NovelToon NovelToon
Mahar Rasa Bersalah

Mahar Rasa Bersalah

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:973.1k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Sekar, seorang buruh penimbang paku di sebuah toko grosir bahan bangunan. Hidupnya hanya tentang bertahan hidup dari hari ke hari, hingga sebuah malam kelam dia harus terjebak malam kelam bersama atasannya sendiri, Mas Danu.

​Danu bukan CEO dengan jet pribadi. Ia hanyalah pria berusia 32 tahun yang ulet, pemilik toko bangunan warisan orang tuanya yang sukses. Ia tampan dan sangat berwibawa .

​Saat Sekar mengetahui dirinya hamil, ia memilih bungkam. Ia sadar posisi ia hanya orang kecil, sementara Danu sudah memiliki kekasih bernama Lidya, wanita kota yang cantik, berpendidikan tinggi, dan setara secara sosial.
Namun, rahasia tak bisa selamanya disimpan. Saat Danu tahu, ia memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahi Sekar, dan memutuskan hubungannya dengan Lidya.

Lalu apa Sekar bisa hidup bahagia dengan pernikahannya, sedangkan yang ia tau Danu terpaksa memutuskan hubungannya dengan Lidya, karena harus bertanggung jawab kepdanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisik-bisik di balik tumpukan semen

​Pagi itu, toko Sumber Rejeki sangat sibuk. Beberapa truk engkel antre untuk memuat pesanan besi beton dan semen. Di dalam rumah, Sekar sedang merapikan buku catatan pengeluaran dapur saat ia menyadari bahwa nota pembelian beras dari langganan toko belum ditandatangani oleh Danu. Mbok Sum sedang sibuk di belakang, dan Bu Subroto sedang pergi ke pengajian.

​Sekar menarik napas panjang. Ia tahu ia harus ke toko depan. Meski jaraknya hanya melewati pintu penghubung, bagi Sekar, toko itu adalah wilayah yang asing dan mengintimidasi untuk saat ini.

​Ia merapikan dress katun hijaunya, menyisir rambutnya yang kini terasa lebih halus berkat minyak pemberian Danu, lalu melangkah pelan. Begitu pintu penghubung dibuka, aroma debu semen, kayu, dan besi langsung menyapa indra penciumannya.

​Sekar berjalan menunduk, melewati lorong di antara tumpukan material. Ia bermaksud menuju kantor kaca di sudut toko tempat Danu biasa berada. Namun, langkahnya terhenti di balik tumpukan sak semen yang menjulang tinggi saat mendengar suara tawa dan bisik-bisik dari dua orang pegawai pria yang sedang beristirahat.

​"Eh, lihat tuh, Si Nyonya baru keluar dari sarangnya" Ucap salah satu pegawai berkaus oblong kusam, sambil menunjuk ke arah Sekar dengan dagunya.

​"Halah, Nyonya apa? Kamu kan tahu sendiri dulu dia siapa. Penimbang paku sama saja butuh seperti kita" Sahut rekannya sambil menyulut rokok.

"Hebat ya, cuma modal isi duluan bisa langsung tinggal di rumah gedongan. Pintar dia milih umpan"

​Sekar mematung. Jantungnya berdegup kencang, tangannya yang memegang nota mulai bergetar hebat. Ia ingin berbalik lari, tapi kakinya terasa lemas.

​"Tapi jujur saja, dia makin bening sejak jadi istri bos. Kulitnya jadi makin bersih begitu. Sayang saja, Mas Danu itu seleranya harusnya kayak Mbak Lidya yang sekolah tinggi, bukan yang cuma bisa pegang timbangan dan sabun cuci. Pasti Mas Danu sebenarnya malu bawa dia ke acara-acara besar" Lanjut pegawai pertama.

​"Ya iyalah. Paling cuma dijadiin pajangan di rumah saja. Mana berani Mas Danu pamer istri yang asal-usulnya nggak jelas begitu. Kasihan juga Mas Danu, kena jebak cewek lugu tapi mematikan"

​Air mata Sekar sudah di ujung pelupuk. Ia meremas kertas nota itu hingga sedikit kusut. Kata menjebak adalah belati yang paling tajam menusuk batinnya. Ia tidak pernah bermaksud menjebak; ia sendiri adalah korban dari malam yang kelam itu, tapi dunia memang selalu lebih mudah menyalahkan wanita sepertinya.

