Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Verrel menyikut tangan Merry untuk menyuruhnya diam, dia bisa melihat wajah Niko yang berubah emosi begitu Merry mengatakannya.
Dia tidak mau masalah ini semakin melebar dan bisa jadi pemutusan kerjasama yang telah berjalan.
"Pergilah, anggap saja saya tidak mengenal kalian diluar sini, daripada sibuk mengurusi saya mending buat laporan yang benar agar besok kalian tidak mendapatkan masalah, karena jika kalian membuat kesalahan dalam laporan besok maka tim kuasa hukum kami yang akan bertindak untuk menelusurinya". Niko menatap dingin keduanya
Tubuh Verrel tiba-tiba bergetar, dia tidak menyangka jika akan mendapatkan masalah besok jika laporan itu bermasalah, dia menelan salivanya bulat-bulat karena takut.
"Kau". Merry menatap tajam Niko dengan sangat kesal.
Niko membalas tatapan itu dengan sangat datar dan penuh kemarahan.
"Aku peringatkan pada anda tuan Verrel, perempuan yang ada disamping anda ini adalah ular berbisa dan matre, dia sangat senang menggunakan tubuhnya untuk mendapatkan uang dan mengetuk harta lelaki yang dekat dengannya, jangan sampai anda menyesal setelah anda jatuh miskin dan bangkrut ". Ucapnya dengan tenang dan penuh penghinaan.
"Kurang ajar". Umpat Merry dengan kasar
Verrel menatap Niko dengan tidak percaya, bagaimana mungkin Niko yang terkenal pendiam dan tidak banyak bicara itu bisa mengeluarkan kata keterlaluan dan sangat menghina seperti itu.
"Dasar lelaki sialan, beraninya kau menghinaku, padahal dulu kamu begitu memujaku". Umpat Merry dengan penuh emosi.
Dia bahkan mengangkat tangannya ingin menampar Niko tapi tangannya langsung ditepis kasar oleh Bella sehingga dirinya terhuyung kebelakang.
Beruntung dirinya ditangkap baik oleh Verrel yang terkesiap melihat kejadian didepan matanya ini apalagi dengan jelas dia mendengar perkataan Merry jika dulu Niko juga menyukai perempuan ini.
"Itu dulu sebelum saya tahu kelakuan busuk dirimu dibelakang saya, saya beruntung bisa terlepas dari manusia parasit dan tidak tahu diri seperti mu". Jawabnya dengan sombong dan angkuh
"Apa ucapan tuan Niko tidak keterlaluan dan berlebihan?". Jawabnya dengan pelan.
Niko dan Bella tersenyum miring melihat bagaimana malunya Merry saat ini, dihadapan semua orang, dia diperlukan bak jalang yang merebut suami orang.
Mereka bukan tidak tahu bagaimana kelakuan Verrel selama ini dan tentu saja perempuan seperti Merry sangat suka dengan lelaki seperti itu karena baginya yang penting uangnya masuk ke kantongnya.
"Saya hanya memperingati anda sebagai seorang lelaki yang tahu bagaimana memperlakukan perempuan, wanita ini adalah wanita buruk dan murahan yang selalu menjajakan tubuhnya pada lelaki kaya dan bisa memenuhi kantongnya dengn uang dan barang mewah, setelah dia bosan dia akan berselingkuh dan mencari mangsa lain, tapi terserah pada anda mau percaya atau tidak". Niko mengangkat bahunya acuh dan tidak peduli.
Dia tersenyum lembut kepada Bella yang membelanya dan melindungi dirinya.
"Daripada kalian mengganggu kami, mending kalian berdua pergi dari sini, kalian merusak mood makan kami sejak kehadiran kalian". Bella menatap tajam dan dingin keduanya.
Tatapan maut seakan membunuh mereka itu membuat Verrel merinding, dia tidak pernah ditatap seperti itu oleh seorang perempuan dan itu membuatnya ketakutan.
"Perempuan kurang ajar, aku tidak terima kamu perlakukan begini". Hardik Merry dengan penuh emosi dan melayangkan tangannya untuk menampar Bella.
