NovelToon NovelToon
Pendekar Elang Hitam

Pendekar Elang Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

Keluarganya di rampok oleh pemdekar Aliran hitam, ayah dan ibunya terbunuh sedangkan ia terjatuh di lembah Bangkai, Seekor Elang hitam raksasa menyelamatkan nya, di bawah asuhan Elang Hitam Dia tumbuh menjadi pendekar sakti dan menumpas kejahatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengobati Warga Desa

Kondisi kepala desa ternyata cukup parah, ada luka lebam di dada sebelah kiri

" Sekar, kau bantu para wanita itu biar aku coba mengobati paman" ucap Jaka , tanpa menunggu persetujuan Sekar, Jaka membopong kepala desa dan membawanya ke pembaringan, ia dengan cepat menempelkan kedua tangannya ke dada kepala desa

" Uhuk "

" Uhuk"

Kepala Desa terbatuk dan memuntahkan darah hitam, ia perlahan membuka matanya

" Terima kasih , tolong selamatkan anakku" ucapnya pelan

" ayah aku di sini" Sekar yang mendengar ayahnya batuk segera mendekat saat ayahnya tersadar dan membuka mata ia sangat senang

" Syukurlah kau selamat" ucap kepala desa itu

" paman beristirahat saja dulu, biar cepat pulih" Ucap Jaka

Kepala desa mengangguk, dan memejamkan matanya,

" Sekar kau bisa kumpulkan warga desa yang terluka kemari?" tanya Jaka.

" Biar kami saja tuan muda?" para wanita yang baru saja di bebaskan mengajukan diri

" ya , kumpulkan semua yang terluka aku akan mencoba mengobatinya" ucap Jaka

" Baik Tuan muda" sahut mereka serempak dan keluar dari rumah kepala desa.  Jaka tahu selain ingin membantumeringankan pekerjaan jaka dan Sekar, mereka juga ingin melihat keluarganya

" kak Jaka, bagaimana dengan mayat para perampok itu?" tanya Sekar yang melihat mayat murid macan Hitam terkapar di pelataran

" aku akan menguburnya di sana" sahut Jaka menunjuk hutan kecil yang berada di pinggiran desa

Tak lama warga desa berdatangan dengan membawa beberapa pemuda yang pingsan, di antaranya ada juga remaja yang baru berusia 14 tahun dengan luka lebar di dada, napasnya juga tinggal satu satu

jaka dengan cepat memeriksa keadaan remaja itu, ia bisa mengobati luka dalam tetapi i belum pernah mengobati lika luar, dia mengerahkan tenaganya agar napas remaja itu stabil terlebih dulu dan saat mengalirkan tenaga dalamnya ia teringat saat dirinya terluka di dasar Jurang Rajawali Elang memberinya satu tanaman yang di tumbuk dan di oleskan pada luka, ia segera mengambil bungkusan bekalnya karena ia membekal tanaman itu untuk berjaga jaga jika terluka

Dengan Lumpang kecil Jaka menumbuk daun tanaman itu, ia mencampurkan dengan sedikit air hingga menjadi pasta hijau

" Apa ada kain?" tanya Jaka setelah salep obat jadi

" sebentar aku ambilkan" dengan cepat Sekar masuk ke dalam rumah dan keluar dengan kain batik miliknya

Jaka dengan cepat merobek  kain itu lalu dengan perlahan ia menutup luka di dada anak lelaki itu dan membalutnya dengan kain yang ia sobek

" Tuan muda mayat mayat ini akan di apakan?" saat Jaka selesai mengobati anak lelaki itu salah seorang warga bertanya karena merasa risih dengan keadaan mayat murid Macan hitam

" rencananya aku akan kubur di hutan itu, tetapi mengobati mereka lebih penting" jawab Jaka

" tuan muda , lanjut saja pengobatannya biar kami yang mengurus mayat mayat itu" seorang lelaki paruh baya berkata

" Ya itu lebih baik," sahut Jaka ia melanjutkan mengobati para warga

Satu persatu warga desa selesai di obati , Jaka beristirahat sejenak setelah mengobati para warga karena tenaga dalamnya terkuras cukup banyak mengobati para warga

saat sore para warga yang menguburkan murid Macan Hitam kembali datang, Jaka juga sudah pulih sebagian tenaga dalamnya

" tuan Muda terima kasih sudah menolong kami dan membasmi mereka?" Pak Karsa kepala desa mengucap rasa terima kasihnya atas pertolongan Jaka, sambil membungkukkan badan