​"Sedang apa kalian di sini?"

​Suara bariton yang dingin dan berat itu membuat kedua pegawai tersebut tersentak kaget dan langsung berdiri tegak. Danu berdiri tidak jauh dari mereka, matanya menatap tajam dengan rahang yang mengeras. Ia rupanya baru saja keluar dari gudang belakang.

​"E-eh Mas Danu, anu Mas, cuma istirahat sebentar" Jawab salah satu pegawai dengan gugup, wajahnya pucat pasi.

​Danu tidak menyahut. Matanya beralih ke balik tumpukan semen, di mana ia melihat ujung dress hijau Sekar. Ia melangkah mendekat dan menemukan Sekar yang sedang berdiri kaku dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.

​"Sekar?" Panggil Danu lembut, sangat kontras dengan suaranya saat menegur pegawainya tadi.

​Sekar mendongak sebentar, lalu segera menunduk lagi, mencoba menyembunyikan wajah sembabnya.

"Mas, ini nota yang harus ditandatangani" Bisiknya dengan suara yang hilang timbul.

​Danu mengambil nota itu dari tangan Sekar yang gemetar. Ia tidak langsung menandatanganinya. Ia justru meraih tangan Sekar, menggenggamnya dengan erat di depan mata kedua pegawainya yang kini tertunduk malu.

​"Kalian berdua" Ucap Danu tanpa menoleh ke arah pegawainya, namun suaranya mengandung ancaman yang nyata.

"Ambil gaji kalian di tempat Ibas sore ini. Dan jangan pernah injakkan kaki di toko ini lagi. Aku tidak butuh pegawai yang mulutnya lebih kotor dari sampah di pasar"

​"Tapi Mas Danu, kami minta maaf..."

​"Pergi!" Bentak Danu.

​Sekar tersentak kaget mendengar bentakan suaminya. Ia belum pernah melihat Danu semarah ini. Setelah kedua pegawai itu pergi dengan langkah seribu, suasana menjadi sunyi. Hanya terdengar suara mesin truk di kejauhan.

​Danu membawa Sekar masuk ke dalam kantor kacanya yang sejuk karena pendingin ruangan. Ia mendudukkan Sekar di kursi empuk miliknya, lalu ia sendiri berjongkok di depan istrinya. Sebuah posisi yang sangat tidak biasa bagi seorang bos besar di depan wanita yang dulu hanya buruh penimbang paku.

​"Jangan nangis lagi, mereka sudah mendapatkan ganjaran karena mulut kotor mereka" Danu mengusap pipi Sekar dengan ibu jarinya. Satu tangannya tetap memegang tangan Sekar, memberikan kehangatan yang berusaha mengusir rasa dingin di hati istrinya.

​"Maaf, Mas... gara-gara saya, Mas jadi kehilangan pegawai" Bisik Sekar penurut. Ia merasa semakin menjadi beban karena membuat suaminya bertindak keras.

​"Pegawai bisa dicari, Sekar. Tapi aku tidak akan membiarkan siapa pun menghinamu di tempatku sendiri" Sahut Danu. Ia menatap wajah Sekar dengan dalam. Matanya menelusuri setiap inci wajah cantik yang kini tampak sangat rapuh itu.

"Kamu cantik, kulitmu bersih, dan kamu adalah istriku. Kamu punya hak untuk berdiri tegak di sini. Aku tidak pernah malu punya istri kamu. Apa yang mereka katakan itu tidak benar!"

​Danu kemudian berdiri, ia mengambil sebotol air mineral, membukanya, dan memberikannya pada Sekar.

"Minum dulu. Setelah ini aku akan mengantarmu kembali ke dalam"

​Sekar meminum air itu dengan patuh. Perhatian Danu yang begitu terang-terangan melindunginya membuatnya merasa sangat berharga, namun di saat yang sama, ia merasa semakin takut. Ia takut jika suatu saat perlindungan ini hilang, ia tidak akan sanggup bertahan hidup sendirian lagi.

