"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.
"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.
"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.
Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Momon.
Fero berbaring telentang di atas ranjang, merenungkan nasibnya. Akhirnya dia menadapatkan tempat untuk bernaung malam ini, dan mungkin untuk beberapa hari ke depan karena dia tak punya rumah lagi untuk di tuju.
Karena merasa kasihan pada keponakannya itu, akhirnya Kaisar mengijinkan Fero tidur di kamar tamu yang ada di lantai satu.
Fero menarik napas dan membayangkan jika suatu saat nanti Kiara benar-benar menikah dengan Om Kai, apakah yang akan terjadi padanya? Dia pasti tidak diijinkan lagi menumpang di sini, Kiara pasti menggunakan kekuasaannya sebagai istri Om Kai untuk mengusirnya.
Fero menghela napas sambil menggelengkan kepalanya, "Nggak boleh! itu nggak boleh terjadi! aku akan gunakan berbagai cara agar Om Kai berpisah dengan Kiara. Kiara paling benci perselingkuhan, jadi aku cukup membuat Om Kai terlihat selingkuh di belakangnya!" gumam Fero.
Fero mendapatkan sebuah ide, lalu buru-buru bangun dari tidurannya untuk mengambil ponselnya.
"Ada apa menelpon?!" jawab Mona dari sebrang telpon.
Fero tersenyum mengejek, Mona bicara dengan ketus seolah-olah marah pada Fero, tapi dia langsung mengangkat panggilan telepon dari Fero di dering pertama.
"Nggak apa-apa, aku cuma kangen," jawab Fero asal. Di rayu sedikit, Mona pasti langsung luluh. Fero hapal betul karakter pacarnya itu.
"Kalau kangen, kenapa nggak ke rumah?" ucap Mona dengan nada manja. Nah kan, dalam beberapa detik nada bicaranya langsung berubah.
"Cewek gampangan banget! nggak ada tantangannya!" batin Fero.
"Mon, aku mau minta tolong. Kira-kira kamu mau bantu nggak?"
"Minta tolong apa? kalau bisa, aku pasti bantu," jawab Mona dengan cepat.
"Rayu Om Kai," bisik Fero.
Mona terdiam beberapa saat, "maksudnya?"
"Ya, maksudku, aku mau kamu merayu Om Kai, dengan berbagai cara!"
"Om mu itu cowok unik, kayaknya susah deh," jawab Mona. Dia teringat beberapa kali telah berusaha merayu Kaisar namun Kaisar terus menolaknya. Entahlah, mungkin dia tak tertarik pada perempuan, buktinya di sodori gunung kembar yang tumpah-tumpah dari tempatnya saja dia tak tertarik sama sekali, melirik pun tidak.
"Kita nggak perlu mendapatkan balasan dari Om Kai, cukup kalian terlihat dekat saja untuk aku foto dan menunjukkannya pada seseorang," bisik Fero.
"Maksudnya?" Amira masih bingung dan tak mengerti.
"Ah, sudahlah, besok aku jelaskan di kantor. Sekarang aku mau tidur dulu," ucap Fero sambil menutup panggilan telponnya, lalu melemparkan telpon genggamnya ke sembarang tempat.
"Dasar cewek dongo!" umpatnya kesal. "Tapi, jadi lebih mudah di suruh-suruh, sih!" kekeh Fero sambil tersenyum smirk.
"Huft! aku mau cari makanan di dapur, ah! perutku lapar!" Fero beranjak dari ranjang dan pergi ke dapur sambil mengusap-usap perutnya yang keroncongan.
Seolah seperti sedang berada di rumahnya sendiri, Fero masuk ke dapur, membuka lemari tempat penyimpanan mi instan, lalu membuka kulkas dua pintu yang sangat besar untuk mengambil dua butir telor.
Rumah ini memang milik Kaisar, namun Fero juga menghabiskan masa remajanya di sini -tinggal dengan Kaisar, sehingga dia tahu benar di mana Kaisar meletakkan apapun di rumah ini. Karena Fero tahu, Omnya itu adalah orang yang sangat rapih dan teliti, jadi semua barang akan selalu ada di tempatnya untuk waktu yang lama dan tak akan berpindah-pindah.
Fero merebus air, memasak dua bungkus mi instan, dan menambahkan dua butir telor ayam. Setelah itu dia duduk di meja makan untuk menikmati makan malamnya -sendirian.
Fero beberapa kali mengintip ke lantai dua, dan tak melihat keberadaan pamannya. "Mungkinkah dia sedang di kamarnya dan menelpon Kiara?"
