NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Beda Usia
Popularitas:81.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Dita, siswi kelas 12 SMA, harus menerima nasib pahit ketika ayahnya yang terlilit hutang dan terbaring sakit memaksanya menikah dengan Arjuna, seorang polisi duda beranak satu.

Pernikahan itu dijadikan tebusan atas kecelakaan yang melibatkan Arjuna dan membuat ayah Dita kritis.

Meski tak sepenuhnya bersalah, Arjuna menyetujui pernikahan tersebut demi menebus rasa bersalahnya. Di tengah perbedaan usia dan penolakan putri Arjuna terhadap ibu sambungnya yang masih belia, Dita dan Arjuna harus menghadapi ujian besar untuk mempertahankan rumah tangga mereka.

Apakah cinta diantara mereka akan tumbuh, atau pernikahan itu berakhir dengan perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pengakuan Arjuna dan momen pancake strawberry

Setibanya di rumah, suasana kediaman Diningrat terasa jauh lebih tenang. Arjuna meminta Dita untuk duduk di sofa ruang tengah, sementara ia mengambil kotak P3K. Meskipun luka fisik di pergelangan tangan Dita tidak parah, namun bekas cengkeraman Maudy tadi meninggalkan ruam kemerahan yang cukup kontras di kulit putih Dita.

Arjuna berlutut di hadapan Dita, sebuah posisi yang membuat Dita merasa kikuk. Dengan sangat lembut, tangan kekar sang perwira itu mengoleskan salep dingin ke pergelangan tangan istrinya.

"Sakit?" tanya Arjuna lirih, suaranya terdengar sangat menyesal.

Dita menggeleng pelan. Ia menatap puncak kepala Arjuna, lalu memberanikan diri menanyakan hal yang mengganjal di benaknya sejak di sekolah tadi. "Pak... tadi di sekolah, Bapak memang pernah bilang ke Mbak Maudy kalau Bapak... mencintaiku. Apa itu benar?"

Tangan Arjuna yang sedang mengoleskan salep mendadak kaku. Ia terdiam sejenak, tenggorokannya terasa kering. "Itu..." Arjuna berdehem, mencoba menetralkan kegugupannya yang tiba-tiba menyerang bak musuh di medan perang. "Maksudku, itu tadi untuk..."

"Untuk mengusir Mbak Maudy?" potong Dita cepat dengan senyum getir. "Bapak sengaja bicara begitu supaya dia menyerah dan enyah dari kehidupan kita. Iya, kan? Aku tahu itu hanya taktik Bapak."

Arjuna mendongak, menatap Dita dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada kelegaan sekaligus rasa sesak karena Dita menganggapnya hanya sebuah sandiwara. Namun, Dita belum selesai. Ia menarik napas panjang, mengumpulkan sisa keberaniannya.

"Lalu... bagaimana dengan malam itu?" suara Dita melemah, matanya berkaca-kaca mengingat kejadian di kamar. "Kenapa Bapak berani menciumku dengan cara seperti itu? Apa itu juga bagian dari taktik Bapak?"

Pertanyaan itu telak menghantam pertahanan Arjuna. Ia merasa panas dingin. Keringat dingin mulai muncul di pelipisnya. Keheningan menyergap mereka selama beberapa detik yang terasa seperti selamanya.

Arjuna perlahan meletakkan salep itu kembali ke kotak. Ia memberanikan diri menatap wajah Dita sepenuhnya. Kali ini, tidak ada sorot mata bengis atau cemburu buta seperti malam itu. Yang ada hanyalah tatapan yang sangat teduh, dalam, dan penuh dengan kejujuran yang selama ini ia sembunyikan di balik seragamnya.

Dalam diamnya, Arjuna berkomunikasi dengan dunianya yang lain.

'Dewi... tolong maafkan aku. Aku tahu aku pernah berjanji untuk tidak membagi hati ini. Tapi hari ini, aku harus jujur pada diriku sendiri... aku telah mencintai wanita lain. Dan wanita itu adalah Dita, istriku,' batin Arjuna penuh kemantapan.

