NovelToon NovelToon
Petualangan Wanita Berduri

Petualangan Wanita Berduri

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Spiritual / Wanita perkasa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:37.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Franceska wanita cerdas berpendidikan tinggi, berparas cantik dan berprofesi sebagai guru matematika. Suatu kombinasi yang melengkapi penampilannya yang good looking, cemerlang dan bersinar dari keluarga sederhana.

Prestasi akademik, serta kecerdasannya mengola waktu dan kesempatan, menghentarkan dia pada kesuksesan di usia muda.

Suatu hari dia mengalami kecelakaan mobil, hingga membuatnya koma. Namun hidupnya tidak berakhir di ruang ICU. Dia menjalani penglihatan dan petualangan dengan identitas baru, yang menghatarkan dia pada arti kehidupan sesungguhnya.


》Apa yang terjadi dengan Franceska di dunia petualangannya?

》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Petualangan Wanita Berduri."

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. PWB

...~•Happy Reading•~...

Ke esokan Hari 》

Hernita bersama Papahnya tiba di sekolah masih pagi. "Nita, Papah ikut masuk juga?" Tanya Papahnya yang merasa tidak enak.

"Iya, Pah. Kemarin diminta sama ketua yayasan dan kepala sekolah." Hernita mengangguk kuat untuk meyakinkan Papahnya.

"Baiklah. Semoga Papah ngga nervous dan bikin malu." Ucap Papa Hernita sambil merapikan helm di motor.

"Papah jangan bikin Nita nervous. Nita juga masih baru di sini. Mumpung belum banyak siswa yang masuk. Ayoo, Pah." Hernita coba menenangkan Papanya dan juga hatinya.

"Nita, baru datang?" Terdengar suara Jefase menyapa.

"Oh, iya, Jefa. Ini baru nyampe. Kenalin, ini Papahku." Hernita merasa lega melihat Jefase sudah datang. Berarti mereka sudah aman di sekolah, tidak terjadi sesuatu dengannya.

Jefase mendekati Papah Hernita dan menyalami. "Papah, ini Jefa, teman Nita yang ikut kompetisi." Hernita memperkenalkan Jefase, agar Papahnya lebih tenang, ada yang sudah dikenal.

"Semangat, ya. Semoga kalian jadi yang terbaik." Ucapan Papahnya diaminkan oleh Jefase dan Hernita.

Mereka berjalan cepat ke ruangan ketua yayasan. "Syukur, kalian sudah datang. Selamat pagi." Kepala sekolah dan dua orang guru matematika yang sedang menunggu, segera berdiri menyalami Papah Hernita.

Setelah ketua yayasan tiba, mereka berdoa bersama sebelum berangkat. Hernita dan Jefase hanya didampingi oleh ketua yayasan, kepala sekolah dan guru matematika.

Sedangkan wakil kepala sekolah tetap berada di sekolah untuk mengkoordinir siswa dan guru. Mereka diberikan tugas untuk mendukung team sekolah berlomba lewat sosial media, karena perlombaan disiarkan secara langsung di televisi nasional dan youtube. Sehingga mereka bisa menyaksikan pertandingan secara langsung.

~▪︎▪︎~

Hal berbeda yang terjadi di sekolah Pelita. Ketua yayasan dan wakil kepala sekolah yang mendampingi peserta. Sedangkan kepala sekolah bersama para guru mengawasi siswa di sekolah.

Lenox dan Juke berangkat dengan mobil orang tua masing-masing ke tempat kompetisi.

"Kenapa dengan dahimu, Ibu Sance?" Tanya ketua yayasan setelah mereka berada di dalam mobil.

"Kemarin kejedot, Pak." Jawab Ibu Sance dengan hati kesal, karena tapak tangan Hernita tidak bisa hilang dari dahinya. Walau sudah berusaha ditutupi dengan makeup.

Ketua yayasan tidak mau bertanya lagi, walau heran. Karena kalau kejedot, seharusnya benjol atau bengkak. Tetapi ini hanya berwarna merah seperti warna kulit kepiting rebus.

Ketika mereka tiba di tempat kompetisi, orang tua Lenox dan Juke sudah menunggu. Mama Lenox hanya menyalami ketua yayasan, tanpa menyapa Ibu Sance. Hal itu ditahan oleh Ibu Sance, karena menyadari telah gagal menyelesaikan tugas yang diminta, untuk menyingkirkan Hernita.

