NovelToon NovelToon
Darah Ratu 1000 Tahun

Darah Ratu 1000 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perperangan / Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Naomihanaaya

Seorang Raja Vampir yang kehilangan ratunya di medan perang, lalu menunggu 1000 tahun untuk menemukan reinkarnasi istrinya di dunia manusia. Namun ketika ia menemukannya kembali, sang ratu tidak lagi mengingat masa lalu mereka, sementara ancaman perang antara bangsa vampir dan manusia serigala kembali muncul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naomihanaaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Gadis Dengan Kalung Hijau

Malam turun perlahan di dunia manusia.

Lampu-lampu kecil mulai menyala di sepanjang jalan desa yang tenang. Udara malam terasa sejuk, dan suara jangkrik dari ladang-ladang di sekitar desa terdengar jelas di antara rumah-rumah kayu yang berdiri sederhana.

Desa itu terletak tidak jauh dari sebuah hutan besar yang lebat dan gelap. Hutan yang sejak lama dikenal oleh penduduk sebagai tempat yang menyimpan banyak misteri.

Sebagian orang percaya bahwa di dalam hutan itu hidup makhluk-makhluk yang tidak seharusnya berada di dunia manusia.

Namun bagi penduduk desa, kehidupan tetap harus berjalan seperti biasa.

Di desa itu tinggal seorang gadis bernama Alana.

Ia dikenal oleh penduduk desa sebagai gadis yang baik, pekerja keras, dan sedikit pendiam. Tidak ada yang benar-benar menganggapnya istimewa.

Bagi mereka, Alana hanyalah gadis biasa yang hidup bersama keluarganya.

Namun tidak banyak orang yang tahu tentang masa lalu gadis itu.

Alana tidak tinggal bersama orang tuanya.

Sejak kecil, ia tinggal bersama bibinya, seorang wanita yang merawat dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang.

Sementara pamannya adalah orang yang memimpin desa itu.

Pamannya adalah pria yang dihormati oleh semua penduduk. Ia dikenal tegas namun adil, dan selalu memastikan keamanan desa, terutama karena hutan di dekat desa sering dianggap berbahaya.

Selain itu, ada satu orang lagi yang sangat dihormati di desa tersebut.

Seorang pria tua yang jarang terlihat keluar rumah.

Ia adalah kakek Alana.

Di masa mudanya, kakek Alana dikenal sebagai pemburu vampir yang sangat hebat. Banyak cerita yang beredar tentang bagaimana ia pernah memburu makhluk-makhluk malam yang mengancam manusia.

Namun sekarang usianya sudah sangat tua. Ia lebih sering tinggal di rumahnya di pinggir desa, meskipun banyak orang masih datang kepadanya untuk meminta nasihat.

Namun sebenarnya, kemampuan berburu vampir bukan hanya milik sang kakek.

Keluarga Alana adalah keturunan pemburu vampir yang sangat lama.

Generasi demi generasi dalam keluarga mereka telah memburu makhluk malam untuk melindungi manusia.

Cerita tentang perburuan vampir telah menjadi bagian dari sejarah keluarga mereka.

Bahkan di rumah kakeknya masih tersimpan buku catatan tua yang diwariskan dari nenek moyang keluarga mereka.

Buku itu disimpan dengan sangat rapi di dalam sebuah peti kayu tua di kamar sang kakek.

Di dalam buku itu tertulis berbagai pengalaman para leluhur mereka saat memburu vampir.

Mulai dari jenis-jenis vampir, cara melawan mereka, hingga kisah-kisah pertempuran yang pernah terjadi di masa lalu.

Namun ada satu bagian dari buku itu yang sangat menarik.

Salah satu leluhur keluarga Alana pernah menuliskan sebuah kisah yang sangat langka.

Dalam catatan itu disebutkan bahwa ia pernah melihat langsung sosok pemimpin bangsa vampir.

Seorang raja vampir yang sangat kuat dan seorang wanita yang berdiri di sampingnya. Wanita itu digambarkan memiliki rambut hitam panjang dan kecantikan yang luar biasa.

Ia adalah Ratu Vampir.

Leluhur keluarga Alana menuliskan bahwa wanita itu memiliki darah suci yang sangat kuat. Darah yang diincar oleh banyak makhluk.

Namun catatan itu ditulis sangat singkat, seolah sang penulis tidak ingin terlalu banyak mengungkapkan apa yang ia lihat.

Buku itu sekarang masih tersimpan dengan aman. Dan satu-satunya orang yang menjaganya adalah kakek Alana Tidak banyak orang yang tahu tentang buku itu.

Bahkan Alana sendiri belum pernah benar-benar membaca seluruh isi catatan tersebut. Baginya, semua itu hanyalah cerita lama tentang masa lalu keluarganya.

---

Di rumah sederhana tempat Alana tinggal, lampu dapur masih menyala.

Bibinya sedang menyiapkan makan malam ketika Alana masuk ke dalam rumah.

“Kau dari mana saja, Alana?” tanya bibinya sambil mengaduk sup di panci.

“Aku membantu Bu Mira di ladang,” jawab Alana sambil melepas jaket tipisnya.

Bibinya menoleh dan tersenyum tipis.

“Kau terlalu sering membantu orang lain. Jangan lupa beristirahat.”

Alana hanya tersenyum kecil.

“Aku baik-baik saja, Bibi.”

Saat ia duduk di kursi kayu dekat meja makan, kalung di lehernya berkilau pelan terkena cahaya lampu.

Bibinya langsung menyadari sesuatu.

“Kalung itu lagi?”

Alana memegang berlian hijau di lehernya.

“Iya…”

Bibinya berjalan mendekat dan memperhatikannya lebih jelas.

“Kalung itu terlihat sangat mahal.”

