamu.. " Mahendra mengecup leher jenjang gadis itu dan melumat lembut bibir merah yang selalu dia rindukan itu.
" Aku juga kangen sama kamu, sini aku akan kasih kamu full servis sekaligus ucapan terimakasih aku karena kamu udah beliin aku apartemen sebesar ini sayang.. " Lilly menarik tangan Mahendra menuju kamar mereka.
Mahendra membeli Apartemen itu murni untuk Lilly bukan karena dia ingin gadis itu memberikan sesuatu yang padanya, tapi dia benar-benar tulus mencintai gadis itu bukan hanya tubuh elok nya saja.