NovelToon NovelToon
Ketika Air Wudhu Dan Air Baptis Jadi Air Mata

Ketika Air Wudhu Dan Air Baptis Jadi Air Mata

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Spiritual
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Maya sabir

Novel ini mengisahkan hubungan antara seorang pria kristen bernama David Emmanuel Erlangga seorang pria yang terlahir dari keluarga yang begitu kental dalam menjalankan agama,anak dari seorang pendeta yang terkenal di negeri ini yang bertemu dan menjalin cinta dengan seorang muslimah yang taat serta merupakan anak salah seorang kyai terkemuka .

bagaimana kisah rumit mereka? dan akankah mereka mempertahankan hubungan yang penuh dengan penentangan dari kedua keluarga dan lingkungan?atau justru memilih berpisah demi bertahan dengan keyakinan masingmasing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya sabir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19

Di dalam kamarnya, Rain menyandarkan punggung pada pintu yang baru saja dia tutup. Kedipan matanya mencoba menahan rasa panas yang muncul di dalam dadanya , bukan marah, tapi lebih pada rasa kecewa yang mendalam. Ia melihat ke arah ranjang yang selalu kosong di sisi kanannya; sejak awal pernikahan mereka, jarak fisik itu memang ada sebagai bentuk penghormatan, tapi kini rasanya seperti tembok yang semakin tinggi.

Rain mengambil jaketnya dan keluar kembali, melihat Aisyah masih duduk di sofa dengan pandangan kosong menatap layar TV yang belum dinyalakan.

"Aku mau keluar sebentar ada pekerjaan yang harus diselesaikan," ujar Rain dengan suara yang tenang. Saat berada di depan Aisyah namun tatapan nya mengarah ke tembok saat ini rasanya ia tak sanggup memandang wajah istrinya itu.

Aisyah menoleh dengan tatapan khawatir." Malam-malam begini?" Tanya Aisyah pelan ia merasa aneh melihat sikap Rain yang tak biasa.Nada suaranya terdengar dingin dan datar membuat Aisyah merinding mendengar nya.Selama hidup bersama Rain ini kali pertama ia melihat sikap dingin Rain padanya itu pun saat baru saja keluar dari kamar nya." Tapi di luar cuaca sedang tidak baik."

"Tidak apa-apa. Aku butuh udara segar juga." Rain mengambil kunci mobil dari meja depan, lalu berhenti sebentar di depan Aisyah. "Syah... kita sudah menikah. Aku tahu kamu butuh waktu, tapi apa pun yang terjadi , baik dari masa lalu maupun sekarang ,aku ingin kita bisa jujur satu sama lain. Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada merasa seperti orang asing di rumah sendiri."

Setelah itu, Rain keluar rumah, meninggalkan Aisyah sendirian dengan pikiran yang berantakan. Tangannya masih menggenggam ponselnya, di layarnya ada foto lama yang belum sempat dia sembunyikan ,foto dirinya dan David saat masih kuliah, tersenyum bahagia di taman kota.

Di luar, Rain berkendara ke kedai kopi 24 jam yang biasa ia datangi sebelum menikah. Saat sedang menunggu pesanannya, suara seseorang menyapa dari belakang.

"Rain?"

Rain menoleh dan melihat Nisa berdiri di sana dengan wajah sendu. Rain terkejut melihat Nisa di tempat itu karena sepengetahuan nya Nisa sedang berada di Dubai untuk sebuah pekerjaan selama beberapa bulan dan seharusnya Nisa tidak berada di depannya sekarang.

"Nisa...?kamu di sini?" Tanya Rain dengan nada datar.

Nisa mengangguk dan duduk di mejanya. "Aku sedang kerja lembur dan butuh kopi. Maaf ya... aku tidak sempat datang ke pernikahan mu waktu itu..dan selamat atas pernikahan kalian.. akhirnya dia menjadi milikmu." Ujar Nisa dengan suara tertahan,ada rasa kecewa di balik ucapan nya itu.

Rain menghela napas. " Kapan kamu kembali? Kenapa tidak mengatakannya padaku?"

" Aku ingin memberikan kejutan padamu,tapi saat aku menelfon tante Delia dia memberikanku kejutan bahwa kamu telah menikah tiga bulan lalu."

Rain menatap wajah Nisa sahabat masa kecilnya itu, bahkan dulu ada saat-saat di mana mereka hampir lebih dari itu. Tapi hatinya sudah lama terpaku pada Aisyah, bahkan sebelum mereka resmi menikah.

"Aku baru saja kembali kemarin malam," lanjut Nisa, memainkan gelas kopi di depannya. "Tante Delia bilang kamu sering terlihat murung akhir-akhir ini, .Rain... aku tahu kamu sangat mencintai Aisyah, tapi apakah kamu benar-benar bahagia?"