"Di mana Lenox dan Juke?" Tanya ketua yayasan yang tidak melihat anak mereka.

"Mereka sudah di dalam." Jawab Mama Lenox.

"Kalau begitu, mari kita masuk." Ketua yayasan mengajak masuk, karena ingin melihat peserta yang lain. Terutama dari sekolah Harapan.

Ketika masuk ke aula, tempat kompetisi, mereka terkejut melihat sudah banyak peserta dari berbagai sekolah beserta pendamping.

Hernita dan Jefase duduk di antara kepala sekolah dan ketua yayasan, bersikap seakan tidak melihat Lenox dan Juke beserta rombongannya. Sedangkan Papah Hernita duduk dengan guru matematika.

Ketika tiba waktu untuk berkompetisi, peserta diminta masuk ke ruangan khusus, suasana jadi hening menunggu. Kemudian peserta masuk ke ruang kompetisi dan diperkenalkan satu persatu. Selain disebutkan nama, juga asal sekolah.

Ketika nama SMA Pelita disebut, terdengar suara bersorak di bagian belakang. Namun ketika nama peserta dari SMA Harapan disebut, terdengar huuuuuu..., yang sangat riuh.

"Ternyata mereka bawa pemandu sorak ke sini." Bisik ketua yayasan harapan kepada kepala sekolah.

"Iya, Pak. Biarkan saja. Kita tenang dan berdoa buat mereka berdua. Melihat mereka berdiri di depan saja, sudah membanggakan." Ucap kepala sekolah, terharu.

"Iya, Pak. Ternyata banyak utusan dari sekolah negeri dan swasta dari Jakarta dan Banten." Ucap Ketua yayasan setelah semua peserta diperkenalkan.

Hernita terharu melihat Papahnya duduk diantara guru, sambil mengepalkan tangan untuk memberi semangat kepada mereka.

"Nita, jangan tunggu aku yang tekan bel. Jika kau sudah dapat hasil, langsung berdiri dan tekan bel." Bisik Jefase setelah melihat bel di letakan di depan peserta.

"Ok. Aku mengerti." Hernita setuju.

'Semangat Nak. Ingat, walau ada peserta yang sudah selesai duluan, tetap fokus selesaikan bagian kalian.' Bisik Ceska mengingatkan. Dia tidak mau membantu Hernita selesaikan soal, agar Hernita jujur dalam berlomba.

Hernita sudah disiapkan oleh Ceska di rumah, agar saat kompetisi harus bekerja sendiri dan tidak boleh bertanya padanya. 'Iya, Mah.'

"Jefa, kalau sudah ada peserta yang selesai, kita tetap fokus selesaikan bagian kita, ya." Bisik Hernita meneruskan yang dikatakan Ceska.

"Ok. Yang penting kita lolos ke empat besar dulu." Bisik Jefase yang mengerti maksud Hernita.

Ketua yayasan pelita dan ibu Sance sangat emosi melihat cara interaksi Hernita dan Jefase, sedangkan Mama Lenox dan Juke tersenyum sinis melihat mereka.

Peserta telah siap berkompetisi dan disiarkan secara langsung. Sehingga para siswa di sekolah masing-masing terjadi perang komentar dan yel-yel untuk memberi dukungan kepada sekolah mereka di dunia maya.

Para siswa diberikan libur untuk menonton, agar bisa membanjiri chanel youtube dan lainnya dengan berbagai komentar dan dukungan.

Terutama siswa dari SMA Harapan dikumpulkan di aula sekolah dan diberikan akses wifi gratis. Sehingga mereka bebas memberikan yel-yel mendukung kepada Hernita dan Jefase.

SMA Pelita juga tidak mau kalah. Mereka membanjiri dengan yel-yel dan komentar untuk menjatuhkan mental lawan.

Ketika kompetisi beregu di mulai, team dari SMA Pelita terus memimpin hingga masuk ke empat besar. Sedangkan team SMA Harapan berada di urutan ke empat dan terancam akan dieliminasi. Hal itu menjadi sindiran dan cercaan dari pihak sekolah pelita.

Ceska yang memperhatikan waktu Lenox dan Juke menyelesaikan soal, jadi curiga. Waktu yang mereka butuhkan tidak seperti peserta lain yang harus berpikir. Ceska yang bisa kerjakan, tidak secepat mereka berdua.

