jika hati sudah memilih, maka logika tak bisa lagi bicara. percuma saja punya kriteria jika yang sesungguhnya menilai adalah perasaan
kita tak pernah tau pada siapa akan jatuh cinta, ketika hati memilih bukan kesempurnaan yang diutamakan, tapi cintalah yang menjadikannya sempurna
ku memilihmu, karena kamulah cintaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kurang tidur
dua hari setalah pernikahan. Gaffi dan keyza harus kembali ke tempat kerja masing-masing

"dokter keyza!"
"dokter!"
"dokter keyza"
"em, iya suster" keyza bangun " ada apa suster?" keyza masih belum sadar
"minum dulu dok, ada pasien baru masuk itu pasien dokter keyza"
"oh iya, makasih ya!" keyza minum seteguk dan langsung mengambil alat kerjanya dan langsung menuju ruang pemeriksaan
dan sibuk dengan kerjaan lainnya. Dengan mata yang sangat lengket seperti dilem
"dokter habis begadang ya?" tanya suster yang melihat keyza terus menguap
"hm, iya sus. Ngantuk mau pesan kopi dulu deh" keyza tak sanggup lagi menahan kantuknya. Dari pada membuat pasien celaka keyza memilih menyingkir sebentar membeli kopi
keyza berjalan ke lobby untuk mengambil pesanannya saat waktunya agak senggang.
"sayang!"
"sayang!"
keyza mendengar ada yang memanggil sayang dan tak asing suaranya
"kamu ngapain kesini?" keyza melihat suaminya datang membawa sesuatu
"mau anter ini buat kamu, tadi ngga sempet sarapan dan pasti ngantuk kan" gaffi membawakan banyak makanan dan es kopi untuk istrinya yang menemaninya begadang semalaman
"banyak banget gaf" keyza tak tahu bagaimana cara menghabiskannya
"yang ini buat mu, yang lain bagikan ke temanmu, hari ini aku pulang telat ada acara diluar" pamit gaffi
"hm, ya sudah. Hati-hati ya!" keyza memberikan kecupan dipipi gaffi
"biar semangat!" keyza melambaikan tangan pada suaminya
"hm, saya pergi dulu" senang dan malu yang gaffi rasakan saat ini
Ada beberapa orang yang melihat adegan manis
Gaffi sampai saat ini masih menggunakan jasa ojol. Karena belum terbiasa membawa mobil sendiri meski sudah ada di rumah
alasannya lebih simple dan cepat. Gaffi tiba dikampus dan segera mengurus keperluan untuk persiapan wisuda
Setelah beres langsung pergi ke restoran tempatnya bekerja, gaffi baru boleh resign satu bulan setelah pengajuan diterima oleh hrd
"hai gaf, kayaknya hari ini semangat banget kerjanya" tania menghampiri gaffi yang sedang menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kue pesanan
"hm, iya ada yang semangatin" jawab gaffi namun matanya tetap fokus pada pekerjaannya
Hampir semua teman-teman ditempat kerja diundang oleh gaffi namun ada beberapa yang berhalangan hadir
gaffi membuat kue yang cukup banyak kali ini sampai tak ingat waktu.
"sayang, sibuk banget?" keyza pulang lebih awal dan mampir ke resto tempat suaminya bekerja. Melihat tak ada orang langsung saja masuk
"eh awas jatuh" gaffi menarik tangan keyza yang hampir terpeleset
"hm, yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke ruangan kerja. Ini bukan tempat bermain" tania sinis melihat mantan pegawai bagian kebersihan datang mendekati chef tertampan
"oh maaf, gaf masih lama ngga? Aku tunggu didepan aja ya!" keyza sedang lelah dan tak mau menanggapi tania
"jangan, kamu duduk aja disana. Ini kue yang terakhir" gaffi menahan tangan keyza yang akan keluar
"tapi chef, dia sudah bukan pegawai sini lagi dan juga ngga boleh ada orang yang ngga berkepentingan masuk" tania mencoba mengingatkan gaffi
"keluar!" gaffi meminta keluar
"tuh kan, biar saya yang usir cewek genit ini keluar chef" tania dengan penuh percaya diri
"kamu yang keluar" gaffi menunjuk tania
Keyza menahan senyumnya, pasti tania sangat malu saat ini. Sok berkuasa tapi malah jadi ikut campur urusan orang lain
Tania kebetulan sedang cuti dan baru kerja lagi hari ini. Belum tahu berita bahwa gaffi sudah menikah
tania keluar dengan penuh kebencian " awas aja, modal cantik aja sok-sok an"
"ngapain komat- kamit lo tan!" nila melihat temennya seperti orang kesurupan
"itu ada cewek genit ganggu pegawai kita, harus kita kasih pelajaran" tania masih tak terima diperlakukan tak adil
"gue bantu" nila sebagai sahabat terbaik tania pastinya akan membela sahabatnya
"tunggu aja pasti sebentar lagi keluar" ucap tania sengaja menunggu keyza dan membawa air bekas cucian piring yang diambilnya dari belakang
"disini panas, keluarlah lima belas menit lagi kuenya matang. Kita pulang" gaffi meminta keyza agar menunggu ditempat yang nyaman
"cium dulu!" keyza menyodorkan pipinya
Gaffi menempelkan krim untuk kue ke pipi keyza
"aah, kotor kan!" keyza kesal sambil mengusap pipinya
"diam!" gaffi mencolek pipi keyza dan memasukan jarinya ke mulut "manis"
"kamu nakal ya, ya udah aku keluar dulu" keyza yang mengecup bibir gaffi sekilas
Saat membuka pintu
Byur
"aaaaaaaa!" keyza berteriak sampai beberapa orang datang termasuk gaffi
"bu key!" kepala kebersihan yang pertama kali melihat
"sayang" gaffi langsung memeluk keyza yang bajunya transparan tersiram air
"tania lo bener-bener ya! Dia istri chef gaffi" nila memberitahukan pada tania dan sayangnya telat
"nila tolong angkat kue dan matikan ovennya" gaffi meminta nila membantunya
"kita ganti baju dulu" gaffi masih fokus mengurus istrinya
"tuh kan, chef gaffi aja ngga marah kok. Kenapa kamu takut nil!" tania masih tak sadar diri
Plak
Kepala kebersihan menampar tania," kamu mau dipecat?"
"hanya istri chef dan mengganggu orang kerja, bukan salah saya pak" tania tak mau salah
"kamu tahu, dia adik pemilik restoran ini! Tanggung sendiri akibatnya" kepala kebersihan tak mau ikut campur
"nil bener?" tania mulai gelisah
Nila mengangguk tanpa bicara
"sayang kamu ke mobil dulu, aku ada urusan sebentar" gaffi menatap tajam tania yang menunduk seperti tahu apa yang baru dilakukannya
"hari ini kamu bebas, tapi urusan kita belum selesai" gaffi menunjuk tania dengan penuh amarah
Lalu mengejar istrinya dengan cepat