Rain menggeleng perlahan. "Bahagia itu bukan sesuatu yang bisa didapatkan dengan mudah, Nisa. Aku mencintainya, dan itu sudah cukup untukku berusaha."

"Aku melihatmu tadi, saat kamu keluar dari apartemen. Kamu terlihat sangat lelah... dan terluka, awalnya aku ingin ke apartemen mu tapi saat melihatmu keluar aku memutuskan untuk mengikuti mu." " ucap Nisa dengan suara yang sedikit bergetar.

Rain menghela napas dalam-dalam, menyadari bahwa Nisa benar. Ia memang merasa sangat lelah , bukan hanya karena pekerjaan, tapi juga karena beban yang terpendam dalam hatinya tentang hubungannya dengan Aisyah.

"Nisa, aku tahu semua ini tidak mudah," katanya dengan lembut. "Tapi pilihan hidupku adalah dengan Aisyah. Aku hanya butuh waktu agar dia bisa benar-benar menerima aku sepenuhnya."

Nisa diam sejenak, kemudian memberikan senyum yang sedikit terpaksa. "Aku mengerti, Rain. Cuma saja melihatmu seperti ini membuatku tidak tega. Kamu selalu terlalu baik dan selalu mengalah untuk nya."

Saat itu, pesanan Rain datang. Ia segera membayarnya dan berdiri. "Aku harus pulang sekarang. Aisyah pasti khawatir."

Sebelum Rain pergi, Nisa meraih tangannya sebentar. "Jika kamu butuh seseorang untuk bicara, aku selalu ada ya. Aku tidak akan pernah pergi begitu saja seperti orang lain."

Rain mengangguk dan mengucapkan terima kasih, lalu segera meninggalkan kedai kopi. Kata-kata Nisa tetap mengganjal di benaknya , apakah benar ia terlalu baik hingga membuat orang lain menyakiti dirinya, tapi sebelum memutuskan menikah dengan Aisyah bukankah ia sudah tahu kisah Aisyah dan menerima semua konsekuensi nya.

Saat Rain tiba di apartemen, ia melihat lampu di seluruh ruangan masih menyala. Aisyah tidak ada di ruang tamu, tapi suara dari dapur membuatnya mendekat ke sana.

Di dapur, Aisyah sedang memasak sup ayam dengan telaten, meskipun tangannya masih sedikit gemetar. Ia melihat Rain masuk dan langsung berbalik.

"Kamu kembali," ujar Aisyah dengan suara lembut. "Aku khawatir kamu akan basah kuyup karena hujan turun begitu saja."

Rain melihat meja makan yang sudah tertata dua piring makan dan beberapa menu pelengkap. "Kamu memasak?"

"Aku tahu kamu belum makan malam," jawab Aisyah, menghindari pandangan Rain. "Aku pikir mungkin kamu ingin makan sesuatu setelah keluar."

Rain duduk di kursi dan melihat Aisyah yang terus sibuk di dapur. Tanpa berpikir panjang, ia berkata, "Aku akan keluar kota beberapa hari ini."

Aisyah menghentikan aktivitasnya, kemudian perlahan menoleh ke arah Rain. " Ke luar kota?"

Rain mengangguk." Mungkin sekitar tiga hari."

Aisyah terdiam sejenak, kemudian membawa sup ayam ke atas meja dan duduk di hadapan Rain. " Kenapa tiba-tiba?" Aisyah merasa Rain ingin menghindarinya atau itu hanya perasaan nya saja karena ia menutupi kedatangan David dan juga soal kerja samanya dengan perusahaan David.

Rain menatap piring di depannya, tidak bisa menyembunyikan bahwa kata-kata Nisa membuatnya berpikir lebih jauh tentang apa yang sebenarnya dia inginkan dari hubungan ini.

"Ada proyek penting di kantor yang harus aku tangani langsung di Surabaya," jawab Rain dengan nada yang tetap tenang. "Selain itu, mungkin sedikit jeda akan baik untuk kita berdua."

Aisyah menekuk bahu, tangannya mulai bermain-main dengan sendok di tangannya. "Jeda... kamu benar-benar merasa kita membutuhkannya?

"Aku hanya perlu waktu untuk menenangkan pikiran," ujar Rain perlahan, akhirnya memandang wajah Aisyah. "Kamu sendiri juga butuh waktu untuk menghadapi semua yang terjadi, bukan? kita sama-sama membutuhkan waktu ,Syah."

Aisyah terdiam mendengar nya,ada rasa bersalah di hati nya karena ia belum bisa membuka hati sepenuhnya untuk pernikahan mereka.

Tanpa Aisyah sadari Rain telah melihat fotonya bersama David di layar ponselnya sebelum layar ponselnya mati yang terletak di atas meja makan.

1
maya
makasih sudah mampir kk😍
Isabela Devi
waduh ada mata mata yg melapor tiap gerak gerik mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!