Arjuna meraih kedua tangan Dita, menggenggamnya erat namun lembut. Ia tidak lagi mengalihkan pandangan.

"Dita, dengarkan aku," ucap Arjuna dengan suara rendah yang bergetar.

"Malam itu... aku melakukan kesalahan karena membiarkan emosiku meledak. Tapi ciuman itu, dan apa yang dikatakan oleh Maudy di sekolah tadi... itu bukan taktik. Itu adalah kejujuran yang selama ini aku takuti."

Dita terdiam seribu bahasa. Jantungnya berpacu sangat cepat hingga ia merasa bisa mendengarnya sendiri. Ia menahan napas, menanti kata-kata selanjutnya yang akan keluar dari bibir suaminya, sementara Arjuna terus menatapnya dengan binar cinta yang kini tak lagi ia tutupi.

Suasana di ruang tengah mendadak berubah hangat. Arjuna masih menggenggam jemari Dita, menatapnya dengan intensitas yang sanggup meluluhkan gunung es mana pun. Dita terpaku, napasnya tertahan di kerongkongan, menunggu kalimat penutup yang mungkin akan mengubah status hubungan mereka selamanya.

Namun, tepat saat Arjuna hendak membuka suara lagi...

"Ayah! Lapar!"

Deg!

Siena tiba-tiba muncul dari balik pilar tangga dengan wajah cemberut dan perut yang dipegangi. Ia berdiri di sana, menatap heran ke arah tangan Ayahnya yang masih menempel erat pada tangan Dita. Arjuna sontak melepaskan genggamannya dengan gerakan kikuk, berdehem keras sambil membetulkan posisi duduknya.

"Siena... sudah bangun tidurnya?" tanya Arjuna dengan wajah yang mendadak panas-dingin.

"Aku tidak bisa tidur Yah! Dan Siena ingin camilan. Perut Siena bunyi terus dari tadi," keluh bocah itu tanpa menyadari ia baru saja membuyarkan momen paling romantis dalam hidup Ayahnya.

Arjuna melirik jam tangannya, lalu beralih menatap Dita dengan senyum simpul yang penuh arti. Meskipun momennya terpotong, beban di pundaknya terasa ringan. Ia sudah mengatakannya. Ia sudah mengakui perasaannya.

"Yah, sepertinya Ayah harus kembali ke Mabes sekarang. Ada laporan yang harus segera ditanda tangani," ucap Arjuna sambil berdiri. Ia mendekat ke arah Dita, lalu dengan berani mengusap puncak kepala istrinya itu dengan lembut. "Aku pergi dulu ya. Soal yang tadi... tidak usah dijawab sekarang. Aku akan menunggu."

Arjuna tahu, Dita mungkin masih menyimpan nama Angga di sudut hatinya. Namun, melihat sorot mata Dita yang tak lagi setegang dulu, Arjuna yakin bahwa lambat laun, benteng pertahanan istri kecilnya itu akan luluh oleh ketulusannya. Dengan perasaan bahagia yang membuncah, sang perwira itu pun pamit berangkat.

Sepeninggal Arjuna, suasana di ruang tengah menyisakan Dita dan Siena yang saling pandang dalam kecanggungan. Dita menarik napas panjang, mencoba menetralkan detak jantungnya yang masih liar.

"Siena lapar? Mau dibuatkan camilan apa?" tanya Dita berusaha mencairkan suasana.

Siena tampak berpikir sejenak, wajahnya masih terlihat agak gengsi. "Terserah. Yang penting enak."

"Bagaimana kalau Pancake dengan saus vanila dan potongan buah strawberry segar? Saya lihat di kulkas ada strawberry yang manis sekali," tawar Dita sambil tersenyum tulus.

Mata Siena seketika berbinar mendengar kata "strawberry", buah favoritnya. "Boleh... tapi saus vanila nya harus banyak ya!" ucapnya, mulai sedikit melunak.