“Apa kau benar-benar tidak tahu dari mana asalnya?”

Alana menggeleng pelan.

“Aku menemukannya di meja kamarku beberapa hari lalu.”

Bibinya terlihat sedikit khawatir.

“Aneh sekali…”

Sebelum mereka melanjutkan pembicaraan, pintu rumah terbuka.

Seorang pria tinggi masuk ke dalam rumah dengan langkah berat.

Dialah paman Alana.

Pemimpin desa.

“Ah, kalian sudah makan?” katanya sambil melepas mantel tebalnya.

“Belum,” jawab bibinya.

Paman Alana duduk di kursi dan memperhatikan keponakannya.

“Kau lagi memakai kalung itu?”

Alana mengangguk.

Pamannya menatap kalung itu beberapa saat.

Tatapannya berubah sedikit serius.

“Kalung seperti itu tidak biasa.”

“Di desa ini tidak ada yang mampu membuat perhiasan seperti itu.”

Alana sedikit gelisah.

“Apakah itu masalah?”

Pamannya menggeleng.

“Tidak… hanya saja aneh.”

Bibinya kemudian berkata pelan,

“Mungkin kita harus bertanya pada Ayah.”

Yang dimaksud adalah kakek Alana.

Pamannya berpikir sejenak sebelum mengangguk.

“Besok aku akan menemuinya.”

Malam semakin larut Angin dari hutan berhembus perlahan melewati desa di kamarnya, Alana berdiri di depan cermin kecil Ia memegang kalung berlian hijau di lehernya.

Berlian itu berkilau dengan cahaya misterius.

Setiap kali ia menyentuhnya..ia selalu merasakan sesuatu yang aneh.

Seperti kenangan yang sangat jauh.

Kadang-kadang ia bahkan melihat bayangan dalam mimpinya sebuah istana besar yang megah namun gelap. Taman yang dipenuhi mawar putih dan sosok seorang pria tinggi dengan mata merah tajam yang berdiri tidak jauh darinya Namun, setiap kali ia mencoba mengingat wajah pria itu…bayangan itu selalu menghilang.

Alana menghela napas panjang.

“Aneh sekali…”

Ia berbaring di tempat tidurnya.

Namun kalung itu masih ia genggam di tangannya.

---

Keesokan harinya…

Pagi di desa terasa tenang.

Kabut tipis masih menyelimuti ladang dan jalan kecil yang menuju rumah kakek Alana. Rumah itu berada di pinggir desa, sedikit dekat dengan hutan.

Alana berjalan bersama pamannya dan bibinya menuju rumah kayu tua itu Ketika mereka sampai, pintu rumah sudah terbuka sedikit.

Kakek Alana duduk di kursi kayu di teras rumahnya. Rambutnya putih panjang, dan wajahnya terlihat penuh dengan garis usia Namun, matanya masih tajam.

Ia melihat mereka datang dan tersenyum kecil.

“Kalian datang pagi sekali.”

Pamannya duduk di kursi di depan kakek.

“Ayah… kami ingin menanyakan sesuatu.”

Kakek Alana menatap mereka bergantian.

“Masalah desa?”

“Bukan.”

Pamannya menunjuk Alana.

“Ini tentang kalung yang dipakai Alana.”

Kakek itu memperhatikan Alana lebih dekat.

“Kalung?”

Alana sedikit gugup namun tetap mendekat.

Ia memperlihatkan kalung berlian hijau di lehernya.

Ketika kakek melihatnya…

matanya langsung berubah serius ia bangkit perlahan dari kursinya.

“Kemarilah, Alana.”

Alana mendekat.

Kakek itu memegang kalung itu dengan hati-hati beberapa saat ia hanya diam seolah mencoba mengingat sesuatu.

Bibinya akhirnya bertanya pelan.

“Ayah… apakah kau pernah melihat kalung seperti itu?”

Kakek tidak langsung menjawab, Tatapannya masih tertuju pada berlian hijau yang berkilau itu.

“Aneh…” gumamnya pelan.

“Kalung seperti ini…”

Ia terlihat seperti sedang mengingat sesuatu yang sangat jauh.

Paman Alana menatapnya serius.

“Apa Ayah mengenalinya?”

Kakek akhirnya melepaskan kalung itu.

“Aku tidak yakin…”

“Tapi berlian hijau seperti ini pernah disebutkan di catatan lama keluarga kita.”

Alana terlihat bingung.

“Catatan keluarga?”

Kakek menatapnya dengan dalam.

“Ya.”

“Catatan tentang vampir.”

Bibinya dan pamannya saling berpandangan, Kakek melanjutkan dengan suara pelan.

“Salah satu leluhur kita pernah menulis tentang seorang ratu vampir.”

“Ratu itu memiliki darah suci… dan memakai perhiasan yang sangat langka.”

Ia menatap kalung itu lagi.

“Berlian hijau…”

“Perhiasan seperti ini sangat jarang ada di dunia manusia.”

Alana mulai merasa aneh.

“Maksud Kakek… kalung ini berhubungan dengan vampir?”

Kakek menggeleng pelan.

“Aku tidak tahu pasti.”

“Tapi aku ingin memeriksa sesuatu di dalam buku catatan keluarga.”

Ia menatap mereka semua.

“Jika kalung itu benar-benar seperti yang aku pikirkan…”

Ia tidak melanjutkan kalimatnya Namun suasana di teras rumah itu tiba-tiba terasa jauh lebih serius.

Tidak ada seorang pun yang menyadari satu hal kalung yang sekarang tergantung di leher Alana…adalah kalung yang pernah digenggam oleh Raja Vampir Edward selama seribu tahun.

Dan kalung itu dulunya milik satu orang Ratu Vampir Elena.

1
Naomi🌸
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!