" paman jangan sungkan"Jaka dengan cepat membangunkan kepala desa

Jaka tinggal didesa itu selama beberapa hari, selain memastikan para warga sembuh ia juga membantu para warga memperbaiki rumah yang rusak

Jaka tak sengaja melihat sebuah busur di salah satu rumah warga yang di perbaiki, ia mengambil busur itu beserta anak panahnya

" Bibi ini punya siapa?" tanya Jaka sambil memperlihatkan busur yang di pegangnya

" Itu milik suamiku, tetapi terakhir ia pergi berburu tak kembali lagi" jawab wanita pemilik rumah itu yang ternyata suaminya seorang pemburu

" Boleh aku bawa busur ini nanti aku kembalikan" pinta Jaka pada pemilik rumah

" Bawa saja tuan muda, di sini juga tak terpakai" sahut pemilik rumah

" terima kasih bibi" sahut Jaka setelah selesai memperbaiki rumah Jaka kembali ke rumah kepala desa dengan membawa busur

" Paman apa di sini ada yang bisa membuat senjata seperti tombak dan busur?" tanya Jaka

" Ada pak sastro, rumahnya di ujung desa" sahut kepala desa

" Maaf paman apa bisa di panggil kemari?" tanya Jaka

" Biar saya jemput" seorang pemuda dengan cepat dan langsung keluar menuju ke rumah pak Sastro

"emangnya ada perlu apa nak Jaka?" tanya Pak Karsa

" saya ingin membuat beberapa tombak dan busur,  Saya melihat di desa ini banyak pria tetapi tak mempunyai senjata yang bisa menyerang dari jarak jauh, jadi saya membuat senjata untu mereka agar mereka bisa melindungi desa" tutur  Jaka

"tapi Kami tak ada yang bisa menggunakan busur kak Jaka" ucap seorang warga

" Karena itu aku ingin pak sastro membuat beberapa busur untuk berlatih, dan nanti aku yang akan melatih mereka " Ucap Jaka, ia juga belum pernah menggunakan busur tetapi ia pernah melihat petunjuk tentang menggunakan jadi ia bisa mempelajarinya dulu sebelum mengajari warga desa nanti

Tak lama warga desa yang menyusul pak Sastro datang bersama lelaki paruh baya

" Nak Jaka memanggil saya ada perlu apa?" lelaki tua itu langsung bertanya saat sampai di hadapan Jaka

" Maaf paman, aku ingin paman membuatkan beberapa tombak dan busur beserta anak panahnya" pinta Jaka sambil memberikan busur yang di pinjamnya dari rumah pemburu tadi

" Bisa hanya saja aku membutuhkan bambu dan batang cemara untuk membuatnya" sahut Pak Sastro

" Dan untuk yang dari logam aku membutuhkan besi " lanjut Pak Sastro

" ini hanya untuk latihan dan berjaga jaga saja paman, tetapi kalau untuk anak panahnya harus besi yang kuat dan tajam" ucap Jaka

" Bisa , kalau begitu usahakan saja batang bambu dan kayu Cemara batangan" sahut Pak Sastro

" Baik paman nanti alku yang akan mencarinya" ucap Jaka

" pak Sastro karena ini untuk warga desa biar kami saja yang mencari bahannya" Ucap kepala desa yang senang Jaka mau membantu para warga

" ya dan jangan lupa cari otot kerbau untuk tali busurnya" ucap Pak sastro

setelah pak sastro memberi tahu apa apa saja yang di butuhkan, para lelaki warga desa itu pergi ke hutan

" Paman kira kira untuk dua puluh busur beserta anak panahnya perlu waktu berapa lama?" tanya Jaka

" kalau ada yang membantu paling 10 harian" jawab pak sastro

" nanti saya bantu, oh iya paman saya ingin melihat ke sekitar dulu" Ucap Jaka berpamitan ia ingin ke hutan untuk berlatih menggunakan busur

1
Dania
semangat tor
Lili Aksara
Wah, kok nggak ada yang heran sama elang itu ya, entah terkesima apa gimana gitu. Lanjutkan, unik ini novelnya, soalnya tokohnya dilatih sama burung elang.
pendekar angin barat
nah gitu donk .nhrs kejam ma penjahat..
Bagaskara Manjer Kawuryan
berasa baca kitab perndekar rajawali sakti 😁
Blue Angel: hampir mirip kak
total 1 replies
erick
hanya kena racun sdh keok... memalukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!