Dita pun segera bergegas ke dapur. Dengan cekatan, ia mengocok adonan, membalik pancake hingga berwarna cokelat keemasan, dan menyiramnya dengan saus vanila yang kental serta topping strawberry merah merona. Aroma harum mentega dan vanila memenuhi seluruh ruangan, membuat Siena tanpa sadar mengekor ke dapur dan duduk di meja makan.

"Ini, silakan dicoba," ucap Dita sambil menyodorkan sepiring pancake yang tertata cantik.

Siena memotong sedikit bagian pancake itu dan memasukkannya ke mulut. Matanya membelalak. "Enak banget! Lebih enak dari buatan Bibi!"

Dita tertawa kecil, rasa haru menyelimuti hatinya. "Makan yang banyak ya. Kalau kurang, saya buatkan lagi."

Melihat Siena yang makan dengan lahap, Dita menyadari satu hal, bahwa cara tercepat menuju hati seseorang ternyata memang melalui perut. Lambat laun, hubungan kaku antara ibu sambung dan anak tiri ini mulai mencair, semua berkat kehangatan pancake dan ketulusan hati yang mulai tumbuh di rumah keluarga Diningrat.

Bersambung...

1
Nar Sih
semagatt💪💪dita,jdi gak sabarr nuggu kejutan dri dita dan juna besok
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tunggu besok ya kak 🤭
total 1 replies
Teh Yen
duh manis banget ini pengantin baru serasa dunia milik berdua yah hihii 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: yang lainnya ngontrak ya kak 🤣🤣
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
lanjut lagi thor
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lanjut besok ya kak 🙏😊
total 1 replies
Arum Dyah
istrimu bkn lagi kekuatanmu juna tpi dia adalah seorang pawang dari singanya mabes🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bikin iri saja😁😁😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Teh Euis Tea
cinta monyet legendaris ga tuh 🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya sidang pra nikah di kantor kepolisian tmpt suami mu bertugas lancar ya dita,dan ditunggu sgra pesta pernikahan nya🥰🥰
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kal 🙏😁
total 1 replies
neny
selamat dita,,sebentar lg mau mengelar resepsi nikahan secara negara dan dinas,,💪🤍
neny: sama2🤭
total 2 replies
Ariany Sudjana
kok masih kasih kado? bukannya sudah jaman transfer ke rekening pengantin kan?
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: itu beda lagi kak, ini sebagai tanda mata atau kenang-kenangan
total 1 replies
Nurhayati Yati
lanjut thor
Teh Euis Tea
dr Fatma, udah ya jgn punya niatan untuk dekatin Juna, kita cari duren tajir aj yu, aku temenin dah ya tp jgn ajak othor dia mah ribet kudu izin misuanya dulu 🤭🤭🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 4 replies
Patrick Khan
ow dapet undangan mantan ta😁😁😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak🤣
total 1 replies
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
si dokter gatel yg gw suntik sianida jg nih 😒
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Chuckle//Chuckle/
total 3 replies
Nar Sih
nah gitu dong dita,tunjukin klau arjuna juma milik mu seorang biar gak ada calon,,pelakor yg mau masuk
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 👍🏼🥰
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
selesai sudah marathon nya....
walaupun gak comend di setiap bab nya... di krn kan fokus ke cerita....
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya ampun, terimakasih kak 🙏😘
total 1 replies
neny
nah gtu,,dr fatma se kali2 hrs dikasih faham,,spy tdk berharap lg,,dan untuk urusan asdos,,yakinlah dita,km bs dan tunjukan sm dr fatma bahwa km cerdas,,💪🤍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😁
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Dita, jangan biarkan pelacur murahan seperti Fatma itu menghancurkan rumah tangga kamu dengan Arjuna
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😁
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
sebener nya Maudy itu gimana sih...😒, sok brrkuasa... yang punya rumah aja ramah sekali, lha kok yang gak ada hubungan nya keluarga ngegas dan sinis.... hanya bibi dari Shiena aja sok waw😏
Maulana ya_Rohman
mampir di sini thor
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih sudah mampir kak 🙏🥰
total 1 replies
Fatmawati Ita
buruan lanjut nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!