​Sekar pikir, Danu melakukan ini semua karena harga dirinya sebagai laki-laki terusik. Danu tidak ingin miliknya dihina, bukan karena ia mencintai Sekar, tapi karena ia menghormati ikatan pernikahan yang sudah ia ambil.

​"Terima kasih Mas..." Ucap Sekar lirih saat Danu membimbingnya berjalan kembali menuju pintu penghubung rumah, tangannya tetap berada di pinggang Sekar sepanjang jalan, menunjukkan pada semua pegawai yang tersisa bahwa wanita ini adalah sosok yang tidak boleh mereka sentuh dengan kata-kata menyakitkan seperti dua pegawai tadi yang kini jadi pengangguran.

1
Dhiany Annas
Nyawa Danu hanya ada ditangan Author ...
Tamirah
Mertua kalau sejak awal sdh benci dgn menantu bukti atau fakta kalau pegawainya sdh gak jujur menggelapkan dana yg ditemukan mantu tentu gak akan percaya. Mertua akan sadar kalau sdh kena setruk gk bisa apa-apa baru dia melek karena butuh orang yang membantu , entah untuk menyuapi, memandikan memakai kan pakaian.Selagi sehat tentu masih mentang mentang.
Tamirah
Hidup berumah tangga satu atap dgn ibu mertua yg tidak menyukai istri pilihan putranya Sangat lah mengenakan, apa yg selalu dikerjakan gak ada yg benar,cacian dan hinaan menjadi makanan sehari-hari.Kalau anak nya pindah punya rumah sendiri nnt mantunya yg disalahkan krn mempengaruhi putranya, Kalau serumah dgn ibu mertua juga ngenessss . ya satu satunya putranya hrs tegas pada ibunya ambil keputusan utk pinda agar istrinya nya man dan aman demi si buah hati yg dikandung istri tercinta biarkan ibu mengatatai anak durhaka padahal gelar' yg cocok adalah ibu durhaka.
@Al**
/Good/
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kaaaan wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hah? dia juga siapa?
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
alah alah gemes banget sih pasangan mas & dek ini 🤏🏻
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ah masa sih wkwk jangan2 ibas aslinya naksir riana bukan sekar 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kayak ninja hatori ya bu, membela kebenaran & kebajikan 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oo gitu, baru tau hehe
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oh bu broto anggota avenger kah tugas nya melindungi 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
selo banget mas sampe sempet merhatiin jam bos sambil ngerumpi wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bercanda itu kalo bikin orang ketawa budhe, kalo bikin orang tersinggung mah jatohnya julid ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
riana se periang ini sm danu se soft spoken itu kok bisa sih ibu nya se-broto itu 😂
santi.santi: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bisa ga pindahin bu broto ini ke ujung pulau biar ga berisik wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya coba aja ibu bayangin kalo pak broto masih ada trus dia di telp mantan nya malem2 trus pak broto bantuin mantan nya ibu tantrum ga 😒 emang orang kadang kudu ngerasain dulu situasi yg sm biar mulutnya ga asal jeplak
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bu broto ada masalah hidup apa sih kok kayaknya sirik banget wkwk apa dulu pak broto ke ibu ga semanis danu ke sekar kah? 😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini yg ngomong laki? yaalah mulutnya kayak ibu ibu kehabisan bansos ya ya, urusin aja keluarga sendiri repot banget sih ngurusin orang 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
jujur ini salah satu yg bikin aku kadang ga suka ke pasar, kadang mulut orang2 tu suka nyamber kek gledek gini, sodara bukan akrab kagak tp ikut komentar 🙂 kalo belanja di supermarket bener2 tinggal milih liat harga, ga bisa di tawar gapapa tp ga ketemu sm manusia begini, mana jiwa ini ga bisa di ajak basa basi 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ya coba aja ibu hamil lagi siapa tau skrg hamil nya kayak sekar 😂 lagian orang hamil juga beda2, mbak ipar ku lho hamil dia sampe ga bisa cium bau nasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!