Fero memang sangat mengenal Kaisar, namun dia benar-benar tak tahu sisi Kaisar yang lain, tentang bagaimana gaya dia berpacaran atau bagaimana cara dia memperlakukan perempuan. Karena yang Fero tahu, selama ini, Om nya itu begitu dingin jika berhadapan dengan wanita. Makanya dia tak punya pacar selama beberapa tahun semenjak putus dengan mantannya..
Fero tersenyum tipis, "mungkin pacarnya bosan karena Om Kai terlalu dingin?" gumamnya.
Fero kembali memikirkan Kiara, mungkin sifat dingin Kaisar jugalah yang membuat Kiara tertarik. Cewek dingin bertemu cowok dingin, bukankah itu cocok?
"No! aku nggak akan membiarkannya!" geram Fero sambil menggenggam erat sendok dan garpu yang dia gunakan untuk makan mi instan.
Setelah selesai dengan makanannya, Fero berjalan pelan -mengendap-endap- menuju lantai dua. Dia ingin mengintip Kaisar karena penasaran dengan apa yang sedang di lakukannya.
Dengan perlahan dia membuka daun pintu yang memang tak terkunci dan sedikit menganga. Di lihatnya Kaisar tengah sibuk dengan laptopnya di meja kerjanya, dan Fero pun tersenyum tipis. Ya! itulah Om nya! gila kerja! baginya yang utama adalah kerjaan, makanya Fero tak percaya jika Kaisar bisa berhubungan dengan Kiara.
"Pasti gampang sekali memisahkan mereka berdua, lihat saja," gumam Fero sambil tersenyum smirk.
***
"Apa! Kiaraa pacaran sama Pak Kaisar?! kamu nggak lagi bohong sama aku, kan?!" pekik Mona yang sangat terkejut ketika Fero membeberkan rahasia yang baru dia tau semalam.
"Buat apa aku bohong!" Fero menghembuskan asap vapenya dari mulut, lalu menoleh ke arah Mona, "Kamu mau kan bantu aku, memisahkan Kiara dan Om Kai?" tanyanya.
"Caranya bagaimana?" Mona tentu saja tertarik. Di sisi lain dia membenci kenyataan bahwa Kaisar lebih tertarik pada Kiara dari pada dirinya. Padahal dia pun sudah merayu Kaisar beberapa kali namun tak mendapatkan balasan. Mona nggak akan diam saja melihat Kiara bahagia!
"Kiaraa kan, paling tidak suka dengan laki-laki yang selingkuh, kita buat saja seolah-olah Om Kai sedang mesra-mesraan denganmu, lalu aku akan ambil foto kalian lalu ku kirimkan pada Kiara. Pasti Kiara langsung minta putus dari Om Kai, bagaimana?" bisik Fero sambil tersenyum lebar, karena dia sangat yakin rencana ini bakal sukses.
Mona menatap Fero, "bagaimana caranya aku dan Pak Kaisar bisa terlihat dekat? dia saja selalu acuh dan menjauh jika didekati," ucap Mona sambil mengerucutkan bibirnya.
"Itu masalah gampang, malam ini datanglah ke rumah Om Kai. Lalu lancarkan aksimu!"
"Bagaimana kalau Pak Kaisar tak mengijinkan aku masuk dan mengusirku?"
Aku kan tidur di rumahnya malam ini. Jadi sepulang kerja, kita langsung ke rumah Om Kai, dan saat dia pulang, lancarkan aksimu. bagaimana?"
Mona berpikir sejenak, apa yang akan dia lakukan kira-kira untuk menarik perhatian Kaisar? apa dia perlu memakai lingerie seksi saat dia pulang kerja? lalu bagaimana jika Kaisar benar-benar tak bisa menahan napsunya saat melihat tubuh seksi Mona?
Mona tersenyum. Itu malah lebih baik. Jika Kaisar tertarik padanya, Mona akan langsung menerimanya dan meninggalkan Fero. Tapi jika tidak berhasil, paling tidak masih ada Fero di sisinya. Rencananya benar-benar luar biasa cemerlang!
"Oke, aku ikuti rencanamu. Tapi kita ke rumahku dulu, aku membutuhkan alat tempur," ucap Mona sambil menyeringai lebar.
Di rukyah sklian mreka bertiga😄
semangt kk 💪 ak kasi pote dah 🤭🤣🤣🤣🤣
kirain dari nt lagi trobel kok dari semua karya" gog" ngak ada up sama sekali ✌
😭😭😭😭
aihhh Thor ini kisah nyata ada loh dulu pas th 1998 anak SMA di bawa masuk ke losmen di jakarta tapi aku lupa cuma inget Deket universitas
hilir mudik masih pakai seragam sekolah