Sayangnya tangannya itu tidak sampai pada Bella karena Niko berdiri dari duduknya dan menangkap tangan ini dengan baik dan mencengkram nya dengan sangat keras membuat Merry meringis kesakitan dan meronta-ronta.
Verrel segera melindungi Merry dan menarik tangan Merry dari cengkeraman Niko, dia bisa melihat jelas tangan Merry memerah akibat cengkraman itu.
"Bawah dia pergi dari sini sebelum saya mengusir kalian berdua dengan paksa, jangan buat kesabaran saya habis!". Bentak Niko dengan suara menggelegar.
Habis sudah kesabarannya sejak tadi dia tahan, matanya menatap nyalang keduanya seakan ingin memakan mereka hidup-hidup.
Manager restoran langsung datang begitu mendengar keributan yang terjadi, dia mendatangi mereka dengan tergesa-gesa.
" Maaf pak, ada apa ini?, kenapa terjadi keributan seperti ini?". Tanyanya dengan pelan dan sopan
Niko menatap manager itu dengan tatapan dingin dan juga menusuk.
"Bawah mereka menjauh dari saya, sebelum saya bertindak jauh, mereka sudah mengacaukan kencan dan makan malam saya bersama istri saya". Jawabnya dengan dingin menunduk kearah Verrel dan juga Merry
Manager yang melihat tatapan Niko itu langsung merinding kemudian mengalihkan pandangannya kepada kedua orang yang ditunjuk oleh Niko itu.
"Tolong pak, buk kerjasamanya, saya tidak mau terjadi keributan lagi disini, ini adalah tempat umum dan ruangan VIP jadi saya minta kalian bisa pergi menjauh dari tuan Niko". Ucapnya dengan pelan dan sopan.
Merry dan Verrel mendengus kasar walau seperti itu Verrel tetap membawa Merry menjauh dari keduanya, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Niko adalah salah satu investor penting perusahaan dirinya.
Setelah menjauh dan kini mereka berada didalam mobil, perkataan Niko terus berputar-putar di kepalanya, dia bertanya-tanya dalam hati jika benar yang dikatakan Niko, itu artinya Merry akan memanfaatkan dirinya seperti dia memanfaatkan Niko saat itu.
"Jangan percaya apa yang dikatakan oleh Niko pak bos, dia hanya mengarang cerita karena dia tidak terima kami putus saat itu". Ucapnya mengarang cerita.
Dia memasang wajahnya yang sangat memelas dan minta dikasihani agar Verrel percaya padanya.
"Jadi dulu kalian bersama?". Tanyanya dengan penasaran.
"Benar kami sudah bersama selama 3 tahun bahkan aku rela manjadi selingkuhan dirinya karena cintaku yang terlalu besar padanya, dia mengatakan padaku untuk tetap bertahan karena dia tidak pernah mencintai istrinya itu tapi begitu dia diturunkan jabatannya oleh keluarganya, dia kembali pada istrinya dan membuang ku". Ucapnya sambil menangis pura-pura.
Verrel menatap ibah pada Merry yang ternyata tersakiti padahal dia sangat mencintai Niko saat itu tapi hanya karena tetap mengamankan posisinya dia malah menyalahkan dan putus dengannya.
"Ya sudah tidak usah dipikirkan, biarkan saja mereka seperti itu". Ucap Verrel berusaha menenangkan.
Merry bersorak dalam hati melihat Verrel ibah kepadanya, dia tahu lelaki seperti Verrel cukup diberi cerita sedih dan dia akan perhatian.
"Kita mau kemana sekarang?". Tanya Merry pelan.
Verrel menatap Merry dengan senyuman nakal, dia tidak akan melewatkan kesempatan untuk bisa mencicipi tubuh gadis ini, dia yakin perempuan ini bukan lagi perawan, dia sangat tahu bagaimana pergaulan para pria kaya semacam Niko, dia yakin Niko sudah mencicipinya
"Kita kerumah kamu saja, mau kan?". Verrel mengusap paha Merry yang terekspos kini dan menatapnya dengan tatapan liar dan menggoda.
Tentu saja Merry dengan senang hati melakukannya, toh sudah lama dirinya juga tidak mendapatkan hal seperti itu
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