Sadewa dan Bianca sudah bersahabat dari kecil. Terbiasa bersama membuat Bianca memendam perasaan kepada Sadewa sayang tidak dengan Sadewa,dia memiliki gadis lain sebagai tambatan hatinya yang merupakan sahabat Bianca.
Setelah sepuluh tahun berpacaran Sadewa memutuskan untuk menikahi kekasihnya,tapi saat hari H wanita itu pergi meninggalkannya, orang tua Sadewa yang tidak ingin menanggung malu memutuskan agar Bianca menjadi pengantin pengganti.
Sadewa menolak usulan keluarganya karena apapun yang terjadi dia hanya ingin menikah dengan kekasihnya,tapi melihat orangtuanya yang sangat memohon kepadanya membuat dia akhirnya menyetujui keputusan tersebut.
Lali bagaimana kisah perjalanan Sadewa dan Bianca dalam menjalani pernikahan paksa ini, akankah persahabatan mereka tetap berlanjut atau usai sampai di sini?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibu Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bagian 32
Arsen membawa Bianca makan siang di restoran jepang.
Saat kembali dari kamar mandi Bianca tidak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf pak saya tidak sengaja."
"Gapapa mbak,santai aja." ucap pria bertopi yang sedang memungut barangnya yang jatuh.
Bianca mencoba untuk membantu dan tidak di sangka ternyata,"kak Raka?."
"Bianca." ucap Raka dengan ekspresi bahagia.
"Kamu sama siap ke sini bi,mau bilang kita ini jodoh tapi kamu udah nikah." tambah Raka.
"Aku sama temen aku kak,kakak sendiri?."
"Aku yang punya restoran ini, kebetulan udah waktunya cek penjualan bulan ini,oh iya dimana temen kamu?."
"Ada disana,ayo kak aku kenalin juga."
Raka berjalan di belakang Bianca.
"Kak Arsen." panggil Bianca.
Arsen menoleh ke sumber suara,dia menyerit melihat seseorang dibelakang Bianca.
"Ini kak Raka teman aku,kak Raka ini kak Arsen." Bianca memperkenalkan keduanya.
Arsen dan Raka bersalaman,"Senang bertemu dengan anda pak Raka." ucap Arsen.
"Ga perlu terlalu formal, kayaknya kita seumuran." jawab Raka.
"Kalau kamu tidak repot bisa bergabung sama kita." tawar Arsen.
"Next time aja ya,hari ini aku lagi banyak kerjaan,oh iya bi aku mau minta tolong lagi tapi nanti aja aku jelasin detail nya, kalau begitu aku pamit dulu kalian nikmati makannya." Raka berlalu meninggalkan Arsen dan Bianca tapi dari kejauhan dia berbalik untuk melihat Arsen,Raka tersenyum misterius.
"Kamu kenal dimana sama dia ca?." Arsen bertanya.
"Oh kak Raka itu klien aku, sekarang lagi ngerjain proyek bersama." Bianca tidak mungkin mengatakan jika Raka adalah teman dari Sadewa bisa-bisa Arsen curiga.
"Kamu ga pernah berubah ya ca,dari dulu sampai sekarang tetap mengagumkan." ucap Arsen dengan pandangan kagum seorang laki-laki.
"Biasa aja sih,udah ah ayo makan keburu jam istirahat ku selesai." ucap Bianca sambil menikmati semangkuk ramen.
Arsen menatap Bianca yang makan dengan lahap, kemudian dia ikut menikmati makanannya.
......................
Sementara dikantor Sadewa mondar-mandir seperti setrikaan, tiba-tiba kepalanya dihinggapi overthinking yang berlebihan.
"Aku khawatir karena Bianca udah kayak adikku sendiri." sedari tadi Sadewa meyakinkan perasaannya adalah kakak yang mengkhawatirkan adiknya.
Karena terlampau overthinking Sadewa pergi ke ruangan divisi Bianca untuk memastikan dia sudah kembali ke kantor atau belum.
Sadewa celingak-celinguk, sampai dia dikagetkan oleh teman-teman Bianca yang baru selesai makan siang.
"Pak Dewa?."
Sadewa berdehem untuk menghilangkan kegugupan,"hemm, kalian baru selesai makan siang ya?." tanya Sadewa untuk basa-basi.
"Iya pak,ada yang bisa kami bantu?"
"Engga,saya cuma keliling untuk memastikan keadaan kantor cukup baik,kalau begitu saya permisi."
Sadewa belum sempat naik lift dia berbalik badan,"Tumben kalian cuma berlima?." Sadewa mencoba mencari tau apakah Bianca sudah kembali atau belum.
"Bianca lagi makan siang diluar sama temannya pak." jawab teman Bianca dengan sopan.
"Oh begitu." Sadewa langsung masuk lift.
Teman-teman Bianca bingung dengan sikap Sadewa yang aneh, karena selama ini ada sendiri yang mengecek keadaan gedung.
Didalam lift Sadewa mencoba menerka kemana Bianca dan Arsen pergi makan siang.
"Terus kalau aku tau kemana mereka pergi mau nyusul? Come on Dewa, Bianca udah dewasa dia bisa jaga diri,lagian itu bukan urusan aku kan?."
Sadewa pergi kelantai bawah karena dia ada janji meeting dengan klien setelah makan siang.
Saat pintu lift terbuka Sadewa langsung melihat Bianca yang sedang menunggu lift.
Mereka bertatapan beberapa detik sampai suara Sadewa memecah suasana,"kamu udah selesai makan siang?."
"Sudah pak,bapak sendiri mau makan siang?." tanya Bianca.
"Engga saya mau ketemu klien,kamu ikut saya." tiba-tiba saja Sadewa mengajak Bianca.
"Saya?." ucap Bianca sambil menunjuk dirinya sendiri.
"hemm."
Sadewa berlalu meninggalkan Bianca yang masih bengong,saat tersadar Bianca langsung berlari mengejar Sadewa.
karena bukti2nya sdh kuat utk membuatmu harus menceraikan bianca
biarkan keluarga sadewa hancur sehancur-hancurnya,seperti perasaan bianca yg terus disakiti sadewa.