Lenox dan Juke seakan tidak berpikir lagi. Mereka langsung menulis dan salah satu dari mereka, segera menekan bel. Ceska ingat yang dilakukan Ibu Sance kepada Hernita. Ceska tidak bisa menolong dalam situasi seperti itu, tapi dia yakin ada yang bisa menolong.

'Ya, Tuhan, Engkau yang mengendalikan bumi dan langit. Jangan biarkan terjadi kecurangan pada anak-anak ini.' Selesai berkata demikian dia menggerakan tangan ke layar monitor.

Ketika soal muncul di layar monitor, ke empat peserta langsung kerjakan seperti sebelumnya. Tidak lama kemudian, Lenox menekan bel. Ketika lampu menyala merah, dia terkejut. Begitu pun dengan Juke yang menekan bel, kembali berwarna merah. Mereka jadi panik.

Melihat yang terjadi dengan mereka, Ceska tersenyum. 'Ternyata mereka sudah dapat soal lewat belakang, jadi sudah hapal jawabannya.' Ceska jadi mengerti, mungkin soal di layar telah berubah. Dan mereka tidak menyadari perubahannya.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~•○¤○•~...

1
🍁⃟ ͥ ͣ ͫƬђi̽є❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ࿐
jadi terharu aku akhirnya Hernita bisa membuktikan dia bisa memenangkan kompetensi dengan kerja kerasnya, Ceska pasti keluar lagi jiwanya dari diri Hernita karena tugasnya udah selesai membantu Hernita
🍁αlҽα❣️
aamiinn,,doa yg sama jugaa untukmu thor🙏

yey akhirnya Hernita jd pemenangnya,,akhirnya kisah petualangan Ceska berakhir sudah😧alhamdulillah Ceska akhriny Juga sadar dan lekaS sembuh
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎🍁𝓷𝓲❣️ѕ⍣⃝✰📴
akhirnya jadi juara juga hernita Alhamdulillah nangis juga nih baca part ini
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎🍁𝓷𝓲❣️ѕ⍣⃝✰📴
dih kok gt nggak sportif banget
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎🍁𝓷𝓲❣️ѕ⍣⃝✰📴
Napa nggak bilang ke jefase biar dia juga hati"
Dew666
Loh loh kok dah tamat…
♍🐯⚔️⃠🍁NITA❣️🧸💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Hari ini baru bisa baca kembali...ternyata bab terakhir.
Di tunggu ya dek karya selanjutnya 🙏❣️
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
setuju banget dengan jefase. supaya sekolah pelita gigit jari & hernita disambut sama sekolah harapan ❣️
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
pasti hernita takut jefase dijahatin sama ibu sance juga supaya gak bisa ikut kompetisi🙊❣️
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
begini kalau institusi sudah dikuasai sama orang kaya kaya. pasti gak bisa tolak. kasihan🙊❣️
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
sangat sakit yang dibilang pak murai. herinta sudah ditabrak mobil baru digilas lagi. sakit🙈❣️
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
horeeeee Hernita jadi juara pertama dan gw mau sukurin mama Lenox dan Juke dulu Kasian deh loooooo anakmu mah bukan tandingan Hernita Bukkkkk🤭🤣🤣🤣🤣
🥑⃟🍁Semesta❣️
waduh udah tau jawabannya.. curang ya.. ❣️
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ §͜¢♉☘𝓡𝓳
akhirnya hernita jadi pemenangnya jafase kedua keren mereka kompak ya tamat ya🤭
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ §͜¢♉☘𝓡𝓳
wah curang ini anak malah jadi bodoh kalau sudah tahu isii soal nya lenox juke parah anak2 ini emak nya ngedidik ga bener
❤️⃟Wᵃf🤎M𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ §͜¢♉☘𝓡𝓳
untung bisa melawan ya hernita di bantu ceska
🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴❣️
Akhirnya Hernita yg jadi pemenang dengan kemampuan nya sendiri, bisa jadi kebanggaan orang banyak, ikut senang juga Ceska sadar seperti sedia kala ❣️
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Itu udh jd 'Hukum Tdk Tertulis' ya, apapun hasil keputusan Sklh, kita hny bisa mndukung
⚔️⃠🧸🍁𝐘𝐖❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Liat mreka berdua, jd mikir klo gk salah pilih kn, Pa 👍👍👍
🍁ålmå¥rå⁴❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
gurunya gak kasih contoh yang baik sih makanya murid ngikutin guru yg ga bener ia gak sih🤣❣️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!